
Melihat Irlan yang menertawakannya,membuat Nia semakin kesal dan memanyunkan bibirnya.
Dan itu sukses membuat Irlan tak tahan untuk tidak mencium Nia.
Cup..
Secara tiba-tiba Irlan menempelkan bibirnya ke bibir manis Nia.
Mata Nia membulat mendapat serangan mendadak dari Irlan. Kemudian mendorong Irlan agar menjauh dari tubuhnya.
"Kamu apa-apaan sih,gak tahu tempat banget!!" Kesal Nia sambil mengelap bibirnya.
"Jadi kalau didalam kamar nanti boleh dong?" Goda Irlan.
Nia membuang wajahnya malas melihat Irlan.
"Dasar otak mesum!!" Cebik Nia.
"Salah kamu sendiri siapa suruh manyun-manyun tuh bibir,jadi kena sosor kan!!" Kata Irlan membela dirinya.
"Terserah aku lah,bibir-bibir aku kok.!"
"Iya terserah kamu,tapi awas aja kalau sampe kamu manyun-manyun gitu didepan orang lain selain aku."
"Cih.POSESIVE." kata Nia menekankan pada kata posesive.
Pintu lift pun terbuka,mereka berjalan beriringan menelusuri lorong kamar Nia.
Ceklek. Pintu terbuka.
Cepat-cepat Nia masuk kedalam,dan berniat untuk segera menutup pintu kamarnya. Tapi sayang tangan Irlan sudah lebih dulu menahan daun pintu. Dan Irlan pun ikut masuk ke dalam.
"Ngapain sih ikut masuk...!" Tanya Nia kesal.
"Yah mau ikut bobo lah." Kata Irlan sambil berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya di sofa tersebut.
"Emangnya Pratama Group udah jatuh miskin sampe-sampe gak bisa nyewa kamar hotel." Sindir Nia.
"Bukannya jatuh miskin,tapi lagi upaya penghematan untuk biaya resepsi kita nanti." Jawab Irlan nyeleneh.
__ADS_1
"Sinting."
Mendengar Nia mengatai Irlan sinting,dengan cepat Irlan menarik tangan Nia sehingga Nia terduduk dipangkuan Irlan.
Dan... Cup.
Irlan menempelkan bibirnya lagi ke bibir Nia yang sudah menjadi candu untuk dirinya.
"Kamu tuh yah.." tangan Nia sudah siap memberikan tamparan ke pipi Irlan.
Tapi belum sampai tangan mungil itu mendarat di pipi nya,Irlan sudah menangkap tangan itu.
"Jangan kasar-kasar,nanti aku cium lagi nih. Atau mau aku kasih lebih dari ciuman.??" Irlan bertanya sekaligus mengancam Nia.
Dengan cepat Nia bangun dari duduknya di pangkuan Irlan.
"Kamu keluar sana,sewa kamar satu lagi. Berdua sama kamu cuma bikin aku cepet tua,emosi terus!!" Usir Nia yang sudah tak tahan dengan kemesuman Irlan yang masih tergolong standart menurut Irlan.
"Gak akan. Pokoknya mulai sekarang aku mau nempelin kamu kemana-mana. Aku takut kamu pergi ninggalin aku lagi. Aku inget terakhir kita ketemu waktu di coffee shop,hari itu kamu ngomong manis banget sama aku,eh gak taunya besoknya kamu udah ngilang entah kemana. Aku takut hari itu datang lagi. Makanya aku akan mastiin kamu selalu dalam jangkauan aku."
Melihat wajah Irlan yang serius takut kalau dirinya akan meninggalkan Irlan. Membuat hati Nia mengiba.
"Gak,aku gak mau tidur di sofa. Ranjangnya gede gitu,masa aku disuruh tidur di sofa. Bisa-bisa genderuwo yang tidur disebelah kamu nanti,mau?"
"Ish..amit-amit."
"Makanya mending aku kan yang tidur disebelah kamu dari pada genderuwo."
"Udah akh diem!! Terserah,tapi inget yah jaga jarak!! Jangan deket-deket,jangan nempel-nempel!!" Nia kembali memberikan lampu hijau pada Irlan walau dengan berbagai syarat,karena sepertinya Irlan berhasil menakut-nakuti Nia.
Irlan pun tersenyum penuh kemenangan.
