Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 121


__ADS_3

"Capek?" Tanya Irlan saat merasakan nafas Nia yang masih ngos-ngosan.


Nia mengangguk.


"Masih sakit?" Tanya Irlan lagi.


"Sedikit."


Irlan mengecup kening Nia tanda permohonan maafnya.


"Maaf yah,udah lama puasa sayang,jadi begitu buka puasa langsung grusak grusuk makannya."


"Ish.." Nia memukul dada Irlan.


"Tapi masih bisa satu ronde lagi kan?" Tanya Irlan penuh harap.


Bukan jawaban yang Irlan dapatkan,malah cubitan di perutnya yang ia dapatkan.


"Aaauuuww...sakit sayang..!!" Rintih Irlan sambil mengusap-usap perutnya.


"Salah sendiri mesum banget.!!" Jawab Nia ketus.


"Gak lihat tuh udah jam berapa. Aku udah ngantuk kak,pinggang aku udah encok ini."


Irlan melihat jam yang menempel di dinding kamar itu,ternyata sudah hampir jam dua subuh.


"Njriiit,udah jam dua aja. Padahal baru dua ronde." Irlan merengut kesal dalam hatinya karena waktu cepat sekali berlalu.


Wajar saja,karena Irlan start menggempur Nia mulai jam sebelas. Seandainya start di jam sembilan,mungkin sekarang Irlan sudah otw ronde ke empat.


Melihat wajah Nia yang sangat kelelahan karena penggempuran dan ditambah lagi resepsi pernikahan tadi,Irlan jadi tak tega memohon pada Nia untuk memberi tambahan ronde. Irlan pun mengalah.


"Ya udah,kita lanjutin besok lagi. Sekarang kita tidur aja." Irlan mengambil remote untuk mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur.


Mereka pun tertidur dengan berpelukan,Irlan memeluk Nia sepanjang malam seolah takut Nia pergi meninggalkannya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Jam masih menunjukkan pukul lima subuh,tapi hp Irlan tak berhentinya berdering. Irlan pun meraba nakas untuk mengambil hp nya. Tanpa melihat siapa yang melakukan panggilan,ia menggeser tombol hijau.


"Emmm" jawab Irlan dengan suara khas orang baru bangun tidur.


"Kalian masih tidur?" Tanya seorang wanita yang melakukan panggilan ke nomor Irlan.


Irlan membelalakan matanya,kemudian melihat nama yang tertera di layar hp nya.

__ADS_1


"Astaga. Mama Dena." Lirih Irlan,ia merasa bersalah karena menjawab panggilan telpon dari mama mertuanya dengan tidak sopan.


"Ah..iya mah.." jawab Irlan tergagap.


"Ya udah,tidur aja lagi. Mama cuma mau kasih tau,kalau kami,mama,papa dan mami-papi mu mau balik ke Singapore sekarang. Kalian gak usah nganter,karena kami sudah ada di private jet papi kamu sekarang."


"Oh,iya mah. Semoga selamat sampai tujuan,kabarin Irlan kalau kalian sudah sampai di Singapore."


"Oke. Kalau kamu mau bawa Nia honeymoon,pake aja private jet papa Niko. Sengaja kami hanya pake satu private jet,biar kalian bisa pake kalau memang kamu mau honeymoon sama Nia."


"Iya mah,makasih."


Panggilan pun berakhir.


Irlan kembali meletakkan hp nya di atas nakas,ia kembali memeluk istrinya. Karena tubuh Nia yang masih polos,membuat dadanya yang menempel langsung di kulit dada Irlan,dan itu sukses membuat Irlan kembali menegang. Apalagi bagi setiap kaum adam,jam-jam segitu adalah waktu terkramat.


Ia menurunkan selimut yang menutupi dada Nia. Ia menelan slivanya susah payah. Irlan langsung berubah menjadi bayi besar yang enen pada ibunya.


"Eugh.." Nia melenguh saat merasakan ada yang menghisap ****** susu nya. Ia mengerjapakan matanya.


"Astaga kak Irlan.." Nia kaget melihat Irlan yang sedang mengempeng pada squishy nya. Dia mendorong tubuh suaminya agar menjauh dari squishy nya.


"Haus sayang.." lirih Irlan,kemudian ia kembali melanjutkan aksinya.


