
Alex yang waktu SMP adalah pria terpopuler,sedangkan Nia pada zaman SMP hanyalah remahan rengginang.
Semua membelalakan mata melihat wanita cantik yang digandeng Alex.
"Katanya loe kesini sama Nia,mana Nia nya?" Tanya Denis salah satu teman Alex.
"Nih yang gue gandeng.." jawab Alex sambil melirik ke sampingnya.
"Woooooaaaaaahhhhh.." para pria ricuh begitu mendengar jawaban Alex. Mereka tidak percaya,Nia yang waktu SMP kurus,keling,tomboy berubah menjadi glowing dan bentuk tubuh yang seksi.
"Jangan becanda loe,ini mah jelmaan bidadari Lex." Kata Ryan teman Alex yang lainnya.
"Tauk loe,Nia yang kita kenal dulu kan kurus,item,galak lagi." Kali ini Dio menimpali.
Nia mengepalkan tangannya kesal karena mereka mengejek penampilan Nia yang dulu.
TAK..
Nia menjitak kepala Dio yang barusan mengejeknya.
"Apa loe bilang tadi,gue item,gue kurus terus apalagi tadi gue galak?!" Nia bertolak pinggang marah.
Namun yang melihat aksi Nia bukannya takut malah tertawa. Karena marahnya Nia terlihat menggemaskan untuk mereka.
"Hahaha...abis loe berubah drastis banget sih Ni.."
"Pantesan si Alex jadi blingsatan.."
"Loe udah cantik gini jangan mau sama si Alex."
"Iya Ni,mending loe sama gue aja,gue kan dulu baik sama loe."
"Jangan Ni,dia playboy mending loe sama gue aja."
Begitu lah hebohnya para pria melihat sosok Nia yang berubah drastis.
"Brisiiiik loe semua.." Alex menarik tangan Nia untuk menemui yang empunya acara.
Mereka duduk di salah satu table yang ada di pojokan.
"Cih udah langsung loe bawa mojok aja si Nia." Kata temen Alex yang lain.
Alex hanya menggeleng-gelengkan kepala menanggapi candaan teman-temannya.
Alex dan Nia memesan makanan,mereka asik mengobrol melupakan teman-teman mereka yang lain.
__ADS_1
Obrolan terjeda ketika makanan datang,mereka memakan makanan mereka sambil kembali melanjutkan obrolan mereka.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan mereka semenjak baru datang.
Ya sepasang mata itu adalah milik Irlan.
Nafas Irlan tiba-tiba saja memburu saat melihat Nia datang dengan seorang laki-laki yang menggandeng tangannya. Ada rasa bekecamuk di dalam dadanya yang tak bisa ia jelaskan.
Darahnya semakin mendidih mendengar para laki-laki disitu memuji kecantikan Nia dan berusaha mempromosikan diri mereka untuk menjadi pasangan Nia.
Irlan menenggak wine yang ada di mejanya sambil memperhatikan Nia dan Alex dari lantai atas.
Wajahnya semakin memerah melihat Alex menyeka bibir Nia membersihkan sisa makanan.
Irlan mengepalkan tangannya,melihat senyum manis Nia untuk pria lain.
"Bre**sek...berani-beraninya loe senyum dihadapan cowok lain!!" Darahnya semakin mendidih,ia kembali menenggak wine di dalam gelas. Sudah habis satu botol,makin lama melihat Nia dan Alex emosinya semakin menjadi.
Dia melemparkan gelasnya ke lantai setelah menenggak wine didalamnya.
"Gak bisa dibiarin.." Irlan melangkahkan kakinya ke lantai bawah,nafasnya sudah memburu hebat.
"Ngapain disini" tanya Irlan saat sudah sampai di table Nia dan Alex berada.
Nia dan Alex pun menoleh ke sumber suara.
"Ngapain dia disini?" Nia bertanya-tanya dalam hati. Ia tidak tahu kalau kafe itu adalah milik Irlan.
"Gue tanya ngapain loe disini?" Tanya Irlan lagi.
"Reunian lah.." jawab Nia santai.
Alex masih menyimak. Dia tidak tahu kalau laki-laki yang berdiri tepat disamping mejanya adalah suami Nia. Walaupun ia tahu Nia sudah bersuami,tapi Alex tidak sempat melihat wajah Irlan saat di restoran jepang waktu itu.
