Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 1


__ADS_3

Satu setengah tahun sudah usia pernikahan Irlan dan Nia. Selama itu pula,Nia dan Irlan memutuskan untuk menunda untuk memiliki momongan,Nia memasang alat kontrasepsi di dalam rahimnya. Alasan pertama Nia ingin menunda momongan,karena mami Nita yang masih dalam proses pengobatan sehingga papa Niko dan papi Tian masih sibuk bolak-balik Singapore jadi kalau mereka nanti punya anak,takutnya perusahaan jadi terbengkalai. Alasan kedua adalah karena Nia ingin menikmati masa-masa berdua dulu dengan Irlan.


Irlan pun menghargai keputusan Nia yang ingin menunda memiliki anak. Tapi bukan berarti Irlan tidak melakukan ritual dengan istrinya,tiap malam Irlan pasti meminta Nia untuk melakukan ritual suci.


Enam bulan kemudian...


Mami Nita sudah dinyatakan sembuh dari kanker getah bening stadium dua. Akhirnya bulan madu yang selalu di nantikan Irlan pun terwujud.


Mereka memilih untuk berbulan madu keliling Eropa selama tiga bulan.


Destinasi pertama mereka adalah Kota Impian Paris,Prancis. Selama satu minggu mereka menikmati bulan madu di kota Paris. Selain menikmati keindahan kota Paris,Nia juga tidak melewatkan untuk berbelanja di kota yang terkenal dengan fashionnya itu.


Destinasi kedua mereka adalah Madrid,Spanyol. Selama satu minggu juga mereka menikmati bulan madu di Madrid. Disana mereka menikmati berbagai pertunjukan seni,mulai dari Toreros atau biasa dikenal Petarung Banteng hingga Flamenco Bailaors.


Destinasi ke tiga adalah Venice,Italia. Seminggu juga mereka berada di Italia. Kemudian destinasi ke empat kota Berlin,Jerman. Dan mereka pun seminggu mereka di Jerman.


Destinasi ke lima ke Kota 1000 menara di Praha,Republik Ceko. Semnggu mereka di sana. Destinasi ke enam, Amsterdam,Belanda. Seminggu juga mereka berada di Belanda. Destinasi ke tujuh St. Morizt,Swiss. Mereka juga berlibur selama seminggu. Destinasi ke delapan,Kota Dewa Athena,Yunani. Selama seminggu juga mereka berada disana. Destinasi ke sembilan,Kota Kuno Lisbon,Portugal. Seminggu juga mereka berbulan madu di Portugal. Destinasi ke sepuluh adalah London,Inggris. Selain berjalan-jalan ke London Eye,Tower Bridge dan Big Ben,mereka juga mengunjungi Mosha di rumah abadinya. Selama minggu juga mereka disana.


Puas mengelilingi benua Eropa,mereka pun memutuskan destinasi terakhir bulan madu mereka adalah Maladewa. Disana mereka mengunjungi Cocoa Island. Kemudian Vadhoo Island,pulau yang terkenal memiliki fenomena aneh di malam hari. Dan mereka sangat beruntung karena bisa melihat fenomena alam itu. Karena fenomena itu hanya terjadi di musim-musim tertentu. Tak ketinggalan mereka juga mengunjungi HP Reef dan Manta Point, menyelam bersama ikan pari manta. Dan terakhir mereka memilih berlama-lama di Pulau Kanuhura. Di pulau ini memiliki fasilitas hotel dan resort mewah,namun Irlan lebih memilih menyewa resort dengan fasilitas private beach. Di Maladewa mereka menghabiskan waktu selama dua minggu.


Setelah menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk berbulan madu mengelilingi benua Eropa dan berakhir di Maladewa,Irlan dan Nia pun kembali ke negaranya. Irlan berharap usahanya tiap malam menanam benih di ladang Nia selama tiga bulan tidak lah sia-sia. Karena dua minggu sebelum mereka pergi berbulan madu,Nia terlebih dulu melepaskan alat kontrasepsinya.


Irlan dan Nia tidak tinggal dirumah orang tua Nia maupun orangtua Irlan. Mereka sepakat untuk tinggal sementara di apartemen,sampai mereka memiliki momongan baru lah mereka menempati rumah yang Irlan beli enam bulan yang lalu.


Tiga bulan kemudian...


Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang kedua.


"Eugh..." Nia mengerjapkan matanya. Ia melihat sinar mentari yang masuk melalui sela-sela tirai jendela balkon kamarnya.


"Pagi sayang." Sapa Irlan yang sudah bangun terlebih dahulu dua jam dari Nia. Irlan mendekati Nia yang masih betah berbaring di atas tempat tidur dan mengecup kening istrinya.


