Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
......


__ADS_3

" Assalamualaikum... "


" Wa alaikum salam warahmatulloh...," jawab Nanda dan juga Sandra . Sedangkan Brayen sudah kembali tidur di sofa.


" Bawa apa tuh ?" tanya Nanda yang melihat Sandra membawa bungkusan ditangannya.


" Bawa nasi sama baju kotor. . Tadi kami mampir ke kantin dulu buat beli sarapan ," jawab Sandra .


Sandra meletakkan bungkusan yang berisi makanan keatas meja . Sedangkan bungkusan yang berisi pakaian kotornya ia taruh di bawah ranjang , agar tidak mengganggu pemandangan.


" Seger amat kalian ," ujar Nanda saat melihat Fitri dan juga Sandra yang sudah segar , pakaian mereka pun sudah ganti .


" Ya iya lah ... kan kami sudah mandi, emangnya Lo masih bau jigong ," jawab Fitri teman seperjuangannya.


" Enak aja , gini-gini gua sudah gosok gigi loh ."


" Tapi belum mandi kan ?"


" Kan masih nunggu kalian. Kasian kalau Gebi ditinggal," ucap Nanda memberi alasan. Padahal sejak tadi Gebi sudah menyuruhnya.


" Nggak usah banyak alasan . Gebi ma ditinggal sebentar juga nggak akan marah ," cibir Sandra tidak percaya.


" Dibilangin nggak percaya ."


" Percaya sama omongan kamu itu musyrik."


" Sudah ... lebih baik kalian sarapan dulu ," kata Gebi melerai.


" Betul tuh ... ayo makan !"


" Mbak sudah sarapan belum ?" tanya Fitri .


" Sudah tadi . Lebih baik kamu bangunin Brayen deh . Tuh anak pasti lapar."

__ADS_1


" Oke deh ."


" Mas Bray ... bangun dong !"


" Yang keras lah fit . Kalau suaramu kecil begitu , bagaimana Brayen mau bangun ."


" Mas Bray ," ucap Fitri sambil teriak .


Brayen langsung terbangun . Matanya melotot kearah Fitri . Fitri hanya bisa meringis .


" Punya suara udah kayak toa . Udah tahu rumah sakit ,malah teriak-teriak. Ganggu orang lagi tidur aja ," omel Brayen sambil mengusap telinganya yang berdengung.


" Maaf .... tadi Fitri panggil secara lembut nggak bangun-bangun. Terpaksa deh pakai suara keras ."


" Bukan salah Fitri . Tadi aku yang nyuruh . Sekarang lebih baik kamu cuci muka terus sarapan . Fitri sama sandra beliin tadi ."


" Hu ... ."


Sebenarnya Brayen masih belum puas mengomel . Tapi demi sang jantung hati , Ndak masalah deh ngalah .


" Nah gitu dong . Gitu kan cakep ."


" Berisik !"


" Makanya kalau pagi tuh jangan tidur mulu. Nanti rejeki Lo dipatok ayam ," tutur Sandra sok bijak . Padahal ma dia bisa lebih parah dari Brayen .


" Emang gue pikirin ... ayam aja kagak punya, " jawab Brayen tanpa mau kalah.


" Up to you deh !"


" Emang !"


" Kalian berdua ini bisa tidak berhenti berdebat. Pusing tahu dengernya," ucap Nanda sambil memakan nasi bungkus bagiannya.

__ADS_1


" Ya nggak usah denger... gitu aja kok repot ."


" Masalahnya aku tuh punya telinga bray ... jadi nggak mungkinlah, nggak denger ."


" Masa bodo ... ini bagian ku kan ?"


" Iya ... makan saja , semoga suka . Aku nggak tahu makanan kesukaan mu ," jawab Sandra .


Brayen membuka bungkusan miliknya. Ternyata lauknya tumis kangkung , sambal goreng tempe sama rendang .


Brayen makan dengan lahap . Begitupun dengan sandra , Nanda dan fitri . Ketiganya makan dengan lahap tanpa suara.


Setelah makan Brayen berpamitan . Ada harus ia kerjakan di showroom miliknya.


" Aku balik dulu ya sweety ."


" Iya ... terimakasih sudah mau kesini . Hati-hati kalau bawah mobil nggak usah ngebut."


" Siap .... aku balik dulu teman-teman."


" Aku ikutan dong mas !"


" Kemana ?"


" Mau pulang lah ."


" Terus siapa yang jaga my sweety?"


" Gua yang akan nemenin Gebi disini ," jawab Sandra .


" Kami boleh pulang kan mbak ?"


" Boleh kok . Terimakasih sudah sudah menemaniku disini semalam ."

__ADS_1


" Sama-sama mbak ... Cepat sembuh ya , insyaalloh kalau ada waktu senggang aku kemari lagi ."


" Oke ... hati - hati dijalan !"


__ADS_2