
"Pagi pah..pagi mah.." sapa Nia kepada orangtuanya saat masuk ke ruang makan.
"Lama banget sih kamu.." omel mama Dena karena harus menunggu anaknya setengah jam.
"Nyetor dulu tadi mah.."
Nia menarik kursi dan duduk disana. Ia mengambil piring dan menyendokkan nasi dan lauk ke piringnya. Mereka pun memulai sarapan.
"Kamu udah siapin barang-barang yang mau kamu bawa?" Tanya Papa Niko sambil menyeka mulutnya usai sarapan.
"Udah pah.." Nia menjawab dengan mulut masih penuh nasi.
"Ekhm..." papa Niko berdehem,ada sesuatu yang mengganjal yang ingin ditanyakan.
Nia dan mama Dena menoleh ke arah papa Niko.
"Kenapa pah?" Tanya Nia saat melihat di wajah papa Niko seperti ada sesuatu yang ingin ditanyakan.
"Masalah perceraian mu dengan..." kata-kata papa Niko langsung dipotong Nia.
"Tetap dilanjutkan pah,keputusan Nia sudah bulat." Nia menaruh sendoknya dan beranjak dari duduknya.
Moodnya hilang saat papanya membicarakan masalah perceraiannya.
Saat Nia ingin beranjak dari kursinya,papa Niko langsung mencekal tangan Nia.
"Duduk dulu. Maaf,papa gak ada maksud membuka luka mu."
"Ini tiket dan pasport mu,papa juga mengganti identitas mu. Biar Irlan tidak dapat menemukan mu. Raih lah mimpi mu nak." Lanjut papa Niko lagi.
"Pah..." Nia memeluk papanya.
"Makasih..Nia janji akan belajar dengan giat,supaya pas Nia pulang nanti Nia bisa langsung gantiin papa di perusahaan.." Airmata pun tak bisa dibendung lagi.
"Mama juga mau donk dipeluk..." kata mama Dena di sela-sela momen mengharukan ayah dan anak itu.
Papa Niko merentangkan tangan sebelahnya agar mama Dena bisa masuk ke dalam pelukannya.
Nia memandang wajahnya di depan cermin meja rias di kamarnya.
Setelah momen mengharukan di ruang makan tadi,papa Niko langsung berangkat ke perusahaan. Nia pun kembali ke kamarnya.
Nia mengambil hp nya. Membuka galeri foto,melihat-lihat foto Irlan yang dia ambil diam-diam. Saat sedang tidur,sedang makan,sedang bekerja atau sedang duduk memainkan hpnya.
Dia juga memandang lama foto-foto pernikahan mereka.
Nia sedikit mengulas senyum di bibirnya.
"Makasih kak,udah buat aku merasakan cinta walau hanya tiga bulan saja."
Dia membuka kontak telepon,mencari nomor pengacara yang mengurus perceraiannya dengan Irlan.
Tuuuuut...tuuuuut.....tuuuut
Nia melakukan panggilan telepon dengan pengacaranya.
"Halo selamat pagi pak Jefri.." sapa Nia saat panggilan itu tersambung.
__ADS_1
"Iya selamat pagi juga bu Nia." Balas pak Jefri pengacara Nia.
"Bisa saya minta tolong ke bapak."
"Bisa donk bu,minta tolong apa bu?"
"Tolong bapak hubungi pengacara pak Irlan. Bilang sama beliau saya ingin menemui kliennya di coffee shop di jln xxx jam sepuluh."
"Baik bu Nia akan saya beritahu pak Haris untuk menghubungi kliennya. Oh iya,apa perlu saya temani?"
"Gak usah pak,saya ingin membereskan masalah hati saya sebelum.saya berangkat ke inggris nanti sore."
" baik bu.saya mengerti."
Panggilan itu pun berakhir.
Nia berniat untuk menemui Irlan untuk yang terakhir kalinya sebelum.ia berangkat ke Inggris.
Dia juga mengirim pesan ke Alex untuk menjemputnya.
Nia : Kak...bisa jemput aku?
Tak perlu menunggu lama Alex pun langsung membalas pesan Nia.
Alex : Mau kemana?
