Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 113


__ADS_3

Persiapan untuk melamar Nia sudah sembilan puluh persen. Tinggal menunggu konfirmasi dari papa Niko dan papi Tian kapan mereka bisa datang ke tempat yang akan di jadikan tempat lamaran Irlan pada Nia.


Nada dering di hp Irlan berbunyi,menandakan ada panggilan telpon di hp nya.


Irlan mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop ke layar hp yang tergeletak di meja. Ternyata papi Tian yang menelpon.


"Halo pi."


"Kamu masih di kantor?"


"Iya pih,kerjaan Irlan belum beres."


"Gimana mau beres orang kerjaan kamu pacaran terus."


"Mana ada yah pih. Buktinya sekarang Irlan di kantor. Oh iya gimana keadaan mami? Jadi kapan kalian semua bisa dateng ke pulau K?"


"Besok mami ada jadwal kemoterapi. Mungkin dua atau tiga hari lagi kita bisa kesana. Itupun harus cek kesehatan mami dulu,bisa apa gak di bawa perjalanan jauh." Kata papi Tian yang sudah diberitahu lokasi tempat lamaran Nia nanti. Dari bandara yang ada di pulau K,masih membutuhkan waktu satu sampai dua jam melalui jalur darat.


"Nanti Irlan pinjem helikopternya Igo biar mami sama papi ke lokasi naik heli aja."


"Terserah kamu gimana aja. Yang penting kami terima beres. Dan satu lagi,pastiin kamu gak di tolak kali ini."


"Iya pih pokoknya kalian tinggal terima beres. Irlan juga pasti diterima kok." Jawab Irlan pede.


"Ya udah,jangan sampe tengah malam lemburnya. Nanti kamu jatuh sakit,gak jadi lamaran deh."


"Iya pih. Makasih. Salam buat mami,papa Niko dan mama Dena."


Panggilan pun berakhir.


Irlan menghentikan sejenak aktivitasnya. Memikirkan apa lagi yang harus ia persiapkan di acara lamaran.


"Huft..baru lamaran aja udah ribet banget,gimana nanti nikahaan. Bego banget emang gue dulu,udah tinggal nikah gak perlu repot-repot urus ini itu malah gue sia-siain. Ternyata kita harus ngerasain sendiri repotnya ngurus pernikahan biar kita bisa inget terus perjuangan untuk sampai di tahap pernikahan." Lirih Irlan yang kembali mengingat pernikahannya dengan Nia pertama kali.


Irlan kembali mengambil hp nya,melakukan panggilan ke nomor kakaknya dan ke nomor Igo dan Yordan untuk dimintai bantuan.


Setelah menelpon kakaknya dan kedua sahabatnya Irlan melakukan panggilan video dengan Nia. Irlan sudah memberitahu Nia kalau malam ini ia harus lembur dan tidak bisa menjemput Nia di kantornya.


"Hai cantik.." sapa Irlan saat Nia menerima panggilan videonya.


"Masih dikantor??" Bukan membalas sapaan Irlan,Nia malah balik bertanya.


"Kayak yang kamu lihat." Irlan mengarahkan kameranya ke sekeliling ruangannya.


"Oh..aku kira cuma alesan doang bilang lembur,gak taunya lembur beneran toh."


"Kok gitu sih ngomongnya,kayak aku pembohong aja."


"Emang.!! Lupa yah kakak sering bilang lembur lah,ada meeting di luar lah sama klien. Eh.. gak taunya..." Nia tidak melanjutkan kata-katanya karena malas menyebutkan nama Melda.


"Itu kan dulu sayang,sebelum mata dan hati aku terbuka lebar."


Nia mencebik.


"Kakak udah makan malam belum?" Tanya Nia.


Irlan menggeleng.


"Mau aku anterin makanan?"


"Boleh,tapi harus masakan kamu yah."


"Yah..lama dong kak nunggu aku masak. Ini udah jam tujuh loh."

__ADS_1


"Aku bisa nunggu sayang."


"Kapan-kapan aja aku masak. Sekarang aku bawain makanan masakan bik Imah aja."


"Aku gak mau makan kalau gitu." Kata Irlan ngambek.


"Yah udah,aku gak jadi dateng. Kakak beli di luar aja." Balas Nia ngambek.


"Hemh bener-bener yah nih kaum wanita,kalau cowoknya ngambek maunya dibujuk kek,ini malah balik ngambek." Gerutu Irlan dalam hati,karena jurus ngambeknya tak mempan pada Nia.


"Jangan gitu dong. Iya deh iya aku mau makan masakannya bik Imah."


"Udah gak mood dateng."


"Ayo lah sayang,selain lapar perut aku juga lapar kasih sayang kamu. Dateng yah..pliiiiiisss." mohon Irlan pada Nia.


Nia pun berhenti dari pura-pura ngambeknya.


"Iya aku dateng,tapi aku gak mau nungguin kamu lembur yah. Pokoknya selesai kamu makan aku pulang."


Irlan mengangguk.


"Ya udah aku siap-siap dulu."


Nia pun mengakhiri panggilan video itu. Dan bersiap-siap pergi ke kantor Irlan untuk mengantar makanan pada Irlan.


Satu jam kemudian,Nia sudah sampai di kantor Irlan. Dengan langkah anggun,Nia berjalan ke arah lift dan masuk ke dalam nya.


Ting. Pintu lift terbuka di lantai tempat ruangan Irlan berada.


Tok tok. Nia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membuka pintu ruangan Irlan.


Ceklek. Nia membuka pintu ruangan Irlan. Mata Nia langsung tertuju pada meja kerja Irlan,namun Irlan tak ada disana.


