Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 60


__ADS_3

"Hahahaha jangan keraskan hati mu,papa tau kamu masih trauma dengan suatu hubungan. Tapi gak ada salahnya kamu membuka sedikit celah untuk laki-laki yang sedang mendekati mu itu. Biar hati mu yang merasakan mana laki-laki yang tulus mencintai mu." Papa Niko memberikan wejangan kepada Nia.


"Nia gak trauma pah,cuma memang fokus Nia sekarang ke pendidikan biar bisa jadi penerus Dirgantara grup. Biar bisa nyenengin mama dan papa di hari tua kalian." Nia memeluk papanya.


Papa Niko mencium puncak kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan di negaranya Irlan kembali mengurung diri di ruangannya yang ada di kafe.


Kembali minum-minuman beralkohol. Kini ia sudah menghabiskan dua botol.


Mabok adalah cara untuk mengikhlaskan perceraian ini. Ingat,hanya perceraiannya dengan Nia bukan mengikhlaskan Nia.


Saat ini dia hanya ingin memantapkan hatinya pada Nia. Jika benar ini hanya obsesi belaka,maka dia akan melepaskan Nia. Namun jika memang dia sudah mencintai Nia,maka dia akan kembali mengejar Nia.


Ceklek..


Pintu ruangan Irlan terbuka.


Mami Nita yang mendapat kabar dari Dimas kalau Irlan sedang berada di kafe dan sedang mengurung diri di dalam ruangannya dengan minuman beralkohol langsung datang menemui Irlan.


"Astaga Irlan..kamu apa-apaan sih nak." Mami Nita mengambil botol minuman yang ada ditangan Irlan yang hendak Irlan tenggak.


"Minggir mi,,cuma ini yang bisa bikin Irlan ngerelain Nia." Ujar Irlan dengan suara khas orang mabok.


Mami Nita menutup hidungnya tak tahan dengan aroma yang keluar dari mulut Irlan.


Mami Nita melihat sudah ada dua botol minuman yang kosong di atas meja,dan yang tadi dipegang Irlan sudah habis setengah.


"Kamu tuh lagi sakit Irlan,pantes aja lambung sama lever mu bermasalah. Ternyata ini kerjaan kamu selama ini hah!!" Teriak mami Nita sambil berusaha mengangkat tubuh anaknya.


"Dimas..Dimas..Dimas.." teriak mami Nita memanggil asisten Irlan yang mengurusi kafe.


Dimas pun datang ke ruangan bos nya dengan sedikit berlari.


"Iya bu.." jawab Dimas setelah sampai diruangan bosnya.


"Ayo bantu saya angkat anak ini." Suruh mami Nita.


Irlan yang masih setengah sadar mendengar mami nya ingin membawa dia pulang langsung menepis tangan mami Nita dari tubuhnya.


"Irlan gak mau pulang. Irlan mau disini. Bukannya papi udah boikot Irlan,jadi Irlan gak bisa lagi menginjakkan kaki di rumah kalian." Irlan berkata sinis pada maminya.

__ADS_1


"Boikotnya dipending dulu kata papi sampai kamu sembuh. Nanti kalau kamu udah sembuh masalah boikot memboikot bisa dibicarakan lagi." Mami Nita sempat-sempatnya bercanda.


"Dimas,ayo angkat." Suruh mami Nita.


Irlan yang tubuhnya dalam keadaan tak bertenaga,mau tidak mau mengikuti langkah kaki Dimas saat dirinya dibopong.


Irlan dan mami Nita kini sudah sampai di rumah,satpam dan supir membantu mengangkat Irlan sampai ke dalam kamarnya dan membaringkannya di atas ranjang.


Mami Nita melihat anaknya dengan intens. Ada kepedihan di hati mami Nita melihat anaknya yang seperti ini,tapi mau di apa ini semua juga karena kesalahan anaknya sendiri.


Irlan membuka matanya,ia melihat maminya sudah duduk di kursi di samping ranjangnya.


"Akh.." Irlan memegangi kepalanya yang pusing.


"Kenapa ,apa yang sakit,bilang sama mami." Tanya mami Nita panik.


"Kepala Irlan pusing mi.." jawab Irlan seraya memegangi kepalanya.


Mami Nita memberikan air putih hangat untuk putranya.


