Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 7


__ADS_3

Setelah Nia tertidur pulas,baru lah Irlan menarik tangan kirinya dan membenarkan posisi tidur Nia dan menarik selimut sampai di leher Nia. Setelah itu ia mengecup kening istrinya sebelum ia turun dari ranjang.


Irlan berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dari sisa percintaan mereka di bawah guyuran air hangat. Setelah membersihkan tubuhnya,Irlan keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti dan mengambil kaos lekbong dan celana pendek. Kemudian ia keluar dari dalam kamar menuju ruang kerjanya dan mengambil laptop setelah itu ia kembali berjalan menuju kamar dan mendudukkan dirinya di sofa dan mulai memeriksa beberapa email yang masuk. Ia tidak ingin meninggalkan Nia sendiri di dalam kamar.


🍀🍀🍀🍀🍀


Pagi harinya Irlan terbangun tanpa Nia berada disisinya. Irlan langsung beranjak dari tempat tidur dan memeriksa kamar mandi,ternyata Nia tidak ada di kamar mandi. Irlan melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar menuju dapur,Irlan bernafas lega karena ternyata istrinya sedang memasak di dapur.


"Pagi sayang." Irlan memeluk Nia dari belakang dan memberikan kecupan di pipi kanan Nia.


"Pagi juga sayang." Nia membalas ucapan Irlan namun tak membalas kecupan Irlan.


"Kok kamu gak bangunin aku sih kalau mau makan,kan aku bisa masakin buat kamu." Protes Irlan,karena selama mereka menikah, Irlan yang selalu menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Pengen aja kak. Udah lama aku gak buatin sarapan untuk kakak,jadi gak ada salahnya kan kalau kali ini aku yang bikin sarapan."


"Tapi nanti kamu kecapean sayang."


Nia menggeleng.


"Kalau untuk melayani suami,gak pernah ada kata capek. Dari pada suami aku di layanin sama orang lain."


"Hemh..iya deh." Irlan tak mau berdebat dengan Nia,apalagi kalau Nia membahas pelayanan orang lain. Ia merasa sangat tersindir.


"Kakak mandi sana,biar aku cepet selesein masakan aku."


Irlan pun menurut. Ia pun berjalan ke arah kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah masakannya selesai,Nia menyusul Irlan ke dalam kamar dan melangkahkan kakinya ke dalam ruang ganti untuk menyiapkan pakaian yang akan di pakai Irlan berangkat kerja.


Ceklek. Irlan membuka pintu kamar mandi. Dan berjalan menuju kamar ganti,di lihatnya Nia sedang menyiapkan pakaian kerjanya.


"Hari ini kamu gak usah kerja,nanti aku mampir ke kantor kamu untuk kasih tau kabar bahagia ini sama papa,sekalian minta izin supaya kamu kerja dari rumah aja." Kata Irlan sambil memakai pakaian dalam yang sudah di siapkan Nia.


Nia mengangguk.


"Kamu mau aku panggil bik Imah kesini atau mau aku cariin art yang baru?" Tanya Irlan sambil memakai kemejanya.


"Panggil bik Imah aja deh kak,lagian bik Imah kan emang art kita waktu di rumah lama."


Irlan pun mengangguk.


"Nanti sekalian aku ngomong sama papa untuk kasih bik Imah buat kita."


Nia mengangguk.


Ting tong ting tong


Bel unit apartemen Irlan berbunyi.

__ADS_1


Nia mengernyitkan keningnya,siapa yang datang pagi-pagi begini.


"Siapa yang dateng pagi-pagi begini kak?"


"Kamu tunggu disini,biar aku bukain pintu."


Irlan berjalan keluar kamar menuju pintu.


Ceklek. Ia membuka pintu.


"Pagi om Irlan anteng.." sapa Ica menyerupai suara anak kecil.


Dengan menggendong anak perempuan yang wajahnya sangat mirip dengan ayahnya,Ica dan anak perempuan serta babby sitter masuk ke dalam apartemen Irlan.


"Nia mana?" Tanya Ica.


"Ada di kamar,duduk dulu. Biar gue panggil Nia." Irlan berjalan menuju kamarnya.


"Sayang Ica dateng tuh." Kata Irlan.


Mata Nia membelalak senang karena sahabatnya yang sudah memiliki seorang putri datang ke apartemennya.


Irlan memang sengaja menyuruh Ica datang ke apartemennya untuk menemani Nia selagi Irlan pergi bekerja sambil menunggu kedatangan bik Imah untuk menemani Nia di apartemen selama Nia hamil.


