Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 108


__ADS_3

Sesampainya diruangannya,Irlan sudah disambut dengan begitu banyak kerjaan ditambah lagi laporan dari sang sekretaris tentang jadwalnya hari ini. Ada beberapa meeting yang harus ia hadiri langsung tanpa bisa di wakili oleh asistennya.


Merasa butuh semangat pagi,Irlan mengambil hp nya dan melakukan panggilan video ke nomor Nia.


"Hai sayang.." Irlan melambaikan tangannya ketika Nia menerima panggilannya.


Wajah cantik dan senyum Nia terlihat jelas di layar hp nya.


"Udah nyampe kantor?" Tanya Nia,yang melihat Irlan sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Udah. Baru dateng udah diteriakkin sama berkas-berkas minta diperhatiin." Irlan menunjukkan berkas-berkas yang ada di meja nya.


"Semangat yah.."


"Kok cuma gitu doang??? Sayangnya mana?"


"Lebay deh!!"


"Biar aja,pokoknya aku mau denger kamu panggil aku sayang atau beb,atau honey,atau cinta atau apa deh yang penting jangan panggil aku kakak!!"


"Gak bisa,kamu kan lebih tua dari aku jadi wajar dong aku manggil kamu kakak."


"Tapi aku kan mau denger kamu manggil aku dengan kata-kata mesra sayang." Mohon Irlan.


"Iya..iya..SAYANG" kata Nia sedikit terpaksa.


Irlan tersenyum puas mendengar Nia mengatakan sayang padanya. Kemudian memajukan bibirnya minta dicium Nia.


"Mau apa kamu monyong-monyong gitu?" Tanya papa Niko mengambil alih hp Nia.


Irlan kaget bukan kepalang karena aksi konyolnya yang meminta Nia menciumnya lewat hp ketahuan oleh papa Niko.


"Eh...om.." cengir Irlan salah tingkah,ia menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jangan macem-macem kamu sekalipun itu lewat panggilan video!!" Tegas papa Niko.


"Iya om,maaf." Jawab Irlan lemas.


"Kerja sana,jangan ganggu Nia. Nia disini juga banyak kerjaan!!" Kata papa Niko. Dan langsung mengakhiri panggilan video itu.


"Papah ikh..." protes Nia yang kesal karena ia juga belum puas melihat wajah lelakinya.


"Kerja,jangan pacaran mulu.!!"


Nia mengerucutkan bibirnya. Ia pun kembali bekerja. Sedangkan papa Niko setelah mengganggu anaknya dan Irlan,langsung kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Setelah panggilannya di akhiri papa Niko,Irlan mendesah kecewa. Pasalnya ia belum mendapat semangat pagi dari Nia. Yah walaupun hanya sekedar sebuah kecupan online,tapi itu sudah cukup membuat Irlan semangat bekerja. Kalau kecupan beneran,bukan hanya semangat kerja tapi juga semangat membawa Nia ke ranjang.


Irlan pun mulai memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya.


Jam makan siang pun hampir tiba,walaupun masih ada waktu satu jam lagi untuk makan siang, Irlan membereskan meja kerjanya. Ia bersiap-siap pergi ke Dirgantara Group untuk makan siang bersama Nia. Walaupun belum janjian dengan Nia,tapi Irlan tetap nekat datang kesana.


Irlan melangkahkan kakinya menuju lift yang akan membawanya ke lobi.


Setelah sampai di lobi,dengan gaya cool nya Irlan berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Mengendarai mobil mewahnya menuju gedung Dirgantara Group.


Butuh setengah jam untuk Irlan sampai di kantor Nia. Kini mobil Irlan sudah terparkir di parkiran gedung Dirgantara Group. Dengan penuh semangat,Irlan masuk kedalam lobi dan berjalan menuju lift yang akan membawanya ke ruangan Nia.


Ting. Pintu lift terbuka. Menandakan lift yang Irlan naiki sudah sampai di lantai dimana ruangan Nia berada.


"Nia ada di ruangannya?" Tanya Irlan pada Vera sekretaris Nia yang akan masuk ke dalam lift.


"Ada pak,tapi sedang ada tamu." Kata Vera sambil masuk ke dalam lift.


Belum sempat Irlan bertanya siapa tamu yang datang,pintu lift sudah tertutup.


Dengan penuh penasaran Irlan berjalan menuju ruangan Nia. Ia membuka sedikit pintu ruangan itu,mengintip siapa tamu yang sedang Nia temui.


"Perempuan itu.." Irlan mengeraskan rahangnya saat melihat Clara ada diruangan Nia.


"Mau ngapain dia kesini. Punya rencana jahat apa lagi dia dan Alex???!!!" Irlan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Aku tau gimana perasaan kamu sekarang,karena aku juga pernah berada di posisi kamu. Hamil dari orang yang kita cintai,namun dengan terpaksa harus merelakan kepergian anak itu."


