
"Aaaauuuwww...sakit Nia...lepas...ampun.." teriak Irlan kesakitan.
Nia pun melepaskan cubitannya di paha Irlan.
"Aduuhhh...KDRT nih namanya.." Keluh Irlan sambil mengusap-usap pahanya.
"Bodo amat!!! Kamu juga dari kemaren ngelakuin pelecehan sama aku!!" Balas Nia.
"Cih...pelecehan dari mana,orang kamu juga ngebales kok pas aku cium!!" Irlan membela diri.
Nia pun terdiam,karena benar apa yang Irlan katakan.
"Udah ayo turun.." Irlan menarik tangan Nia untuk turun melalui pintu di dekat Irlan.
Awalnya Nia memberontak,tapi karena Irlan terus memohon,membuat Nia jadi tidak tega. Akhirnya Nia mengikuti langkah kaki Irlan untuk masuk ke gedung apartemennya.
Kini mereka sudah berada dalam apartemen Irlan. Awalnya Nia sempat cekikikan sendiri melihat apartemen Irlan yang bernuansa biru-silver,seperti tidak melambangkan jati diri Irlan yang maskulin.
Tapi setelah mendengar kata-kata Irlan yang paham akan isi otaknya saat ini,membuat Nia terdiam seribu bahasa.
"Kamu suka sama konsepnya apartemen ini? Sengaja aku bikin biru-silver,biar berasa lagi dipelaminan kita waktu dulu." Begitu lah kata Irlan.
Nia duduk di sofa ruang tamu.
Irlan datang dari arah dapur membawa dua gelas jus jeruk untuk Nia dan untuk dirinya.
"Kok gak minum kopi?" Tanya Nia heran karena Irlan ikut meminum jus jeruk.
"Aku udah lama gak minum kopi,sesekali aja itupun kalau ada pertemuan sama klien."
"Ooo"
"Kamu masih inget aja yah kebiasaan aku dulu.. Cieee yang masih cinta dalam hati.." goda Irlan sambil menoel pipi Nia.
"Ish apaan sih.." jawab Nia kesal bercampur malu.
"Ngapain sih kamu bawa aku kesini?" Tanya Nia masih dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
"Ada yang mau aku tunjukin sama kamu." Irlan menarik tangan Nia,dan membawa Nia menuju kamar Irlan.
Melihat arah tujuan Irlan yang sepertinya akan membawa Nia ke kamar. Pikiran Nia yang aneh-aneh muncul seketika. Apa jangan-jangan Irlan mau...
Nia langsung melepaskan tangannya dari tangan Irlan.
"Kamu mau ngapain??!! Jangan macem-macem kamu!!!" Tanya Nia menyelidik.
Irlan menyentil kening Nia.
"Otak kamu yang suka mikir yang macem-macem!!"
"Aku gak akan macem-macemin kamu,kalau bukan kamu yang minta di macem-macemin duluan." Lanjut Irlan sambil menarik kembali tangan Nia.
Saat sudah sampai di depan pintu kamar,Irlan menutup mata Nia dengan telapak tangannya sebelah. Sedangkan yang sebelah lagi membuka handle pintu.
"Mau ngapain sih,pake tutup mata segala." Protes Nia.
"Udah diem,jangan banyak protes,jangan ngintip juga. Aku cium sampe khilaf nanti,baru tau rasa."
"Cih.." Nia mencebik kesal mendengar ancaman Irlan.
Saat tangan Irlan sudah tidak lagi menutupi matanya,Nia langsung membuka mata. Mata Nia membulat sempurna melihat foto pernikahan mereka dulu yang sudah di cetak Irlan sebesar dinding kamarnya. Dan dekorasi kamar,Irlan yang sama persis dengan dekorasi kamar Nia di rumah sederhana mereka dulu,bahkan Irlan juga menyemprotkan aroma parfum yang biasa Nia pakai,agar kamar itu memiliki aroma khas Nia.
"Gimana kamu suka??" Tanya Irlan saat melihat ekspresi Nia yang sangat terkejut.
"Kamu...kok bisa kamu dapet foto itu?" Tanya Nia.
