
Setelah seminggu Nia berada di rumah sakit,akhirnya hari ini dokter mengizinkan Nia pulang kerumah. Bukan ke rumah orang tua Nia atau orang tua Irlan,dan bukan juga ke apartemen Nia dan Irlan,melainkan ke rumah baru yang memang sudah lama Irlan siapkan untuk mereka jika mereka sudah memiliki anak.
Rumah pasangan yang baru seminggu resmi menjadi orangtua itu kini di penuhi balon-balon berwarna gold dan silver untuk menyambut kedatangan baby Caesar.
Mobil yang Irlan kendarai sudah terparkir mulus di halaman rumah. Mereka pun turun dari dalam mobil,Irlan membantu Nia yang jalannya masih tertatih,sedangkan baby Caesar di gendong oleh oma Dena yang ikut membantu kepulangan Nia dari rumah sakit. Sedangkan mama Nita,papi Tian,papa Niko dan teman-teman Irlan dan Nia menunggu di rumah baru mereka.
"Selamat datang baby Caesar.." sambut oma Nita sambil berjalan menghampiri baby Caesar dan diikuti para opa dari belakang.
"Waaah.." respon Nia melihat rumah baru mereka yang penuh balon.
"Gimana,kamu suka gak?" Tanya Irlan.
"Suka sih,tapi apa gak terlalu berlebihan. Kan baby nya juga belum ngerti."
"Emang sekarang dia gak ngerti,tapi kalau nanti dia udah besar dan lihat foto-foto nya semasa bayi,dia kan jadi tau kalau oma,opa,om dan tantenya pernah nyambut dia kayak gini." Mama Dena yang menjawab.
"Iya betul tuh." Sambung Irlan.
"Udah..udah gak usah debat,ini ada hadiah dari aunty Ica sama aunty Tia untuk baby Caesar." Ica pun memberikan hadiah untuk anak Nia dan Irlan.
"Loe berdua gak bawa apa-apa buat anak gue?!" Tanya Irlan pada dua orang sahabatnya.
"Lah kan bini kita udah ngasih." Jawab Yordan.
"Tau loe!! Kita sama bini kita kan sepaket.! Lagian belinya juga peke duit kita." Timpal Igo.
"Enak aja pake uang kamu!! Kalau suami udah kasih ke istri berarti udah jadi milik istri,terserah istri dong mau di apain uangnya. Jadi jangan bilang kita beli kado pake uang kalian para suami.!!! Udah kita yang ngeluarin tenaga buat nyari kado,enak aja kalian berdua nebeng-nebeng." Protes Tia yang tak suka dengan kata-kata suaminya.
"Iya tau,beli sendiri!!! Pake uang kalian sendiri.!!" Timpal Ica.
Yordan dan Igo tak bisa berkutik,mereka hanya bisa menggaruk-garuk tengkuk mereka.
__ADS_1
Melihat kedua sahabatnya tak berkutik dengan istri-istri mereka,Irlan tertawa puas. Dia tak sadar kalau dirinya juga mati kutu jika harus berdebat dengan Nia,apalagi kalau Nia sampai mengancam tidak akan memberi jatah.
Tak terasa waktu sudah malam,tamu-tamu pun sudah berpulangan. Tapi tidak dengan para opa dan oma baby Caesar. Mereka memilih untuk tinggal seminggu di rumah Nia dan Irlan,selain karena masih ingin berdekatan dengan cucu mereka,oma Dena dan oma Nita juga ingin membantu Nia mengurus baby Caesar. Maklum,Nia dan Irlan belum ingin menggunakan jasa baby sitter karena ingin belajar mengurus anak dan mencurahkan kasih sayang mereka seutuhnya pada anak mereka. Walaupun begitu,Irlan tetap memperkerjakan asisten rumah tangga yang akan membantu membereskan rumah.
🍀🍀🍀🍀🍀
Dua minggu telah berlalu. Setelah para oma dan opa baby Caesar pulang ke kediaman mereka masing-masing,Irlan dan Nia benar-benar menikmati peran mereka sebagai orangtua selama seminggu setelah kepulangan orangtua dan mertuanya.
"Muaaah..Selamat pagi gantengnya papa.." sapa Irlan,saat melihat baby Caesar telah selesai di mandikan Nia.
"Pagi juga papa.." balas Nia dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
"Muah..Selamat pagi mama." Kini Irlan menyapa sang istri dengan memberikan kecupan singkat di bibir Nia.
"Ish...papa bau asem,mandi sana." Pinta Nia pada sang suami.
"Mandiin" jawab Irlan dengan nada sok manjanya.
"Jangan aneh-aneh deh,mandi sendiri sana.!" Tolak Nia.
