Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 94


__ADS_3

Nampak raut wajah Irlan yang kembali suram. Namun baru saja Irlan mengambil kotak itu dari tangan Nia,wajahnya langsung berubah drastis mendengar ucapan Nia.


"Aku mau kamu pakein cincin itu di jari manis aku ditangan kanan. Kalau ukurannya pas,aku langsung terima kamu,tapi kalau kelonggaran atau kekecilan,aku tunda nerima kamu sampe tahun depan."


Nia sengaja mengatakan itu,karena Nia sudah mencobanya dahulu.


Hati Irlan jadi deg-degan,takut kalau cincinnya kelonggaran atau kekecilan,karena resikonya ia harus menunggu Nia setahun lagi.


Irlan pun mulai memasangkan cincin itu di jari manis tangan kanan Nia dan...


Ternyata pas..


Mata Irlan melotot sempurna,tak menyangka bahwa cincin yang ia beli dengan ukuran yang hanya dikira-kira ternyata pas di jari Nia.


Sedangkan Nia yang memang sudah mencobanya dahulu,terlihat biasa saja. Dia malah tersenyum melihat reaksi Irlan yang begitu bahagia.


"Jadi deal nih kamu nerima lamaran aku?" Tanya Irlan sekali lagi untuk memastikan.


Nia mengangguk menjawab pertanyaan Irlan. Wajahnya sudah sangat merona,karena ini pertama kalinya ia di lamar oleh laki-laki yang pernah menjadi suaminya dulu.


Melihat anggukan dari Nia,Irlan langsung memeluk tubuh Nia. Tak perlu ditanya lagi bagaimana hatinya saat ini,yang pasti senang bukan kepalang.


"Makasih sayang...makasih. Aku janji akan mengganti semua hari-hari mu yang menyakitkan dulu dengan hari-hari penuh kebahagiaan.." kata Irlan saat memeluk Nia.


"Aku pegang janji mu.." jawab Nia dalam pelukan Irlan.


Irlan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Nia dalam-dalam. Mata mereka saling bertemu dan menatap untuk beberapa saat. Irlan menangkup wajah Nia dengan kedua tangannya.


Cup.


Satu kecupan dari bibir Irlan mendarat di kening Nia.


"I love you." Kata Irlan setelah memberikan ciuman di kening Nia.


Lalu bibir Irlan kembali mengecup kedua mata Nia,kemudian kedua pipi Nia dan puncak hidung Nia.


Mata mereka kembali lagi bertemu.


"Jangan pernah menghilang lagi dari aku.." kata Irlan sambil menatap kedua bola mata indah milik Nia.


"Dan kamu jangan pernah khianatin aku lagi." Nia membalas kata-kata Irlan.


"Gak akan pernah. Cukup sekali buat aku ngelakuin kebodohan itu."

__ADS_1


Mereka berdua pun tersenyum dengan mata yang masih saling memandang.


Cup.


Kali ini Nia yang mendaratkan ciumannya di bibir Irlan. Hanya sebentar Nia menempelkan bibir manisnya di bibir Irlan. Namun saat Nia ingin menjauhkan bibirnya dari bibir Irlan. Tangan Irlan langsung menahan tengkuk Nia,dan kini bibir Irlan yang memperdalam ciuman mereka. Irlan menyesap bibir atas dan bawah Nia secara bergantian. Lalu lidahnya memaksa masuk ke dalam rongga mulut Nia untuk bertemu dengan lidah Nia. Lidah mereka pun saling membelit. Sesekali Irlan melepas pungutan mereka hanya untuk mengambil oksigen sebentar,lalu mengulangnya lagi.


Cukup lama mereka berciuman panas di teras balkon,membuat hasrat Irlan kembali meninggi dan menuntut lebih. Merasa ini adalah tanda bahaya,Irlan langsung melepaskan ciuman mereka. Dengan nafas yang masih memburu,Irlan menyatukan keningnya dengan kening Nia.


"Bahaya kalau diterusin.." kata Irlan,dengan suara yang berat dan serak menahan hasrat yang sudah di ubun-ubun.


Nia pun mengangguk membenarkan perkataan Irlan. Karena sebenarnya dirinya juga sudah mulai hilang kendali.


Nia menjauhkan keningnya dari kening Irlan.


"Kak...aku laper.." kata Nia dengan nada yang dibuat manja.


