Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 96


__ADS_3

"Iiiikkh" Nia mendorong tubuh Irlan.


Irlan malah tertawa terbahak-bahak.


"Ngegemesin banget sih kamu.." kata Irlan sambil mencubit pipi Nia.


"Udah akh,aku turun. Aku kirain tadi apa.." kata Nia kesal sambil membuka mobil Irlan.


Setelah Nia turun dari mobil Irlan,Irlan menurunkan kaca mobilnya.


"Nia.." panggil Irlan saat Nia hendak berjalan menuju pintu gerbang.


Nia pun menoleh.


"Apalagi kak?"


"I love you.." kata Irlan sambil memberikan ciuman jauh.


Blush...wajah Nia memerah seketika mendengar Irlan menyatakan cintanya,padahal itu bukan pertama Irlan menyatakan cintanya pada Nia. Tapi entah kenapa setiap Irlan mengatakan cinta padanya hati Nia berbunga-bunga seolah itu yang pertama kali.


"Udah sana pulang.." kata Nia,dia tidak membalas kata cinta Irlan.


Irlan pun mengangguk. Sambil melambaikan tangannya. Lalu menutup kembali kaca mobilnya.


Setelah mobil Irlan berlalu,baru lah Nia masuk ke dalam rumah.


🍀🍀🍀🍀🍀


Di Singapore.


Setelah mendapat telpon dari orang suruhannya, raut wajah papa Niko berubah aneh. Ia seakan sedang berpikir keras.


"Nik." Papi Tian menepuk pundak papa Niko.


Papa Niko pun menoleh.


"Eh..Yan.."


"Kenapa?" Tanya papi Tian sambil duduk disebelah papa Niko dan memberikan segelas kopi yang baru ia beli dari coffee shop dekat rumah sakit. Kini mereka sedang berada di kantin rumah sakit. Sedangkan mama Dena menemani mami Nita di kamar rawat mami Nita.


Papa Niko menggeleng,ia seperti ragu memberitahu kepada kakak ipar angkatnya tentang situasi yang baru ia dengar dari orang suruhannya.


"Apa ini menyangkut Nia dan Irlan?" Tanya papi Tian to the point.


Papi Tian juga sudah tau soal hubungan anaknya dengan Nia yang kembali rujuk dari Dimas. Karena semenjak Irlan masuk rumah sakit waktu itu,papi Tian selalu menanyakan kondisi anaknya melalui Dimas.


Papa Niko kaget kenapa mantan besannya ini bisa tau.


"Kamu udah tau?" Tanya papa Niko.


Papi Tian mengangguk.


Papa Niko menghela nafasnya.


"Maaf Tian,aku seperti masih ragu pada Irlan." Ada perasaan tidak enak saat papa Niko mengatakan itu.


Papi Tian menepuk pundak papa Niko.

__ADS_1


"Aku paham Nik,aku juga akan melakukan hal yang sama kalau Irna sampai di khianati suaminya." Papi Tian menjeda sebentar kata-katanya.


"Tapi semua kita kembalikan pada anak-anak kita,karena mereka yang menjalankannya. Kalau memang kamu mau,kamu bisa mengetes Irlan untuk membuktikan seberapa seriusnya kali ini dia dengan Nia." Lanjut papi Tian.


Papa Niko berpikir sejenak menanggapi perkataan papi Tian.


"Kamu benar,sepertinya saya harus turun tangan mengetest anak itu.."


"Tapi aku minta,jangan terlalu keras pada Irlan,ingat penyakit mentalnya akan kambuh lagi kalau kamu menjauhkannya dengan Nia."


"Tenang lah,aku tau apa yang harus aku lakukan." Papa Niko tersenyum mengingat rencana yang akan dia lakukan.


🍀🍀🍀🍀🍀


Pagi ini Irlan sudah sampai didepan rumah Nia,untuk menjemput Nia.


Irlan mengambil hp nya dari dalam saku,melakukan panggilan ke nomor Nia.


Tuut tuut.


"Aku udah didepan sayang.." kata Irlan begitu Nia menerima panggilannya.


"Masuk aja lah kak,kita sarapan bareng dulu." Pinta Nia yang sekarang ada diruang makan sedang ingin memulai sarapannya.


"Gak enak Nia,karena gak ada papa Niko dirumah. Nanti papa Niko pikir aku gak gentle lagi,karena ambil kesempatan saat papa Niko gak dirumah." Tolak Irlan.


Nia menghela nafasnya.