"Aku minta dari mami,terus aku cetak ulang sampe sebesar itu. Aku juga sengaja dekor ruangan ini sama persis kayak kamar kamu dulu waktu dirumah kita. Setiap bangun tidur sama mau tidur juga selalu nyemprotin parfum kamu dikamar ini. Itu semua aku lakuin biar aku selalu ngerasa kamu di sisi aku. Aku selalu mencoba berpikiran positive saat kamu menghilang dari hidup aku. Dan tiap hari saat aku bangun ataupun mau tidur,aku selalu mendoakan kamu,mendoakan hubungan kita agar kita bisa kembali bersama lagi kayak dulu." Irlan menjeda kalimatnya.
Dia mengeluarkan kotak beludru dari saku celananya dan membuka kotak itu.
Terlihat lah sepasang cincin di dalamnya. Lalu Irlan mengambil tangan Nia dan menggenggam tangan itu.
"Nia....kata orang cinta adalah sebuah penyakit yang hanya bisa disembuhkan hanya dengan pernikahan. Maukah kamu jadi penyembuh sakit ku dengan menikah dengan ku??"
__ADS_1
Nia menganga mendengar lamaran Irlan yang begitu mendadak.
"Aku tau kamu masih menyimpan rasa sakit itu,aku gak bisa memaksa kamu untuk menghilangkan rasa sakit itu dengan cepat. Tapi kamu juga perlu tau, aku akan mengganti semua rasa sakit kamu dulu dengan membahagiakan kamu seumur hidup aku. Dan aku pastikan tak akan pernah ada kata perceraian lagi di antara kita,aku akan selalu menjaga janji setia sehidup semati bersama mu kali ini. Jadi lah pasangan hidup ku Nia.."
Mendengar penuturan Irlan yang panjang lebar,membuat hati Nia dipenuhi kebahagiaan,tapi ia masih ragu..
"Kak..." akhirnya Nia memanggil Irlan dengan panggilan itu lagi.
Irlan menatap wajah Nia,terlihat jelas masih ada keraguan dalam diri Nia.
Irlan menghela nafasnya,ia tak ingin memaksa Nia dan membuat Nia merasa terintimidasi dengan kata-katanya.
"Aku gak akan maksa kamu. Kamu bisa pikirin ini selama yang kamu mau. Aku akan setia nunggu sampai kamu benar-benar siap." Irlan menutup kotak beludru itu dan memberikannya ke tangan Nia.
Dengan raut wajah kecewa yang sangat terlihat jelas di wajah Irlan,Irlan keluar dari kamar itu dan meninggalkan Nia sendiri di dalam kamar.
Setelah Irlan keluar,entah kenapa hati Nia menjadi sangat sakit melihat Irlan kecewa. Nia tau dan dapat merasakan kalau kali ini Irlan tulus mencintai dirinya. Ingin sekali Nia langsung menjawab IYA saat Irlan melamarnya tadi.
Lama Nia berpikir di dalam kamar. Sampai ia yakin dengan jawaban apa yang akan Nia berikan pada Irlan. Nia pun keluar dari dalam kamar.
Irlan sedang duduk diteras balkon apartemennya. Ia memejamkan matanya untuk meredam kesedihan dan rasa kecewanya. Bukan kecewa pada Nia yang masih meragukan ketulusannya,tapi ia kecewa dengan dirinya sendiri yang telah membuat hati Nia sakit terlalu dalam sampai-sampai Nia susah melupakan kesalahannya yang dulu.
Nia menghampiri Irlan di teras balkon. Dan duduk di sebelah Irlan di sofa yang sama.
Menyadari kedatangan Nia,Irlan membuka matanya dan menghadap ke Nia.
"Mau pulang?" Tanya Irlan.
Nia menggeleng.
"Laper? Mau makan?" Tanya Irlan lagi.
Nia kembali menggeleng.
"Terus mau apa?" Tanya Irlan yang sudah bingung apa mau Nia mendekatinya dan duduk disebelahnya.
Nia menyodorkan kotak beludru yang tadi Irlan berikan.
__ADS_1
Melihat Nia mengembalikan kotak itu padanya,membuat Irlan jadi salah paham. Irlan berpikir kalau Nia menolaknya.