Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 95


__ADS_3

"Kamu gak usah mikirin ke situ,biar itu jadi tugas aku untuk mendapatkan restu dari keluarga kamu. Kalaupun mereka gak merestui hubungan kita,itu wajar karena dulu aku pernah nyakitin kamu dan mengingkari janji aku untuk bahagiain kamu. Tapi meski begitu aku akan tetap maju untuk memperjuangkan hubungan kita,aku akan buktiin sama papa Niko dan mama Dena kalau kali ini aku akan menjaga dan membahagiakan kamu dengan segenap hati dan jiwa aku."


"Gimana kalau papa kekeh gak ngerestuin hubungan kita.?"


"Kamu tenang aja,aku pastiin paling lama akhir bulan kita udah pegang buku nikah." Jawab Irlan dengan pedenya.


"Ish...aku gak yakin papa bisa secepat itu nerima kamu lagi."


Bibir Irlan tersenyum,tapi tidak dengan hatinya. Ia juga tidak yakin dengan perkataannya barusan. Tapi sebisa mungkin ia memberi sugesti untuk dirinya sendiri kalau perkataannya itu akan jadi kenyataan.


"Harus yakin dong sayang,omongan itu adalah doa. Jadi kalau kamu mau papa Niko cepat ngerestuin hubungan kita,mulai sekarang kata-kata yang keluar dari mulut kamu harus kata-kata yang optimis." Kata Irlan sambil mencubit gemas pipi Nia.


Dengan pipi yang di gelembungkan,Nia pun mengangguk menyanggupi permintaan Irlan.


Melihat Nia yang begitu menggemaskan,Irlan mengacak-acak rambut Nia.


"Kamu kok makin hari makin ngegemisin banget sih sayang. Udah gak sabar pengen cepet-cepet halal.." kata Irlan disela-sela aksinya mengacak-acak rambut Nia.


Nia memukul tangan Irlan saat mendengar yang Irlan katakan.


"Itu aja yang ada di otak kakak." Protes Nia.


"Wajar lah sayang,namanya laki-laki normal." Jawab Irlan sambil menyalakan mesin mobilnya.


Kemudian kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah orangtua Nia.


🍀🍀🍀🍀🍀


Alex mengetuk pintu kamar hotel yang di dalamnya sudah ada Clara yang menunggu dirinya. Seperti biasanya,jika Clara sudah menyelesaikan tugasnya,Alex akan mendatangi Clara untuk berterimakasih Clara dengan cara memanjakan Clara di atas ranjang.


Ceklek. Pintu kamar hotel itupun terbuka.


Nampak lah Clara sudah menggunakan lingerie yang sangat seksi. Membuat tubuh putih nan mukus itu terekspos.


Tak bisa Alex pungkiri,tubuh Clara benar-benar sudah menjadi candu untuknya. Tapi sayang Alex hanya menganggapnya partner di atas ranjang sekaligus partner untuk mendapatkan tanda tangan investor.


Alex masuk ke dalam kamar itu dan melangkahkan kakinya menuju sofa dan mendudukkan dirinya di atas sofa.


Clara mengikuti Alex dari belakang,dan mendudukkan dirinya di paha Alex.

__ADS_1


"Gimana darl,mereka sudah tanda tangan kan?" Tanya Clara sambil tangannya melepaskan dasi yang masih melingkar di leher Alex.


Tangan Alex tak mau kalah dengan tangan Clara,dia mengusap punggung Clara dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sedang bermain di paha mulus Clara.


"Kalau belum beres,gak mungkin gue disini sekarang Ra.." kini bibirnya sudah menjelajahi leher jenjang Clara.


Clara mendesah saat Alex memberi kissmark di lehernya. Permainan pun semakin memanas.


Saat tangan Alex sedang bermain-main dengan squishy kembar Clara,tangan Clara dengan lincahnya membuka ikat pinggang kemudian resleting celana Alex. Kini Alex sudah polos di bagian bawah.


Alex juga tak mau kalah lincah. Hanya dengan satu tarikan lingerie itu kini sudah teronggok di atas lantai. Kini di tubuh Clara hanya menempel pembungkus area inti saja saja,karena memang sebelumnya Clara tidak memakai penutup squishy kembarnya.


