Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 85


__ADS_3

Irlan tak menyangka,Nia membalikkan kata-katanya.


"Maaf kalau dulu aku nyia-nyiain kamu. Aku emang laki-laki brengsek yang rela ninggalin berlian kayak kamu demi serpihan kaca. Tapi aku beneran nyesel Nia. Aku harus gimana lagi sih biar kamu percaya kalau aku cinta sama kamu.?"


"Itu cuma obsesi kamu aja,bukan cinta."


"Awalnya aku mikirnya juga gitu,tapi makin aku coba buat ngelupain kamu,hati aku sakit banget. Aku sering mendapati diriku memikirkan tentang semua yang kita habiskan bersama, dan itu selalu memberiku perasaan bahagia, tidak peduli berapa lama kita berpisah atau seberapa jauh dirimu, bagian yang sangat istimewa darimu pergi bersamaku ke mana pun. Dan aku sadar ini bukan obsesi,ini namanya cinta. Maaf karena terlambat menyadari perasaan ku."


Irlan mengambil tangan Nia untuk ia genggam.


"Tolong kasih aku kesempatan sekali lagi."


Nia melepaskan genggaman tangan Irlan. Ia bimbang,satu sisi hatinya ingin sekali memberikan Irlan kesempatan,tapi sisi hatinya yang lain masih belum siap untuk membuka hati untuk siapa pun. Dia masih belum bisa percaya dengan sebuah komitmen.


"Aku..." baru Nia ingin mengungkapkan isi hati yang sebenarnya,tiba-tiba notifikasi pesan masuk ke hp Nia.


Takut itu adalah pesan yang penting,Nia langsung mengambil hp dari dalam tasnya.


Beberapa pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal.


Karena penasaran Nia membuka pesan itu,dan...


Jedaaaar..


Foto-foto Irlan dengan seorang wanita dengan berbagai gaya yang terlihat sangat intim.


Mulai dari foto si wanita yang mengalungkan lengannya ke leher Irlan,ada juga foto Irlan dan si wanita yang duduk sangat dekat dengan pakaian si wanita yang sangat seksi,serta foto Irlan dan si wanita terlihat seperti sedang berciuman.


Iya..foto-foto itu adalah hasil screenshoot video rekaman saat Irlan dan Clara di kafe,siapa lagi pengirimnya kalau bukan Alex. Alex memang sengaja menscreenshoot video itu pada bagian-bagian yang terlihat intim. Agar Nia salah paham pada Irlan.


Nia yang melihat foto-foto itu,seketika hatinya sakit,perih bagai tertancap ribuan pisau. Memorinya tentang foto-foto Irlan dan Melda dulu kembali berputar di otak Nia.


Bahkan memori saat Irlan dengan tegasnya mengatakan sangat mencintai Melda di hadapan kedua orangtua mereka juga ikut berputar di otak Nia.


Ini semua seperti dejavu buat Nia.


"Nia...hei.." Irlan menyentuh pundak Nia untuk menyadarkan Nia dari lamunannya.


Nia tersadar dan menoleh ke arah Irlan.


Dia langsung memberikan hp nya dan menunjukkan foto-foto itu pada Irlan.


"Ini maksud nya apa? Apa ini yang kamu bilang cinta sama aku? Kamu gak pernah berubah!!! Aku benci kamu,aku benci kamu."


Irlan hanya sekilas melihat foto-foto itu. Ia tahu Nia sedang salah paham sekarang.

__ADS_1


"Dengerin aku,aku bisa jelasin,ini gak..."


"Aku gak butuh penjelasan apa-apa lagi. Semua udah jelas,kamu mau mempermainkan perasaan aku lagi kan,iya kan hah??!" Teriak Nia yang sudah sangat emosi.


Nia berdiri dari duduknya. Namun tangan Irlan menahannya untuk tidak pergi.


PLAAAAK.


Tamparan mendarat mulus di pipi Irlan.


"Jangan pernah muncul di hadapan aku lagi. Aku gak mau berurusan lagi sama kamu.!!"


Nia pun berlari keluar dari dalam ruangan itu. Meninggalkan Irlan yang masih mematung tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi dengan dirinya. Dia pun tersadar saat Nia sudah keluar ruangan itu.