"Pagi juga sayang." Balas Nia dengan suara khas orang bangun tidur.

__ADS_1


Nia melihat jam dinding yang ada di kamarnya,waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Astaga...udah jam sembilan kak. Kok kakak gak bangunin aku sih." Nia pun terduduk sambil memegangi selimut sampai di dadanya. Karena sekarang Nia masih dalam keadaan polos.


Irlan benar-benar tak pernah absen menabur benih di ladang Nia.


"Gak tega sayang ngeliat wajah kamu yang kecapean banget."


Nia mencebik kesal. Karena ulah Irlan yang tiap malam minta melakukan ritual tiga kali,dirinya jadi kelelahan dan akhirnya terlambat bangun.


"Makanya kalau minta jatah kira-kira dong. Udah tiap hari,tiga kali lagi. Absennya kalau aku datang bulan doang."


Melihat istrinya yang sedang kesal karena ulahnya tiap malam,membuat Irlan menjadi gemas dan ingin menerkam istrinya lagi. Namun niat itu ia urungkan karena sekarang ia ingin memberikan kejutan untuk Nia.


"Iya-iya. Nanti malam aku kira-kira. Kira-kira sampai subuh maksudnya.. hehehe.."


"Apaan sih...udah akh aku mau mandi. Pasti papa udah ngomel-ngomel deh dikantor."


Meskipun papa Niko sudah menyerahkan perusahaan pada Nia,tapi tetap saja papa Niko datang setiap hari ke kantor untuk memantau.


"Ya ampun kak. Kemaren kita udah tiga bulan cuti,masa iya kita mau sering-sering bolos sih. Inget loh kak,sekarang Dirgantara Group ada di bawah tanggung jawab aku dan Pratama Group ada di bawah tanggung jawab kakak. Kalau kita sering-sering bolos,bisa-bisa dua perusahaan yang udah di bangun susah payah oleh orangtua kita,malah hancur di tangan kita."


"Hush..gak boleh ngomong gitu. Lagian kita kan gak bolos,aku udah minta izin sama papa dan papi untuk hari ini aja."


Nia mengernyitkan keningnya. Dia mencoba mencerna kata-kata Irlan. Sepertinya Nia lupa kalau hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke dua.


"Mending sekarang kamu mandi dulu sana." Irlan menarik tangan Nia agar istrinya turun dari tempat tidur mereka.


Nia pun menurut. Ia menggulung selimut ke tubuhnya kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Meskipun sudah dua tahun menikah dan sudah sering melakukan ritual,tapi Nia masih malu jika harus mondar-mandir dalam keadaan polos di depan Irlan.


Melihat Nia yang masih saja malu-malu tampil polos di hadapannya,membuat Irlan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Irlan duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka dan menunggui Nia sampai selesai mandi.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.


Akhirnya,setelah setengah jam Nia melakukan ritual bersih-bersih di dalam kamar mandi,Nia pun keluar dari dalam kamar mandi.


Dengan menggunakan bathrobe dan handuk yang menggulung rambutnya. Nia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Namun baru saja dirinya ingin mencolokkan hairdryer,tangan Irlan langsung merampas colokan itu kemudian mencolokkan hairdryer itu ke kontak listrik. Irlan pun membantu istrinya mengeringkan rambut.


Setelah rambut Nia kering,Irlan menggiring Nia keluar dari dalam kamar menuju ruang makan.


"Aku pake baju dulu kak." Pekik Nia saat tangan Irlan terus saja mendorong tubuhnya untuk keluar dari kamar.


"Gak usah. Abis ini nanti juga di buka lagi."


"Ish...gak ada yah,aku capek.!! Aku mau pergi spa dulu,badan aku rontok semua gara-gara kakak.!!" Tolak Nia yang mengerti arti ucapan sang suami.


"Masa sih rontok. Kan udah minum obat encok dari mommy nya Yordan."


"Obatnya udah habis."


Mereka terus mengobrol sambil terus berjalan ke ruang makan.


Mata Nia membelalak melihat meja makan yang penuh dengan makanan favorite Nia. Dan yang sukses membuat Nia menganga adalah kue tart yang bertuliskan Happy Anniversary.



HAI....HAI...HAI....


Sesuai janji othor yang mau kasih bonus chapter,nih othor udah penuhin janji othor.


Cerita tentang Clara dan Alex juga udah terbit.


__ADS_1


Yuuuuk di kepoin. Othor tunggu yah komen kalian di AKHIR PENDERITAAN CLARISA. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2