Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 13


__ADS_3

Setelah selesai berdoa,operasi pun di mulai.


Dengan setia Irlan duduk mendampingi Nia,ia terus menciumi pipi istrinya itu.


"Jangan gugup sayang ada aku disini." Irlan memberikan semangat pada istrinya meski kenyataannya hatinya juga sedang deg-degan.


Nia mengangguk. Meski tak dapat di pungkiri pikiran-pikiran buruk melintas di kepalanya. Air mata pun ketakutan pun mengalir dari mata indah Nia.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit berlalu,suara bayi pun terdengar menggelegar mengisi ruang operasi.


"Oooeeeek.....ooooeeeek"


"Bayi nya laki-laki yah ibu Niana dan pak Irlan."


Tanpa di bersihkan dahulu,bidan langsung memberikan sang bayi pada ibunya. Dan menelungkupkan bayi laki-laki yang masih merah dengan pipi chuby ke dada Nia untuk melakukan proses IMD,walaupun ASI sang ibu belum keluar,tapi proses ini juga dapat merangsang produksi ASI.


"Kak anak kita.." Nia terharu melihat anak laki-laki yang begitu tampan yang ada di atas dadanya sekarang. Sayang tangan Nia tidak bisa mengelus kepala sang bayi,karena tangan Nia sekarang sedang diikat agar tidak bergerak-bergerak karena banyak alat terpasang di lengan kanan dan kirinya. Namun begitu Nia masih bisa mencium kepala bayinya.


"Duuh cepet banget sih si dedek nemuin sumber kehidupannya." Celoteh Irlan pada sang bayi sambil menoel pipi anaknya.


"Namanya juga laki-laki pak,nalurinya cepet kalau nemuin yang begituan." Seloroh salah satu perawat yang ada disana saat mendengar celotehan Irlan pada anaknya yang baru saja launching.


"Iya bener..kayak papanya.." Irlan malah menimpali guyonan sang perawat.


Sontak para tim medis yang ada disana tertawa mendengar guyonan antara si perawat dan papa muda itu.


Setelah beberapa menit berada di atas dada Nia,sang bayi pun kembali di ambil bidan.


"Dedeknya di bersihin dulu yah. Pak Irlan juga mandi yah,nanti kalau dedeknya udah bersih dan selesai di timbang dan di kasih vitamin,gilaran dedeknya di taro ke dada papanya." Pinta sang bidan pada Irlan.


Irlan pun keluar dari ruang operasi untuk membersihkan tubuhnya setelah perut Nia sudah di tutup kembali oleh sang dokter.


Setelah kurang lebih satu jam di dalam ruang operasi akhirnya dokter yang menangani proses persalinan Nia keluar dari dalam ruang operasi untuk memberitahu keluarga yang sedang menunggu hasil operasi Nia.


"Gimana operasinya dok?" Tanya mama Dena yang dari tadi sangat gelisah.


"Operasi berjalan lancar bu. Sekarang bu Niana sedang di bersihkan oleh perawat,ibu dan bapak sekalian bisa menunggu bu Niana di kamarnya." Jawab sang dokter.


Mendengar jawaban dokter, orangtua Irlan dan Nia yang sedari tadi menunggu di depan ruang operasi bisa bernafas lega. Mereka pun menuruti kata-kata sang dokter agar menunggu di kamar rawat Nia.


Dengan tubuh yang masih terbaring diatas ranjang yang di pakai untuk operasi Nia,Nia di keluarkan oleh tiga perawat dari dalam ruang operasi menuju kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar,papa Niko,papi Tian,Yordan dan Igo membantu perawat untuk menggotong tubuh Nia ke atas ranjang king size di kamar itu.


"Jangan makan sama minum dulu yah bu. Tunggu tujuh jam baru bisa minum. Itu pun sedikit-sedikit dulu,kalau di rasa mual jangan di lanjutin tunggu beberapa menit baru coba minum sedikit-sedikit lagi." Salah satu perawat memberi intruksi kepada Nia.


Nia pun mengangguk.

__ADS_1


Perawat pun keluar dari kamar Nia untuk membiarkan Nia beristirahat.


Bukan rahasia lagi kalau sehabis operasi sesar,tubuh menggigil luar biasa. Begitupun juga tubuh Nia. Melihat anaknya yang menggigil,mama Dena langsung menyelimuti tubuh anaknya dengan dua lembar selimut yang cukup tebal dan mematikan AC yang ada di kamar itu.


Meninggalkan Nia yang sedang beristirahat. Sekarang adalah tugas Irlan si papa muda untuk memberikan stimulasi untuk sang buah hati.


Setelah bayi ganteng itu di bersihkan,di timbang,di ukur tinggi dan diberi vitamin K. Kini bayi ganteng hasil kolaborasi Nia dan Irlan,telah berada di dekapan sang papa.


Melihat dan merasakan pergerakan anaknya yang ada di dadanya,Irlan merasakan sesuatu yang luar biasa yang tak bisa ia katakan.