"Ya udah tunggu.."


Nia memasukkan sarapannya ke dalam kotak bekal,ia berencana mengajak Irlan makan bersama di kantornya.


Nia keluar dari rumahnya menuju mobil Irlan yang terparkir di depan rumah.


Nia masuk ke dalam mobil Irlan.


"Itu apa?" Tanya Irlan saat Nia masuk dan membawa papper bag.


"Ini sarapan buat kita. Kita sarapan dulu yah nanti di kantor ku." Ajak Nia.


"Emang kamu belum sarapan?"


Nia menggeleng.


"Gara-gara kamu gak mau masuk,ya terpaksa aku masukin aja ke kotak bekal."


Irlan malah terkekeh.


"Maaf sayang,aku kan cuma jaga-jaga jangan sampai papa Niko berpikir aku laki-laki gak gentle. Nanti kalo papa Niko udah dirumah aku janji tiap hari sarapan bareng kamu di dalem,sampe papa Niko bosen sendiri ngeliat aku,terus ngasih restu deh buat kita." Kata Irlan sambil menoel dagu Nia.


"Ish...gak segampang itu kali ferguso..!!! Udah ayo jalan,aku udah laper banget ini.."


Irlan tertawa terbahak-bahak.


"Oke sayang.." Irlan pun mengemudikan mobilnya membelah jalanan menuju kantor Nia.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Setelah sarapan bareng di kantor Nia dengan makanan yang Nia bawa dari rumah,Irlan kembali ke kantornya.


Setelah sampai kantor dan masuk ruangannya Irlan duduk di kursi kebesarannya dan mengambil hp dari dalam saku celana.


Dia mengetikkan pesan untuk Nia.


Irlan : Aku udah nyampe. Kerjaan menumpuk udah teriak-teriak nih. Jangan cemburu yah sama kertas-kertas ini,karena sekarang aku mau merhatiin kertas-kertas ini dulu. Muuuuaaah..


Setelah mengirimkan pesan itu,tak lupa ia memfotokan berkas-berkas yang harus ia periksa di atas mejanya.


Irlan senyum-senyum sendiri setelah mengirimkan foto itu. Dia tak menyangka hidupnya semenyenangkan ini ketika memiliki Nia.


Saat baru meletakkan hp nya kembali di atas meja kerjanya. Hp Irlan berbunyi,tanda notifikasi pesan masuk.


Irlan membuka pesan yang ternyata balasan dari Nia.


Nia : jangan-jangan nanti kamu lagi yang cemburu kalau aku merhatiin mereka sampe malam.


Nia juga membubuhkan foto berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Diruangannya Irlan senyum-senyum sambil membaca balasan dari Nia. Dia pun membalas lagi pesan yang Nia kirim.


Irlan : yah jangan sampe malam juga dong sayang,nanti siapa yang ngurus aku. Lagian dulu kan kamu bilang mau nya dirumah aja ngurus aku,biar aku yang ambil alih perusahaan papa Niko.


Tak lama balasan dari Nia pun datang.


Nia : itukan dulu,sekarang mah OGAH..!!!


"Kita liat aja nanti,aku pastiin semua kasih sayang dan perhatian kamu cuma buat aku.." kata Irlan pelan.


Irlan tak lagi membalas pesan Nia. Dia menaruh kembali hp nya. Sekarang matanya fokus pada laptop dan berkas-berkas yang menumpuk.


🍀🍀🍀🍀🍀


Satu jam sebelum makan siang Alex sudah mendatangi Nia di kantornya.


"Bu Nia ada?" Tanya Alex pada Vera sekretaris Nia.


"Ada pak." Jawab Vera,saat Vera ingin berdiri untuk mengantar Alex ke ruangan Nia,Alex melarang Vera.


"Kamu duduk aja." Suruh Alex.


Vera pun kembali duduk di kursinya.


Alex berjalan ke arah pintu ruangan Nia. Dan tanpa mengetuk dulu,Alex membuka pintu itu.


Ceklek. Pintu ruangan Nia terbuka.


Alex masuk ke ruangan Nia dan melihat Nia sedang senyum-senyum sendiri sambil memegang hp,yang Alex yakini sekarang Nia sedang bertukar pesan dengan Irlan.


Nia yang memang sedang bertukar pesan dengan Irlan,matanya langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.


Melihat Alex yang berdiri didepan pintu,Nia ikut berdiri dari kursinya.


"Kak Alex.." kata Nia kaget.


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2