Irlan pun mengejar Nia sampai keluar restoran. Tapi ia tidak menemukan jejak Nia.


Irlan pun kembali ke dalam ruangan itu. Mengambil hp Nia yang tertinggal serta boneka beruang yang ia belikan untuk Nia.


Ia melangkahkan kakinya keluar dari dalam restoran menuju mobilnya.


Sampai di dalam mobil,dia kembali membuka pesan di hp Nia untuk melihat foto-foto yang dikirimkan orang yang tidak dikenal itu.


Rahangnya mengeras,tangannya mengepal kuat setelah melihat dengan seksama foto-foto itu.


Irlan pun melajukan mobilnya keluar dari area restoran. Tujuannya sekarang adalah kafe yang menjadi tempat kejadian perkara.


🍀🍀🍀🍀🍀


Alex yang tau dari sekretaris Nia kalau Nia sedang ada meeting dengan Presdir Pratama Group di restoran xxx,langsung melajukan mobilnya ke restoran xxx.


Tadinya Alex ke kantor Nia untuk mengajak Nia meminta maaf atas kejadian kemarin dan sekaligus menjemput Nia. Tapi kini dirinya harus menyusul Nia ke restoran xxx,


Alex tidak tau kalau meeting yang dilakukan Nia adalah dengan Irlan. Walaupun Alex sudah tau kalau Irlan adalah anak dari pemilik Pratama Group.


Alex masuk ke dalam restoran dan duduk di salah satu bangku. Hampir satu jam Alex menunggu Nia,tapi Nia tak kunjung keluar dari privite room.


Membuat Alex bertanya pada bagian resepsionist.


"Mbak,room atas nama Pratama Group belum check out yah?"


Resepsionis pun mengecek.


"Belum pak."


"Di dalam ada siapa aja?" Tanya Alex penasaran kenapa lama sekali mereka meeting. Padahal kata Vera meeting di jadwalkan jam tiga,kenapa hampir jam lima mereka belum keluar juga.

__ADS_1


"Ada pak Irlan selaku Presdir Pratama Group dan bu Niana selaku Presdir Dirgantara Group."


"Cuma mereka berdua...?" Tanya Alex terkejut.


"Iya pak."


"Di room berapa mereka?" Tanya Alex dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Maaf pak,itu rahasia. Kami tidak bisa memberikan informasi kepada pihak luar."


Nafas Alex makin memburu. Dengan tergesa-gesa ia balik ke mobilnya. Tak ada pilihan lain,kartu terakhir Alex harus segera ia keluarkan.


Ia mengambil hp yang memang sudah ia persiapkan untuk mengeluarkan kartu terakhirnya.


Mengirim foto-foto Irlan dan Clara dari berbagai angle ke nomor Nia.


Alex tersenyum licik setelah mengirim foto-foto itu.


Alex menghitung dari angka satu. Dan.. keluar lah Nia saat Alex sudah menghitung di angka dua puluh.


"Yes..it's show time." Alex tersenyum penuh kemenangan. Prediksinya tepat sasaran.


Alex pun mengikuti Nia. Saat Nia berhenti di halte,Alex berhenti tepat di hadapan Nia. Seolah-olah Alex tak sengaja bertemu Nia disana.


"Nia..." panggil Alex.


Nia yang sedang duduk di halte sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,langsung mendongak ke arah sumber suara.


"Kak Alex.." lirih Nia.


Alex pun turun dari dalam mobil. Dia menghampiri Nia.


"Kamu kenapa,kamu nangis?" Tanya Alex pura-pura tidak tahu. Padahal ini lah yang Alex harapkan. Membuat Nia kembali patah hati pada Irlan.


Bukannya menjawab Nia malah memeluk Alex tiba-tiba dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Alex.


Alex menepuk-nepuk punggung Nia.


"Berhenti dulu nangisnya,malu di liatin orang. Orang kira aku ngapa-ngapain kamu." Kata Alex karena sekarang,banyak mata sudah memandang ke arah Nia dan Alex yang sedang berpelukan.


Nia melepaskan pelukannya dari Alex,dia melihat sekelilingnya,ternyata mereka kini tengah menjadi pusat perhatian.


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2