
"Loe kemana aja? Kenapa gak bisa dihubungin?" Tanya Irlan penasaran.
"Gak kemana-mana kok" jawab Nia santai.
"Terus kenapa gak bisa dihubungi?"
"Hp aku ilang dan aku males beli hp baru."
Tak berapa lama pelayan membawa minuman pesanan mereka.
"Terus kenapa loe minta ketemuan disini? Apa loe udah berubah pikiran?"
Irlan berharap Nia ingin menemuinya karena berubah pikiran tidak ingin melanjutkan proses perceraiannya.
Nia menggeleng.
"Aku kesini mau ngasih ini" Nia mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin pernikahan mereka dan menyodorkannya kepada Irlan.
Irlan membulatkan matanya,tidak percaya hati Nia seteguh itu ingin bercerai darinya.
"Aku mau ngucapin terimakasih sama kakak,karena selama kurang lebih tiga bulan ini kakak udah jadi kakak yang baik buat aku. Kakak gak usah khawatir,nanti aku akan ngomong sama papi Tian supaya nama kakak gak dicoret dari ahli waris."
Deg..
Mendengar kata-kata Nia,Irlan seperti tertampar.
"Kakak yang baik? Apa dia gak nganggep gue suaminya? Dan apalagi katanya ahli waris?? Oh...shit!!! Itu yang gue bilang terakhir ke dia,kalau gue akan batalin gugatan hanya karena gue takut dicoret jadi ahli waris.." Irlan mengumpat kebodohannya dalam hati.
"Tapi Nia...maksud gue waktu itu bukan itu. Malam itu gue..." kata-kata Irlan terpotong karena Nia sudah lebih dulu menimpalinya.
"Soal malam itu aku ngerti dan aku juga udah maafin kakak. Aku udah gak punya hutang apa-apa lagi ke kakak. Karena memang seharusnya kakak ngambil itu saat malam pertama kita. Kakak ngasih aku jatah bulanan tapi aku gak pernah ngasih hak kakak. Jadi kejadian malam itu, aku anggap kakak udah ambil hak kakak." Nia menyeruput minuman yang ia pesan tadi.
"Nia bukan gitu..aku.." lagi-lagi perkataan Irlan dipotong Nia.
"Kita terusin perceraian kita,kakak gak usah bujuk-bujuk pengacara aku lagi karena keputusan aku udah bulat. Kakak sekarang bebas mau nikahan wanita yang kakak paling cintai itu.." Nia beranjak dari tempat duduknya.
Melihat Nia yang akan pergi,Irlan langsung mencekal tangan Nia.
"Jangan pergi dulu,kasih gue kesempatan..Gue mau berubah,gue mau kita ngulang semua dari awal. Gue janji akan setia sama loe. Plis kasih gue kesempatan sekali ini aja.."
Nia menoleh ke arah Irlan,menatap mata itu dalam-dalam. Tampak jelas ada kesungguhan,tapi bayangan dimana Irlan menggagahinya dengan sangat kasar kembali muncul,membuat hati Nia kembali sakit.
Nia berusaha melepaskan tangannya dari tangan Irlan,tapi karena cengkraman tangan Irlan begitu kuat membuat dia kesulitan.
"Sayaaang.." panggil Alex.
Alex mengikuti Nia ke dalam coffee shop,ia duduk agak berjauhan dari tempat Nia tapi matanya terus memantau ke arah meja Nia dan Irlan.
Melihat Nia yang sepertinya kesulitan melepaskan tangannya dari tangan Irlan,Alex pun datang menghampiri mereka.
Nia membelalakan matanya saat mendengar Alex memanggilnya "sayang".
"Ish nih orang ngapain sih manggil-manggil gue sayang" Nia mengumpat Alex dalam hati.
__ADS_1
Alex makin mendekati mereka. Dia melepaskan tangan Nia dari tangan Irlan.
"Kalau dia udah gak mau sama loe,jangan loe paksa. Jadi cowok kok serakah banget sih,mau punya simpanan tapi mau juga mempertahankan istri loe. Kalau mau mempertahankan istri loe makanya jangan punya simpanan." Alex menari tubuh Nia ke belakang tubuhnya.
"Loe gak usah ikut campur urusan gue,dia masih istri gue.." Irlan mencoba menarik Nia kembali dari belakang Alex.
