Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Pertemuan dengan Sandra


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang sibuk buat Gebi dan juga para karyawannya . Sejak pagi buta dia sudah berada di hotel paradise.


Gebi secara khusus diminta untuk mempersiapkan makanan buat para tamu. Hari ini merupakan peresmian hotel paradise.


Gebi turun langsung untuk memasak . Bahan-bahannya sudah ia beli sejak kemarin . jadi hari ini tinggal mengeksekusinya.


Gebi membagi karyawannya dalam tiga bagian . Ada yang khusus untuk memasak makanan utama . Ada yang khusus untuk kue . Dan satu lagi khusus minuman .


Ada sembilan orang dari tim mereka. Jadi setiap tim ada tiga orang .


Gebi bersama dua karyawan memasak makanan utama . Ada ayam kecap , rendang , capcay, ayam krispi, udang goreng krispi, cumi asam pedas , SOP ayam , soto dan rawon.


Untuk kue ketiga karyawan Gebi membuat risoles , pisang coklat , cheese cake, puding strawberry, brownies dan kue lapis legit.


Dan untuk minuman mereka membuat es kopyor, sebuah , dan sirup .


Khusus yang menyajikan kedepan merupakan karyawan yang baru saja direkrut . Selain membawa kedepan mereka juga melayani para tamu .


Tanpa Gebi tahu hotel itu merupakan hotel milik Aryan . Aryan pun sudah ada di hotel sejak semalam. Dia datang bersama dengan Sandra sang adik bungsu.


Tok tok tok


Tok tok tok


Ceklek !


" Kok lama amat sih kak , kaki Sandra sudah pegal nih nunggu ," ucap Sandra dengan cemberut .


Meskipun sudah dewasa tetapi sifat manjanya tidak pernah berubah . Apalagi jika sedang bersama Aryan .


" Sorry dek ... kakak masih baru selesai bersiap," ucap Aryan sambil mengelus rambut adiknya dengan lembut.


Sandra menatap penampilan Kakaknya dari atas sampai bawah . Membuatnya geleng-geleng kepala . Kakaknya semakin bertambah usia semakin tampan saja menurutnya.


" Ngapain ngeliatin kakak seperti itu ?" tanya Aryan heran .


" Kakak tampan banget deh ... sumpah ," decak Sandra tanpa mengalihkan pandangannya dari sang kakak .


" Jadi kak Aryan setampan itu ?"

__ADS_1


" Sip mah pokoknya."


" Maaf tuan acaranya akan segera dimulai," ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


Pakaian wanita itu sangat ketat . Memperlihatkan bentuk tubuhnya dengan sempurna. Senyum manis juga tidak hilang dari wajahnya.


" Kami akan segera kesana ," ucap Aryan datar .


" Baik tuan ," ucap wanita dengan senyum tak lepas dari wajahnya. Kemudian wanita itu melirik Sandra sebelum pergi dari tempat itu .


" Sepertinya fans kakak jadi bertambah," cebik Sandra tak suka .


" Kenapa bibirnya ditekuk seperti itu?" tanya Aryan sambil tertawa melihat wajah tertekuk adiknya.


" Sudah yuk kita kesana . Bisa-bisa kita ketinggalan," ajak Aryan saat adiknya hanya diam saja .


Mereka pun pergi ke ballroom hotel tempat diadakannya acara . Dia ingin melihat persiapan yang ada di sana sebelum pergi ke depan. Sebab sebelum ke ballroom dia harus memotong pita di pintu utama hotel.


Sandra harus terpisah dengan sang kakak . Jadi dia pergi berkeliling di sekitar hotel . Dia merasa jenuh karena tidak ada siapapun yang ia kenal selain kakak dan juga asistennya.


Ternyata Sandra berjalan hingga ke dapur . Karena sudah terlanjur , Sandra pun masuk kedalam.


Tiba-tiba pandangan Sandra jatuh pada sosok perempuan yang sedang asyik membuat ayam krispi.


" Gebi ?" pekik Sandra kaget .


Ternyata suaranya cukup keras . Hingga beberapa orang menatapnya. Begitupun dengan Gebi.


Gebi sampai melotot . Dia mengucek matanya yang tidak gatal . Dia bahkan tidak sadar jika Sandra melangkah kearahnya.


" Jadi kamu beneran Gebi ?" tanya Sandra sambil menatap penampilan Gebi dari atas sampai bawah.


" Kak Gebi kenal sama gadis itu ?" bisik Airin di dekat telinganya . Hal itu tak luput dari pendengaran Sandra .


" Iya . Dia teman kakak dari Jakarta," jawab Gebi sambil tersenyum


" Halo san , bagaimana kabarnya?" tanya Gebi dengan ramah . Tetapi dia masih fokus dengan pekerjaannya.


Bukannya menjawab , Sandra malah shock mendapatkan sambutan hangat dari Gebi . Dia pikir Gebi akan berpura-pura tidak mengenalnya. Apalagi dengan keburukan yang selama ini ia lakukan padanya.

__ADS_1


" San .." panggil Gebi dengan lirih . Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan mantan adik iparnya hingga terbengong seperti itu .


" Eh ... sedang apa kau disini ?" tanya Sandra dengan gugup


" Oh .... bisa kamu lihat kan . Saya sedang masak ," jawab Gebi dengan jujur .


" Sudah tahu ma ..."


" Kok masih nanya ?"


" Basa basi gitu . Kamu kerja disini?"


" Nggak sih . Cuma disuruh masak untuk acara hari ini ."


" Maksudnya gimana sih ?" tanya Sandra bingung. Tetapi Gebi tidak ada niat untuk menjelaskan.


Sandra bingung mau bicara apa lagi . Jadi dia cuma fokus menatap Gebi bekerja .


" Kamu sendiri ngapain disini ?"


" Ikut kak Aryan ," jawab Sandra dengan jujur .


deg !


Entah kenapa hanya mendengar namanya disebut saja membuat jantung Gebi berdetak kencang. Dia sampai memegang dadanya.


" Kenapa geb ?"


" Nggak papa kok ," jawab Gebi kikuk .


" Dada kamu sakit ?" tanya Sandra dok polos .


" Iya nih ... agak nyeri sedikit," jawab Gebi berbohong. Tidak mungkin dia jujur dengan yang dirasakannya.


Perbincangan mereka berdua, membuat semua karyawan Gebi penasaran.


Cukup lama Sandra berada di dapur . Bukan hanya berada di tempat Gebi tetapi berganti-ganti tempat .


Setelah acara selesai, Sandra kembali ke tempat Gebi . Dia ngotot ingin pergi ketempatnya. Tidak ada pilihan lain bagi Gebi selain mengajak Sandra ketempatnya. Mengingat gadis itu terus mengekor dibelakangnya.

__ADS_1


__ADS_2