
Irlan langsung membuka pintu dengan kasar.
Begitu jelas di penglihatan Irlan seorang laki-laki sedang bertumpu pada kedua lututnya di atas ranjang,dan si perempuan dalam posisi menungging. Mereka bercinta seperti anj*ng.
Raka langsung melepaskan senjatanya ketika melihat Irlan masuk.
Dia berdiri di sisi ranjang,menjauhkan dirinya dari amukan Irlan.
Melda pun melakukan hal yang sama,ia langsung menarik selimut,lompat dari tempat tidur dan berdiri dibelakang Raka.
"Dasar wanita jal*ang!!!!" Dengan nafas yang memburu dan tatapan membunuh Irlan langsung meninju Raka.
Dengan sekali pukulan Raka langsung ambruk,tersungkur didepan kaki Irlan.
Kini mata Irlan tertuju pada Melda.
Irlan langsung menghentakkan selimut yang menutupi tubuh Melda hingga menampilkan tubuh polos Melda.
Tidak ada lagi gairah nafsu saat melihat Melda dalam keadaan polos,yang ada hanya rasa jijik,apalagi melihat begitu banyak kissmark di leher dan dada Melda karena ulah Raka atau om-om yang memelihara Melda,akh entah lah.
Irlan langsung menyeret Raka dan Melda keluar dari unit apartemen dalam keadaan tanpa busana.
Irlan menyeret sampai di lantai bawah. Dimana masih ada dua tiga orang yang berlalu lalang,mengingat sekarang sudah jam satu subuh.
Tapi karena keributan yang Irlan buat,kini lobi apartemen menjadi sangat ramai,apalagi melihat Melda dan Raka dalam keadaan telanjang.
"Mereka berdua adalah pasangan mesum si wanita adalah kekasih saya tapi mulai malam ini dia hanya lah seorang jalang yang berani-beraninya membawa dan bercinta dengan laki-laki lain disaat saya sedang di luar kota." Irlan berteriak menjelaskan kepada orang-orang yang penasaran dengan keributan yang Irlan buat.
"Cuiiih" Irlan meludahi wajah si Melda.
Orang-orang yang mendengar penjelasan Irlan bersorak mengumpat Melda dan Raka.
Satpam.yang baru datang ditempat keributan langsung membubarkan orang-orang yang berkerumun.
"Saya serahkan pasangan mesum ini sama bapak,terserah mau bapak apakan. Mau bapak pake dulu si wanita jalang ini pun gak pa-pa." Irlan tersenyum sinis ke arah Melda dan Raka.
Irlan pun berlalu meninggalkan mereka,kembali ke unit apartemen Melda.
Mengganti password nya agar Melda tidak bisa masuk ke dalam lagi.
Melda dan Raka sedari tadi hanya tertunduk malu tertunduk malu.
__ADS_1
Setelah Irlan pergi satpam tadi pun menggiring Raka dan Melda ke pos,memberikan mereka sarung untuk menutupi tubuh keduanya.
Raka bingung bagaimana caranya dia pulang,dompet,hp dan kunci mobilnya ada di apartemen Melda.
Melda pun sama.
Kemana mereka harus pulang sekarang.
Irlan turun ke bawah setelah mengubah kode apartemen Melda. Ah bukan,sekarang kembali menjadi apartemen Irlan,karena Irlan yang membayar sewanya.
Dia melihat dari kejauhan Melda dan Raka sudah berada dalam pos satpam.
Irlan tak memperdulikan mereka,dia langsung naik ke dalam mobil.
Melajukan mobil itu membelah jalanan yang sudah sepi.
Kemanakah tujuan Irlan sekarang? Pikiran Irlan hanya satu,ke rumahnya. Rumah yang ia tempati bersama Nia selama beberapa bulan.
Irlan kini sudah sampai di rumahnya. Ia mengarahkan pandangannya ke setiap ruangan,mencoba mencari sosok yang sangat ia rindukan.
Rasa sedih,marah,menyesal,rindu semua berkumpul menjadi satu didada Irlan. Membuat rasa yang amat sesak.
