Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 116


__ADS_3

"Nyosoooor mulu kerja loe Lan..!!!" Ejek Igo yang melihat Irlan ingin mencium Nia.


Igo,Yordan,Ica dan Tia mengikuti Nia dan Nia ke lantai atas untuk memberi selamat untuk pasangan itu,tapi saat sampai di balkon mereka melihat pemandangan yang tidak mengenakkan.


"Tau gak sabaran banget loe!!! Sabar sepuluh hari lagi.!!" Timpal Yordan.


"Brisik loe semua.!!! Namanya juga udah empat tahun puasa!!!" Balas Irlan yang tak terima di ejek dua sahabatnya.


"Hahahaha....sama loe kayak si Yordan,puasa empat tahun.!!!" Igo tertawa terbahak-bahak mengejek Irlan dan Yordan.


"Bedalah!!! Gue puasa empat tahun karena nungguin belahan jiwa gue.!!! Kalau si kampreto puasa empat tahun karena si Jeki mati suri,cuma mau bangun kalau ada pawangnya.!!!" Irlan malah ikut mengejek Yordan.


"Anjiiir loe berdua..Gue sumpahin loe Go kena virgin efect,biar kleyengan tuh si Dragon!!!!" Kata Yordan menyumpahi Igo.


"Kalian tuh pada ngomongin apaan sih!!! Gak jelas banget!!!" Protes Ica pada tiga laki-laki itu.


Sedangkan Tia dan Nia hanya geleng-geleng kepala.


Tia dan Ica mendekati Nia. Dan tiga lelaki itu pun menjauh dari kumpulan para wanita.


"Selamat yah neng,akhirnya bisa rujuk lagi sama si babang." Kemudian mereka bertiga saling berpelukan.


"Makasih yah..." Nia membalas pelukan kedua sahabatnya itu.


Nia melepaskan pelukannya.


"Jadi kapan loe sama si bule gesrek nyusul??!!" Tanya Nia pada Ica.


"Apaan sih. Orang kita gak ada hubungan apa-apa. Gue mau fokus berkarir dulu.!"


"Jangan terlalu berkeras hati,kalau masih cinta bilang aja jangan di pendam terus. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan,tapi si akang bule kan udah berubah Ca dan kelihatannya dia serius sama loe." Ujar Tia.


Nia mengangguk setuju.


"Bener yang di bilang Tia,kayaknya kak Yordan bener-bener serius sama loe,buktinya udah empat tahun dia berhenti jadi bastard. Biasanya laki-laki modelan kayak tiga cowok itu,saat udah merasakan jatuh cinta mereka akan bucin setengah hidup sama orang yang mereka cintai. Buktinya kak Irlan,ampun-ampun deh gue sama tingkat kebucinannya." Timpal Nia.


Ica menghela nafasnya mendengar nasehat dari kedua sahabatnya.


"Udah akh kok jadi bahas gue. Kan sekarang loe bintangnya." Ica mengalihkan pembicaraan agar tidak terus membicarakan tentang dirinya.


Tiba-tiba saja kak Irna naik ke lantai atas.


"Kok pada disini sih semua,katanya mau manggang-manggang,gimana sih..!" Protes kak Irna yang melihat ke enam adik-adiknya malah asik berbincang di lantai atas.


Mereka semua pun turun ke lantai bawah.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah acara lamaran yang banyak menguras tenaga dan kantong pribadi Irlan,sekarang fokus Irlan dan Nia mempersiapkan pesta pernikahan yang tinggal tujuh hari lagi.

__ADS_1


Hari ini jadwal Nia fitting gaun pengantin,Irlan menjemput Nia di kantornya satu jam sebelum makan siang.


"Siang pak Irlan." Sapa sekretaris Nia saat melihat calon suami boss nya.


"Siang juga,Nia ada di dalam kan??!" Tanya Irlan basa-basi,padahal ia tau kalau Nia memang ada di dalam.


"Ada pak,masuk aja." Jawab sekretaris Nia.


Irlan pun berjalan mendekati pintu ruangan Nia.


Ceklek. Irlan membuka pintu ruangan tersebut.


Mata Irlan langsung tertuju pada Nia yang sedang fokus menatap layar laptop.


"Ekhm..." Irlan berdehem agar Nia menyadari kedatangannya.


Nia pun menoleh.


"Udah dateng,kok cepet banget?? Katanya jam dua." Sambutan yang Nia berikan tidak sesuai harapan Irlan.


Padahal di otak Irlan,Nia menyambut kedatangannya dengan senyum yang merekah di pipi Nia,serta kecupan-kecupan dari bibir manis Nia. Eh..ini malah kata-kata yang membuat semangat Irlan terjun bebas.


"Kangen. Emangnya gak boleh dateng cepet-cepet?!" Tanya Irlan dengan raut wajah tidak senangnya.


"Kan tiap hari ketemu,kok kangen mulu.!! Emangnya kakak gak punya kerjaan apa jam segini udah dateng aja!!" Jawab Nia ketus,namun fokus matanya masih pada layar laptop.


"Kalau sama kamu kangennya tiap lima menit sekali sayang." Irlan mendekat ke tempat duduk Nia dan memberikan ciuman di pipi Nia bertubi-tubi agar Nia memperhatikannya.