"Loe waktu masih sekolah gak pernah jadi playboy yah,makanya gak puas kalau cuma punya satu istri. Hahaha aturan tuh waktu muda loe puas-puasin jadi fuckboy jadi pas udah punya istri gak main sana-sini lagi!!!" Alex tertawa sinis.
Ia mendorong Nia keluar dari dalam Coffee shop.
Irlan menarik tangan Alex, dan...
Bugh...
Irlan meninju Alex,dia sudah tidak dapat menahan emosinya.
Alex yang mendapat serangan mendadak dari Irlan jatuh tersungkur,tapi langsung kembali berdiri.
"Kak Irlan apa-apan sih!!!" Nia berteriak,tak terima Irlan meninju Alex.
"Gue gak pa-pa.." kata Alex menenangkan Nia.
"Ayo kak.." Nia menarik tangan Alex.
"Nia ...tunggu..!!' Irlan menarik tangan Nia.
"Lepasin gak,kalau kakak gak.mau lepasin aku akan telpon papa dan aku akan nyuruh papa sebarin bukti perselingkuhan kakak.." Ancam Nia,matanya melotot ke arah Irlan.
Mendengar ancaman itu membuat nyali Irlan menciut. Irlan pun melepaskan tangan.Nia.
Irlan terduduk kembali di kursinya,tidak mengejar Nia bukan karena tak niat namun karena takut akan ancaman Nia.
Kalau saja ancaman yang Nia berikan hanya merugikan dirinya mungkin Irlan tidak perduli,tapi ini juga menyangkut keluarga serta perusahaan keluarganya. Makanya Irlan memilih untuk tidak mengejar Nia.
Sewindu sudah...
Ku tak mendengar suara mu
Ku tak lagi lihat senyuman mu
Yang selalu menghiasi hari ku
Sewindu sudah...
Kau tak berada di sisi ku
Kau menghilang dari pandangan ku
Tak tau kini kau dimana.
Ternyata belum siap aku
Kehilangan dirimu
__ADS_1
Belum sanggup untuk jauh dari mu
Yang masih slalu ada dalam hatiku
Lagu dari Stevan Pasaribu yang terputar di coffe shop itu menjadi pelengkap kepedihan hati Irlan.
Di dalam mobil Alex.
"Loe gak pa-pa?" Tanya Alex memecah keheningan yang ada di dalam mobil.
Karena semenjak keluar dari coffe shop Nia hanya diam menatap keluar jendela.
Nia tidak menjawab,entah apa yang Nia pikirkan sekarang.
Merasa tidak dianggap,Alex pun mengerem mendadak,membuat Nia yang sedang melamun hampir terjengkang ke depan,untung saja Nia memakai seatbelt.
"Kakak apa-apaan sih,bahaya tau!!" Omel Nia.
"Abisnya loe gue ajak ngomong gak nyahut-nyahut.." Alex kembali melajukan mobilnya.
Alex belum tau arah tujuan mereka sekarang.
"Emang kakak ngomong apaan?"
"Gak jadi..udah lewat..!!" Kesal Alex.
"Oh ya udah.." Nia memalingkan wajahnya dari Alex dan kembali melihat keluar jendela.
"Dih..sumpah nih anak,udah nyuekin gue bukannya minta maaf,yah paling gak dirayu gitu,ekh ini malah gue makin di cuekin.." batin Alex semakin kesal dengan ketidakpekaan Nia.
"Ekhm.." Alex berdehem mencari perhatian.
"Ekhm.." kini intonasi suaranya sudah naik satu level.
"Ekhm..." intonasi semakin tinggi..
Berhasil. Nia menengok ke arahnya.
"Kakak kenapa sih?? Tenggorokan kakak sakit?" Tanya Nia.
"Gak.."
"Terus?"
"Cuma mau cari perhatian loe aja." Jawab Alex santai.
"Terus kalau aku udah perhatiin mau apa?"
"Ish sumpah ini cewek yah bener-bener nguji kesabaran gue banget." Alex berkata dalam hati.
"Banyak. Udah lah gak usah di bahas lagi. Kita mau kemana nih? Katanya mau kencan.." Tanya Alex yang dari tadi hanya jalan lurus mengemudikan mobilnya tanpa tau arah tujuan mereka.
"Pantai deh kak.." jawab Nia.
__ADS_1
"Ok.." Alex pun melajukan mobilnya ke pantai.