Kata-kata Nia membuyarkan momen keromantisan mereka.


Irlan tersenyum. Nia nya telah kembali seperti dulu lagi. Selalu manja dan bersikap manis padanya.


"Ayo" Irlan menarik tangan Nia menuju dapur.


Irlan mendudukkan Nia di kursi.


"Emang kakak bisa masak?" Tanya Nia penasaran,karena setaunya dulu Irlan tidak tau memasak.


Irlan mengangguk.


"Semenjak kamu pergi,aku jadi belajar masak. Mempersiapkan diri aku untuk ngebahagiain kamu. Salah satunya yah dengan cara memasak untuk kamu. Jadi kalau kita udah nikah nanti,kamu gak perlu repot-repot masakin aku,biar aku yang nyiapin sarapan dan makan malam buat kamu."


"Itu kan tugas istri kak."


Irlan menggeleng.


"Kalau kamu jadi istri aku,kamu gak usah ngeluarin tenaga kamu untuk ngurus rumah atau masak buat aku. Kamu cukup ngeluarin tenaga kamu ngelayanin aku di atas ranjang." Kata Irlan sambil mengerlingkan matanya.


Nia mendorong tubuh Irlan setelah mendengar kata-kata Irlan.


"Dasar mesum.....!!!"


Irlan tertawa terbahak-bahak karena telah berhasil menggoda Nia.


"Persiapin diri kamu mulai sekarang buat ngelayanin aku enam sampe tujuh ronde.." teriak Irlan yang sudah sedikit menjauh dari Nia sambil terbahak-bahak.

__ADS_1


Mata Nia membulat mendengar kata-kata Irlan. Dia kembali teringat pada kejadian malam itu,mengingat tenaga Irlan yang tak ada habis-habisnya melakukan hubungan intim.


Nia menggelengkan kepalanya,membuyarkan kejadian malam itu dari otaknya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Alex mengeraskan rahangnya saat orang suruhannya yang mengikuti Nia ke kota B memberikan informasi kalau Nia dan Irlan kembali bersama.


"Brengsek!!! Ini gak bisa dibiarin!!! Gue udah nunggu loe lama,tapi kenapa gue yang harus jadi figuran di hidup loe Nia!!!" Alex mengepalkan tangannya tak terima.


Dia beranjak dari duduknya,namun sebelum kakinya melangkah menuju pintu hp Alex berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Dia mengambil hp nya dari dalam saku celana. Tertera nama Clara.


Dengan malas Alex menggeser tombol hijau.


"Hemh.." kata Alex setelah menerima panggilan itu.


"Aku udah beresin yang kamu minta kemarin darl,jadi siap-siap mereka akan datangin kamu sebentar lagi."


Senyum Alex terbit seketika mendengar kabar dari Clara.


"Loe emang paling bisa di andalkan."


"Apa pun untuk mu darl,dan inget setelah tanda tangan kontrak kita ketemu di hotel biasa."


Alex langsung mengakhiri panggilan dari Clara. Kini ia berbalik menuju meja kerjanya untuk menunggu kabar dari calon investor. Seketika Alex melupakan niatnya untuk mendatangi Nia di kantornya,buat Alex mendapatkan tanda tangan kontrak jauh lebih penting.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kini Irlan dan Nia sedang dalam perjalanan menuju rumah orangtua Nia.


"Kak.."


"Iya sayang.." Irlan menoleh sebentar ke arah Nia lalu matanya kembali fokus melihat jalanan.


"Gimana kalau mama sama papa tau tentang hubungan kita..?" Tanya Nia ragu.


Irlan menepikan mobilnya. Melihat Nia yang sedang gelisah,Irlan tau apa yang sedang Nia pikirkan.


Sebenarnya ia juga belum tau apa yang harus ia katakan kepada papa Niko dan mama Dena saat meminta restu mereka nanti. Tapi ia juga tak mau menunda-nunda apalagi sampai harus merahasiakan hubungan mereka pada orangtua Nia maupun orangtuanya.


Irlan mengambil tangan Nia dan menggenggamnya.

__ADS_1


ยคยคยค Gantungin dulu deh sampe para readers cidaha (cinta dalam hati) MCMI pada ngasih like,komen,hadiah sama vote yang banyak buat MCMI..ยคยคยค


__ADS_2