
Setelah kepergian Andrew,Nia mengusap perutnya.
"Andai dia ayah mu,kita adalah manusia yang sangat beruntung." Nia mengagumi kesiap siagaan Andrew.
"Tapi sayang dia bukan ayah mu. Maaf,karena kamu harus hadir disaat keadaan kami yang sudah tidak bersama lagi" Nia mengusap perutnya,ada rasa sedih saat dia membayangkan jika sosok yang ada diperutnya itu lahir ke dunia tanpa seorang ayah.
"Tapi kamu tenang saja,aku akan berusaha menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu bisa kamu andalkan."
Nia mengambil hp nya di atas nakas. Ingin sekali ia mendengar suara orangtuanya,tapi niatnya itu ia urungkan karena melihat jam yang pasti sekarang orangtuanya masih tertidur pulas di negaranya.
"Mama,papa apa yang harus Nia lakukan sekarang? Apa kalian akan menerima anak ini,atau kalian akan menyuruh Nia untuk menggugurkannya?"
Waktu terus berlalu,tak terasa kandungan Nia sudah memasuki usia enam bulan. Nia juga sudah memberitahu Mama Dena dan Papa Niko,bahkan mereka langsung datang saat Nia memberitahu tentang kehamilannya dan kejadian di malam itu.
Flashback On
Setelah mendapat kabar dari Nia tentang kehamilannya papa Niko dan mama Dena langsung terbang ke Inggris saat itu juga.
Mereka telah sampai di unit apartemen Nia.
Saat mereka masuk ke dalam,papa Niko melihat Andrew sedang duduk di sofa ruang tamu. Nia belum menceritakan kepada orangtuanya tentang kejadian malam itu,karena Nia meminta orangtuanya langsung datang ke Inggris agar Nia lebih puas bercerita.
Membuat papa Niko menjadi salah paham saat melihat kehadiran Andrew.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Papa Niko meninju Andrew membabi buta,dipikiran papa Niko Andrew lah yang membuat Nia hamil.
"Pah berhenti pah..denger dulu penjelasan Nia" Nia tau pada saat ini papanya sedang salah paham pada Andrew.
Papa Niko pun menghentikan aksinya meninju Andrew.
"Dengerin Nia dulu pah,,kenapa papa langsung pukul kak Andrew.?"
"Cepat jelaskan,apa yang sudah laki-laki brengsek ini lakukan pada mu!!"
"Bukan kak Andrew pah,tapi ini anak kak Irlan." Jawab Nia sambil menunduk. Ia sangat takut menerima amukan dari papanya.
__ADS_1
Mata papa Niko dan mama Dena membulat saat Nia mengatakan bahwa anak yang dikandung Nia adalah anak Irlan.
"Kamu serius Nia? Bukannya dia tidak pernah menyentuh mu?" Tanya mama Dena mendekati anaknya dan memegang pundak anaknya itu.
Nia mengangguk.
Nia pun menceritakan kepada orangtuanya tentang kejadian malam itu.
Papa Niko mengeraskan rahangnya,tangannya terkepal siap untuk meninju Irlan seandainya Irlan ada di hadapannya.
"Kurang ajar anak itu,berani-beraninya melakukan hal itu pada putri ku. Akan ku hancurkan dia dengan tangan ku sendiri."
Nia menggenggam tangan papanya.
"Jangan beritahu dia pah, Nia tidak ingin dia tahu kalau Nia mengandung anaknya. Nia ingin membesarkan anak ini sendiri. Anggap saja anak ini sebagai tanda kenang-kenangan yang kak Irlan kasih untuk Nia."
Papa Niko dan mama Dena menatap lekat wajah anaknya. Mereka memeluk erat Nia,seolah memberikan ketegaran untuk putri tunggalnya itu.
"Jika itu yang kamu mau,papa akan melakukannya. Tapi tetap saja anak kurang ajar itu harus diberi pelajaran."
"Jangan pah..please. Nia sudah ikhlas."
Papa Niko menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kasar.
Mata papa Niko beralih ke Andrew yang sudut bibirnya berdarah.
"Maafkan saya anak muda." Papa Niki menepuk pundak Andrew.
