Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Mengecat rumah


__ADS_3

" Dimana yang harus kami cat terlebih dulu ,mbak ?" tanya pekerja bangunan yang di panggil oleh Gebi .


" Yang bagian sini dulu saja pak , agar bisa segera dipakai ." Gebi menunjuk bagian yang perlu dicat terlebih dahulu .


" Baik mbak ."


Sudah seminggu Gebi tinggal di ruko . Dia juga sudah berkenalan dengan tetangga kanan kiri . Bahkan atas saran dari tetangganya dia akan membuka usaha toko kue.


Tetangga Gebi sangat ramah . Mereka menerima kehadiran Gebi dengan baik .


Ruko yang yang Gebi tempati berlantai dua . Di lantai bawah ada satu ruang cukup luas untuk membuka toko kue. Satu ruang untuk kamar , dapur dan kamar mandi .


Di lantai dua ada tiga kamar. Masing-masing kamar tersedia kamar mandinya.


Semalam dia menghubungiku si pemilik kontrakan untuk mencari tukang . Dinding rumah warnanya agak kusam , jadi dia ingin mengecatnya. ternyata pagi-pagi mereka sudah datang .


" Jadi ingat sama teman-teman deh . Gimana ya kabar mereka sekarang ?" gumam Gebi.


Tidak ingin larut dalam kesedihan Gebi memutuskan untuk membuat makanan buat para pekerja. Sebelum itu dia pergi berbelanja terlebih dahulu .


Menggunakan mobil kesayangannya dia melesat pergi ke pasar. Dia berbelanja di pasar tradisional dekat dengan rumahnya .


Gebi memarkirkan mobilnya di sisi jalan . Setelah itu dia berjalan kedalam pasar . Suasana pasar sudah tidak terlalu ramai . Karena dia memang datang sudah agak siang .


" Daging ayamnya satu kilo berapa Bu ?"


" Tiga puluh enam ribu neng ," jawab penjual dengan ramah .


" Tidak boleh kurang Bu ?"


" Ini sudah saya kurangi neng , tadi pagi malah tiga puluh delapan ribu . Tinggal ini saja , jadi saya kurangi harganya."


" Tinggal berapa kilo Bu , biar saya beli semua ?"


" Satu kilo setengah neng ."


" Baik Bu ... saya ambil semua saja ."


" Ini neng semuanya lima puluh empat ribu ," kata pembeli itu sambil memberikan bungkusan daging ayam itu kepada Gebi .


" Terimakasih."


" Sama-sama neng , ibu yang terimakasih."


" Mari Bu !"


" Silahkan!"


Setelah membeli ayam , Gebi pergi ke penjual sayur . Dia membeli wortel , kentang , tomat , cabai , buncis , dan bumbu dapur .


Kemudian Gebi beralih ke penjual buah . Dia membeli buah semangka , melon , mangga dan juga pisang .

__ADS_1


" Apalagi ya yang kurang ?" gumam Gebi sambi berjalan ke parkiran.


" Lagi belanja nih mbak ," sapa seseorang menghentikan langkah Gebi .


" Oh ... mbak Dina . Iya nih mbak , mbak sendiri ngapain?"


" Ya belanja lah ...emangnya ke pasar mau ngapain?"


" Kirain mau liburan gitu ."


" Mbak bisa saja ."


" Ya kan mbak bilang tidak suka pergi ke pasar ."


" Iya juga sih mbak . Sebenarnya sih terpaksa . Ibu mertua saya yang ingin kesini . Jadi ya saya anterin ," jawab Dina sambil berbisik .


" Oalah ... sekarang mana beliau ?"


" Didalam ."


" Mbak nggak ikut ."


" Ya ikutlah . Ni baru mau nyusul . Bisa repot nanti kalau nggak nyusul . Ya udah deh ... aku masuk dulu ya ."


" Sip ... aku juga sudah mau pulang kok .'


" oke !"


Gebi membeli beraneka ragam kue untuk ia sajikan pada para pekerja. Setelah itu dia pun pulang .


