Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Kedatangan kedua orang tua Aryan


__ADS_3

Ternyata yang diucapkan oleh mama Aryan bukan omong kosong belaka . Keesokan harinya mama dan papanya sudah tiba di rumah sakit saat subuh .


Laila memaksa Arjun untuk pergi ke malang . Bahkan dia meminta suaminya memesan tiket pesawat saat itu juga . Ternyata masih ada kursi untuk penerbangan tengah malam .


Dari bandara Abdul Rahman Saleh mereka langsung pergi kerumah sakit yang diberitahu oleh Aryan . Tidak terlalu sulit , karena mereka juga diberitahu letak Gebi dirawat .


Saat ini Gebi tidur di ranjang sedangkan Aryan di sofa panjang diruangan itu . Sedangkan Sandra berada di atas lantai dengan menggelar karpet dibawahnya.


Sandra kekeh untuk tinggal dirumah sakit menemani Gebi . Aryan tidak bisa membujuknya untuk kembali ke hotel . Bahkan Sandra sama sekali belum kembali ke hotel .


Sandra meminta Aryan untuk membawakan semua bajunya. Dia merasa tidak tega jika membiarkan Gebi dirumah sakit sendirian.


Meskipun Aryan ingin menggantikannya, Sandra menolak . Apalagi setelah mengingat sikap kakaknya pada mantan saudara iparnya itu . Padahal dulu sikapnya tidak jauh beda dengan Aryan .


Arjun dan Laila masuk kedalam ruangan Gebi . Terlihat ketiga orang yang ada diruangan itu tidur dengan nyenyak.Tak ada niat sedikitpun niat untuk membangunkan mereka..


Laila dan Arjun menghampiri Gebi . Mereka dapat lihat dengan jelas kondisi Gebi dari banyaknya perban yang melekat ditubuhnya.


Entah karena instingnya yang terlalu tajam atau kebetulan Gebi bangun dari tidurnya. Dia kaget begitu matanya terbuka. Dapat ia lihat wajah sendu kedua mantan mertuanya.


" Ma .... Tante ... paman !" hampir ia keceplosan dengan panggilannya pada kedua orang didepannya.


" Halo .... bagaimana kabarmu saat ini sayang ?" tanya Laila dengan lembut.

__ADS_1


" Sayang ?" tanya Gebi dalam hati . Gebi menatap wanita didepannya dengan mata berkaca-kaca.


" Kok diam ... apa ada yang sakit ?" karena tidak mendapatkan tanggapan, Laila memberikan pertanyaan lain .


" Saya sudah mendingan kok Tante . Kenapa Tante dan paman bisa ada disini ?"


" Tuh !" tunjuk Arjun pada Aryan yang sedang terlelap di sofa .


Gebi faham ternyata kedua mantan mertuanya itu mendapatkan informasi dari Aryan . Dia tidak menyangka jika kedua paruh baya itu datang jauh-jauh dari jakarta hanya untuk menjenguknya.


" Terimakasih..."


" Sama-sama... nggak usah sungkan seperti itu . Papa kesana dulu ya . Capek nih ."


" Kenapa... tenang saja mama akan duduk disini kok ," ucap Laila dengan lembut.


Dia menyayangkan sikapnya selama ini . Meskipun tidak membenci Gebi seperti Aryan dan sandra namun selama menjadi mertua , Laila bersikap kaku .


" Terimakasih... mama ...papa ," ucap Gebi dengan hari .


Tak terasa air mata Gebi menetes . Dia bisa merasakan ketulusan dua orang itu . Sedangkan Laila langsung panik melihat gebi menangis.


" Waduh... kok nangis . Ada yang sakit ?"

__ADS_1


Laila tak sadar mengeluarkan suara yang agak tinggi . Aryan langsung membuka matanya. Betapa kagetnya ia saat melihat keberadaan kedua orangtuanya.


Aryan pun mendudukkan dirinya. Hal itu membuat ketiga orang yang sedang berbincang itu kaget .


" Kenapa bangun ... tidur saja lagi . Masih gelap kok ," ucap Laila dengan lembut.


" Mama dan papa kapan sampai ?"


" Baru saja."


" Kok nggak beritahu Aryan kalau mama sama papa kesini ?"


" Kan kemarin mama sudah bilang ," jawab Laila santai .


" Aryan nggak nyangka saja jika mama datang secepat ini ."


'" Buat apa menyia-nyiakan waktu . Lagian papa juga nggak lagi sibuk ."


" Lah ... terus perusahaan gimana ?"


" Santai saja .... Kan ada asisten dan sekertaris kesetiaan mu itu . Semua ma beres ."


'" Terserah deh ... yang penting kalian senang ."

__ADS_1


__ADS_2