"Haus minum lah kak. Disitu mana ada airnya."


"Haus menikmati tubuh mu sayang." Kata Irlan,kemudian ia melahap bibir mungil Nia dengan rakus.


"Hemph.." Nia mendorong tubuh Irlan saat dirinya sudah kehabisan nafas.


"Sekali lagi yah." Irlan meminta Nia untuk melakukan ritual suci sekali lagi.


Ingin sekali Nia menolak ajakan suaminya karena ia masih sangat mengantuk,tapi ia sadar sekarang prioritas utama seorang istri adalah melayani kebutuhan jasmani dan rohani suaminya.


Nia pun mengangguk pasrah.


Irlan pun memulai pemanasan sebelum masuk ke inti ritual suci.


Setelah satu jam melakukan ritual suci,Nia dan Irlan kembali tertidur.


Namun lagi dan lagi,baru satu jam mereka tertidur,bel kamar suite room mereka berbunyi.


"Kak..ada yang dateng tuh.." kata Nia sambil menepuk dada suaminya.


"Hish..siapa sih jam segini ganggu aja.!!" Kesal Irlan,ia pun turun dari tempat tidur dan memakai boxernya.

__ADS_1


"Kamu tidur aja lagi." Kata Irlan pada istrinya,lalu membaguskan letak selimut Nia.


Nia yang memang sangat mengantuk pun kembali tertidur.


Irlan melangkahkan kakinya menuju pintu.


Dia melihat dari monitor,dan terlihat wajah Igo yang ternyata menganggu istirahatnya.


Ceklek. Irlan membuka pintu.


"Apaan sih loe.!!! Masih jam segini udah ganggu aja.!! Untung gue udah selesai ritual.!!" Bentak Irlan.


Igo melihat penampilan Irlan yang acak-acakan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Igo geleng-geleng kepala karena Irlan menemuinya hanya memakai boxer ketat yang mencetak jelas milik Irlan. Dan bekas cakaran di pundak dan lengan Irlan.


"Gede juga punya loe yah ternyata. Gue jadi penasaran gimana jeritan Nia waktu pertama di masukin." Igo terkekeh geli saat melihat cetakan itu,otaknya pun ikut treveling.


"Njiiing loe.!!! Berani-beraninya loe ngebayangin bini gue.!! Gue santet online loe kalau loe berani ngebayangin bini gue lagi.!!"


"Cih..dasar bucin.!!"


"Mau ngapain sih loe kesini?"


Hampir saja Igo lupa tujuan ia mendatangi si pengantin baru.


"Astagaaa.!!" Ia menepuk jidatnya.


Tanpa di minta masuk,Igo langsung menyerobot masuk dan duduk di sofa. Irlan pun menutup pintu dan ikut duduk dengan Igo di sofa samping Igo.


"Yordan dalam bahaya Lan." Kata Igo.


"Bahaya?? Bahaya kenapa?"


Igo pun menceritakan kejadian waktu diresepsi pernikahan Irlan.


PLETAAAK. Irlan malah menjitak kepala sahabatnya itu.


"Itu mah loe yang dalam bahaya.!! Yordan mah enak,paling juga langsung di nikahin.!!Kalau sampe madam mommy tau loe yang naro obat perangsang itu,tamat riwayat loe.!!"


Igo menelan slivanya membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan di lakukan si madam mommy bar-bar.


"Tapi kan tujuan gue bukan buat Ica." Kilah Igo.


"Mau buat Ica atau gak,sama aja loe mau berbuat curang buat dapetin inceran loe.!! Gak gentle banget sih loe jadi orang.!! Kelamaan make barang second sih loe,sekali nemu yang ori,gak pede deh sama diri sendiri.!! Sindir Irlan. Mentang-mentang sudah berhasil mengejar cinta mantan istrinya,ia lupa diri akan masa lalunya yang tak jauh beda dengan Yordan dan Igo. Yah...walaupun hanya sekedar oral.


"Mending sekarang loe cabut dari sini sekarang,sebelum Yordan buka mulut dan madam mommy nangkep loe.!!"

__ADS_1


Igo pun menuruti perkataan Irlan. Dia pun keluar dari kamar suite room Irlan.


__ADS_2