"Huft...calon suami dateng bukannya disambut,ini malah di cuekin.!" Gerutu Irlan sambil berjalan menjauh dari tempat duduk Nia.


"Siapa suruh dateng jam segini,kan janjiannya jam dua. Udah akh jangan kayak anak kecil,kalau mau tetep disini kakak duduk tenang di sofa. Kalau gak mau diem,aku panggil satpam nih buat ngusir kakak..!!" Ancam Nia.


"Iya..iya aku duduk tenang di sofa. Tapi cium dulu dong..pliiiss.!" Irlan berjalan mendekat lagi ke arah Nia dan memonyongkan bibirnya.


"Ini kantor kak.!!" Tolak Nia.


"Pliiiiss.." mohon Irlan dengan wajah melasnya.


Nia menghela nafasnya tak tega melihat calon suaminya memohon.


CUP. Nia menempelkan bibirnya sesaat di bibir Irlan. Namun,lagi dan lagi tangan Irlan dengan cepat menahan tengkuk Nia dan ******* bibir manis itu dan baru melepasnya disaat mereka sudah kehabisan nafas.


"Kebiasaan ikh..!" Nia memukul pundak Irlan kesal.


"Heleh kamu juga nikmatin kok.!" Goda Irlan sambil mengusap sisa ******* dari bibir Nia.


"Cih. Udah sana duduk. Kalau mau minum atau ngemil,ngomong aja sama Vera,aku sibuk banget ini.."


Irlan pun menuruti perkataan sang ratu hatinya untuk duduk manis di atas sofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Jam makan siang sudah usai,tapi Nia masih tetap sibuk dengan pekerjaannya.


"Sayang...makan dulu yuk.." rengek Irlan entah sudah yang keberapa kalinya.


Tapi jawaban Nia tetap saja.


"Bentar lagi kak,tanggung nih..." sambil fokus matanya ke layar laptop.


"Cih..tau kan gimana rasanya gak enak kalau nanggung,terus kenapa kamu selalu bikin aku kentang??"


Kata-kata Irlan berhasil membuat Nia menolehnya.


"Kentang?? Apaan tuh??!" Tanya Nia yang tidak mengerti bahasa Irlan.


"Kena Tanggung sayang. Pas aku lagi tinggi-tingginya kamu langsung ngingetin dosa lah,belum sah lah..bikin jiwa kelaki-lakian aku ngedrop."


Nia memutar bola matanya malas,ternyata arah pembicaraan Irlan ke arah enak-enak.


"Cih kirain apaan..!!! Efek laper kayaknya yah makanya tuh otak mulai gesrek..!!"


"Iya..Laper perut sama laper belut."


Nia geleng-geleng kepala,ia malas berdebat dengan Irlan.


Sementara Irlan terus merengek minta Nia mengakhiri pekerjaannya seperti anak kecil yang minta dibelikan kinderjoy.


Mendengar Irlan yang terus merengek,membuat Nia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Akhirnya Nia memutuskan untuk menuruti kemauan bayi besarnya itu.


"Ya udah ayo.. Kita makan dulu baru fitting baju.!!" Kata Nia dengan nada kesal,sambil memasukkan hp ke dalam tas nya dan berjalan ke arah Irlan.


Dengan semangat empat puluh lima,Irlan menghampiri Nia yang mendekat ke arahnya dan menggandeng tangan Nia.


Bahkan sampai lobi pun Irlan tetap menggandeng tangan Nia,seolah ia ingin menunjukkan kepada semua karyawan yang ada di Dirgantara Group kalau Nia adalah wanitanya.


Irlan membukakan pintu untuk Nia dan mempersilahkan Nia masuk ke dalam mobil. Setelah Nia masuk,Irlan berlari kecil memutari mobilnya ke arah pintu sebelah kanan dan masuk kedalam mobil. Irlan mengemudikan mobilnya menuju restoran western food untuk makan siang mereka.


Setelah selesai makan siang,sesuai dengan kesepakatan mereka,kini Irlan melajukan mobilnya menuju butik salah satu desainer ternama yang ada di negara itu untuk fitting gaun pengantin Nia yang sebelumnya Irlan sudah pesan.


"Selamat siang pak Irlan,bu Niana." Sapa miss Pevita si pemilik butik.


"Siang miss Pevita." Balas Nia dan Irlan.


"Ternyata bu Niana lebih cantik aslinya dibanding dengan di foto." Sanjung miss Pevita yang terpesona melihat kecantikan Nia.


"Makasih. Miss Pevita juga cantik banget kok.." Nia membalas pujian yang miss Pevita berikan padanya.


"Gimana miss,gaun untuk bidadari saya ini udah siap?!" Tanya Irlan yang sudah tidak sabar menunjukkan gaun pilihannya pada Nia.


"Astaga sampe lupa.!!! Sudah siap,mari ikut saya." Miss Pevita berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat gaun Nia yang sudah selesai di jahit. Irlan dan Nia mengikuti langkah miss Pevita dari belakang.

__ADS_1


"Tadaaaa.." miss Pevita menunjukkan gaun yang ia rancang khusus untuk Nia.


__ADS_2