"Pliiis maafin aku Nia.." lirih Irlan di sudut ruang tamu.
Irlan menarik kursi dan mendudukkan dirinya. Lama ia membayangkan kehadiran Nia di dapur yang sedang memasak dan sesekali melihat ke arahnya dan tersenyum bahagia.
"Apa masih bisa kita mengulang masa itu kembali??" Lirih Irlan. Tak terasa airmata menetes begitu saja di pipinya.
Dia beranjak dari ruang makan menuju kamar Nia.
Irlan mengernyit heran karena sudah tidak ada lagi barang-barang Nia disana. Meja rias kosong,foto-foto Nia di atas nakas pun tak ada. Irlan langsung membuka lemari dan lemari itu pun kosong.
Tanpa Irlan ketahui,Bik Imah lah yang membereskan barang-barang Nia atas perintah Nia.
Irlan terduduk lemas di atas lantai.
"Dia kesini.."
Irlan mengira Nia lah yang datang dan membereskan barang-barangnya.
"Begooo!!! Kenapa gue gak nungguin dia disini!!! Aaakkkhhh...!!" Irlan mengumpat dirinya sendiri atas kebodohannya.
__ADS_1
Ia kembali mengelilingi kamar Nia,benar-benar kosong. Tak ada satu pun barang milik Nia yang bisa Irlan simpan untuk kenang-kenangan. Hanya ada kemeja Irlan yang masih teronggok di lantai kamar mandi. Kemeja Irlan yang Nia pakai setelah Irlan menggagahinya secara paksa.
Irlan berjalan lemas ke arah kamarnya.
Dia menatap sekeliling kamar,masih ada noda darah suci Nia di atas sprey.
Irlan duduk di atas ranjang,mengusap noda darah suci Nia yang sudah mengering. Hatinya kembali sakit ketika memori saat dirinya mengambil paksa mahkota Nia.
"Aakkhh" ia menjerit,menjambak rambutnya frustasi. Ia menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa gue terlambat memahami perasaan gue ke loe Nia???!!! Gue nyesel Nia,gue nyesel...pliis kasih gue kesempatan kali ini..loe dimana Nia..plis balik ke gue.." kata-kata penyesalan Irlan keluar dari mulutnya diiringi air mata yang terus mengalir.
Lelah Irlan menyesali kesalahannya dengan sepanjang menangis semalaman.
Malam berlalu berganti pagi.
Sinar mentari pagi menelusup masuk di kamar Nia,,alarm yang Nia pasang dari pukul lima subuh entah sudah berapa kali ia matikan. Tidak sanggup membangunkan seorang Niana dari hibernasinya.
"Nia...bangun!!! Heii...!!" Teriak mama Dena membangunkan anaknya.
"Ish mama bener-bener deh,Nia masih ngantuk tau.!!" Nia menarik selimut.sampai di kepala.
Mama Dena sudah mulai kesal membangunkan anaknya.
"Ok kalau gak mau bangun,mama gak akan batalin keberangkatan kamu ke Inggris.." ancam mama Dena sambil berjalan ke arah pintu.
Nia langsung melompat dari tempat tidur,mengejar mamanya yang sudah hampir sampai didepan pintu.
"Eh..iya mah iya..ini Nia udah bangun.." Nia cengengesan.
Cup cup cup
Ciuman bertubi-tubi Nia berikan kepada mamanya.
"Jorok kamu ih...mandi dulu sana baru cium-cium..bau jigong kamu..tuh iler kamu blepotan kemana-mana." Ujar mama Dena sambil sedikit mendorong tubuh Nia.
Nia langsung terkekeh melihat respon mama nya.
"Jangan di batalin donk mah,mimpi aku udah nyampe Inggris masa aku nya masih disini..jangan dibatalin yah mama Dena cantik.." Nia merayu sang mama.
"Kalau gak mau dibatalin cepet mandi terus turun ke bawah,papa udah nungguin kamu dari tadi." Kata mama Dena seraya meninggalkan Nia dikamarnya.
__ADS_1
Nia pun segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan.dirinya.