
Setengah jam kemudian Nia keluar dari kamar mandi,dengan memakai bathrobe,ia lupa membawa baju ganti,karena memang kebiasaannya yang tidak pernah membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.
Saat Ia keluar dari dalam kamar mandi,matanya langsung tertuju pada Irlan yang sedang serius memainkan hp nya.
Ia mengernyitkan keningnya.
"Kok belum pake baju?" Tanya Nia heran.
"Kan udah aku bilang,aku gak bawa baju ke sini."
"Terus kamu mau pake handuk aja gitu?"
Irlan menggeleng.
"Gak lah. Aku udah pesen online. Nanti kalau pakaian aku udah dateng,kita langsung keluar cari makan sekalian beli baju buat aku pake besok."
Nia pun mengangguk menyetujui perkataan Irlan.
🍀🍀🍀🍀🍀
Kini mereka sudah berada di restoran yang ada di pinggir pantai.
Mereka duduk di table yang berhadapan dengan pantai.
Irlan tak henti-hentinya menatap wajah manis Nia. Dia tak menyangka akhirnya hari ini tiba,hari dimana Nia memberikan kesempatan pada nya.
"Gak ketemu empat tahun,kamu makin cantik banget. Bikin aku makin klepek-klepek." Goda Irlan.
"Cih..gombal.." Nia malah menanggapinya jutek.
"Jangan jutek-jutek lagi dong,kan kita udah pacaran."
Nia memutar bola matanya malas.
"Kapan aku bilang mau jadi pacar kamu? Aku tadi bilang cuma mau ngasih kesempatan ke kamu,bukan berarti kita pacaran." Masih dengan mode jutek.
Bukannya kesal,Irlan malah terkekeh pelan.
"Sumpah,kamu tuh makin gemesin kalau lagi jutek gitu. Aku jadi makin cinta.."
"Ish..bisa gak sih gak ngegombal,jijik banget denger nya.."
Irlan malah semakin tertawa terbahak-bahak.
Nia yang melihat Irlan tertawa seperti sedang mengejeknya.
__ADS_1
Perbincangan mereka pun harus terjeda saat pelayan membawa makanan pesanan mereka.
🍀🍀🍀🍀🍀
"Darl..aku udah mau sampai..." desah Clara saat Alex menghentak-hentakkan miliknya didalam milik Clara.
"Sesuai permintaan.." Alex makin memacu kecepatannya agar mereka sampai puncak bersama-sama.
"Aaaaarrrgghhh..." teriakan panjang keluar dari mulut keduanya,Alex menumpahkan semua cairannya kedalam milik Clara tanpa memakai pengaman,karena setahu Alex,Clara memakai alat kontrasepsi didalam rahim.
Setelah cairan tumpah semua,dan milik Alex melemas,Alex menarik miliknya dari dalam milik Clara. Menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
Clara memeluk tubuh Alex,dan menaruh kepalanya di atas dada Alex. Nafas Alex yang masih ngos-ngosan terdengar jelas di telinga Alex.
"Darl..apa ada yang bikin kamu kesal? Kenapa permainan mu sedikit kasar hari ini..?"
"Biasalah,bokap gue ngamuk lagi karena dua investor membatalkan menanamkan modal diperusahaan."
"Tenang darl..aku bisa urus soal itu."
"Ya..gue percaya sama loe. Dan gue harap dalam dua atau tiga hari mereka balik menanamkan modal ke perusahaan."
"Apa kamu yakin cuma itu? Bagaimana dengan wanita itu?"
"Nia maksud loe? Gue udah nembak dia,dan gue kasih dia waktu seminggu untuk ngasih jawaban ke gue"
"Kalau dengan cara baik-baik gue gak bisa dapetin dia,gue akan dapetin dia dengan cara kasar." Mata Alex memancarkan aura kelicikan.
Mendengar Alex begitu terobsesi dengan Nia,hati Clara begitu panas.
Nada dering di hp Alex membuyarkan pemikiran mereka masing-masing.
Alex mengambil hp nya dan melihat nama papa nya yang melakukan panggilan.
Alex menggeser tombol hijau. Dan berbicara dengan sang papa. Setelah panggilan berakhir,dengan cepat Alex bangkit dari ranjang dan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai.