"Minum dulu..mami ambil makanan dulu," mami Nita pun beranjak dari kamar Irlan.


Mami Nita menyuapi putranya dengan telaten.


"Sekarang kamu istirahat,biar besok kita periksa kondisi kamu. Terakhir kali waktu kamu pingsan di rumah Niko,dokter pribadi mereka bilang lambung dan lever mu sepertinya bermasalah." Kata mami Nita sambil membereskan piring kotor yang dipakai Irlan makan.


"Gak usah mi. Biar Irlan mati sekalian."


"Hush..sembarangan aja kalau ngomong!! Kalau kamu mati,kamu bakalan jadi hantu penasaran karena gak bisa dapetin Nia kembali. Dan sekalipun kamu hidup tapi sakit-sakitan gimana caranya kamu mau.ngejar Nia. Makanya kamu harus sehat,kuat,biar bisa kamu ngejar Nia." Mami Nita memberikan semangat untuk putranya.


Kata-kata mami Nita sepertinya masuk di akal Irlan. Irlan pun mengangguk.


Dia kembali berbaring di ranjangnya. Melihat putranya akan kembali beristirahat,mami Nita pun melangkahkan kakinya beranjak dari kamar Irlan.


Hari-hari pun berlalu tak terasa hari ini adalah sidang perceraian Nia dan Irlan.


Papa Niko dan mama.Dena sudah kembali dari Inggris tiga hari yang lalu.


Sedangkan Irlan,sejak mami Nita menjemputnya dari kefe,keesokan harinya Irlan langsung dibawa kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Untunglah dari hasil pemeriksaan penyakit Irlan belum kronis,jadi masih bisa disembuhkan dengan rajin mengkonsumsi obat dan dilarang untuk minum minuman beralkohol serta harus banyak mengkonsumsi makan-makanan sehat.


Mendengar itu,mami Nita merasa lega. Dia jadi over protektive pada anaknya sekarang. Mami Nita melarang Irlan untuk pergi ke kafe dan meminta Dimas mengirim laporan kafe melalui email. Papi Tian juga belum mempercayakan Irlan kembali memegang perusahaan. Selain kondisi kesehatan Irlan,papi Tian masih kesal jika mengingat kebodohan sang putra. Papi Tian masih ingin memberikan pelajaran hidup untuk putranya agar bisa lebih menghargai dan menjaga apa yang sudah kita genggam.

__ADS_1


Drt..Drt..Drt..


Suara getar hp Irlan.


Irlan meraba nakas samping ranjangnya untuk mengambil hp yang sedari tadi berbunyi dan mengganggu tidurnya.


"Hemh.." jawab Irlan tanpa melihat siapa orang yang menelponnya.


"Masih tidur loe?" Tanya seseorang diseberang sana.


Irlan kembali melihat layar hp nya untuk melihat siapa si penelpon. Dan ternyata itu telpon dari pengacara Haris.


"Kenapa?" Jawab Irlan malas.


"Hari ini sidang putusan,loe mau dateng gak? Kalau mau,loe dateng jam sembilan karena sidang dimulai jam sepuluh."


Tanpa mendengar jawaban Irlan,Haris langsung mematikan panggilannya.


Irlan melihat jam yang ada di hpnya,ternyata sudah jam delapan.


"Shit" Irlan langsung melompat dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


Ia ingin pergi ke persidangan,hanya sekedar mendengar hasil putusan dan tidak akan mengajukan banding.


Keputusan Irlan juga sudah bulat,akan merelakan pernikahan yang tidak berdasarkan cinta ini.


Tapi Irlan berjanji akan tetap mengejar Nia dan menikahinya kembali berdasarkan cinta.


"Kamu mau kemana?" Tanya mami Nita dari ruang keluarga melihat anaknya menuruni tangga.


"Mau ke persidangan." Jawab Irlan.


Mami Nita langsung menghampiri Irlan dan menarik tangan anaknya.


"Kamu bilang sudah ikhlas bercerai dengan Nia."


"Irlan kesana bukan mau banding mi,Irlan cuma mau liat jalannya persidangan. Mami tenang aja yah." Jawab Irlan sambil mengelus pundak maminya.


Mami Nita mengangguk dan membiarkan anaknya pergi.


Persidangan berjalan lancar,hakim pun sudah memutuskan Nia dan Irlan resmi bercerai.

__ADS_1


__ADS_2