"Yang namanya reunian itu gabung sama yang lain kayak itu.." Irlan menunjuk teman-teman mereka yang memang saling.membaur.
"Bukan malah dipojokan begini,mau ngapain kalian di pojokan? Mau mesra-mesraan?" Lanjut Irlan lagi.
"Terserah kita lah mau ngapain,udah pada gede ini. Lagian gak ada yang ngelarang juga." Kata Nia dengan menekankan pada kata 'ngelarang'.
Rahang Irlan mengeras,ucapan Nia cukup membuat emosi Irlan semakin tersulut.
Dia menarik tangan Nia,namun Nia menahan ya.
Melihat calon pacarnya deperlakukan semena-mena dihadapannya Alex pun tak tinggal diam.
__ADS_1
"Lepasin tangan loe bro..!!" Alex menghempaskan tangan Irlan dari tangan Nia.
"Loe gak usah ikut campur,ini urusan gue sama dia." Irlan menunjuk ke Alex dengan tatapan membunuh.
"Ayo pulang.." Irlan menarik tangan Nia lagi
Nia tetap bertahan,tidak mau ikut dengan Irlan.
"Lepasin gue bilang,dia gak mau pulang sama loe!!! Lagian dia kesini sama gue yah pulang juga harus sama gue.!! Alex kembali menghempaskan tangan Irlan dan membawa Nia ke belakang tubuhnya.
"Siapa yang berani ngelarang gue bawa ISTRI gue sendiri pulang,hah?.....!"
Alex terkejut dengan kata-kata Irlan barusan.
Bukan hanya Alex semua teman-teman Alex yang ada di dalam kafe dan melihat kejadian itu dari tadi juga terkejut.
Irlan tak mempedulikan reaksi Alex,dia kembali menarik tangan Nia yang berlindung di belakang tubuh Alex.
"wah..parah loe Lex,bini orang loe mau loe embat juga.." celoteh Dio saat Irlan dan Nia sudah keluar dari kafe.
"iya parah loe Lex..kalau lakik nya model gitu mah,mending loe mundur aja. Masih kalah jauh loe Lex" Denis menimpali kata-kata Dio.
Alex tidak mempedulikan celotehan teman-temannya,dia masih menatap Nia yang ditarik paksa oleh suaminya.
"Cih..gue harus bisa ngerebut Nia dari tangan laki-laki bajingan kayak loe!!!" lirih Alex tapi masih bisa di dengar oleh Denis dan Dio yang memang berada tepat disamping kanan-kiri Alex.
Irlan manarik tangan Nia sampai ke samping mobil. Dia membukakan pintu samping dan mendorong Nia masuk ke dalam. Irlan berputar ke arah pintu satunya,ia duduk dibalik kemudi dan menjalankan mobilnya.
Irlan mengemudi dengan kecepatan penuh.
Membuat jantung Nia serasa mau copot,ia tahu kalau sekarang Irlan dalam keadaan mabuk,karena aroma alkohol yang sangat kuat keluar dari nafas Irlan yang memburu.
"Kak pelanin bawa mobilnya.." Nia berteriak ketakutan melihat Irlan yang membawa mobil sudah seperti orang kesetanan.
"DIIIIIIAAAAAMMMM!!!!" bentak Irlan
Nia yang baru pertama kali mendapat bentakan,hatinya seketika begitu sakit.
Dia menangis,bukan hanya karena bentakan Irlan tapi ia juga sangat ketakutan dengan cara Irlan yang ngebut-ngebutan.
Hatinya terus berdoa,agar mereka sampai ditujuan dengan selamat.
Nia membuka matanya perlahan ketika merasakan laju mobil yang sudah pada kecepatan sedang.
Matanya menatap ke arah luar jendela.
__ADS_1
"Ini bukan jalan pulang ke rumah mama.." lirih Nia yang masih bisa dengar oleh Irlan. Karena memang Irlan membawa Nia pulang ke rumah mereka. Jantung Nia semakin berdegup kencang,takut-takut Irlan berbuat hal gila padanya.
"Untuk apa dia bawa gue pulang kesini...?" Batin Nia bertanya-tanya.