Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 82


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka bertiga pun keluar dari dalam restoran. Melangkahkan kaki menuju tempat parkir.


Irlan langsung menarik tangan Nia untuk mengikutinya ke mobilnya. Melihat itu Alex tak tinggal diam,dia juga menarik tangan Nia yang satunya agar Nia mengikutinya ke mobil Alex.


"Aaaarrrgghhh LEPAS!!!" teriak Nia pada Alex dan Irlan.


Tapi sepertinya Alex dan Irlan tak mendengar teriakan Nia. Malah mereka semakin tarik menarik tangan Nia dengan saling memberikan tatapan membunuhnya.


"LEPAAAAASSSS!!!" Teriak Nia lagi,kini dengan suara yang sudah sangat melengking.


Alex dan Irlan pun tersadar,dan segera melepaskan tangan Nia.


"Kalian berdua itu kenapa sih,??!!! Kalian pikir tangan aku ini apaan,asal main tarik aja!!"


"Sakit yah..sini aku lihat mana yang sakit.." tanya Alex,tapi dengan cepat ditepis Nia saat tangan Alex ingin menyentuh tangan Nia lagi.


Melihat Alex yang di tolak,Irlan tersenyum sinis ke Alex,dan kini ia yang mencoba mendekati Nia.


Hasilnya pun sama,Irlan ditolak Nia. Nia tidak ingin dua laki-laki gila ini menyentuhnya.


"Kamu pulang bareng aku aja yah." Tawar Alex.


Tak terima Irlan pun menyuruh Nia untuk pulang bersamanya. Dan keributan pun kembali di parkiran itu.


Emosi Nia sudah sampai di ubun-ubun. Tidak ada lagi kata sabar untuk dua laki-laki ini.


"STOOOOP!!! Bisa gak sih gak pada berantem!!!" Teriak Nia.


"Aku pulang sendiri aja!!!" Nia langsung melangkahkan kakinya dari hadapan Alex dan Irlan.


Baru saja Alex dan Irlan akan mengejar Nia,Nia langsung membalikkan tubuhnya dan memberi peringatan pada dua laki-laki itu.


"Jangan ikutin aku,aku mau pulang naik taksi!!! Berani kalian deketin aku,aku gak mau ketemu kalian berdua lagi!!!" Ancam Nia dengan sorot mata ingin mencabik-cabik musuhnya.


Alex dan Irlan pun mengurungkan niat mereka mengejar Nia. Mereka berdua pun terpaku ditempanya sambil melihat punggung Nia sampai punggung itu hilang dari pandangan mereka.


"Loe ngapain sih deketin Nia lagi,mau nyakitin dia lagi loe!!" Alex mendorong tubuh Irlan setelah Nia tak terlihat.


"Cih,apa urusan loe?? Emang loe siapanya? Pacarnya juga bukan!! Gue akan dapetin Nia lagi!!"


"Jangan mimpi loe!!! Gue bisa pastiin hal itu gak akan terjadi!!"


"Loe yang jangan mimpi ketinggian!!!"


Tak ingin melanjutkan perdebatan dengan Alex yang menurutnya tidak selevel dengannya,Irlan pun pergi dari hadapan Alex dan masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu melajukan mobilnya meninggalkan Alex yang masih berdiri ditempatnya.


"Gue pastiin habis ini Nia kan semakin benci sama loe!!" Alex tersenyum licik.


Alex mengeluarkan hp nya dari dalam kantong celananya. Ia melakukan panggilan ke nomor Clara.


"Gimana?" Tanya Alex setelah Clara menerima panggilan Alex.


"Beres. Gue tunggu nanti malam jam delapan di hotel xxx" jawab Clara

__ADS_1


Alex pun langsung mengakhiri panggilan telponnya dengan Clara.


Kemudian masuk kedalam mobilnya,dan melajukan mobilnya dari tempat itu.


🍀🍀🍀🍀🍀


Nia sudah kembali ke kantornya,dia langsung bergegas masuk ke ruangannya.


"Huft..hari yang ngeselin!! Bisa-bisanya mereka berdua berantem kayak anak kecil gitu didepan umum!!" Nia menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Belum ada semenit dia duduk,hp nya berdering.


Nia mengambil hp nya yang berada dalam tas. Di lihat lah nama Kesayangan Ku sedang melakukan panggilan video call.


"Mau apalagi sih nih orang!!" Gerutu Nia.