"Ish..turunin kak..!" Kata Nia sambil memukul-mukul dada Irlan.


Tapi Irlan tak menggubris kata-kata Nia,bahkan pukulan Nia di dadanya pun tak terasa. Irlan membawa Nia ke kamar rahasia yang ada diruangan itu. Irlan membaringkan Nia di atas ranjang dan menindihnya.


"Kakak mau ngapain??!! Jangan macem-macem kak,berani kakak macem-macemin aku,kita putus!!!" Ancam Nia.


"Gak macem-macem kok sayang,cuma satu macem doang." Jawab Irlan,matanya tak lepas memandang wajah cantik Nia.


"Awas akh...kakak tuh berat banget tau gak!!" Nia berusaha mendorong Irlan agar tidak menimpa tubuhnya. Namun usahanya sia-sia,tubuh Irlan terlalu berat.


"Kalau gitu kamu aja yang di atas." Kata Irlan sambil membalikkan tubuh Nia menjadi diatas.


"Aaaaaa.." teriak Nia karena Irlan secara tiba-tiba membalikkan tubuhnya.


Irlan mendekap erat tubuh Nia.


"Aku pengen gini dulu." Irlan mengelus rambut Nia.


Nia menatap wajah Irlan yang hanya berjarak sejengkal saja.


"Sakit kakak kumat lagi?!" Tanya Nia merasa aneh dengan wajah sayu Irlan.


Irlan menggeleng.


"Terus kok kakak aneh banget,muka kakak juga sayu banget. Kakak ada masalah??"


Irlan mengangguk.


"Masalah apa? Manatau aku bisa bantu." Tanya Nia yang masih penasaran.

__ADS_1


"Memang cuma kamu yang bisa bantu sayang,tapi aku yakin kamu gak mau bantu masalah aku sekarang."


Nia mengernyitkan keningnya.


"Dari mana kakak tau kalau aku gak mau bantu masalah kakak,kakak aja gak cerita sama aku apa masalah kakak."


"Beneran kamu mau tau masalah aku?"


Nia mengangguk.


"Masalah hasrat kelaki-lakian..." jawab Irlan santai.


Nia membelalakan matanya. Dia mencubit lengan Irlan.


"Auuuw..sakit tau..!!" Rintih Irlan yang mendapat cubitan seperti capitan kepiting.


"Salah sendiri malah mesum!!!'


"Kan kamu yang penasaran banget. Udah aku jawab malah kamu bilang aku mesum,gimana sih.??" Irlan balas mencubit hidung Nia pelan.


"Udah akh aku mau pulang aja. Kakak makan aja sendiri." Nia menggerak-gerakkan badannya agar Irlan melepaskan pelukannya.


Tanpa Nia sadari,aksinya yang bergerak-gerak di atas tubuh Irlan membuat sesuatu di bawah sana mengeras.


Irlan menutup matanya,mencoba mengendalikan hasratnya yang tak mungkin tersalurkan malam ini.


"Jangan bergerak-bergerak terus sayang,kamu udah bangunin junior tau gak!!" Kata Irlan sudah tak tahan dengan aksi Nia.


Nia paham dengan yang Irlan katakan,ia pun merasakan sesuatu sudah mengganjal di perutnya.


"Kakak iiikkh!!!" Teriak Nia sambil mencubit lengan Irlan lagi.


"Aaauuuw..makanya diem sayang!! Kamu juga sih yang salah,udah dibilang aku lagi ada masalah hasrat kelaki-lakian kamu malah bergerak-bergerak di atas junior."


"Makanya jangan mesum!!! Baru bergerak gitu aja langsung bangun.!!"


"Namanya juga udah empat tahun puasa sayang. Nih kepala aku sampe sakit nahan hasrat."


Nia memanyunkan bibirnya kesal.


Melihat Nia yang memanyunkan bibirnya,membuat Irlan semakin tidak tahan.


Irlan kembali membalikkan tubuh Nia. Dan langsung memberi serangan dadakan ke bibir Nia. Irlan ******* bibir Nia dengan ganasnya dan pinggulnya ikut bergerak-gerak.


Irlan melepas ******* saat merasa sudah kehabisan oksigen. Irlan menaruh kepalanya di ceruk leher Nia.


"Ssshhh...akh.." desah Irlan terdengar jelas di telinga Nia.


"Kak jangan gini kak. Aku gak main-main sama ancaman aku kalau kakak sampe berbuat macem-macem.!!" Kata Nia sambil terus berusaha mendorong tubuh Irlan.


"Aku gak akan ngelakuin lebih dari ini sayang. Pliiis sekali ini,biarin dia main-main disana sampai ngeluarin bisa nya. Aku bener-bener udah gak tahan." Kata Irlan dengan suara serak dan beratnya.


"Kak kita belum nikah."


"Tapi kan kita pernah nikah,bahkan kamu pernah hamil anak aku. Dan sebentar lagi kita juga nikah. Lagian aku gak minta hubungan intim sayang,aku cuma mau gini aja."


"Iya tapi tetep aja kak dosa.!! Kakak keluarin sendiri aja sana!!" Nia masih berusaha mendorong Irlan.


Tapi Irlan tetap tidak peduli. Ia malah semakin mempercepat gerakannya.


"Gak enak sayang,udah empat tahun aku main sendiri. Pliiiis sekali ini aja,sebentar lagi selesai kok sayang."


Dan betul saja setelah Irlan mengatakan itu,kobra kesayangan Irlan menyemburkan bisa nya.

__ADS_1


Buru-buru Irlan berdiri dari atas tubuh Nia dan masuk ke dalam kamar mandi.


__ADS_2