Tangan mereka pun saling menggapai ke titik yang bisa membuat mereka semakin terhanyut. Hasrat mereka sudah sama-sama meninggi,Alex membuka penutup terakhir yang menempel di bagian bawah Clara. Sedangkan Clara membuka satu persatu kancing kemeja Alex dengan cepat. Karena sudah sama-sama diburu gelombang yang sudah di ubun-ubun. Alex langsung membetulkan posisi duduk Clara. Menaikkan sedikit bokong Clara dan mengarahkan pusakanya ke dalam milik Clara.


Mereka pun sama-sama mendayung untuk mencapai pada pusat gelombang.


"Punya loe enak banget Ra.." kata Alex di sela-sela pacuan mereka.


Alex menggendong Clara seperti bayi koala dan memindahkannya ke tempat tidur. Mereka melanjutkan dayungan mereka di atas tempat tidur.


Kini Alex yang memegang kendali,mendayung dengan sangat cepat ketika dirinya sudah memasuki area pusat gelombang.


"Sama-sama Ra.." Alex membalas kata-kata Clara. Dan erangan panjang pun keluar dari mulut keduanya.


Alex menumpahkan benihnya di ladang Clara. Setelah milik Alex melemas,baru lah Alex mengeluarkannya dari dalam sana.


Berbaring di samping Clara dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.


Clara merubah posisinya dengan memiringkan tubuhnya menghadap Alex.


Cup. Satu kecupan di pipi Alex mendarat mulus dari Clara.


Lalu Clara menaruh kepalanya di dada bidang Alex.


"I love you Lex." Kata Clara dalam hatinya.


"Gimana perkembangan hubungan mu dengan wanita itu?" Clara menahan rasa sakit di hatinya saat memberikan pertanyaan itu.


"Buruk. Semua gak berjalan sesuai kemauan gue." Jawab Alex,sambil matanya mengarah ke langit-langit kamar.

__ADS_1


"Terus apa yang kamu rencanakan sekarang?" Clara penasaran rencana apa yang sedang Alex susun.


"Gue akan jebak dia,dan akan jadiin dia milik gue dengan paksa." Alex menyeringai licik.


Clara mengepalkan tangannya. Otaknya pun berpikir cara yang harus ia lakukan untuk menggagalkan rencana Alex.


🍀🍀🍀🍀🍀


Mobil Irlan sudah sampai di depan rumah Nia.


"Kok gak masuk ke dalam?" Tanya Nia heran karena mobil Irlan berhenti didepan rumah.


"Gak enak Nia,kan mama sama papa gak ada. Nanti kalau mama-papa tau aku masuk ke rumah pas mereka gak ada,mereka malah makin ngamuk. Aku akan masuk kedalam saat mama-papa sudah ada dirumah. Dan langsung minta kamu jadi istri aku." Jawab Irlan sambil mengusap puncak kepala Nia.


"Sekarang kamu masuk." Lanjut Irlan lagi.


Nia pun mengangguk.


"Aku masuk yah.. Kakak hati-hati di jalan." Ucap Nia sebelum keluar dari mobil Irlan.


Namun saat Nia hendak membuka pintu mobil,Irlan menarik tangan Nia.


Cup. Tiba-tiba Irlan mendaratkan ciumannya di bibir Nia dan ********** sebentar lalu melepaskan pungutannya saat merasakan Nia yang seperti kehabisan oksigen.


Nia memukul dada Irlan dan mendorong tubuh Irlan agar menjauh darinya.


"Kebiasaan deh..!!" Protes Nia sambil mengelap bibirnya.


Irlan malah terkekeh melihat respon Nia.


"Sori..dari tadi udah aku tahan,tapi gak bisa untuk gak nyium kamu. Apalagi kita bakal gak ketemu lama..Bisa mati gila aku karena kangen sama bibir kamu."


"Gak ketemu lama? Emangnya kakak mau kemana,kok gak bilang daritadi kalau kakak mau pergi?" Tanya Nia penasaran,hatinya seolah tak terima Irlan pergi berlama-lama.


"Gak kemana-mana. Kan besok pagi kita baru ketemu lagi,jadi untuk beberapa jam kedepan sampe besok pagi aku jemput kamu kita gak akan ketemu. Dan buat aku itu tuh lamaaaaaaa banget. Pengennya aku tuh begini terus sama kamu." Lalu Irlan memeluk Nia sangat erat.


"Sama begini..cup cup cup cup cup.." kecupan bertubi-tubi Irlan berikan di bibir Nia.


"Iiiikkh" Nia mendorong tubuh Irlan.

__ADS_1


Irlan malah tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2