Nia : Aku mau ke coffee shop di jln xxx.
Alex : Loe ngajak gue kencan nih ceritanya?
Nia : ke PD an ih... aku mau ketemu sama calon mantan suami aku kak.
Nia : mau ngeberesin masalah hati kak. Mau nemenin gak??? Nanti abis dari coffee shop kita kencan deh...hehehe
Alex : cih..udah pinter yah php in orang sekarang.
Nia : belajar dari kak Alex. Gimana mau gak?
Alex : ok,gue temenin.
Nia tak lagi membalas pesan Alex,ia melangkah kan kakinya menuju ruang ganti untuk bersiap-siap.
Irlan mengerjapkan matanya,ia terbangun karena suara bising dari hp nya yang sedari tadi berbunyi.
Dia melihat ada lima panggilan tak terjawab dari Haris teman sekaligus pengacaranya.
"Halo." Suara berat dan serak layaknya orang baru bangun tidur menyapa sang penelpon.
"Loe lama banget sih ngangkatnya."
"Gue lagi tidur..kepala gue pusing banget."
"Loe mabok lagi?"
"Hemh.."
"Sekarang loe bangun,mandi yang bersih yang wangi,cukur juga tuh jenggot sama kumis loe. Terus loe pergi ke coffee shop yang. Di jln xxx."
__ADS_1
"Mau ngapain gue kesana? Loe nyuruh gue kencan buta hah?"
"Bego!!! Tadi pengacara Nia hubungin gue,katanya si Nia minta ketemuan disitu jam sepuluh. Udah cepetan loe siap-siap udah jam sembilan nih.."
"Kok loe gak bilang daritadi sih!!!!"
Tanpa mendengar jawaban dari Haris,Irlan langsung mematikan panggilannya.
Dia langsung melompat dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Kini Irlan sudah sampai di coffee shop,tempat yang Nia inginkan untuk bertemu.
Irlan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya,masih ada lima belas menit dari jam yang Nia janjikan.
Irlan mengetuk-ngetuk meja,hatinya benar-benar gelisah.
Setiap ada pengunjung yang datang membuka pintu,mata Irlan langsung menoleh. Namun begitu yang di lihat bukan Nia,mata itu berubah dengan tatapan kecewa.
Nia kini sudah sampai di parkiran coffee shop.
"Loe yakin mau masuk sendirian?" Tanya Alex saat Nia hendak membuka pintu mobilnya.
Nia melarang Alex ikut dengannya ke dalam.
"Iya kak Alex tunggu aja disini,biar aku selesaikan masalah ku dulu. Kalau kakak ikut masuk nanti kak Irlan jadi salah paham." Nia pun keluar dari mobil Alex.
Hingga akhirnya suara pintu terbuka,Irlan sudah malas melihat ke arah pintu. Paling-paling pengunjung lain pikirnya. Dia melamun sambil melihat ke arah luar.
Sampai saat suara memanggil dirinya, dia pun tersadar dari lamunannya. Suara yang sangat ia kenal dan rindukan.
"Kak Irlan.." panggil Nia yang melihat Irlan sedang melamun.
Ia menoleh ke arah suara tersebut.
"Nia.." Irlan langsung berdiri dan memeluk Nia dengan erat.
"Loe kemana aja sih,kenapa loe sembunyi dari gue" Irlan mendekap tubuh itu semakin erat.
Dia tidak mempedulikan pengunjung coffee shop yang lain yang sedang memperhatikan mereka.
Nia mendorong tubuh Irlan agar menjauh darinya. Nia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk Irlan.
"Udah lama yah?" Tanya Nia membuka percakapan.
Mata Irlan masih terus memandang wajah yang sangat ia rindukan.
"Kak.." Nia merasa risih karena Irlan terus menatapnya.
"Kak..!!" Panggil Nia lagi dengan menepuk pelan tangan Irlan.
"Eh...iya..kenapa? Kamu bilang apa?" Irlan tersadar.
"Kakak udah lama?" Tanya Nia kembali.
"Baru aja."
"Mau minum apa?" Tawar Irlan.
__ADS_1
"Es capucino aja"
Irlan memanggil pelayan dan memesan minuman untuknya dan untuk Nia.