Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 122


__ADS_3

Sedangkan Irlan,setelah Igo pergi,ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membasahi tenggorokannya yang sudah kering karena habis menceramahi salah satu sahabatnya yang dodolipet itu.


Setelah minum,ia kembali masuk ke dalam kamar. Ia melihat Nia yang masih tertidur nyanyak. Sepertinya Irlan tak bisa tertidur lagi,dari pada ia harus kembali seranjang lagi dengan istrinya dan lepas kendali lagi,jadi ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya kemudian membuatkan sarapan untuk sang istri.


Irlan melangkahkan kaki menuju kamar mandi,ia melihat pantulan dirinya dari cermin. Pantas otak Igo traveling kemana-mana,ternyata banyak cakaran Nia di pundak dan lengannya serta di punggungnya. Irlan jadi senyum-senyum sendiri mengingat keganasannya tadi malam dan tadi subuh.


"Akhirnya buka puasa juga loe.!!" Kata Irlan sambil melihat ke bawah.


Irlan pun menyalakan shower dan membersihkan tubuhnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


"Eugh.." Nia melenguh sambil mengerjapkan matanya. Ia melihat sinar matahari yang masuk dari celah-celah tirai jendela balkon.


"Udah bangun permaisuri.?" Irlan mendekat dan duduk di tepi ranjang disebelah Nia.


"Jam berapa ini?"


"Hampir jam dua belas."


"Apaaaaa!!" Nia langsung terduduk,dia tidak sadar kalau dirinya masih dalam keadaan polos.


"Kamu mancing aku buat ngelakuin ritual lagi yah.?!" Tanya Irlan,tapi sorot matanya tertuju pada si kembar.


Nia mengikuti arah mata Irlan.


"Ish..mesum!" Nia mencebik sambil menaikkan selimut sampai ke dada nya.


"Kakak udah mandi? Kok gak bangunin aku sih?!" Tanya Nia saat melihat Irlan sudah terlihat rapih.


"Kenapa? Minta di mandiin lagi emangnya?" Goda Irlan.


Nia mencebik lagi.


"Bukan gitu,pasti orang tua kita udah nungguin kita di bawah sekarang."


Irlan menggeleng.


"Mama sama papa ikut mami-papi ke Singapore. Mereka berangkat jam lima subuh tadi."


"Mereka kesini?"


Irlan menggeleng lagi.


"Mama Dena yang kasih tau lewat telpon,itupun pas mereka udah dalam pesawat."


"Oooo"


"Mau mandi dulu atau makan dulu?" Kini Irlan yang bertanya.

__ADS_1


"Mandi dulu deh,badan aku lengket banget." Nia pun menurunkan kakinya.


Namun saat ia berdiri,ia merasakan sesuatu keluar sedikit-sedikit dari selangkangannya.


"Apaan nih.." ucap Nia polos sambil menyentuh cairan yang mengalir di selangkangannya.


"Astagaaa.!! Kakak numpahinnya banyak banget,lihat tuh sampe luber...!!" Kata Nia setelah menyadari kalau yang keluar itu adalah benih Irlan yang tidak sanggup masuk ke ladang Nia.


Irlan terkekeh mendengar kata-kata Nia.


"Kan bagus sayang banyak-banyak,biar langsung jadi."


Nia geleng-geleng kepala mendengar jawaban Irlan. Dia tak mau melanjutkan perdebatan dengan suaminya itu. Ia memilih melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Setengah jam kemudian,Nia keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe.


Nia melihat Irlan sedang menyusun makanan di meja yang ada di balkon kamar mereka.


Melihat Nia yang sudah keluar dari kamar mandi,Irlan langsung menghampiri Nia dan menarik tangannya untuk duduk di balkon.


"Ini semua kakak yang masak?" Tanya Nia terheran-heran. Karena ada tiga menu yang Irlan sajikan.


Irlan mengangguk.


"Masa sih?? Kok aku gak yakin yah?" Tanya Nia curiga.


"Apa perlu aku kasih bukti cctv ke kamu biar kamu yakin?"


Mereka pun memulai sarapan sekaligus makan siang mereka.


Setelah selesai makan dan membereskan piring-piring,kini mereka duduk di sofa ruang televisi. Dengan Nia yang masih memakai bathrobe,karena Irlan melarangnya untuk mengganti baju. Yah...tau sendiri lah apa tujuan Irlan.


