Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Calon istri


__ADS_3

" Ini sebenarnya ada apa sih ?" tanya Laila begitu diruangan ini tersisa empat orang .


" ..."


" ..."


" Terus apa maksudmu tadi Ar ... kamu sudah melamar Gebi ?" tanya Gebi dengan semangat . Dia tidak marah namun kaget .


" Tidak," ucap Aryan dan Gebi kompak . Keduanya sontak saling pandang sebelum Gebi mengalihkan pandangannya.


" Terus tadi apaan?"


" Refleks ," jawab Aryan jujur.


Sedangkan Gebi hanya diam . Sebab dirinya memang tidak mengetahui alasan Aryan mengaku sebagai calon suaminya.


" Memangnya mereka siapa sih ?"


Ceklek


" Pagi sweety..." sapa Brayen dengan riang. Ditangannya ada bunga dan juga buah .


Keempat orang itu menatap Brayen dengan pandangan berbeda-beda.


" Kok pada ngeliatin Brayen gitu amat sih . Tahu sih ganteng tapi nggak gitu amat kali ," ucap Brayen dengan pedenya.


" Eh ... pasti Tante , mamanya Gebi ya ?


Kenalin Tante calon pacar putri Tante ," lanjut Brayen sambil mengulurkan tangannya pada Laila .


Laila yang masih terkejut , diam saja saat tangannya dikecup oleh Brayen .


" Ini biang masalahnya ma ," ucap Sandra kemudian .


" Enak saja ... ganteng-ganteng gini dibilang biang masalah. Kamu tuh yang masalah !'


" Kan emang bener kamu tuh _"


" Sandra !"


" Maaf ma ... tapi bener loh . Ni orang yang sudah disebutkan oleh wanita tadi ."

__ADS_1


" Benarkah?" tanya Laila pada Gebi . Gebi mengangguk sebagai Jawaban.


" Ada apa sweety?" tanya Brayen yang merasa ada yang salah dengan kehadirannya.


" Ayo kita keluar dulu . Biar Gebi bisa berbicara berdua dengannya."


" Nggak bisa gitu dong ma . Mama harus ingat ... kita tidak membiarkan dia orang yang berbeda jenis berada dalam satu ruangan . Karena yang ketiga itu setan ."


" Terus kamu mau jadi setannya ?" sindir Brayen .


" Enak saja ... kamu tuh setan."


" Kok jadi kalian yang bertengkar sih ?" tanya Laila sambil geleng-geleng kepala .


" Baiklah... kamu bertiga akan duduk di sofa sana . Kalian berdua selesaikan masalah kalian ."


" Tante pasti salah paham . Saya sama my sweety nggak pernah punya masalah Tante . Kalau sama tuh anak sih mungkin ," ucap Brayen sambil menunjuk Sandra dengan dagunya .


" Ha ... Tante tahu kamu tidak ada masalah dengan Gebi . Tapi apakah kamu tahu yang dilakukan mamamu pada Gebi ?"


" Mama ?"


" Apa itu benar sweety?"


" Benar Bray... lupakan perasaan mu padaku . Kita tidak akan pernah bisa bersatu ."


" Sweety...."


" Aku tahu perasaan mu tulus. Aku hargai itu . Tapi .... alangkah baiknya kamu menerima orang yang benar-benar mencintai mu . Karena aku .... maaf ."


Ruangan itu langsung sunyi . Gebi tidak berani menatap wajah Brayen yang murung . Kasihan ... siapa yang tidak kasihan . Dia sangat tahu rasanya mencintai tetapi tidak dicintai.


" Aku sangat berharap akan kebahagiaanmu . Tapi bukan dengan ku . Wanita itu sangat mencintaimu. Kamu tahu itu kan ?" lanjut Gebi dengan lirih .


Brayen mengepal kan kedua tangannya dengan erat . Dia berlutut di depan Gebi . Hingga keempat orang yang ada diruangan itu kaget . Bahkan Gebi berusaha untuk bangun sayang kondisinya tidak mendukung.


" Bray ..."


" Apakah kita memang tidak bisa bersama ? Kamu tahu... aku mencintaimu sejak pertama bertemu. Tidak bisakah kamu melihatnya?" ucap Brayen dengan tangis yang menyayat hati .


Gebi langsung menangis . Andai tidak ada perbedaan diantara mereka pasti dengan senang hati Gebi menerimanya. Siapa yang tidak ingin dicintai segitu besarnya.

__ADS_1


Sandra pun ikut menangis . Ternyata bukan hanya dia yang menangis karena cinta .


" Tuhanku dan tuhan yang kau sembah berbeda . Mungkin jika hanya kebencian mamamu aku bisa menerima . Tetapi aku tidak akan kuat menerima kebencian dari Tuhanku. Aku dengan agamaku dan kamu dengan agamamu ."


" Apakah apabila aku ikut keyakinanmu kita bisa menikah ?"


" Aku tidak ingin kamu mengikuti keyakinanku hanya karena aku ."


" Terus apa yang harus aku lakukan geb ?" tanya Brayen dengan frustasi.


" Terimalah gadis itu . Dia sangat dicintai oleh orang tuamu . Terimalah dia sebagai baktimu pada orang tuamu . Ingatlah perjuangan mamamu saat mengandung dan melahirkan kamu . Aku bukanlah siapa-siapa tetapi mamamu ..."


Brayen terhenyak mendengar penuturan Gebi . Dia ingat cerita Omanya . Mamanya harus mengalami koma hingga beberapa hari setelah melahirkannya. Bahkan mamanya juga pernah tertabrak sepeda motor hanya untuk menolongnya.


Akhirnya Brayen mengusap air matanya. Dia tatap Gebi dengan senyum lembut .


" Terimakasih... kamu telah menyadarkan aku . Aku memang mencintaimu . Tetapi aku lebih mencintai mamaku . Terima kasih.... sudah mengingat kan aku yang belum pernah sekalipun membahagiakan orang tuaku."


Gebi ikut tersenyum mendengarnya.


" Jadi ?"


" Aku akan kembali ke orang tuaku . Aku akan berusaha untuk menerima wanita pilihannya. Aku harap ... kamu selalu bahagia . Mendapatkan lelaki yang benar-benar tulus mencintaimu. "


" Terimakasih..."


" Kalau begitu ... izinkan aku untuk memelukmu untuk yang pertama dan terakhir.'


" Ha ?"


" Enak saja pakai peluk-peluk ," ucap Aryan yang tiba-tiba menarik kerah baju Brayen hingga Brayen tak jadi memeluk Gebi .


" Kamu itu sama adikmu sama . Suka banget merusak kebahagiaanku ," cebik Brayen tak terima .


" Jangan pernah memeluk calon istriku tahu ?"


" Calon istri calon istri .... bukan kan mantan istri ?"


" Kamu ..."


" Berisik !'

__ADS_1


__ADS_2