Sepertinya papa nya kembali memarahi Alex.
"Kamu mau pulang darl?" Tanya Clara,kini posisi Clara sudah duduk dan bersandar dikepala ranjang. Sambil menatap Alex yang memakai pakaiannya satu persatu.
Alex mengangguk.
"Sebaiknya loe langsung bergerak,biar bokap gue gak ngamuk-ngamuk lagi."
Setelah memakai pakaian lengkap,Alex mendekati Clara dan mencium puncak kepala Clara.
__ADS_1
"Gue balik,kita ketemu lagi kalau kerjaan loe beres. Inget paling lama tiga hari gue tunggu kabar baik dari loe.." Kemudian Alex beranjak meninggalkan Clara di kamar itu.
Setelah Alex keluar,Clara mengusap perutnya.
"Cepat lah kau hadir baby.." lirih Clara.
Sebenarnya Clara sudah jatuh cinta pada Alex saat Clara terbangun di pagi hari setelah pertama kali mereka one night stand.
Dia berusaha membuat Alex selalu membutuhkannya dengan iming-iming membantu Alex merayu para pengusaha-pengusaha yang akan bekerja sama dengan Alex.
Walau Clara tidak perawan lagi saat Alex menidurinya,tapi Alex adalah laki-laki kedua setelah mantan pacar Clara yang menghilang setelah puas melampiaskan nafsunya pada Clara. Bahkan dengan para pengusaha yang Clara rayu pun,Clara tidak pernah melakukan hubungan badan.
Clara hanya merayu dan menjanjikan akan melayani para pengusaha itu,jika para pengusaha itu sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan Alex. Jika kontrak sudah di tandatangani,Clara langsung menghilang dari jangkauan para pengusaha itu. Sekalipun tertangkap dan para pengusaha itu mengancam Clara dengan tuduhan penipuan,Clara akan menyerang balik dengan menunjukkan rekaman video dimana para pengusaha itu sedang berusaha mencumbunya.
Dengan kata lain,Clara hanya mengumpankan dirinya bukan tubuhnya pada para pengusaha itu. Itu semua ia lakukan hanya demi membuat Alex membutuhkan dirinya.
Tapi setelah Alex mengatakan niat nya untuk menikahi Nia agar Alex tidak perlu pusing-pusing mencari investor,itu sama saja Alex akan mengakhiri hubungan kerjasama mereka.Apalagi Alex mengatakan jika Nia bisa memuaskannya di atas ranjang,Alex tak membutuhkannya lagi. Dan Clara tidak rela. Sampai-sampai Clara melepaskan alat kontrasepsi di dalam rahimnya,agar benih Alex dapat tumbuh dalam rahimnya.
Kini tujuan Clara adalah memiliki Alex seutuhnya bukan hanya sekedar partner sex atau partner merayu investor untuk perusahaan Alex.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah lelah berjalan menyusuri pantai yang semakin malam semakin ramai pengunjung,Irlan dan Nia memutuskan untuk pulang ke hotel.
Tapi sebelumnya Irlan membeli dua stel pakaian dan pakaian dalam untuk nya.
Mereka berjalan beriringan memasuki hotel,berkali-kali Irlan mendapat penolakan dari Nia saat tangannya ingin menggandeng tangan Nia.
"Ish..jangan pegang-pegang akh.." kata Nia ketus untuk kesekian kalinya saat mereka sudah berada dalam lift yang hanya di huni mereka berdua.
"Kenapa sih dari tadi gak mau di pegang,kan kita udah pacaran.." Irlan mencoba mengambil tangan Nia kembali untuk di gandengnya.
"Nanti ada yang lihat." Masih dengan nada ketus.
"Cuma kita berdua disini sekarang."
"Kata siapa cuma berdua,kita bertiga sama setan!! Kalau kita gandengan nanti si setan ngerasukin kamu,terus yang tadinya cuma gandengan jadi yang lain-lain gimana?!"
"Hahaha" Irlan tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Nia.
Melihat Irlan yang menertawakannya,membuat Nia semakin kesal dan memanyunkan bibirnya.
Dan itu sukses membuat Irlan tak tahan untuk tidak mencium Nia.
Cup..
__ADS_1
Secara tiba-tiba Irlan menempelkan bibirnya ke bibir manis Nia.