"Makasih sayang sudah hadir dalam kehidupan papa dan mama." Irlan mengecup kening putra nya itu.


🍀🍀🍀🍀🍀


Kini bayi tampan nan chuby itu sudah berkumpul dengan kedua orangtua dan para kakek dan neneknya di dalam kamar rawat Nia. Tidak ada box bayi disana,karena Nia tidak mau di pisahkan oleh anaknya. Lagi pula ukuran ranjang yang sangat besar,sangat mampu menampung Nia,Irlan dan anak mereka.


"Jadi siapa nama si ganteng ini?!" Tanya mami Nita.


"Namanya Caesar Gryson Pratama. Yang artinya dalam bahasa Sansekerta Kepala yang dipercaya yang berwajah tampan. " Jawab Irlan dengan lantangnya.


"Wah..namanya cocok sekali. Apalagi proses kelahirannya lewat operasi sesar." Kata mami Nita.


Papa Niko,mama Dena dan papi Tian mengangguk menyetujui perkataan mami Nita.


Ceklek. Pintu kamar Nia terbuka.


"Ini dedeknya udah pup atau kencing belum?" Tanya sang dokter begitu memegang baby Caesar.


"Belum dok." Mama Dena yang menjawab.


"Nanti kalau udah kencing atau pup,panggil perawat yah. Biar kita tau jam berapa dia mulai kencing sama pup."


Mama Dena pun mengangguk.


Kini sang dokter beralih pada Nia. Setelah perawat memeriksa tensi dan suhu tubuh Nia.


"Gimana bu Niana,ASI nya sudah keluar?" Tanya sang dokter.


"Sudah dok,tapi masih sedikit." Jawab Nia yang sedikit insecure dengan produksi ASI nya.


"Gak pa-pa bu,yang penting ibu jangan stress dan sering-sering kasih ASI dedeknya,biar ASInya cepat terangsang keluar." Kata dokter menyemangati Nia.


"Minimal,tiga jam sekali dedeknya di kasih ASI. Tapi kalau dedeknya mau enen satu jam atau setengah jam sekali,kasih aja. Malah itu lebih bagus." Lanjut sang dokter.


Nia pun mengangguk.


Dokter pun keluar setelah memeriksa Nia dan baby Caesar.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Orangtua Nia dan orangtua Irlan pun pamit untuk pulang ke rumah,sebenarnya mereka masih ingin berlama-lama dengan cucu mereka,namun mereka sadar kalau Nia membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas.


Setelah para orangtua keluar dari kamar Nia,Tia,Ica,Yordan dan Igo pun pamit untuk pulang.


"Selamat berpuasa empat puluh hari empat puluh malam." Ejek Yordan yang sudah pernah mengalami puasa yang ia sindirkan pada Irlan.


Igo yang mendengar ejekan Yordan pada Irlan pun,ikut menimpali ejekan Yordan.


"Mau gue sponsorin pelicin gak?" Tanya Igo sambil tertawa geli.


"Njiir loe berdua.!!" Irlan mendorong kedua sahabatnya itu keluar dari kamar rawat Nia.


Sesampainya di luar,Igo dan Yordan tertawa puas.


"Kalian kenapa?" Tanya Tia heran.


"Kenapa lagi kalau bukan ngetawain penderitaan Irlan yang harus puasa empat puluh hari." Jawab Igo dengan santainya.


Tia dan Ica menggeleng.


"Kalian berdua juga bentar lagi puasa empat puluh hari." Kata Ica,seperti memberi kode untuk para suami mereka. Yah.. Tia dan Igo setelah enam bulan Ica dan Yordan menikah.


Igo dan Yordan mengernyitkan keningnya berpikir keras mencerna kata-kata Ica. Dan mata para pejantan tangguh itu pun membelalak setelah tau apa maksud dari kata-kata Ica.


"Ma...mak..sud..nya kalian ha...mil?" Tanya Yordan terbata-bata.


Ica dan Tia kompak menganggukkan kepala.


"Aaaakkkhh..." teriak Igo dan Yordan sambil memeluk istri mereka masing-masing.


"Kamu beneran hamil honey?" Tanya Igo pada Tia.


"Iya..baru enam minggu."


"Kok kamu gak bilang?"


"Aku juga baru tau dua hari yang lalu."


"Kalau kamu Ca udah berapa bulan disini?" Kini Yordan yang bertanya pada Ica sambil mengelus perut sang istri.


"Udah mau jalan tiga bulan." Ica menjawab dengan wajah yang cemberut karena kehamilan kali ini kebobolan gara-gara sifat Yordan yang sangat tidak sabaran.


"Astaga...pantes aja selama tiga bulan aku gak pernah puasa bulanan Ca. Ternyata ada benih aku udah tumbuh di dalem." Kata Yordan dengan tak tau malunya.


Pasalnya anak mereka saja belum genap dua tahun,tapi Ica sudah hamil anak kedua lagi.


Dua pasangan yang sedang berbahagia itu pun pulang kerumah mereka masing-masing setelah drama kehamilan istri mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2