Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Sarapan bersama


__ADS_3

Keesokan harinya Aryan mengunjungi Gebi di ruko . Setelah berpikir semalaman dia memutuskan untuk mengejar cinta Gebi .


Jika dulu Gebi yang mengejarnya. Sekarang dia lah yang akan mengejar cinta mantan istrinya.


" Tuan Aryan ..." sapa Arini begitu membuka ruko. Dia sangat kaget melihat kemunculan Aryan sepagi ini.


" Gebi mana ?" tanya Aryan to the poin.


" Mbak Gebi masih di dalam kamarnya," jawab Arini jujur .


" Belum bangun ?"


" Sudah dong mas ... Mbak Arini ma mana pernah bangun siang ."


" Oh ..."


" Masuk mas ... maaf saya mau buka ruko dulu ."


" Oke ," jawan aryan singkat.


Aryan berjalan ke arah kamar Arini . Kamar yang biasanya dipakai oleh Nanda sekarang dipakai oleh Arini .


Tok tok tok tok


Aryan mengetuk pintu kamar Arini . Tidak sabar rasanya jika masih harus menunggu Gebi keluar dari kamarnya. Apalagi dia harus segera kembali ke hotel .


Tok tok tok


Karena tidak ada tanggapan dari dalam , Aryan kembali mengetuk pintu kamar itu . Tak lama pintu itu terbuka.


Ceklek!


Seorang perawat yang ia utus untuk merawat Gebi keluar . Dia tersenyum begitu melihat kedatangan Aryan .


" Selamat pagi tuan Aryan ," sapanya dengan ramah .

__ADS_1


" Selamat pagi . Dimana Gebi ?"


" Ada di dalam tuan ."


" Sedang apa ?"


" Beliau _"


" Siapa mbak ?" tanya Gebi dalam kamar .


Mendengar pertanyaan Gebi , Aryan langsung menerobos masuk ke dalam . Ternyata wanita yang menjadi tujuan Aryan sedang bersantai di dalam .


" Mas Aryan ," pekik Gebi begitu melihat Aryan sudah ada dalam kamarnya.


" Kenapa ?" tanya Aryan santai sambil menghampiri Gebi yang masih duduk diatas ranjang .


" Mas Aryan kok bisa masuk sih ?" tanya Gebi dengan kesal . Bagaimana tidak ... lelaki itu dengan seenaknya masuk kedalam kamarnya.


" Kan ada pintu ," jawab Aryan asal .


" Kamu sudah sarapan belum ?" tanya Aryan


" Mas ..."


" Jawab pertanyaan ku sayang ..."


" Belum ."


" Kalau begitu kita sarapan."


" Ha ?"


Dengan santai Aryan mengangkat Gebi dan memindahkannya ke atas kursi roda. Gebi yang kaget sampai tidak sempat melarangnya.


" Mas !"

__ADS_1


" Ya sayang ."


" Nggak panggil sayang sayang ."


" Lah ... mulut-mulut ku . Jadi nggak ada yang larang ."


" Tapi mas _"


" Udah .... nggak usah cerewet . Sekarang kita sarapan," ujar Aryan yang dengan santai mendorong kursi roda Gebi keluar dari kamar .


Gebi pasrah diperlakukan seperti itu . Mau melawan pun tidak bisa .


Untung sarapan memang sudah siap . Jadi mereka bisa langsung sarapan. Semua karyawan sudah standby di bagian masing-masing.


" kalian sudah sarapan?" tanya Gebi begitu berpapasan dengan salah satu karyawan yang khusus bagian dapur .


" Sudah mbak ... maaf jika kami nggak menunggu mbak dulu ," jawab karyawan itu dengan gugup .


" Syukurlah kalau begitu. Jangan sampai kalian melupakan sarapan ."


" Makasih mbak ."


Setelah itu karyawan itu kembali melanjutkan langkahnya. Aryan masih setia dengan posisinya.


Sesampainya di ruang makan , Aryan langsung mengambilkan sepiring nasi dan juga lauk untuk Gebi . Kemudian dengan santai mengisi sepiring lagi untuk ia santap.


" Mas nggak malu sarapan disini . Nggak ada yang nawarin loh ," sindir Gebi yang sedari tadi melihat tingkah Aryan .


" Ngapain malu . Kan mas yang memesan semua hidangan ini . Mas juga udah membayarnya," jawab Aryan santai . Tentu saja hal itu membuat Gebi kaget .


" Nggak usah dipikirin. Sekarang lebih baik habiskan makananmu!"


Gebi menurut . Dia mulai menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. Sesekali dia melirik Aryan yang menikmati makanannya .


Sudut bibir Gebi sedikit terangkat . Entah kenapa melihat Aryan makan dengan lahap membuat Gebi senang . Nafsu makannya pun bertambah .

__ADS_1


__ADS_2