
Berbeda dengan Irlan,dia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat si junior tercengkram di dalam sana.
Ini bukan hanya pengalaman pertama Nia,tapi juga pengalaman pertama Irlan memasukkan si junior ke dalam goa.
Biasanya si junior hanya merasakan oral.
Gila ini benar-benar gila,kalau tau punya Nia seenak ini mungkin dari awal pernikahan mereka Irlan akan meminta hak nya.
Irlan ******* bibir Nia saat si junior sudah berhasil masuk sampai di kedalaman goa.
Melihat Nia sudah lebih tenang Irlan pun melanjutkan aksinya. Ia mulai menghentak-hentakkan pinggulnya. Hentakan yang bermula lembut kini menjadi semakin cepat dan kasar..
Nia mengumpat pada reaksi tubuhnya yang malah menikmati setiap hentakan Irlan.
Desahan tiap desahan lolos begitu saja dari mulutnya.
Hampir satu jam Irlan memompa tubuh Nia dan akhirnya....
"Aaakkkhhh..." erangan panjang keluar dari mulut Irlan. Junior memuntahkan laharnya.
Irlan langsung ambruk diatas tubuh Nia. Dia tidak langsung mengeluarkan si junior dari dalam sana.
Sungguh kenikmatan yang baru pertama kali Irlan rasakan,yang tidak ia dapatkan saat melakukan oral dengan Melda.
Lima belas menit Irlan ambruk diatas tubuh Nia. Dada polos Nia yang turun naik dibawah dada Irlan membuat gairah itu datang lagi.
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir Nia.
"Jangan tidur dulu,aku pengen lagi.."
Nia hanya pasrah,terserah Irlan mau melakukan apa,melawan pun hanya menguras tenaga pikirnya.
Dan Irlan pun melakukannya lagi dan lagi. Menumpahkan cairannya berkali-kali tanpa pengaman. Irlan baru benar-benar selesai beraksi di atas Nia ketika jam sudah menunjukkan jam tiga subuh. Itupun karena Irlan tak tega melihat Nia yang sudah sangat kelelahan bermain dengannya.
Nia mengerjapkan matanya,ia terbangun karena ingin ke kamar kecil. Ia melihat ke sebelahnya ada Irlan yang tidur telungkup dengan selimut yang menutupi bagian pinggang ke bawah.
Ia melihat jam dinding,ternyata baru pukul 5 subuh.
Nia mendudukkan tubuhnya dan menurunkan kakinya ke lantai.
"Auw.." Nia memekik kesakitan dibagian selangkangannya.
__ADS_1
Nia menutup mulut dengan kedua tangannya.
Berjalan tertatih memungut kemeja Irlan di lantai dan memakainya. Ia pun keluar dari kamar Irlan menuju kamarnya.
Nia masuk ke kamar mandi,membuka kemeja dan melihat tubuh polosnya di cermin.
Ia melihat banyak sekali tanda merah yang Irlan tinggalkan di bagian leher dan dadanya.
"Sekarang aku harus gimana???!!!" Nia kembali menangis.
"Aku gak mungkin pulang dalam keadaan kayak gini.." lirihnya lagi.
Menangis karena Irlan mengambil mahkotanya disaat mereka dalam proses cerai. Nia bimbang apakah dia akan mengikuti keinginan Irlan untuk membatalkan perceraian mereka atau tetap pada pendiriannya bercerai dari Irlan.
Nia menyalakan shower,dia membiarkan tubuhnya diguyur air shower,membuat pikirannya sedikit lebih tenang.
Nia segera membersihkan dirinya. Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi,dia mengambil baju dalam lemari.
Tanpa pamit atau meninggalkan pesan apapun dia langsung keluar dari rumah itu sebelum Irlan bangun.
Dia berjalan sampai didepan kompleks,dengan langkah tertatih menahan sakit diselangkangannya.
Irlan benar-benar menggila tadi malam,hanya lima belas menit waktu yang Irlan berikan pada Nia beristirahat.
Sampai di depan kompleks,Nia menunggu taksi yang lewat.
Nia langsung menyetop taksi itu.
"Mau kemana mbak?" Tanya si supir.
