Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 47


__ADS_3

Tapi hatinya kembali berdenyut saat dia mengingat pengkhianatan yang dia lakukan ke Nia,bahkan tanpa rasa malu ia mengatakan mencintai wanita lain di depan keluarganya dan keluarga Nia. Yang tak kalah menyakitkan ketika bayangan wajah Nia yang meronta-ronta minta di lepaskan saat dia menggagahi Nia.


"Akh...Niaaaaa!!!" Teriaknya lagi.


Mendengar bos nya berteriak,Dimas dengan segera masuk ke ruangan Irlan. Dimas takut Irlan berbuat nekat.


"Kenapa pak??" Tanya Dimas setelah pintu ruangan di buka dan melihat Irlan dalam posisi menunduk sambil menjambak rambutnya.


Irlan mengangkat kepala melihat ke arah Dimas.


"Gue gak bisa gini terus,bisa gila gue lama-lama" kata Irlan dalam hati.


Dia langsung mengambil kunci mobil dan hp yang berada di atas meja,lalu dia keluar melewati Dimas begitu saja.


"Bapak mau kemana? Bahaya pak,bapak lagi mabok.." Dimas mengikuti Irlan dari belakang.


"Loe gak usah ngurus gue,loe urus aja ini kafe. Cari duit yang banyak buat gue." Irlan menepuk pundak Dimas sebelum meneruskan langkahnya keluar dari kafe.


Irlan mengendarai mobilnya ke club malam tempat dimana sahabatnya Igo dan Yordan berada.


Kini Irlan sudah berada dalam club malam,ia langsung memasuki private room yang biasa mereka tempati.


Ceklek..


Irlan membuka pintu.


"Wuuuigh kenapa tuh muka?" Tanya Yordan melihat Irlan di depan pintu.


Yang ditanya hanya mendekat ke arah Igo dan Yordan dan duduk di tengah-tengah mereka tanpa menjawab pertanyaan Yordan.


Irlan melihat perempuan yang tengah memanjakan Yordan.


"Loe kenapa sih,kesambet loe???" Yordan kembali bertanya karena melihat tatapan Irlan yang aneh saat menatap wanita ons nya.


Irlan tetap tak menjawab. Dia malah bangkit berdiri,kemudian menarik wanita ons Yordan ke sudut ruangan dan menjongkokkan wanita itu tepat di hadapan si junior.


"Woooi punya gue tuh,loe kalo mau cari sendiri donk..!!" Teriak Yordan,yang langsung mendapat tatapan tajam dari Irlan.


Yordan yang paham arti tatapan Irlan pun berhenti protes. Irlan sedang dalam mode buruk pikir Yordan.


Irlan mengeluarkan dompet dan memberikan uang pecahan seratus ribu sebanyak sepuluh lembar.

__ADS_1


"Nih bayaran loe..Cepat hisap!!!!" Perintah Irlan sambil membuang uang itu ke lantai tepat disamping.wanita itu.


Yordan dan Igo yang melihat kelakuan Irlan menganga tidak percaya,pasalnya Irlan paling tidak mau si junior dihisap oleh wanita ons.


Setelah berpisah dengan Melda pun,Irlan hanya mau si junior di hisap oleh perempuan-perempuan yang mengejarnya. Karena malas terus diteror akhirnya Irlan menjadikan mereka pacarnya hanya untuk bisa menghisap junior. Ya walaupun hubungan yang terjalin paling lama hanya dua bulan. Tapi setidaknya Irlan tidak berganti-ganti wanita setiap harinya. Tidak seperti Igo dan Yordan. Begitulah pemikiran Irlan.


"Sssshhh... aakkhh" Irlan mengerang,tanda kalau si junior sudah memuntahkan laharnya.


Wanita itu pun langsung berlari keluar private room.


Irlan merapatkan tubuhnya ke dinding setelah wanita itu keluar dari ruangan.


Ia menoleh ke belakangnya,melihat ke arah Igo dan Yordan. Kini tatapan Irlan tertuju pada wanita yang sedang memanjakan Igo.


Tanpa banyak berpikir Irlan mendekati wanita yang sedang menciumi leher Igo dan menariknya ke sudut ruangan.


"Loe apa-apaan sih Lan..loe kalo ***** pulang gih,kan ada Melda yang bisa ngisap junior. Jangan loe embat bagian gue..!!" Igo mulai kesal melihat tingkah Irlan. Pasalnya Igo sedang menikmati cumbuan-cumbuan yang diberikan wanita ons nya.


