
"Gak usah loe cari tau kebenarannya.." jawab Yordan sambil menghisap sebatang rokok yang ada disela-sela jarinya.
Irlan mengernyitkan keningnya.
"Maksud loe.." tanya Irlan penasaran.
"Maksud gue,yang dikirim Nia itu bener. Melda jadi simpenan om-om sekarang. Dan yang parahnya bukan cuma satu om-om tapi empat om-om sekaligus." Lanjut.Yordan
"Kok loe gak pernah bilang sama gue???" Irlan nampak.emosi karena Yordan merahasiakan ini darinya.
Ia mengepalkan tangannya berniat ingin meninju Yordan,tapi Igo terlebih dulu menahannya.
"Dengerin dulu Lan.." kata Igo.
"Gue juga baru tau. Waktu itu gue penasaran aja sama sesuatu hal yang gue liat di lorong sebelah kiri deket toilet. Jadi gue nyuruh orang buat mastiin berita ini sebelum ngasih tau ke loe dengan bukti-bukti yang lengkap."
"Maksud loe,loe pernah liat Melda di club ini sama cowok lain." Tanya Irlan semakin penasaran.
"Yups..tapi lebih tepatnya sama om-om. Dan yang lebih bikin kaget lagi,om-om itu adalah mantan suami tante Vero,kakaknya bokap gue. Dan parahnya lagi mereka bukan cuma sekedar pegangan tangan,pelukan atau ciuman,tapi mereka malah dogy style di lorong yang gue bilang tadi." Yordan menghisap rokoknya dan membuang asapnya.
"Memang dasar anj*ng mereka,bisa-bisa begitu di situ kayak gak bisa nyewa hotel aja!!!" Yordan melanjutkan kata-katanya.
Rahang Irlan mengeras,nafasnya memburu hebat,tangannya mengepal. Dia sudah tak sabar ingin membantai Melda.
"Terus darimana loe tau kalau Melda di pelihara sama empat om-om.sekaligus??" Tanya Irlan dengan tatapan membunuh,walaupun tatapan mengerikan itu bukan ditujukan ke Yordan,tapi Yordan cukup membuat bulu kuduk Yordan merinding.
Yordan pun langsung mengambil hp nya dan membuka pesan gambar dan video yang dikirimkan oleh orang suruhannya.
Wajah Irlan semakin memerah.
"Dan yang lebih parahnya lagi,dia mau jadi simpenan.om-om biar bisa bayarin gigolonya. Anjiiir gak tuh..!!"
"Dia punya gigolo??" Tanya Irlan tak percaya.
Yordan mengangguk.
"Dasar jal*ng!!!!" Kini Irlan mengumpat wanita yang habis-habisan dia bela di depan orang tuanya.
__ADS_1
"Cih..gila si Melda,kurang puas apa dia ngelayanin empat om-om??" Celetuk Igo.
"Bisa jadi semua om-om yang nidurin dia ejakulasi dini. Baru main lima menit langsung moncrot. Udah gitu cuma bisa main dua ronde doank palingan. Yah pantes lah dia pelihara gigolo.." Yordan menjawab celetukan Igo.
"Kayaknya sih gitu,apalagi kalau denger cerita loe Lan,kayaknya si Melda udah hyper deh. Apalagi loe kan gak pernah masukin si junior ke dalam punya Melda. Makanya dia cari pelampiasan di luar. Dan sialnya si Melda,pas udah pelihara gigolo,eh loe malah di boikot bokap loe dari perusahaan. Jadi lah dia nyari om-om yang bisa bayarin dia.." Igo mulai berasumsi.
Pikiran Irlan pun membenarkan asumsi Igo, ia menghubungkan kejadian demi kejadian.
"Bre**sek!!! Gue bela dia mati-matian di depan bokap gue sampe-sampe gue di boikot,,eh gak taunya yang gue bela emang bener-bener ja**ng!!" Irlan mengepalkan tangannya.
Dia berdiri dari duduknya.
"Mau kemana loe?" Tanya Igo sambil menahan tangan Irlan.
Melihat Irlan yang di penuhi emosi,Igo takut kalau Irlan sampai khilaf dan merugikan dirinya sendiri.