Setibanya dirumah , Gebi langsung membawa barang belanjaannya kedapur . Dia menata kue yang tadi ia beli ke atas piring . Dia juga membelah semangka menjadi beberapa piring dan menyajikannya kedalam piring .


Setelah selesai dia membawa semua itu ke tempat tukang yang sibuk dengan pekerjaannya.


" Ini ada kue pak ... silahkan dimakan ."


" Waduh ... terimakasih mbak . "


" Jangan sungkan pak . Saya tinggal dulu kedalam."


" Silahkan.."


Setelah itu Gebi kembali masuk ke dapur . Dia akan mengeksekusi semua yang sudah ia beli .


Gebi memasak makanan sederhana buat para pekerja . Sop ayam , perkedel kentang , sambal kecap , tempe goreng dan tidak lupa kerupuknya. Menurut Gebi makan tanpa kerupuk dan sambal kurang nikmat .


Ternyata Gebi masak cukup lama . Tau-tau sudah dhuhur. Biasanya di jam segini para tukang akan beristirahat. Jadi dia menghampiri para pekerja untuk menyuruh mereka makan .


" Makan dulu pak !"


" Alhamdulillah... perut aku dari tadi sudah keroncongan," celetuk salah satu pekerja.

__ADS_1


" Perut kamu keroncongan kalau perut aku ma sudah konser dari tadi ."


" Sudah-sudah malu tahu sama mbaknya . Bukankah kuenya tadi sudah kita habiskan."


" Eh ... mbak cantik pasti sudah faham . Betul kan mbak ? " tanya pekerja yang paling muda .


" Faham apa ya mas ?" tanya Gebi lugu .


" Kan emang waktunya makan , jadi perut kita emang pengen diisi gitu ," jawab pemuda itu malu malu meong.


" Oh ... gitu , silahkan langsung makan saja . Biar perutnya tidak demo lagi ."


" Kok mbak tahu kalau perut kita mau demo !"


" Itu ma sudah biasa ... kita aja yg para emak-emak kalau kurang belanja , pasti demo sama bapak-bapak."


" Mbaknya ini sudah nikah to ... Oalah bro kasihan dirimu , mau pedekate ternyata mbaknya sudah punya suami ," goda pekerja yang paling tua .


" Ndak masalah pakde ... siapa tahu mbaknya ini punya adik yang cantiknya sama , betul kan mbak !"


" Aduh mas sayang ... adik aku memang hampir mirip sama aku , sayangnya dia cowok gimana dong mas ."


" Ini ma pertanda harus mundur alon-alon kalau gitu ."


" Bagusan maju mundur cantik mas ... kayak lagunya si cantik cetar membahana ."


" Jangan bilang begitu , nanti kalau om barak malah gimana kita , ayo !"


" Kok malah jadi ngobrol sih ... katanya tadi mau makan , bisa-bisa demo beneran nih perut !"


" Ha ha ha ha "


" Silahkan menuju ruang makan ... maaf jika masakannya tidak enak ."


" Tidak masalah mbak . Apa mbak nggak ikut makan sekalian?"


" Tidak ... saya ma sudah kenyang . Silahkan... jangan sungkan !"


" Terimakasih."


Saat para pekerja makan , Gebi memeriksa hasil pekerjaan mereka . Dia sangat puas dengan hasilnya.


" Kami sudah selesai mbak ... terimakasih, makanannya enak banget jadi kami menghabiskannya , maaf ya !"


" Ndak masalah kok pak ... Alhamdulillah kalau begitu ."


" Mbak e ndak marah kan ?"


" Tidak lah ... ngapain juga marah , kalau makanannya habis saya bisa masak lagi kok . Jadi nggak usah khawatir."


" Syukurlah... habis makanan mbak enak , jadi kami makan lahap dan saat sadar makanannya sudah habis ," ucap pekerja yang paling muda dengan muka memerah.

__ADS_1


Padahal Gebi memasak dengan porsi yang sudah banyak .


__ADS_2