
" Assalamualaikum... "
" Wa alaikum salam warahmatulloh...," jawab Nanda dan juga Sandra . Sedangkan Brayen sudah kembali tidur di sofa.
" Bawa apa tuh ?" tanya Nanda yang melihat Sandra membawa bungkusan ditangannya.
" Bawa nasi sama baju kotor. . Tadi kami mampir ke kantin dulu buat beli sarapan ," jawab Sandra .
Sandra meletakkan bungkusan yang berisi makanan keatas meja . Sedangkan bungkusan yang berisi pakaian kotornya ia taruh di bawah ranjang , agar tidak mengganggu pemandangan.
" Seger amat kalian ," ujar Nanda saat melihat Fitri dan juga Sandra yang sudah segar , pakaian mereka pun sudah ganti .
" Ya iya lah ... kan kami sudah mandi, emangnya Lo masih bau jigong ," jawab Fitri teman seperjuangannya.
" Enak aja , gini-gini gua sudah gosok gigi loh ."
" Tapi belum mandi kan ?"
" Kan masih nunggu kalian. Kasian kalau Gebi ditinggal," ucap Nanda memberi alasan. Padahal sejak tadi Gebi sudah menyuruhnya.
" Nggak usah banyak alasan . Gebi ma ditinggal sebentar juga nggak akan marah ," cibir Sandra tidak percaya.
" Dibilangin nggak percaya ."
" Percaya sama omongan kamu itu musyrik."
" Sudah ... lebih baik kalian sarapan dulu ," kata Gebi melerai.
" Betul tuh ... ayo makan !"
" Mbak sudah sarapan belum ?" tanya Fitri .
" Sudah tadi . Lebih baik kamu bangunin Brayen deh . Tuh anak pasti lapar."
__ADS_1
" Oke deh ."
" Mas Bray ... bangun dong !"
" Yang keras lah fit . Kalau suaramu kecil begitu , bagaimana Brayen mau bangun ."
" Mas Bray ," ucap Fitri sambil teriak .
Brayen langsung terbangun . Matanya melotot kearah Fitri . Fitri hanya bisa meringis .
" Punya suara udah kayak toa . Udah tahu rumah sakit ,malah teriak-teriak. Ganggu orang lagi tidur aja ," omel Brayen sambil mengusap telinganya yang berdengung.
" Maaf .... tadi Fitri panggil secara lembut nggak bangun-bangun. Terpaksa deh pakai suara keras ."
" Bukan salah Fitri . Tadi aku yang nyuruh . Sekarang lebih baik kamu cuci muka terus sarapan . Fitri sama sandra beliin tadi ."
" Hu ... ."
Sebenarnya Brayen masih belum puas mengomel . Tapi demi sang jantung hati , Ndak masalah deh ngalah .
" Nah gitu dong . Gitu kan cakep ."
" Berisik !"
" Makanya kalau pagi tuh jangan tidur mulu. Nanti rejeki Lo dipatok ayam ," tutur Sandra sok bijak . Padahal ma dia bisa lebih parah dari Brayen .
" Emang gue pikirin ... ayam aja kagak punya, " jawab Brayen tanpa mau kalah.
" Up to you deh !"
" Emang !"
" Kalian berdua ini bisa tidak berhenti berdebat. Pusing tahu dengernya," ucap Nanda sambil memakan nasi bungkus bagiannya.
__ADS_1
" Ya nggak usah denger... gitu aja kok repot ."
" Masalahnya aku tuh punya telinga bray ... jadi nggak mungkinlah, nggak denger ."
" Masa bodo ... ini bagian ku kan ?"
" Iya ... makan saja , semoga suka . Aku nggak tahu makanan kesukaan mu ," jawab Sandra .
Brayen membuka bungkusan miliknya. Ternyata lauknya tumis kangkung , sambal goreng tempe sama rendang .
Brayen makan dengan lahap . Begitupun dengan sandra , Nanda dan fitri . Ketiganya makan dengan lahap tanpa suara.
Setelah makan Brayen berpamitan . Ada harus ia kerjakan di showroom miliknya.
" Aku balik dulu ya sweety ."
" Iya ... terimakasih sudah mau kesini . Hati-hati kalau bawah mobil nggak usah ngebut."
" Siap .... aku balik dulu teman-teman."
" Aku ikutan dong mas !"
" Kemana ?"
" Mau pulang lah ."
" Terus siapa yang jaga my sweety?"
" Gua yang akan nemenin Gebi disini ," jawab Sandra .
" Kami boleh pulang kan mbak ?"
" Boleh kok . Terimakasih sudah sudah menemaniku disini semalam ."
__ADS_1
" Sama-sama mbak ... Cepat sembuh ya , insyaalloh kalau ada waktu senggang aku kemari lagi ."
" Oke ... hati - hati dijalan !"