Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 112


__ADS_3

Nia mengelus-elus punggung Irlan.


"Gak akan kak,kan kakak udah janji kalau kakak gak akan ngelakuin kesalahan yang dulu lagi. Kecuali kakak gak bisa pegang janji kakak."


"Aku gak akan ngelakuin hal bodoh itu lagi,akan aku pegang teguh janji setia sampai mati bersama mu." Lalu melepaskan pelukannya dan mencium kening Nia lanjut ke pipi,hidung,hidung kemudian bibir Nia.


"Aku percaya."


"Kamu masih mau kan nerima aku yang punya penyakit mental ini?"


Nia mengangguk.


"Semua orang kan punya kelemahan,jadi gak ada alasan buat aku ninggalin kakak hanya karena penyakit kakak. Kita bisa konsul lagi ke psikiater untuk mengobati penyakit kakak karena tau tentang Mosha."


Irlan malah menggeleng.


"Kenapa?


"Kalau untuk itu hanya satu obatnya."


"Apa?"


"Kasih adik yang banyak buat Mosha nanti,pasti lambat laun sakit aku itu hilang."


"Ish...!!! Mulai lagi.!!" Sambil memukul dada Irlan.


Irlan tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat wajah Nia memerah kembali.


"Udah yok turun,aku udah suruh mbak buat masak yang enak-enak buat kakak."


"Kok mbak yang masak?? Kenapa bukan kamu? Padahal aku kangen banget makan masakan kamu."


"Nanti ada saatnya tiap hari aku masak buat kakak. Sekarang kita makan masakannya mbak dulu. Ayo bangun!!" Nia menarik tangan Irlan agar bangkit dari tempat tidur."


Mereka pun keluar dari dalam kamar Nia dan turun ke bawah menuju ruang makan.


Setelah makan bersama di rumah papa Niko,Irlan pun pamit pulang.


"Aku pulang yah." Irlan mengelus rambut Nia.


Nia mengangguk.


"Hati-hati di jalan."


Irlan mencium kening Nia sebelum masuk ke dalam mobil. Ia pulang memakai mobil Nia,karena saat datang ke rumah orangtua Nia mereka menaiki mobil Nia.


"Dadah.." Irlan melambaikan tangannya dan mengendarai mobil Nia keluar dari halaman rumah papa Niko.


🍀🍀🍀🍀🍀


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Papa Niko baru saja pulang menghadiri beberapa pertemuan bersama papi Tian.


"Nia mana Suk?" Tanya papa Niko pada mbak Sukma.


"Di kamarnya pak.."


Papa Niko menapaki anak tangga menuju kamar Nia.

__ADS_1


Tok tok tok.


"Nia,papa masuk yah."


"Masuk aja pah,pintunya gak di kunci."


Ceklek. Papa Niko membuka pintu kamar Nia.


"Lagi ngapain kamu?" Tanya papa Niko yang melihat Nia sedang duduk di meja riasnya.


"Pake skincare pah." Nia menghentikan kegiatannya memoles skincare di wajahnya.


Ia memutar tubuhnya menghadap sang papa.


"Ada apa pah?"


"Tadi abis dari kantor papi Tian kamu bawa Irlan kesini?" Tanya papa Niko sambil duduk di sofa kamar Nia.


Nia mengangguk.


"Papa tau dari mana?"


"Dari pak Heru."


"Ooo"


"Pak Heru bilang,kamu juga manggil dokter keluarga kesini? Ada apa? Memangnya siapa yang sakit?"


"Sakit nya kak Irlan kambuh tadi pah."


Papa Niko kaget karena Nia tau tentang penyakit Irlan.


Nia mengangguk.


"Papa juga tau kalau kak Irlan punya penyakit mental?"


Papa Niko mengangguk.


"Kok bisa penyakit Irlan kambuh?"


"Kak Irlan udah tau tentang kehamilan Nia dulu,jadi Nia kesini mau nunjukkin bukti-bukti kalau Nia hamil anaknya kak Irlan,biar kak Irlan gak mikir kalau Nia bohongin dia. Mungkin karena rasa bersalah yang teramat besar atas kejadian masa lalu,penyakit kak Irlan jadi kumat lagi."


Papa Niko menghela nafasnya.


"Bisa bahaya juga kalau penyakitnya sering kambuh. Karena kalau penyakitnya kambuh otomatis dia harus kembali minum obat anti depresi dengan dosis tinggi. Karena berpengaruh pada tingkat seksualitasnya,dan pada jantungnya."


Nia mendengar dan mencerna kata-kata papa Niko.


"Jadi apa ada cara supaya kak Irlan gak minum obat itu lagi?"


