Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 89


__ADS_3

Irlan mendekati Nia,dan menggandeng tangan Nia menuju sofa. Dan mendudukkan Nia di sofa itu. Sedangkan Irlan duduk di pinggir ranjang,tepat depan sofa tempat Nia duduk.


"Kamu percaya gak kalau perempuan yang ada di foto itu bukan siapa-siapa aku,bahkan aku aja gak kenal sama dia."


Nia diam tak menjawab pertanyaan Irlan.


Irlan menghela nafasnya,ia sudah tau jawabannya dengan diam nya Nia.


"Oke kalau kamu gak percaya." Kemudian Irlan berdiri,melangkah menuju nakas dan mengambil hp nya di atas nakas.


Lalu kembali mendekati Nia di sofa.


"Perempuan itu ngejebak aku,aku punya rekaman cctv nya kalau kamu gak percaya juga." Irlan membuka hp nya,dan menyodorkan rekaman cctv yang ada di ruangan Irlan pada Nia.


Nia pun mengambil hp itu dari tangan Irlan dan melihat adegan tiap adegan yang sebenarnya terjadi di ruangan Irlan. Kenyataannya tak se intim yang ada di foto yang dikirim orang tak dikenal itu.


"Kamu sekarang percaya sama aku kan??" Tanya Irlan lagi saat Nia sudah menonton sampai habis rekaman cctv itu.


"Tapi buat apa dia menjebak kamu,dan ngirim dalam bentuk potongan-potongan foto ke aku.?" Tanya Nia polos.


"Kalau alasan yang pastinya aku juga gak tau,tapi yang jelas dia mau ngerusak hubungan kita."


Nia pun mengangguk paham


"Kamu sekarang percaya sama aku kan?"


"Gak tau,aku bingung. Aku ngerasa...."


"Ssstt...jangan jadikan masa lalu aku yang pernah khianatin kamu sebagai alasan kamu gak percaya sama aku. Cukup kamu tanya sama hati kamu,apa perlakuan aku ke kamu selama ini tulus atau gak. Kalau hati mu bilang aku tulus,berarti gak ada alasan buat kamu untuk gak percaya sama aku. Tapi kalau hati mu bilang kalau aku gak tulus,kamu bisa nguji keseriusan aku sebanyak yang kamu mau."


Nia menatap mata Irlan dalam-dalam,mencari kebohongan melalui matanya,tapi Nia tak menemukan kebohongan itu. Bahkan hatinya pun mengatakan apa yang Irlan lakukan dan katakan padanya selama ini memanglah tulus.


Aku percaya kamu tulus,tapi aku masih takut untuk memulai kembali. Aku takut..."


"Sstt..kan udah aku bilang jangan jadikan masa lalu aku sebagai penghambat. Gimana kamu tau kalau aku gak bakalan nyakitin kamu lagi kalau kamu gak memulai kembali sama aku." Irlan mengambil tangan Nia dan menggenggamnya.


"Kita coba lagi yah,kasih aku kesempatan untuk membayar semua perilaku buruk aku dulu ke kamu.."


Mata mereka saling menatap. Tak terasa air mata Nia menetes karena terharu dengan permohonan Irlan yang dia sangat rasakan ketulusannya.

__ADS_1


Nia pun mengangguk menyetujui untuk memberikan Irlan kesempatan.


Irlan mengusap air mata yang menetes di wajah Nia. Senyum kebahagiaan terbit di wajah Irlan.


"Makasih sayang.." Irlan membawa Nia ke dalam pelukannya untuk sesaat.


Irlan melepaskan pelukannya dari Nia,menatap lekat wajah wanita yang sudah memberikan penyakit kejiwaan padanya jika wanita itu menghilang darinya.


Kini pandangan mata Irlan tertuju pada bibir ranum Nia yang pernah Irlan rasakan empat tahun lalu yang rasanya sangat manis pada saat itu. Apakah sekarang rasanya masih sama? Begitu lah pikir Irlan saat menatap bibir itu. Entah dorongan dari mana,Irlan langsung menempelkan bibirnya di bibir Nia.


Merasakan tidak ada perlawanan dari Nia yang sepertinya sedang terbawa suasana. Irlan merasa Nia memberikan kesempatan pada dirinya untuk merasakan kembali bibir Nia.


Tak ingin membuang waktu,Irlan langsung


mencium bibir Nia. Nia yang terbawa suasana membalas ciuman yang Irlan berikan. Ciuman yang tadinya lembut kini semakin memanas.


Irlan melepas pungutan bibir mereka,kini bibir Irlan bermain di leher jenjang nan putih milik Nia. Nia semakin terbawa suasana dan membuatnya hilang kesadaran. Namun mata Nia terbuka seketika,kesadarannya muncul kembali saat tangan Irlan tak tinggal diam dan mulai menggerayangi dada nya.


Seketika bayangan dimana Irlan merenggut paksa kesuciannya di malam itu muncul kembali,bahkan bayangan itu berlanjut sampai dirinya terjatuh dan harus kehilangan Mosha di hari ke tiga Mosha lahir.


Nia mendorong tubuh Irlan dengan kuat sehingga Irlan sedikit terpental.Nia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Irlan yang melihat Nia menangis menjadi merasa bersalah. Ia tahu pasti saat ini bayangan malam kelam itu muncul lagi di kepala Nia.


Irlan mendekati Nia dan membawa Nia ke dalam pelukannya.


Irlan mengusap punggung Nia.


"Maaf,aku keterusan.." kata Irlan merasa bersalah.


Nia tidak menjawab,dia masih menangis dalam pelukan Irlan.


"Maaf sayang,aku janji gak akan ngelakuin itu lagi sama kamu. Udah yah jangan nangis lagi.." Irlan mengusap punggung Nia sambil mencoba menenangkan Nia di pelukannya.


Cukup lama Nia menangis dipelukan Irlan. Irlan pun melepaskan pelukannya dan menjauhkan tubuhnya dari Nia setelah Nia sudah lebih tenang.


Berjalan ke arah nakas,dan mengambil air mineral kemasan untuk diberikan pada Nia.


"Minum dulu." Irlan menyodorkan air mineral itu pada Nia.

__ADS_1


"Maafin aku yah,aku bener-bener gak bisa ngontrol diri aku tadi." Irlan meminta maaf lagi.


Nia mengangguk.


"Kalau aku hilang kendali kayak tadi,langsung tampar aja biar aku bisa langsung sadar,oke..!"


Nia mengangguk.


Irlan tersenyum,kemudian mencium puncak kepala Nia.


"Aku ke kamar mandi dulu,mau nenangin dia." Irlan menunjuk juniornya yang sudah mengeras di balik handuk,dan Nia melihat jelas cetakan si junior yang mengeras di balik handuk Irlan.


"Ish..!!" Nia melempar botol air mineral ke wajah Irlan. Tak bisa di pungkiri wajahnya memerah melihat cetakan itu.


Irlan tertawa melihat wajah Nia yang sudah sangat merah seperti kepiting rebus. Lalu beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi untuk menenangkan juniornya.


"Huufff solo lagi kita.." ujar Irlan sambil memijat-mijat juniornya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Empat puluh menit Irlan di kamar mandi. Kini dirinya sudah fresh kembali dengan rambut yang basah karena harus keramas lagi.


Sedangkan Nia,malah tertidur di sofa.


Irlan mendekati Nia dan memandang wajah manis Nia saat tertidur. Wajah polos yang pernah dia abaikan dulu. Dia mengelus pipi Nia,ia pikir aksinya mengelus pipi Nia tidak akan membangunkan Nia karena setau Irlan,Nia sangat susah kalau di bangunkan.


Ternyata pikiran Irlan salah,Nia malah dengan mudahnya terbangun.


Nia mengerjapkan matanya.


"Kamu udah selesai?" Tanya Nia.


Irlan mengangguk.


"Kamu kalau ngantuk tidur lagi aja di ranjang"


Nia menggeleng.


"Aku mau mandi,badan aku lengket banget." Kemudian Nia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Kini Irlan yang duduk di sofa. Dia mengambil hp nya,dan membuka aplikasi belanja online. Dia memesan baju,celana,dan pakaian dalam di toko yang ada di kota B dalam aplikasi.


__ADS_2