Melihat wajah kecewa Irlan,Nia pun jadi merasa bersalah. Ia teringat kembali kata-kata sang mama 'meski sudah punya anak,suami harus jadi prioritas utama. Kalau anak bisa diurus sama pengasuh,tapi kalau suami jangan sampai diurus orang lain.'
Setelah memakaikan baju baby Caesar,Nia langsung keluar dari dalam kamarnya dan menitipkan baby Caesar pada bik Imah. Setelah itu,ia kembali masuk ke dalam kamar.
Begitu ia masuk ke dalam kamar mandi,ia tak melihat Irlan yang tadi masih berada di tempat tidur. Nia yakin kalau Irlan tengah mandi karena mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Nia pun melangkahkan kakinya menuju kamar ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Irlan. Setelah selesai menyiapkan pakaian kerja sang suami,Nia kembali berjalan ke dalam kamar untuk menunggu Irlan sampai selesai mandi,namun rasa penasaran mendadak menghantuinya. Karena setiap pagi Irlan selalu berada di dalam kamar mandi hampir satu jam lamanya,padahal biasanya suaminya itu tak pernah mandi selama itu.
Nia pun berjalan mendekati pintu dan membuka pintu itu sedikit untuk mengintip aktivitas yang sebenarnya Irlan lakukan di dalam kamar mandi.
Nia terkejut melihat apa yang di lakukan Irlan di dalam sana. Karena saat ini Irlan sedang olahraga lima jari sambil mendesahkan namanya.
Nia menelan slivanya susah payah saat melihat tubuh polos sang suami yang ada di bawah guyuran shower. Ingin sekali Nia mendekat dan menyerahkan tubuhnya secara sukarela,namun sayang sekarang ia masih dalam masa nifas. Jadi ia juga harus menahan hasratnya seperti sang suami. Tapi melihat sang suami sedang bersusah payah mencapai pelepasannya,Nia pun jadi tak tega.
__ADS_1
Nia masuk ke dalam kamar mandi dan memeluk suaminya dari belakang. Irlan kaget saat melihat tangan sang istri sudah melingkar di punggangnya. Bukan hanya kaget,tapi malu bukan main karena ketahuan oleh Nia kalau ia sedang olahraga lima jari.
"Ka...kamu..mau ngapain?!" Tanya Irlan tergagap.
Nia membalikkan tubuh sang suami.
"Mau bantu kamu." Kata Nia sambil memegang benda kramat yang sudah dua minggu tidak mengunjungi lembahnya.
"Jangan yang aneh-aneh sayang,kamu masih belum bisa aku sentuh." Tolak Irlan,padahal dari lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat senang dengan inisiatif yang Nia lakukan. Tapi tetap saja harus menahan aksi Nia itu karena ia tak mau sampai kebablasan.
"Gak usah sok nolak kak,aku tau kamu butuh sentuhan aku. Aku juga gak mau jadi istri durhaka yang ngebiarin suaminya ngelakuin ini sendiri." tangan Nia pun sudah melakukan tugasnya.
Irlan tak sanggup lagi menolak,karena memang benar yang di katakan istrinya kalau dirinya sangat membutuhkan jamahan sang istri.
"Terserah kamu lah,aku pasrah.!" Kata Irlan sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan sang istri.
Dengan menggunakan tangan dan mulutnya,Nia melakukan tugasnya. Awalnya Irlan melarang Nia untuk melakukan dengan mulut,tapi Nia tau kalau hanya menggunakan tangannya saja,pasti Irlan masih tidak puas jadi ia merelakan benda kramat itu kedalam mulutnya.
"Aaakh.." Irlan mengerang panjang dan menahan kepala Nia saat dirinya sudah mencapai puncak. Benih-benih itu pun tumpah di mulut Nia. Nia mendorong tubuh Irlan saat merasakan mulutnya sudah tak sanggup menampung benih itu dan memuntahkannya di closet. Dan mencuci mulutnya.
"Makasih sayang." Kata Irlan sambil mengecup pipi sang istri.
"Sama-sama kak. Tapi lain kali jangan buang di dalam mulut aku dong,jijik tau.!" Cibir Nia.
"Sori sayang,kelepasan." Kata Irlan sambil cengar-cengir.
"Ya udah sana mandi." Nia pun berjalan menuju pintu,namun tangan Irlan menahan langkah Nia.
"Kamu kan belum mandi,jadi sekalian aja kita mandi bareng."
"Jangan macem-macem kak,ini udah siang,kakak harus ngantor.!" Tolak Nia.
__ADS_1
"Siapa juga sih yang mau macem-macem,orang cuma mau mandi doang kok.!" Kata Irlan sambil melucuti pakaian sang istri satu persatu.
Dan acara mandi bareng itu pun,tidak benar-benar hanya sekedar mandi. Karena Irlan meminta Nia untuk menservisnya sekali lagi. Dasar Irlan,di kasih sekali malah ketagihan.