
Gebi bangun pukul dua malam . Setelah itu bangun dan bersuci kemudian sholat sunah dua rakaat. Baru pergi ke dapur.
Pertama dia menanak beras ketan yang sudah ia rendam sejak semalam . Kemudian menggoreng kue donat . Adonannya Juga ia buat sebelum tidur agar mengembang .
Disela-sela menggoreng , Gebi mengisi kulit lumpia dengan pisang coklat ada juga yang ia isi dengan daging ayam . Jadi setelah menggoreng donat dia langsung menggoreng pisang coklat .
Gebi sangat bersemangat untuk memulai harinya. Pukul tujuh pagi semua kue yang akan ia jual telah siap.
" Bismillahirrahmanirrahim... semoga lancar !" ucap Gebi seraya membuka pintu ruko . Tenyata sudah ada yang menunggu di depan .
" Akhirnya buka juga mbak . Kirain tutup ," kata seorang ibu - ibu yang yang sudah menunggu di depan .
" Maklum baru matang , Bu ," jawab Gebi dengan sopan .
" Harganya tetap kan mbak ?"
" Iya Bu... satu biji dua ribu ."
" Kalau begitu lempernya sepuluh , risol nya juga sepuluh ."
" Baik Bu ... ada lagi ?"
" Itu saja , berapa ?"
" Dua ribu kali dua puluh jadi empat puluh ribu , Bu ."
" Ini uangnya ," ujar si ibu mengulurkan uang lima puluh ribuan.
" Kembali sepuluh ribu , ya Bu ."
" Iya ."
" Ini ... terimakasih."
" sama-sama!"
Setelah ibu-ibu itu pergi , Gebi segera mengambil sapu untuk membersihkan lantai .
" Sudah buka to mbak ," sapa Dina yang melihat Gebi menyapu .
" Ya begitulah mbak ."
" Kalau begitu aku beli dong mbak !" ucap Dina sambil melangkahkan kakinya ke tempat Gebi .
__ADS_1
" Silahkan di pilih ."
" Harganya berapa mbak ?"
" Dua ribu satu biji ."
" Kalau begitu kue lapisnya dua, lempernya dua , sama kue donatnya tiga . Empat belas ribu ya mbak !"
" Oke ... ini !"
" Terimakasih !"
" Sama-sama."
Ternyata kue buatan Gebi sangat diminati. Baru jam sembilan semua kue sudah habis . Seperti saran dari mahasiswa kemarin , Gebi membuat lagi kue yang sekiranya cepat matang .
Kini Gebi bersantai di depan . semua kue yang ia buat sudah matang . Dina menghampirinya.
" Selamat loh mbak .... ternyata kue nya mbak Gebi banyak yang suka ."
" Alhamdulillah mbak Dina ."
" Nggak pengen cari karyawan mbak ?"
" Kue mbak Gebi kan banyak yang suka nih . Otomatis banyak yang beli . Apa mbak Gebi bisa menghandle sendiri ?"
" Sebenarnya saya juga sudah berencana Seperi itu mbak . Cuma modalnya masih belum ada . Mungkin nanti kalau sudah ada ."
" Iya mbak sayang kalau tidak mencari karyawan. Mbak sekalian bisa mempromosikan lewat media sosial juga ."
" Wah ... ide bagus itu mbak . Terimakasih loh idenya . Jadi saya harus cari karyawan dong ."
" Mbak bisa cari warga sekitar sini saja . Cari yang jujur dan cocok sama mbak Gebi . Selain membangun perekonomian mereka , jika sama tetangga juga bisa menjaga tali silaturahmi dengan sekitar."
" Benar mbak terimakasih atas idenya . Mbak punya pandangan tidak ?"
Belum juga Dina menjawab sudah ada pelanggan yang datang .
" Nanti kita ngobrol lagi mbak . Sekarang Dina balik dulu ya."
" Oke ... terimakasih."
" Sama-sama."
__ADS_1
" Mau beli kue apa mbak ?"
" Lempernya sudah habis ya mbak ?"
" Habis mbak ."
" Kalau begitu risoles lima sama pisang goreng lima mbak ."
" Oke ... ini ! semuanya dua puluh ribu ."
" ini mbak , terimakasih!".
" Sama-sama."
Gebi sangat senang dihari kedua jualannya laris manis . Menjelang waktu dhuhur Gebi menutup tokonya . Kebetulan kuenya juga sudah habis .
Gebi mengunci ruko dan naik ke lantai atas . Tubuhnya sudah merasa lelah . Dia akan mandi terlebih dahulu biar segar . Sekalian menunaikan ibadah sholat dhuhur.
Setelah sholat Gebi turun ke bawah untuk makan siang . Perutnya sudah keroncongan. Apalagi dia hanya sarapan lemper .
Tadi pagi Gebi memasak oseng kangkung, ikan asin goreng dan sambal . Gebi duduk di kursi dan mengisi piringnya dengan hidangan yang ada .
" Sepertinya memang perlu cari karyawan nih . Nggak enak banget rasanya makan sendiri ," gumam Gebi .
Gebi memakan makanannya dengan agak malas . Dia merasa kesepian. Padahal tiga tahun lebih tinggal di rumah Aryan juga sendiri.
Setelah makan Gebi mencuci semua peralatan yang ada di etalase. Juga semua alat yang belum sempat ia cuci di pagi hari .
Setelah semua selesai, Gebi kembali naik ke lantai dua Sudah waktunya dia istirahat.
Gebi bangun pukul empat sore. Pulas benar tidurnya. Setelah mandi dia menunaikan sholat asar .
Gebi belanja sehabis sholat isya. Menurutnya lebih santai . Dia belanja sekaligus refreshing.
Ternyata usaha Gebi sangat sukses . Dia berhasil membeli lahan yang cukup luas di sekitar situ . Sebelum sewa kontrakan habis , dia berhasil membuat ruko baru yang lebih luas .
Kini setelah lima tahun dia berhasil menjadi owner yang cukup sukses . Dia berhasil membuka tiga cabang di lokasi yang berbeda.
Selain kue , Gebi juga melayani pesanan nasi kotak . Gebi membagi karyawan tugas yang berbeda sesuai keahlian masing-masing. Ada yang bertugas untuk memasak , ada yang bagian pramuniaga dan ada juga bagian kasir .
Di ruko yang ia tempati, Gebi memiliki sepuluh karyawan termasuk satpam. Tiga diantaranya tinggal bersamanya. Mereka yang rumahnya jauh dari sana . Sedangkan yang lain masih tinggal dikawasan itu .
Gebi mempunyai hubungan baik dengan tetangga sekitar. Begitupun dengan Dina yang kini tidak lagi bertetangga dekat . Tetapi masih sering bertali silaturahmi.
__ADS_1