
Saat sedang serius memeriksa laporan,hp Irlan berbunyi. Ternyata Dimas,asisten pribadi Irlan yang ia percayai untuk mengontrol kafe nya yang sudah memiliki banyak cabang di kota nya maupun di luar kota.
"Ya Dim."
"Maaf,pak. Ada orang yang ingin membooking kafe kita selama seminggu berturut-turut untuk sebuah event."
"Ya bagus dong."
"Tapi masalahnya orang ini,hanya mau membicarakan kerjasama ini dengan bapak."
"Kenapa harus dengan saya,kan biasanya juga kamu yang ngurus itu semua." Tanya Irlan heran.
"Saya juga sudah bilang begitu pak,tapi perempuan ini ngotot mau nya ketemu dan membicarakan ini dengan bapak langsung."
Irlan menghela nafasnya.
"Ya udah,satu jam lagi aku nyampe." Irlan pun mengalah. Jika hanya memikirkan dirinya sendiri,ia malas untuk bertemu langsung dengan klien. Tapi karena ada banyak karyawan kafenya yang harus ia sejahtera kan akhirnya ia pun mengalah.
Irlan menutup berkas-berkasnya. Dan meninggalkan meja kerjanya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sampai lah Irlan di kafe nya di jl xxx.
"Mana orangnya?" Tanya Irlan pada Dimas saat masuk kedalam kafenya.
"Ada diruangan bapak."
"Kok kamu biarin dia di ruangan saya sendiri?"
"maaf pak,tadi saya sudah menyuruh nona itu menunggu di ruang tunggu tapi dia bersikeras minta menunggu di ruang bapak,daritadi saya menemani nona itu,tapi karena ada sedikit trouble di gudang jadi saya tinggal ke gudang sebentar." jelas Dimas.
Irlan pun menaiki anak tangga menuju lantai atas dimana ruangannya berada.
Ceklek. Pintu ruangan Irlan terbuka.
Terlihat lah wanita cantik yang sedang duduk bersandar di sofa dengan menggunakan earphone bluetooth sambil memejamkan matanya. Pakaian wanita itu sangat minim dan seksi sehingga menampilkan betul lekuk tubuh si wanita.
"Ekhm.." Irlan berdehem agak keras untuk menyadarkan si wanita akan kehadirannya.
Merasa ada suara, si wanita pun membuka matanya. Dan menoleh ke arah suara.
Mata mereka pun saling beradu pandang.
__ADS_1
Si wanita pun berdiri di hadapan Irlan.
"Ah maaf,saya tidak sadar kalau pak Irlan sudah datang." Dengan wajah sedikit menggoda si wanita meminta maaf.
"Kenalkan nama saya Clara." Clara mendekati Irlan dan menyodorkan tangannya untuk berjabatan dengan Irlan.
"Irlan" Irlan menyambut jabatan tangan itu.
"Silahkan duduk" Irlan meminta Clara untuk duduk di sofa di hadapannya.
Tapi Clara malah duduk tepat di samping Irlan.
Irlan yang tidak ingin berdekatan dengan wanita lain pun,memilih untuk beranjak dari sofa yang saat ini sedang ia duduki. Apalagi sekarang pakaian Clara menampilkan dengan jelas belahan dadanya.
Namun dengan cepat tangan Clara mencekal tangan Irlan.
"Duduk disini aja,saya gak suka bicara berhadapan dengan klien" Clara memberikan alasan.
Irlan menghela nafasnya. Ia sungguh malas harus berhadapan dengan wanita-wanita seperti Clara.
"Kalau gitu langsung saja." Pinta Irlan cepat.
Mereka pun langsung membahas tentang pekerjaan.
Selama Irlan menerangkan tentang fasilitas-fasilitas yang akan diberikan kafenya saat event yang akan Clara selenggarakan nanti. Clara malah menunjukkan sisi erotisnya di depan Irlan.
Ingin sekali rasanya Irlan memukul wanita ganjen yang ada dihadapannya. Tapi sayang Irlan bukan lah tipe laki-laki yang suka main tangan terhadap wanita. Terbukti saat dirinya memergoki Melda sedang bercinta dengan laki-laki lain,Irlan sama sekali tidak memukul Melda,malah si laki-laki lah yang jadi sasaran amukan Irlan.
Setelah dirasa cukup memberi penjelasan,Irlan pun pamit undur diri.