"Hanya yang membedakan,kandungan mu baru dua minggu sedangkan aku sudah enam bulan. Dan kamu hamil karena memang kamu menginginkan anak itu,sedangkan aku hamil karena sebuah kesalahan."


"Nia pernah hamil?? Dengan orang yang dia cintai? Apa dia pernah berhubungan dengan laki-laki lain selama kami berpisah?!!" Irlan bertanya-tanya dalam hati.


Irlan marah,sangat marah. Kenapa Nia tidak menceritakan tentang kehamilannya dan siapa laki-laki yang menghamilinya.


Sepertinya Irlan tidak sadar akan perbuatannya dulu,ia tak berpikir kalau anak yang dikandung Nia adalah anaknya. Dia malah menuduh Nia berhubungan dengan laki-laki lain.


Emosinya sudah di ubun-ubun,tidak ingin sampai membahayakan Nia karena emosinya yang sedang tidak stabil,Irlan memilih untuk pulang ke kantornya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Hampir satu jam Clara berada diruangan Nia,tujuan Clara datang ke kantor Nia untuk memohon pada Nia untuk memaafkan Alex. Dan menceritakan kenapa Alex seperti itu. Tadinya Nia ingin melanjutkan masalah ini kalau sampai Clara kenapa-kenapa,tapi melihat Clara memohon untuk memaafkan Alex,Nia pun merasa iba. Begitu besar cinta Clara untuk Alex bahkan rela melakukan apapun agar Alex tetap selamat.


Clara juga meminta pada Nia untuk mau bekerja sama dengan perusahaan Alex,karena setelah ini Clara akan menghilang dari hidup Alex. Clara masih mencemaskan masa depan Alex jika dirinya tak ada lagi disisi Alex. Clara takut Alex kembali mencari jalan pintas kalau papa nya selalu menekan Alex. Clara juga meminta Nia untuk tidak mengatakan pada Alex kalau Clara mendatangi Nia.


Setelah menyampaikan keinginan dan permohonannya pada Nia,Clara pun pamit pulang.

__ADS_1


Saat mengantar Clara sampai lobi,Nia bertemu Vera yang sepertinya akan kembali ke lantai dimana ruangan Nia berada.


"Udah selesai makan siang?" Tanya Nia pada Vera. Sambil masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai dimana ruangan Nia berada.


"Udah buk. Buk Nia udah selesai makan siang?" Tanya Vera.


"Belum,ini mau makan siang. Tadi udah pesan sama OB jadi makan diruangan aja nanti."


"Sama pak Irlan?"


Nia menggeleng.


"Kayaknya dia gak bakalan dateng hari ini."


"Tadi ada kok pak Irlan bu."


Nia mengernyitkan keningnya.


"Masa sih?? Kapan?"


"Apa dia diruangan papa?? Akh kayaknya gak,kan papa udah pulang dari tadi." Nia bertanya-tanya dalam hati.


"Tadi bu,waktu bu Nia lagi ada tamu."


"Terus pak Irlannya kemana sekarang?"


"Kurang tau bu,karena saya buru-buru tadi turun ke bawah."


Deg..


"Apa jangan-jangan kak Irlan mendengar pembicaraan aku dengan Clara tadi? Astaga gimana ini kalau sampai kak Irlan tau.." kata Nia dalam hati.


Ting. Pintu lift terbuka.


Buru-buru Nia berjalan ke ruangannya,masuk ke dalam ruangan. Sampai di dalam ruangan,ternyata OB sudah mengantar makanan yang Nia pesan. Namun makanan yang terhidang itu tak sanggup mengalihkan perhatian Nia,buktinya Nia mengabaikan makanan itu dan berjalan ke arah meja kerjanya untuk mengambil hp nya.


Pikirannya sekarang adalah menelpon Irlan dan menanyakan tentang kedatangannya ke kantor Nia.


Sudah lebih sepuluh kali Nia menghubungi Irlan namun Irlan tak kunjung menerima panggilan Nia malah sekarang hp Irlan tidak aktiv.


"Aaarrrgghh..." teriak Nia kesal. Sepertinya dugaannya benar.


"Aku harus gimana sekarang? Apa aku jujur aja sama kak Irlan tentang Mosha???" Lirih Nia.


Dia terduduk lemas di kursi kebesarannya,nafsu makan dan nafsu bekerjanya hilang begitu saja memikirkan Irlan yang kemungkin tau tentang kehamilan Nia dulu.

__ADS_1


ยคยคยค Masih banyak readers yang CIDAHA,ayo tinggalin jejaknya dengan LIKE,KOMEN,VOTE dan kasih BUNGA SEKEBON buat MCMI. Jangan mau kalah sama NIJUPITA alias Nitijen Julid Tapi Cinta,mereka rajin loh ngejulid di komen tapi tetep nungguin bab-bab selanjutnya. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ยคยคยค


__ADS_2