Nia terdiam sesaat,dia masih belum tau kemana arah tujuannya. Sampai akhirnya otak cerdasnya mengatakan Hotel.
"Hotel xxx pak." Jawab Nia.
Taksi pun melaju ke hotel yang Nia tuju.
Sampai dihotel Nia langsung memesan kamar. Kunci kamar hotel sudah ditangan. Nia melangkahkan kakinya menuju kamar hotel yang sudah dia booking untuk dua hari.
Ya..Nia akan menginap di hotel selama dua hari,sampai sakit diselangkangannya hilang dan tanda merah di leher dan dadanya menyamar.
Sampai di dalam kamar,Nia duduk ditepi ranjang. Mengambil hp dalam tasnya. Dia melihat banyak panggilan dari mamanya.
Dia menepuk keningnya,dia baru ingat kalau dari semalam dia tidak mengabari mamanya.
__ADS_1
Nia pun melakukan panggilan ke no mama Dena.
"Niaaaa" suara mama Dena begitu nyaring,membuat Nia menjauhkan sedikit hpnya dari telinga.
"Kamu tuh kemana aja sih,bikin mama khawatir,kamu gak kenapa-kenapa kan??" Terdengar jelas suara seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya.
"Nia gak pa-pa mah,tadi malem Nia pulang udah malem banget,terus ketiduran di mobil kak Alex pas kak Alex mau nganter Nia pulang.. Ekh gak sadar tau-tau nya Nia suruh kak Alex anter Nia pulang kerumah Nia. Jadinya Nia disini deh sekarang." Bohong Nia agar mamanya tidak mengkhawatirkannya.
"Akh kamu tuh bikin mama jantungan aja,hampir aja kami mau lapor ke polisi,kasus orang hilang..." kata mama Dena lagi,tapi kali suaranya terdengar lega.
"Ya udah Nia ngantuk,Nia mau tidur lagi yah mah..."
"Eh tunggu-tunggu.." cegah mama Dena sebelum Nia mematikan panggilannya.
"Apalagi mah?"
"Kamu gak pulang kesini?"
"Pulang lah mah,tapi mungkin lusa. Nia sekalian mau beresin barang-barang Nia disini. Nia udah nyuruh Ica sama Tia dateng buat bantuin Nia." Lagi-lagi Nia berbohong.
"Oh...ya udah.."
"Hemh..dah mama"
Panggilan pun berakhir.
Kini Nia membuka aplikasi wa,dia membuka grup yang hanya dianggotakan tiga orang. Siapa lagi kalau bukan Nia,Tia dan Ica.
Nia melakukan panggilan vc langsung dengan dua sahabatnya. Tapi tak ada satupun dari sahabatnya yang.mengangkat.
Ia baru ingat kalau hari ini hari minggu dan ini masih pukul setengah delapan,pasti kedua temannya itu masih pada tidur.
Nia mengirim pesan ke dalam grup itu,berharap Tia dan Ica membuka pesannya saat mereka sudah bangun.
Nia. : gue lagi di hotel xxx. Cepetan kesini. Sekalian beliin gue baju dan pakaian dalam untuk gue pake selama dua hari. Gak usah pake tanya kenapa. Kalau emang mau tau kenapa,dateng dulu kesini nanti gue ceritain.
Pesan terkirim dan masih belum ada dari Tia atau Ica yang membaca pesan itu.
Nia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Matanya masih sangat berat. Maklum,Nia baru tidur dua jam.
Nia memejamkan matanya dan tertidur kembali.
Irlan terbangun dari tidurnya,ia meraba sisi ranjangnya.kosong. Dia mendudukkan tubuhnya,bersandar dikepala ranjang,melihat jam dinding yang ada dikamarnya. Sudah pukul 10.
__ADS_1
Kepalanya masih terasa berat,masih terasa sisa alkohol semalam. Dia melihat bercak darah di sprey tempat tidur. Dia mengingat lagi pergumulan panasnya tadi malam dengan Nia.
Irlan mengulum senyum,entah kenapa hatinya begitu bahagia bisa merasakan keperawanan Nia bahkan bisa menikmati tubuh itu berkali-kali.