"Dia harus hancur ditangan gue.." jawab Irlan penuh emosi.
"Jangan kotorin tangan loe buat perempuan kayak gitu.." kata Igo lagi.
"Bener Lan." Timpal Yordan.
Dia mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan. Tujuannya sekarang adalah apartemen Melda.
Dua jam sebelumnya
"Kamu yakin kita ke apartemen kamu? Nanti kalau pacar kamu tiba-tiba dateng gimana?" Raka bertanya kepada Melda.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju apartemen Melda.
"Udah seminggu dia gak pulang ke apartemen,aku hubungin juga gak bisa." Jawab Melda sambil mengusap-usap paha Raka yang sedang menyetir.
Raka menahan tangan Melda yang usapannya mulai naik ke atas.
"Sabar donk yank aku lagi nyetir."
"Kamu lama banget sih bawa mobilnya,aku udah gak tahan." Tangan Melda semakin nakal.
__ADS_1
"Kamu mau aku kebut-kebutan gitu?" Raka melirik sebentar ke arah Melda yang wajahnya sudah di penuhi kabut nafsu.
Raka sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,dia ingin mengerjai Melda yang sudah sangat ingin bercinta dengannya. Maklum saja dua hari mereka tidak bertemu,karena Raka harus mengantar kakaknya ke kota B. Dan Raka tau itu benar-benar membuat Melda menggila.
"Kalau tiba-tiba pacar kamu dateng gimana?" Tanya Raka lagi. Ada sedikit rasa takut dalam diri Raka karena memang ini pertama kali Melda membawa Raka ke apartemennya untuk bercinta.
"Gak akan,tenang aja deh. Dia tuh sekarang lagi sibuk ngurus perceraiannya sama istrinya yang masih bocah itu. Dia juga lagi ada masalah sama papinya. Jadi aku bisa pastiin dia gak akan nemuin aku dulu sebelum urusannya beres. Kamu tenang aja,kita bebas bermain beronde-ronde. Aku udah kangen banget sama ini.." Melda meremas senjata Raka.
"Akh..." Raka mendesah. Hampir saja ia kehilangan kesadarannya karena Melda terus memancing nafsunya.
Pertahanan Raka untuk mengerjai Melda runtuh juga,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Hanya dalam 15 menit mobil sudah sampai di parkiran.
Mereka pun keluar dari mobil.
Karena nafsu yang sudah tidak dapat dibendung lagi,sampai di dalam lift yang kosong mereka saling mencumbu.
Pintu lift terbuka,mereka menghentikan cumbuan mereka dan melangkahkan kaki keluar lift menuju unit apartemen Melda.
Pintu baru di buka Melda,tapi Raka langsung mendorong dan menyerang Melda dengan cumbuan-cumbuan yang menggairahkan.
Dan mereka pun melakukan penyatuan di ruang tamu.
Mereka tidak sadar setelah ini bencana besar terjadi.
Irlan masuk ke dalam apartemen Melda. Matanya langsung terbelalak melihat pakaian Melda dan pakaian seorang laki-laki berserak di lantai ruang tamu.
Irlan juga melihat cairan sisa percintaan Melda dengan Raka di atas sofa.
"Bangsaaat!!!" Irlan mengeraskan rahangnya,mengepalkan tangannya. Dari pancaran matanya terlihat jelas api kemarahan berkobar.
Irlan melangkah ke arah kamar Melda. Belum sampai di depan pintu Irlan mendengar desahan-desahan laki-laki dan wanita dari dalam kamar.
"Akh...faster baby...akh nikmat...akh lebih cepat sayang.." begitulah desahan erotis itu keluar dari mulut Melda,tapi begitu menjijikan ditelinga Irlan.
Irlan langsung membuka pintu dengan kasar.
__ADS_1
Begitu jelas di penglihatan Irlan seorang laki-laki sedang bertumpu pada kedua lututnya di atas ranjang,dan si perempuan dalam posisi menungging. Mereka bercinta seperti anj*ng.
Raka langsung melepaskan senjatanya ketika melihat Irlan masuk.