"Yang pasti hati yang senang adalah obat yang paling mujarab."


Nia mengangguk menyetujui kata-kata papanya.


"Makanya papa menyetujui hubungan mu sama Irlan. Selain memang dia sudah membuktikan keseriusannya pada kamu dengan menyetujui perjanjian-perjanjian yang papa buat. Papa juga merasa dengan Irlan yang mempunyai penyakit yang akan kambuh jika kamu meninggalkan dia,papa yakin dia gak akan berani menyakiti hati mu lagi."


"Jadi papa udah lama tau kalau kak Irlan sakit?"

__ADS_1


Papa Niko menggeleng.


"Baru-baru ini,papi Tian yang cerita sendiri waktu kami di Singapore." Papa Niko secara tidak langsung telah membongkar rahasia tentang pengobatan mami Nita.


"Jadi selama ini papa sama mama liburan ke Singapore bareng sama papi Tian dan mami Nita??!!" Tanya Nia sedikit terkejut dengan pengakuan papa nya.


Papa Niko menganga,ia terjebak dengan perkataannya sendiri. Merasa tidak ada lagi yang harus ditutup-tutupi,papa Niko akhirnya memberitahu kepada Nia tentang tujuan mereka di Singapore.


Papa Niko mengangguk.


"Tapi kami kesana bukan untuk liburan."


"Terus ngapain papa sama mama kesana bareng sama papi dan mami?"


Papa Niko menghela nafasnya sebelum memberitahu tentang penyakit kakak angkatnya itu.


"Mami Nita sakit,dan kami kesana untuk menemani mami Nita berobat.


"Apaaaa??!! Mami Nita sakit??!! Sakit apa? Kok selama papa gak ngasih tau Nia sih!!" Nia sedikit emosi karena papa Niko membohonginya selama ini.


"Mami Nita yang minta sama mama dan papa untuk gak ngasih tau kamu dan Irlan."


"Jadi kak Irlan juga gak tau kalau mami Nita sakit?? Apa sakitnya parah sampe-sampe kak Irlan gak boleh tau??!"


"Mami Nita terkena kanker getah bening stadium dua. Mami Nita gak mau Irlan tau karena mami Nita gak mau sampe Irlan jatuh sakit lagi karena kalau sampe Irlan tau mami Nita sakit,takutnya Irlan berpikir kalau mami Nita itu sakit karena memikirkan Irlan."


Nia mengangguk paham.


"Tapi kalian gak bisa selamanya menyembunyikan penyakit mami Nita."


"Iya papa juga ngerasa begitu. Tapi sekarang


prioritas kita kesembuhan mami Nita dulu. Nanti kalau mami Nita udah sembuh dan ada waktu yang tepat untuk membicarakannya,pasti kami akan memberitahu Irlan pelan-pelan."


"Jadi udah berapa persen tingkat kesembuhan mami Nita?"


"Sekitar 60-70 persen lah,baru bisa dinyatakan bersih. Untungnya kita cepat mengetahui mami Nita terkena kanker getah bening stadium dua. Jadi dengan pengobatan terbaik di Singapore,mami Nita bisa cepat sembuh."


"Ooo" kata Nia sambil mengangguk-anggukkan kepala.


"Besok papa dan papi Niko akan kembali lagi ke Singapore,nanti papa kasih tau perkembangan mami Nita sama kamu."


"Emangnya Nia gak boleh ikut lihat kondisinya mami Nita?!"


Papa Niko menggeleng.


"Kalau kamu ikut ke Singapore,otomatis si anak keras kepala itu akan membuntuti kamu sampai ke Singapore. Dan ujung-ujungnya Irlan akan tau kalau maminya sedang sakit."


Nia mengangguk mengerti. Benar apa yang dikatakan papa nya,dimana ada Nia disitu juga pasti ada Irlan. Seperti bangkai dan belatung.


"Ya udah,kamu istirahat. Banyak kerjaan kantor yang kamu tinggalin tadi. Kali ini papa tolerir,tapi besok-besok papa gak terima lagi hal-hal kayak begini. Kalau sudah bulat mau jadi pengusaha sukses harus bisa menomorduakan urusan pribadi."


Nia cengengesan mendengar sindiran dari papa Niko.


"Iya pah,maaf. Besok-besok Nia akan lebih profesional lagi."


"Bagus,itu baru anak papa. Pewaris Dirgantara Group." Kata papa Niko sambil mengacak-acak rambut anaknya.

__ADS_1


Papa Niko pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar anaknya.


Setelah papa Niko keluar, Nia melakukan panggilan video dengan Irlan sebelum pergi tidur.


__ADS_2