Kini mereka sudah ada dalam pembaringan yang sama.
🍀🍀🍀🍀🍀
Jam sudah menunjukkan pukul satu pagi. Tapi mata Irlan belum juga mau tertutup. Dirinya sangat gelisah sekali. Si junior sudah sangat mendesak.
Sesekali ia melihat Nia yang tidur memunggungi dirinya dengan guling sebagai pembatas.
__ADS_1
"Nia...Nia.." Irlan memanggil Nia sambil menoel-noel punggungnya.
Merasa Nia sudah tertidur pulas. Irlan memindahkan guling itu ke samping dirinya. Dan kini Irlan merapatkan tubuhnya ke punggung Nia.
Irlan mencium aroma rambut Nia. Membuat hasrat yang sedari tadi membuatnya gelisah semakin meninggi.
"Bodo amat lah.." Irlan langsung memeluk Nia dari belakang.
Nia yang sebenarnya juga belum tertidur,kaget dengan pelukan Irlan dari belakang. Pasalnya kini tubuh Irlan sudah menempel pada tubuh bagian belakang Nia. Dan Nia bisa merasakan dengan jelas sesuatu yang keras menempel dan mendesak di belakangnya.
Nia masih pura-pura tertidur,dengan harapan Irlan akan segera mengakhiri aksinya yang menggesek-gesekkan bagian yang mengeras itu.
Tapi bukannya malah berhenti,Irlan malah menyibakkan rambut Nia ke samping,agar leher Nia bisa terekspos. Irlan menciumi leher Nia dengan lembut dengan masih menggesek-gesek bagian bawah yang mengeras.
Nia melipat bibirnya menahan geli atas ciuman yang Irlan berikan di lehernya.
Irlan semakin menggila dan hilang akal,bahkan sesekali desahan kecil keluar dari mulut Irlan,terdengar jelas di telinga Nia saat Irlan mempercepat ritme gesekannya. Seperti tak puas dengan menggesek. Irlan mengeluarkan si junior dari balik celananya. Irlan memaju-mundurkan tangannya memijat si junior. Dan Nia bisa merasakan semua pergerakan Irlan di belakang Nia.
Saat si junior sudah hampir pada puncaknya. Irlan buru-buru turun dari ranjang dan menumpahkan cairan bening itu ke lantai. Irlan menggigit jarinya agar suara desahan tidak keluar dari mulutnya.
Setelah cairan itu tumpah semua,Irlan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan si junior.
Melihat Irlan sudah masuk ke dalam kamar mandi. Nia menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar.
Hampir saja dirinya ikut terbuai dengan suasana yang menggairahkan beberapa saat lalu. Jujur saja,sebagai wanita normal yang sudah pernah merasakan hubungan badan,pastilah Nia juga ingin merasakannya lagi,apalagi jika melakukannya dengan orang yang dicintai. Tapi Nia sadar,saat ini dirinya dan Irlan bukan lah lagi pasangan suami istri,jadi kalau mereka melakukan itu yang ada hanya lah dosa. Ditambah lagi Nia yang masih takut Irlan memperlakukannya kasar seperti saat mereka pertama kali berhubungan suami istri. Jadi sebisa mungkin tadi Nia menahan hasratnya yang juga sudah meninggi.
Setelah membersihkan si junior,Irlan keluar dari kamar mandi. Tak lupa ia mengambil beberapa lembar tissu untuk ia pakai membersihkan cairan yang ia tumpahkan tadi di lantai. Kemudian membuang tissu itu kedalam tempat sampah.
Irlan kembali naik ke atas ranjang. Ia menaruh kembali guling ditengah-tengah mereka.
Kini dirinya bisa tidur dengan nyenyak.
🍀🍀🍀🍀🍀
Keesokan pagi nya,entah siapa yang lebih dulu memulai,kini Irlan dan Nia saling berpelukan. Guling yang dipakai sebagai pembatas pun sudah tergeletak di lantai.
Nia lebih dulu membuka matanya. Matanya membulat seketika saat dirinya sadar bahwa kini ia sedang berpelukan dengan Irlan.
"Aaaa.." teriak Nia.
__ADS_1
Mendengar Nia yang berteriak,sontak Irlan pun terbangun. Dia pun kaget melihat tangannya sudah memeluk Nia. Tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.