
🔥🔥🔥WARNING!!!! AREA DEWASA!!!🔥🔥🔥
BUAT PARA DEDE GUEMESH,,DI SKIP DULU YAH!!!
Permainan Irlan yang begitu lincah dan lihai berhasil membuat Nia terbawa suasana,apalagi Irlan memang menguasai tekhnik melumpuhkan lawan dengan menyerang langsung titik sensitive lawannya,jadi tak butuh waktu lama bagi Irlan untuk membawa Nia ke dalam syuuuurga dunia.
"Kak stop..aku udah kedinginan." Kata Nia yang memang sudah sangat lama berada di dalam kamar mandi.
Irlan pun menyalakan kembali shower yang sempat Nia matikan saat Nia sedang menyabuni tubuhnya.
Irlan membalikkan tubuh Nia agar menghadap ke arahnya. Dan tanpa aba-aba Irlan langsung menyerang bibir Nia. Dibawah guyuran air hangat yang keluar dari shower Irlan ******* ***** Nia.
"Hemph..." Nia mendorong tubuh Irlan ketika dirasa sudah kehabisan nafas.
Tak ingin membiarkan mulutnya menganggur karena Nia melepaskan pungutan mereka,kini mulut Irlan beralih pada perbukitan yang indah.
"Akh..." desahan yang sejak tadi Nia tahan akhirnya sukses keluar dari mulut Nia.
Dan itu semakin sukses membuat Irlan kalang kabut dan makin menggila.
Irlan menjauhkan wajahnya dari bukit Nia,ia melihat wajah sayu Nia yang begitu sangat seksi di mata Irlan. Irlan kembali meraup bibir Nia dan kembali ******* nya dengan rakus.
Irlan mendorong tubuh Nia ke tembok,dan mengangkat kaki kiri Nia dan menaruhnya di pinggangnya.
"Aku masuk yah.." kata Irlan dengan nafas yang sudah ngos-ngosan dan suara yang serak dan berat.
Nia yang sudah terbawa suasana dengan permainan Irlan dan juga ingin merasakan lebih dari ini,akhirnya mengangguk menyetujui kata-kata Irlan.
"Aaaarrrgghhh.." desahan keluar dari mulut keduanya. Namun desahan yang Irlan rasakan karena nikmat,berbeda dengan Nia yang mendesah karena sakit. Karena Irlan langsung masuk dengan sekali hentak.
"Sakiiit.." rintih Nia pelan,namun masih bisa di dengar Irlan.
"Masih sakit?" Tanya Irlan karena ia pikir Nia tidak akan merasakan sakit lagi,karena gua itu sudah tak berpenghalang lagi.
Nia mengangguk lemah.
"Sori..aku kira gak bakalan sakit lagi,karena kita kan pernah ngelakuin ini empat tahun yang lalu. Makanya langsung aku trobos." Irlan mengecup kening Nia tanda permohonan maafnya karena sudah membuat istrinya kesakitan.
Irlan menunggu beberapa saat agar Nia bisa sedikit lebih tenang.
"Kalau gini,sakit gak?" Tanya Irlan sambil bergerak pelan.
Nia menggeleng.
"Enak?" Goda Irlan karena melihat wajah sayu Nia yang sepertinya sedang menikmati.
__ADS_1
Wajah Nia memerah,karena malu dengan pertanyaan Irlan. Tapi ia juga tak bisa berbohong kalau gerakan Irlan memang membuatnya mabuk kepayang.
Nia pun mengangguk.
Irlan tersenyum melihat Nia yang mengangguk malu-malu.
"Aku mulai yah." Kata Irlan meminta izin untuk memulai permainan sesungguhnya.
Nia kembali mengangguk.
"Tapi pelan-pelan aja."
Irlan mengangguk. Kemudian ia mengangkat kaki kanan Nia dan menaruhnya di pinggangnya,sekarang kedua kaki Nia sudah melingkar di pinggang Irlan. Irlan pun memulai permainannya. Dinding kamar mandi serta seisi kamar mandi menjadi saksi bagaimana ganasnya Irlan membolak-balikkan Nia. Suara-suara syahdu pun tak pernah berhenti keluar dari mulut mereka berdua.
Hampir satu jam Irlan menggempur istrinya,permainan yang awalnya lembut,lama kelamaan menjadi sangat kasar. Tapi selama Nia tak mengeluh sakit,Irlan makin menambah kecepatannya.
Akhirnya Irlan pun mencapai pelepasannya yang pertama,sedangkan Nia sudah yang ke tiga kalinya. Irlan mengecup kening Nia saat ia sudah selesai menaburkan benihnya di ladang Nia.
Nia terlihat sudah lemas karena permainan 'gila' suaminya,Irlan pun membantu membersihkan tubuh Nia lagi setelah itu membersihkan tubuhnya. Irlan memakaikan bathrobe ke tubuh Nia setelah itu ia mengenakan handuk dan melingkarkannya di pinggangnya. Kemudian Irlan menggendong Nia keluar dari dalam kamar mandi,melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar ganti dan mendudukkan Nia di atas meja dekat lemari yang ada di kamar ganti.
"Duduk sini dulu,biar aku yang ambil baju mu." Kata Irlan setelah mendudukkan Nia,lalu membuka lemari untuk mengambil baju Nia yang memang Irlan sudah siapkan jauh-jauh hari dan pastinya tanpa sepengetahuan Nia.
Nia mengernyitkan keningnya,pasalnya ia tidak pernah menaruh pakaiannya disana. Pakaiannya pun masih ada dalam koper,dan koper itu masih ada di kamar tempat ia dan mama Dena istirahat tadi siang.