"Tidak masalah paman,saya mengerti. Kalau saya jadi paman pasti saya akan berpikir seperti paman." Jawab Andrew lapang dada.
Dan Nia pun memperkenalkan Andrew sebagai sahabatnya yang selalu membantunya.
Nia senang dan lega sekarang,karena awalnya ia berpikir kalau orangtuanya akan menyuruhnya menggugurkan kandungannya. Ternyata pikiran Nia salah,orangtua justru begitu bersemangat. Seolah kehamilan Nia bukan suatu aib melainkan anugrah.
Anak adalah anugrah,tidak peduli bagaimana cara ia hadir di dunia. Yang menjadi aib adalah kelakuan para orang dewasa yang menjadikan seorang anak harus hadir ke dunia. Bukankah mereka tidak minta dihadirkan ke dunia? Tapi orang dewasa lah yang membuat mereka hadir didunia.
Kalau ada orang dewasa yang mengatakan "aku tak mengiinginkan anak ini,anak ini adalah kesalahan". Lalu kenapa kalian harus melakukan kesalahan yang akan menghadirkan seorang anak.
Flashback Off
"Bagaimana keadaan cucu mama? Apa bulan ini kamu sudah memeriksakan kandungan mu?" Tanya mama Dena di telpon.
__ADS_1
"Belum mah,Nia lagi banyak tugas. Mungkin minggu depan."
"Hei,apa tugas mu itu lebih penting dari pada kondisi cucu mama?" Protes mama Dena.
"Sama-sama penting mah,kalau periksa telat seminggu kan gak pa-pa yang penting gak telat sebulan." Jawab Nia enteng.
"Terserah,yang penting kamu harus rajin periksakan cucu mama. Dan jangan lupa makan makanan bergizi dan minum vitamin."
"Iya mah,gak mungkin Nia melupakan hal itu,apalagi disini ada kak Andrew yang sudah seperti ahli gizi pribadi Nia."
"Hahaha..." mama Dena tergelak sesaat.
"Apa dia masih sangat protektif sama kamu?"
Nia mengangguk.
Mama Dena tersenyum. Dia sangat bersyukur ada laki-laki seperti Andrew yang sangat tulus menyayangi anaknya bahkan mau menerima anaknya yang sedang dalam keadaan mengandung anak laki-laki lain.
Mama Dena tau Andrew memyukai Nia,karena mama Dena menanyakan hal itu langsung pada Andrew. Dan mama Dena juga tahu Nia masih belum bisa membuka hati untuk laki-laki lain.
Tapi Andrew dengan setia dan sabarnya terus mendekati bahkan menjaga Nia dan anak yang ada dalam kandungan Nia. Seolah-olah itu adalah anaknya.
"Apa kamu belum bisa membuka hati mu untuk Andrew?" Tanya mama Dena.
"Ish mama,udah berapa kali sih Nia bilang,Nia masih mau fokus dengan pendidikan agar Nia gak mengecewakan papa untuk memimpin perusahaan."
"Ya ya ya,mama tau. Tapi ada baiknya juga kan kamu mikirin perasaan Andrew."
"Nia sudah bilang sama dia kalau Nia tidak bisa membalas perasaannya. Kalau dia masih tetap deketin Nia yah terserah dia dong,jangan salahkan Nia."
Mama Dena menyerah dari perdebatan ini.
Panggilan pun berakhir.
Nia bangkit dari ranjangnya,karena perutnya sudah semakin besar,membuat Nia agak susah untuk bangkit.
Ia berjalan menuju kamar mandi. Semakin besar kehamilan,semakin sering ia buang air kecil.
Saat ia masuk ke dalam kamar mandi. Entah karena kurang hati-hati atau memang sudah nasib naas nya,Nia pun terpeleset di lantai kamar mandi dengan posisi terduduk.
Tiba-tiba saja perut Nia keram,dan darah segar mengalir dari selangkangannya.
__ADS_1
Sontak saja Nia panik. Dia berusaha bangkit berdiri. Dengan susah payah Nia berjalan keluar dari kamar mandi dan mengambil hp di atas nakas.