Nia keluar dari dalam kamar dengan setengah berlari,melihat tingkah Nia,Irlan langsung menarik tangan Nia.


"Pelan-pelan aja jalannya sayang,anak kita terguncang itu di dalam sana." Tegur Irlan mengingatkan Nia.


"Haloo ponakan aunty yang cantiknya pake banget.." Nia langsung mencubit gemas pipi gembul anak pertama Ica dan Yordan.


"Halo juga aunty Nia yang cantiknya hampir sama dengan kecantikan mamah aku." Malah Ica yang membalas sapaan Nia untuk putrinya,karena memang putrinya yang masih berusia satu tahun itu belum lancar berbicara.


Nia mencebik mendengar kata-kata Ica yang di bumbui dengan kenarsisan.


"Kalian cuma bertiga?" Tanya Nia yang melihat kedatangan Ica dan anaknya beserta sang babby sitter tanpa adanya suami Ica yang juga sahabat suaminya itu.


"Kak Yordan ada meeting,jadi dia cuma nganter doang."


"Ooo. Ada angin apa kamu kesini bawa si cantik?"


"Aku yang nyuruh sayang,biar kamu gak kesepian." Irlan yang menjawab pertanyaan yang ditujukan Nia untuk Ica.


Nia menoleh ke arah Irlan yang berjalan ke arah mereka.


"Makasih suami ku sayang." Nia menghampiri sang suami dan memeluknya.


Ica yang melihat tingkah Nia yang lebay dibuat jijik sendiri.


"Sama-sama sayang." Irlan membalas pelukan Nia dan mengecup singkat puncak kepala Nia.

__ADS_1


"Ya udah kita sarapan dulu yuk,kasian anak kita udah laper." Ajak Irlan.


Nia mengangguk.


"Ca,sarapan bareng yuk." Ajak Nia.


"Kalian aja,kita udah sarapan kok dirumah." Tolak Ica halus.


Mendengar jawaban Ica,Nia dan Irlan pun berjalan ke ruang makan meninggalkan Ica dan anaknya di ruang tamu sementara Nia dan Irlan mengisi perut mereka sebelum melakukan aktivitas di pagi hari.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah Irlan keluar dari apartemen,Nia kembali berkumpul dengan Ica dan putrinya di ruang keluarga.


"Loe ngunyah mulu,gak engap apa itu perut?" Tanya Ica heran yang melihat Nia sedang mengunyah nugget produksi pabrik mertua Ica.


Nia menggeleng. Karena mulutnya masih penuh dengan makanan.


"Loe gak ngerasa mual kalau pagi hari?"


Nia menggeleng lagi.


"Emangnya waktu loe hamil si cantik mual?" Tanya Nia penasaran sambil tangannya mengambil gelas yang berisi air putih yang berada di meja.


Ica menggeleng.


Ica pun menceritakan saat dirinya hamil putri pertamanya dengan Yordan.


"Serius loe kak Yordan begitu?!" Tanya Nia kaget.


Ica mengangguk.


"Enak dong loe,gak encok pas lagi hamil?!"


"Enak apaan!! Biar begitu,tetep aja lakik gue ngegas.!!"


Mendengar kata-kata Ica tawa Nia pun pecah.


Mereka pun kembali bercerita tentang keluarga kecil mereka. Walaupun Ica tergolong masih baru menjadi seorang ibu,tapi Ica tak pelit berbagi pengalamannya selama menjadi seorang ibu.


Meninggalkan Ica dan Nia yang sedang berbagi ilmu parenting,kita beralih pada Irlan yang sedang berada di kantor Dirgantara Group.


Kini ia sedang berhadapan dengan papa mertuanya.


Hampir sepuluh menit Irlan duduk terdiam di hadapan papa Niko,mulutnya seolah kelu untuk menyampaikan kabar bahagia tentang kehamilan Nia. Pasalnya waktu Irlan datang,papa Niko habis mendisplinkan karyawannya yang berani memakai uang perusahaan untuk keperluan pribadi.


"Sebenarnya kamu kesini mau ngapain? Kalau gak ada yang mau kamu bicarakan mending kamu keluar dan pergi ke kantor kamu.!!" Kata papa Niko dengan suara tegasnya.


Irlan menelan slivanya susah payah,nyalinya langsung menciut karena tau mood papa mertuanya sedang tidak bagus.

__ADS_1


"Emmm...anu pah.." kata Irlan terbata-bata.


"Anu...anu apa? Anu mu minta di potong?"


__ADS_2