Irlan pun memberikan lingerie dan satu set pakaian dalam seksi yang ia ambil dalam lemari. Iya,Irlan sudah mempersiapkan banyak lingerie dan ber set-set pakaian dalam seksi untuk Nia di dalam lemari itu.
"Gak ada yang lain apa??! Masa aku di suruh pake gituan?" Nia menolak menggunakan lingerie itu.
Irlan menggeleng.
"Gak ada,cuma ini yang aku siapin buat kamu." Irlan mengerlingkan matanya genit.
"Cih...aku tidur pake ini aja kalo gitu." Nia menunjuk bathrobe yang ia pakai dan turun dari meja.
Namun baru saat ingin melangkah keluar dari kamar ganti,Irlan menarik tangan Nia dan kembali mendudukkan Nia di atas meja lagi.
"Aku udah capek-capek milih,masa kamu gak hargain sih sayang. Pake yah...pliiiis." Irlan memasang wajah memelasnya.
"Gak akh,aku gak biasa pake baju itu kalau ada orang lain yang tidur bareng aku."
"Tapi aku kan bukan orang lain lagi sayang,aku udah jadi suami kamu loh. Bahkan aku udah liat semuanya."
"Ish mesum..!!" Nia menyentil kening Irlan.
"Tetep aja aku belum terbiasa kak." Kata Nia lagi.
__ADS_1
Irlan menghela nafasnya. Sepertinya rencananya yang ingin melihat Nia memakai lingerie gagal total.
"Yah udah deh kalau gak mau. Bentar,aku suruh orang dulu ambil koper kamu." Irlan melangkah gontai menuju kamar tidur untuk mengambil hp nya yang tadi ia lemparkan ke atas tempat tidur saat ia membuka pakaiannya sebelum masuk kedalam kamar mandi.
Nia melihat Irlan yang melangkah dengan raut wajah kecewa,ia pun merasa bersalah karena tidak mau memenuhi keinginan suaminya.
Nia menghela nafasnya.
"Ya udah aku pake,mana lingerie sama pakaian dalamnya." Akhirnya setelah berdebat dengan dirinya sendiri,Nia memutuskan untuk memakai lingerie dan pakaian dalam yang sudah Irlan siapkan.
Irlan tersenyum penuh arti,ia kembali mengambil lingerie dan pakaian dalam tadi yang sempat ia masukkan kembali ke dalam lemari.
"Sini aku pakein." Kata Irlan sambil tangannya berusaha membuka tali bathrobe Nia.
Nia menggeleng.
"Gak usah,aku aja. Kakak pake baju kakak aja sendiri."
Irlan menggeleng.
"Tadi di kamar mandi kamu udah ngelayanin aku,sekarang gantian aku yang ngelayanin kamu." Tangan Irlan menarik paksa tali bathrobe Nia yang sudah Nia pegang erat-erat. Tapi sayang tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Irlan.
Nia pun pasrah saat Irlan membuka bathrobenya. Walaupun sebenarnya Nia masih malu saat Irlan menatap tubuhnya dengan intens.
"Biasanya kalau tidur pake bra gak?" Tanya Irlan saat ingin memasangkan penutup bukit Nia.
Nia menggeleng.
Irlan tersenyum penuh arti,dan langsung melemparkan bra itu ke sembarang arah.
"Berarti gak perlu repot-repot buka pengait lagi.." kata Irlan dalam hati sambil tersenyum licik.
"Kalau ini gak di pake juga?" Irlan menunjuk segitiga berenda yang ada ditangannya.
"Ya pake lah..Udah sini aku pake sendiri aja.!" Nia berusaha mengambil segitiga berenda itu dari tangan Irlan.
"No. Permaisuri ku cukup menikmati pelayanan dari sang Raja."
Irlan berjongkok untuk memakaikan segitiga berenda itu. Namun mata Irlan gagal fokus saat melihat lembah yang kini sudah menjadi destinasi favorite Irlan. Irlan menelan slivanya susah payah. Ingin sekali ia berkunjung ke lembah itu sekali lagi.
Nia yang melihat gelagat aneh dari tatapan mata Irlan langsung menutup dengan kedua tangannya. Namun dengan cepat tangan Irlan membukanya lagi,dan Irlan mulai memainkan jari nya disana.
Nia yang mendapat serangan mendadak di salah satu titik kelemahannya,membuat Nia malah menikmati permainan Irlan.
Irlan merasakan hasratnya sudah di ubun-ubun pun langsung menggendong tubuh Nia ke dalam kamar tidur dan membaringkan Nia. Tak mau menunggu lama,Irlan langsung membuka handuk yang sedari tadi melingkar di pinggangnya dan langsung menerjang Nia. Dan pertempuran panas itu pun kembali terjadi lagi,kini dinding kamar serta barang-barang yang ada di dalam kamar tidur itu menjadi saksi bisu aksi Irlan yang sedang mendayung perahu untuk mencapai gelombang cinta mereka. Kata-kata cinta tak henti-hentinya Irlan ucapkan saat Irlan sedang mendayung perahunya. Sedangkan Nia,dia meracau tak jelas sambil menikmati dayungan Irlan.
__ADS_1
Setelah satu jam berbagi peluh,Irlan pun kembali mencapai puncaknya. Ia mencium kening,mata,pipi dan bibir Nia,kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah Nia. Irlan menarik tubuh Nia dan menaruh kepala Nia di dadanya,kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos.