
Matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat . Hawa dingin juga sudah mulai terasa .
Gebi dan kawan-kawan berjalan kearah parkiran. Mereka sudah puas berjalan-jalan. Sekarang sudah waktunya untuk pulang.
Sopir Aryan juga sudah menunggunya.
Sandra berpamitan kepada Gebi dan juga teman-teman barunya. Mungkin ini pertemuan terakhir sebelum kembali ke ibukota.
" Terimakasih teman-teman... sudah mau menerima kehadiranku dan juga kakakku. Maaf jika kehadiran kami membuat kalian terganggu," ucap Sandra dengan tulus .
" Nggak terganggu kok San, kami juga senang bisa tambah teman ," jawab Arini mewakili teman-temannya.
Sandra menghampiri Gebi dan memeluknya.
" Terimakasih sudah mau memaafkan semua kesalahanku . Dan menerima ku dengan baik ," bisik Sandra .
" Semoga kita bisa bertemu kembali di jakarta ," lanjut Sandra sambil melepas pelukannya.
Sandra menatap Gebi dengan tersenyum lembut . Gebi tiba-tiba menitikkan air matanya. Entah apa yang ada dalam pikirannya.
" Eh ... kok malah nangis ," ucap Sandra dengan panik . Kemudian Sandra kembali memeluk Gebi . Dia usap punggung Gebi yang gemetar .
Semua teman terpaku melihat Gebi yang menangis tergugu di pelukan Sandra. Mereka terdiam cukup lama . Baru kali ini dia melihat Gebi bersedih sampai menangis .
" Hei ... kau apakan my sweety," ucap Brayen yang baru saja tiba . Tadi dia sedang ke toilet. Tak taunya dia mendapatkan sang pujaan hati menangis di pundak gadis yang menyebalkan menurutnya.
Aryan masih ke mushalla tempat ia sholat dhuhur tadi . Jadi dia tidak mengetahui kejadian ini.
Kedatangan Brayen membuat Gebi menghentikan tangisannya. Dia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Dia menatap Sandra dengan tersenyum.
" Terimakasih," ucap Gebi dengan tersenyum.
" Ha... kok malah terimakasih," kata Sandra bingung . Gebi faham akan kebingungannya tetapi tidak berniat menjelaskannya.
" Kamu tidak ikut bersama kami ?" tanya Gebi .
" Nggak ... lebih baik aku ikut kak Aryan saja . Lagian tujuan kita berbeda ," jawab Sandra.
" Terus dimana sekarang dia ?"
" Oh ... katanya sih mau sholat dulu gitu ."
__ADS_1
" Astaghfirullah... aku kan juga belum sholat asar ," pekik Gebi .
" Bagaimana kalau di masjid terdekat saja mbak ... biar cepat gitu . Nggak kemalaman disini ," ucap salah satu karyawan Gebi memberikan saran .
" Ya udah deh ... kalau begitu buruan kita berangkat."
" Sip ...!"
" Kami pergi dulu ya san... salam sama mas Aryan ," ucap Gebi sebelum meninggalkan tempat itu .
" Oke ," jawab Sandra singkat.
Akhirnya Gebi dan para karyawannya meninggalkan tempat itu . Sandra masih menunggu Aryan yang masih belum kembali .
Tidak sampai tiga puluh menit , Aryan datang dengan wajah yang segar . Auranya orang yang telah menunaikan ibadah memang lebih terpancar.
" Loh ... kok malah sendiri dek ?" tanya Aryan heran .
" Gebi sama yang lain pulang duluan. Kan aku mau ikut pulang sama kakak ."
" Kok kamu ditinggal sendirian?"
" Mereka masih mau berhenti di masjid terdekat. Mau sholat disana ."
Aryan tidak berbicara lagi . Dia kecewa karena Gebi tidak berpamitan padanya .
" Ayo kita ke mobil ," ucap Aryan sambil berjalan duluan .
Sandra mengikutinya dari belakang. Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan kakaknya.
Sang sopir sudah menunggu mereka didepan mobil . Aryan mengenalinya dan langsung menghampiri.
" Gimana liburannya mas ?"
" Alhamdulillah... kita langsung berangkat saja ya , capek nih ," jawab Aryan dengan lesu .
" Oke... silahkan masuk ."
Pemuda itu membukakan pintu buat Arya . Dan dia terkejut saat Sandra yang memasukinya. Tetapi saat melihat Aryan tidak mengatakan apapun , diapun diam .
Setelah Aryan dan Sandra masuk , sang sopir pun masuk . Dia menyalakan mobilnya dan mengemudikannya dengan perlahan. Maklum banyak mobil lain yang yang juga ingin keluar dari lokasi .
__ADS_1
Suasana mobil cukup sunyi . Aryan asyik dalam lamunannya. Sedangkan Sandra merasa lelah dan juga ngantuk jadi tidak mood untuk berbicara.
Aryan menoleh kepada Sandra yang hampir memejamkan matanya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya yang sedari tadi ia tahan .
" Jadi kamu janjian dengan Gebi ?" tanya Aryan . Sandra Menoleh dengan dahi mengkerut .
" Kenapa ?"
" Ya tanya saja . Memangnya tidak boleh?'
" Oh ... Begitu . Ya begitu deh ."
" Sejak kapan kalian akrab seperti itu ?"
" Sejak kemarin lah . Kan kita juga baru jumpa kemarin ," jawab Sandra dengan jujur .
" Kok bisa ?"
" Ya bisa dong kak . Kemarin kebetulan sadran ketemu gebi di hotel . Dia yang jadi pihak ketering. Terus gitu deh ," jawab sandra dengan malas .
Melihat hal itu Aryan tidak melanjutkan pertanyaannya lagi . Dia memejamkan matanya. Berharap bisa istirahat sejenak.
Ckitt bruk !!
" Aduh ... " pekik Sandra yang kepentok kursi di depannya.
" Ada apa mas , kok berhenti mendadak?' tanya Aryan yang mengalami hal sama dengan Sandra . Karena keduanya tidak memakai sabuk pengaman.
" Maaf .... sepertinya di depan ada kecelakaan. Semua kendaraan berhenti mendadak."
" Parah nggak ?" tanya Sandra tak memperdulikan keningnya yang benjol . Rasa penasarannya lebih besar dari rasa sakitnya.
" Belum tahu mbak . Kan mobilnya juga beru berhenti . Saya lihat dulu ya . Sepertinya yang lain juga mematikan mesin mobil mereka ," jawab sang sopir .
Tanpa menunggu jawaban Aryan maupun Sandra , sopir itu keluar dari dalam mobil . Sandra yang penasaran ikut keluar dari dalam mobil . Begitupun dengan Aryan .
Tetapi tidak mudah untuk melihatnya. Sebab sebagian besar dari pemilik mobil dan juga motor yang yang berhenti juga keluar dari kendaraan mereka .
Setelah bersusah payah menerobos orang-orang yang berkerumun akhirnya Aryan sampai juga di depan . Dia melihat kearah mobil yang mengalami kecelakaan.
deg !
__ADS_1
Matanya melotot. Dia pun berlari dan mendekat ke mobil itu . Terlihat beberapa orang sedang mengevakuasi korban kecelakaan.
" Gebi !"