Irlan menaruh kepalanya di paha Nia,sedangkan tangan Nia asik memainkan rambut Irlan.


"Sayang..." Irlan memanggil Nia yang terlihat serius menonton televisi.


"Hemh.." jawab Nia sekenanya.


"Kamu mau kita honeymoon kemana?"


Nia nampak berpikir.


"Gak usah kemana-mana deh kak. Kerjaan aku banyak di kantor." Jawaban Nia sukses membuat Irlan patah semangat.


"Kita baru nikah kok udah mikirin kerjaan lagi sih sayang." Protes Irlan tak terima.


"Hemh...tanggung jawab kita besar kak,kita bertanggung jawab bukan untuk keluarga kita aja,tapi untuk semua karyawan yang bekerja di perusahaan kita."


"Iya tapi kan..." kata-kata Irlan terpotong oleh Nia.

__ADS_1


"Lagian apa sih tujuan dari honeymoon? Liburan? Kan weekend kita bisa liburan. Mau punya anak? Kan kita bisa bikin anak di rumah." Lanjut Nia lagi.


"Tapi kan..." lagi dan lagi Nia memotong kata-kata Irlan.


"Kalau kakak tetap ngotot mau honeymoon,oke gak pa-pa. Tapi nanti setelah mami Nita sembuh seratus persen. Kalau mami Nita sembuh dan udah balik ke negara ini,kita bisa minta bantuan papa dan papi untuk gantiin kita sementara selagi kita honeymoon. Kalau kakak mau honeymoon sekarang,aku gak setuju. Masa orangtua kita lagi sakit,kita malah mikir honeymoon sih.!!"


Irlan melemas,karena niatnya ingin bermesra-mesraan lebih lama dengan istrinya tanpa ada gangguan jenis apapun,gagal total


"Iya deh iya." Irlan pasrah.


"Oh iya kak,tadi pagi siapa yang mencet bel?!"


"Oh,si Igo."


"Ngapain?"


"Biasalah,kepoin kita. Biar bisa di jadiin bahan gibah dia sama si Yordan." Jawab Irlan berbohong. Ia tidak ingin memberitahu Nia tentang apa yang Igo beritahukan tadi pagi.


Karena kalau sampai Nia tau yang sebenarnya,alamat dia tidak bisa melakukan ritual hari ini.


"Oooo."


"Kamu ngantuk lagi gak?" Tanya Irlan modus.


Nia menggeleng.


"Kenapa? Kakak ngantuk?" Nia memperhatikan wajah suaminya intens.


"Lumayan."


"Emang tadi bangun jam berapa?"


"Pas Igo dateng,aku gak tidur lagi. Aku langsung masak."


"Ooo"


"Lagian aku gak mau tidur lagi. Aku takut,kalau aku tidur lagi,pas aku bangun kamu menghilang kayak empat tahun yang lalu. Empat tahun yang lalu kamu kan menghilang setelah kita...."


"Sssttt.." Nia menaruh jari telunjuknya di bibir Irlan.


"Udah gak usah bahas masa lalu lagi. Gak akan ada masa depan kalau gak ada masa lalu. Gak akan ada kata maaf kalau gak ada kesalahan."


"Dan gak akan ada Cinta kalau gak ada kamu." Irlan menimpali kata-kata Nia. Kemudian ia mendudukkan dirinya.


"Terimakasih sudah mau menerima ku lagi,sehingga usahaku Mengejar Cinta Mantan Istri ku tidak lah sia-sia." Irlan pun mengecup kening Nia sangat lama.


TAMAT..


Akhirnya selesai juga Mengejar Cinta Mantan Istrinya. Terimakasih udah pada setia kasih like,komen,vote dan udah jadiin MCMI sebagai favorite. Terimakasih juga untuk NIJUPITA yang selalu kasih komen jahat untuk jatuhin othor,tapi sayang mental othor itu mental militer (orang batak gitu loooh..!!) jadi gak akan mempan sama othor.

__ADS_1


Othor akan kasih beberapa bonus chapter,jadi jangan di unfav dulu yah. Kira-kira minggu depan lah othor up bonus chapternya,karena sekarang othor lagi mau fokus ke Ica-Yordan di Penantian Sang Casanova. Othor juga lagi bikin konsep novel baru tentang Clara dan Alex. Jadi pantengin terus yah profil othor.


__ADS_2