"Saya rasa,anda sudah paham dengan penjelasan saya. Masalah administrasinya bisa anda bicarakan langsung dengan asisten saya. Permisi."
Saat Irlan hendak berdiri lagi-lagi Clara menahan tangannya.
Dan tanpa tahu malu,ia mengalungkan lengannya di leher Irlan.
Irlan membelalakkan matanya. Refleks ia mendorong tubuh Clara. Namun,karena Clara mengalungkan lengannya sangat kuat di leher Irlan,membuat kepala Irlan sedikit terdorong dan tanpa sengaja bibir Irlan menyentuh bibir Clara.
"Shiiiiit!!!" Umpat Irlan dalam hati. Lalu dengan kasar melepaskan tangan Clara dari lehernya.
Irlan menatap tajam pada Clara.
"Cih...dasar wanita murahan!!!! Pengen banget loe gue tidurin,sampe-sampe loe pake cara murahan buat deketi gue hah...?" Kini Irlan sudah dalam mode sangar.
__ADS_1
Irlan mencengkram dagu Clara.
"Denger yah,wanita sampah kayak loe jangan harap bisa dapet keuntungan dari gue!!!"
Lalu menghempaskan Clara sampai Clara jatuh tersungkur di lantai.
"Dan satu lagi,gue gak sudi kalau kafe gue di booking sama jalang kayak loe!!! Loe cari aja kafe yang lain!!"
Irlan langsung berlalu dari hadapan Clara,meninggalkan Clara yang masih dalam posisi tersungkur.
Setelah Irlan pergi,Clara langsung berdiri dan bergegas mengambil kamera yang ia sembunyikan di sudut ruangan Irlan. Yang memang sengaja ia pasang sebelum Irlan datang.
Flashback On.
Saat melihat Irlan menjemput Nia,Alex langsung merencanakan suatu cara agar membuat Nia kembali menjauhi Irlan.
Setelah mendapat cara yang tepat,Alex pun melakukan panggilan ke nomor Clara.
"Ra..gue butuh bantuan."
"Cih..kapan sih loe gak butuh bantuan gue. Loe tengah malem,lagi pengen bercinta sama gue aja gue ladenin Lex.."
"Gue lagi gak butuh bantuan loe di ranjang. Gue butuh bantuan loe buat ngegoda seseorang."
"Woow..gue dapet apa nih kalau gue berhasil?"
"Tenang aja,apa aja yang loe mau gue kasih. Yang penting loe harus berhasil ngegoda orang itu."
"No problem..itu mah perkara kecil."
"Oke.gue tunggu hasilnya."
Alex pun mengakhiri panggilannya.
Senyum kelicikan pun terbit di wajahnya.
Ia tak perlu meragukan kelihaian Clara dalam hal menggoda pria. Toh selama ini Alex memang memanfaatkan Clara untuk menggoda para pengusaha muda maupun tua agar Alex bisa mendapatkan kontrak kerjasama.
Alex yang selalu dituntut ayahnya agar bisa memajukan perusahaan sang ayah saat dirinya lulus kuliah. Mau tidak mau harus memutar otak nya untuk mencari cara agar ayahnya bangga padanya.
Saat itu Alex yang sedang frustasi karena dalam seminggu ia harus kehilangan tiga klien yang akan bekerjasama dengan perusahaan ayahnya. Jelas Ayah Alex marah besar padanya.
Sebagai penyaluran rasa emosi,Alex pergi ke club malam. Dia duduk sendiri di table nya. Menjambak rambutnya frustasi. Dia ingat saat pertama kali dirinya bertemu dengan Nia,saat itu memang ia tulus menyukai Nia dan ingin mengejarnya kembali. Tapi setelah tau kalau Nia sudah bersuami,Alex mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Tapi kini niatnya untuk mengejar Nia kembali berkobar,setelah tau kalau Nia akan bercerai dengan Irlan. Dan yang membuat Alex semakin bersemangat mendapatkan Nia karena Nia adalah pewaris tunggal salah satu perusahaan raksasa. Yang kalau dibandingkan dengan perusahaan ayah Alex tidak ada apa-apanya.
Demi melancarkan semua tujuannya Alex pun bersabar menunggu Nia sampai dirinya selesai kuliah di London. Dan agar Nia dan keluarganya bisa menyukainya Alex pun mulai mendekatkan diri dengan mama-papa Nia.