Dia mengacuhkan panggilan itu. Tapi setelahnya hp nya berbunyi lagi.


"Astagaaaa!!" Nia mengusap wajahnya kasar karena geram dengan Irlan yang terus menghubunginya.


Dengan malas Nia menggeser tombol hijau.


"Apa?!" Tanya Nia ketus.


"Masih marah?"


"Menurut kamu...!"


"Maaf,tapi aku bener-bener gak suka kamu deket-deket sama si Belek itu."


"Terserah..yang penting aku gak suka kamu deket-deket sama dia!!"


Nia memutar bola matanya malas.


"Kamu gak punya hak ngomong gitu.!! Inget,kita gak punya hubungan apa-apa lagi.!! Jadi mau aku deket sama siapa pun selagi itu bukan suami atau pacar orang,gak ada masalah!!"


Irlan pun terdiam,benar apa yang dikatakan Nia,mereka tidak punya hubungan apa-apa lagi bahkan Nia pun belum mengatakan apa ingin memberikan Irlan kesempatan untuk membuktikan keseriusannya.


"Oke..aku minta maaf kalau aku terlalu posesif."


"Hemh.." jawab Nia singkat.


"Tapi nanti pulang kerja tetap harus tunggu aku..Oke?!"


Malas berdebat, Nia menganggukan kepalanya.


Nia pun langsung menekan tombol merah.


🍀🍀🍀🍀🍀


Jam kerja sudah habis,semua karyawan termasuk Nia sudah bersiap untuk pulang.


Saat semua karyawan sudah berpulangan,Nia masih betah menunggu Irlan yang katanya akan datang menjemputnya.

__ADS_1


Nia duduk di sofa panjang yang ada di lobi itu. Semua karyawan yang berlalu-lalang menunduk hormat saat melewati Nia.


Nia menghela nafasnya,karena sudah setengah jam Nia menunggu Irlan tak kunjung datang.


Saat Nia sudah bosan dan kesal karena Irlan tak kunjung tiba,Irlan pun datang dengan nafas yang terengah-engah.


"Nia..." panggil Irlan dari pintu lobi.


Nia memutar kepalanya ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


Nia pun berdiri dari duduk nya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada.


Dengan wajah juteknya Nia menghampiri Irlan.


"Besok-besok gak usah jemput aku lagi!!" Kata Nia ketus.


"Hei..jangan ngambek dong. Jalanan tuh macet banget tadi. Padahal setengah jam sebelum jam pulang kantor aku udah jalan ke sini."


Nia melengoskan wajahnya.


"Udah ayo pulang,badan aku udah gerah banget nih." Kata Nia sambil berlalu dari hadapan Irlan.


Irlan menggeleng-gelengkan kepala melihat Nia yang selalu jutek jika berbicara dengannya.


Irlan menyusul Nia dan mensejajarkan jalan mereka.


Kini mobil Irlan sudah berada dalam perjalanan. Jalanan yang macet karena memang jam orang pulang kerja,membuat perjalanan yang harusnya ditempuh setengah jam menjadi lebih dari satu jam.


Buat Nia ini perjalanan yang sangat membosankan,tapi tidak bagi Irlan. Ini suatu keuntungan untuk Irlan karena bisa berlama-lama dengan Nia ditengah kemacetan.


"Nia.." panggil Irlan memecahkan keheningan.


Nia yang memilih memejamkan mata selama terjebak macet.


"Hemh.." jawab Nia masih dengan mata yang tertutup.


"Papa Niko sama mama Dena kapan pulang?"


Nia menoleh ke arah Irlan sesaat,lalu kembali memejamkan matanya.


"Gak tau..kenapa?"


"Aku takut kalau papa Niko udah balik,aku gak bisa ngeliat kamu lagi"


"Loh bagus dong.."


Irlan menoleh ke arah Nia yang masih enggan membuka matanya.


"Segitunya kamu gak mau ngeliat aku yah??!"


Kata-kata Irlan sukses membuat Nia membuka matanya dan menoleh ke arah Irlan. Untuk sepersekian detik mata mereka saling bertemu,Nia langsung cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.


"Bisa gak sih gak bahas beginian. Aku lagi capek banget,gak mood ngomongin yang gak penting!!" jawab Nia masih dengan nada jutek.

__ADS_1


Irlan pun memilih diam daripada harus melanjutkan perdebatan dengan Nia.


__ADS_2