Irlan tetap tak memperdulikan kata-kata Igo. Ia malah memberikan tatapan membunuh pada Igo. Igo yang mendapat tatapan itupun juga tak bisa berkutik.


Igo dan Yordan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Irlan.


"Udah sinting dia sekarang." umpat Yordan


Dia menjongkokkan wanita itu,mengeluarkan uang dengan jumlah yang sama dengan wanita yang pertama dan menyuruhnya menghisap junior.


"Kalau loe mau gue bisa ngasih lebih dari ini. Loe mau berapa ronde gue siap layanin.." wanita itu melepaskan mulutnya dari junior dan mencoba berdiri merayu Irlan.


"Singkirin tangan loe!!! Yang gue butuh cuma mulut loe!!" Irlan menepis tangan wanita itu dengan kasar dan kembali menjongkokkan wanita itu.


Irlan menahan kepala wanita itu dan menghentak-hentakkan si junior di mulut si wanita. Hingga pelepasan pun terjadi di mulut si wanita.


Wanita itu pun keluar dari private room.


Irlan mengancing kembali celananya dan menghampiri Igo dan Yordan.


Igo dan Yordan terus memandang Irlan yang terlihat aneh malam ini.


"Loe sebenernya kenapa sih,dateng-dateng langsung minta di ****.." tanya Yordan yang semakin.penasaran.


"Aaaakkkhh!!!" Irlan menjambak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Cuma dia yang bisa puasin gue..Gue butuh dia sekarang!!!" Kata Irlan masih dalam keadaan menunduk dan menjambak rambutnya.


"Dia siapa? Melda?" Tanya Igo


Irlan menggeleng.


"Terus siapa? Nia istri loe?" Kini Yordan yang bertanya.


Irlan mengangguk.


"Emang loe udah..." pertanyaan Yordan tergantung saat Irlan sudah menganggukan kepalanya.


Igo dan Yordan geleng-geleng tak percaya. Setau mereka Irlan sedang dalam proses cerai. Kenapa malah berhubungan intim.


"Sekarang Nia ngilang,gak bisa dihubungin setelah gue nidurin dia." Kini Irlan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.


"Loe udah kerumah mertua loe?" Tanya Igo.


"Gue gak bisa masuk ke sana..papa Niko ngelarang gue masuk.. Malahan papa Niko ngancam pengacara yang gue utus ke sana." Irlan menarik nafas,menjeda kata-katanya.


"Papa Niko.ngancem akan nyebarin bukti perselingkuhan.gue dengan Melda kalau gue berhentiin gugatan. Padahal gue serius mau balik sama anaknya." Lanjut Irlan.


"Loe mau balik sama Nia karena loe emang mau jadiin Nia pendamping hidup loe atau partner sex loe??" Pertanyaan Igo sontak membuat Irlan tertampar.


"Maksud loe?" Tanya Irlan,kini matanya menghadap ke Igo.


"Loe mau balikan sama Nia karena loe udah nidurin dia? Terus loe ngerasa ngefly waktu berhubungan sama dia,terus loe ketagihan. Makanya loe butuh dia dan mau balikan sama dia?" Lagi-lagi perkataan Igo membuat Irlan tersudut.


Irlan terdiam.


Jujur,saat meniduri Nia memang Irlan dibuat melayang karena kenikmatan tubuh Nia dan kenikmatan itu juga baru pertama kali dia rasakan bahkan ingin terus mengulangnya dengan Nia. Tapi saat ini bukan itu yang Irlan rasakan. Entah rasa apa namanya yang membuat Irlan membutuhkan Nia sekarang bukan hanya untuk.dijadikan partner sex.


Irlan masih belum menyadari kalau dirinya.sudah jatuh cinta pada Nia dan saat dia menggagahi Nia juga bukan hanya karena dorongan nafsu melainkan ada dorongan lain yang entah apa Irlan pun tak mengerti.


"Bukan,,bukan itu alasannya. Tapi gue juga gak ngerti kenapa gue bener-bener butuh dia sekarang." Irlan membuka suaranya.


"Terus Melda gimana?" Kini Yordan yang bertanya.


Irlan menggedikkan bahunya. Ia juga tak tau apa yang ia rasakan pada Melda.


"Gue juga gak tau. Semenjak Nia kirim foto Melda lagi peluk-pelukan sama om-om,gue jadi jijik. Padahal gue belum cari tau kebenarannya."

__ADS_1


"Gak usah loe cari tau kebenarannya.." jawab Yordan sambil menghisap sebatang rokok yang ada disela-sela jarinya.


Irlan mengernyitkan keningnya.


__ADS_2