
Setelah menaruh foto itu dalam tas,mata Clara tertuju pada satu mobil yang berada diseberangnya,mobil itu sangat mencurigakan,karena sesekali seorang pria turun dari dalam mobil dengan menggunakan kaca mata hitam dan menghisap rokoknya. Pandangan pria itu pun selalu tertuju pada pintu keluar gedung Dirgantara Group.
"Apa laki-laki itu orang suruhan Alex yang menelpon tadi pagi???" Tanya Clara pada dirinya sendiri.
Mata Clara tak pernah lepas memperhatikan gerak-gerik laki-laki itu,walau sesekali ia juga melihat ke arah pintu keluar.
Empat puluh menit menunggu,akhirnya mobil Alex keluar dari dalam gedung melalui pintu keluar.
Begitu mobil Alex melaju ke arah jalanan,mobil mencurigakan itu langsung mengikuti Alex dari belakang.
Clara makin bertambah yakin kalau itu mobil orang suruhan Alex. Clara pun mengikuti kedua mobil itu.
Ternyata mobil Alex menuju arah puncak.
"Mau ngapain Alex ke arah puncak?" Tanya Clara pada dirinya sendiri,ia semakin penasaran apa rencana jahat Alex yang sebenarnya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Irlan mendatangi Nia ke kantornya pada jam makan siang. Sebenarnya Irlan ragu untuk mendatangi perusahaan mantan papa mertuanya itu,tapi sejak Nia memaksanya untuk sarapan bersama pagi tadi,Irlan memberanikan dirinya untuk masuk kedalam Dirgantara Group lagi untuk mengajak Nia makan siang bersama. Sebelumnya Irlan memang belum memberitahu Nia perihal kedatangannya.
Irlan mendekati ruangan Nia,ketika sudah sampai meja sekretaris Irlan menanyakan keberadaan Nia.
"Nia ada di dalam?" Tanya Irlan pada Vera.
"Maaf pak,bu Nia sedang keluar."
Irlan mengernyitkan keningnya,pasalnya belum satu jam yang lalu dia berkirim pesan pada Nia dan Nia masih berada di kantor,makanya Irlan mendatangi Nia setelah sebelumnya memastikan Nia tidak keluar kantor saat jam makan siang nanti.
"Apa dia ada meeting di luar?" Tanya Irlan penasaran.
"Bukan pak,bu Nia pergi keluar dengan pak Alex."
"Alex?"
"Iya pak,pak Alex dari perusahaan AB properti."
"AB Properti?" Irlan kaget mendengar nama AB properti.
"Berarti wanita itu orang suruhan Belek untuk menghancurkan kepercayaan Nia sama gue!!! Brengsek si Belek,dia mau main curang rupanya!!!" Kata Irlan dalam hati.
__ADS_1
"Apa Nia kasih tau kemana mereka mau pergi?"
"Tidak pak,tapi sepertinya pak Alex mengajak bu Nia makan siang."
Irlan mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras. Mendengar nama Alex mendekati Nia saja sudah membuatnya emosi,apalagi sekarang mengetahui mengajak Nia makan siang berdua.
Irlan pamit kepada Vera,lalu melangkahkan kakinya menuju lift untuk turun ke bawah.
Sampai di bawah,dengan langkah cepat dan panjang ia berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. Sampai di mobil,Irlan mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke nomor Nia. Tapi Nia tidak menjawab-menjawab panggilan nya.
"Kemana sih mereka!!!" Irlan memukul setir mobil karena emosi.
"Perasaan gue kok gak enak yah!!" Lalu Irlan melakukan panggilan ke nomor Nia lagi. Dan sekarang malah nomor Nia tidak aktiv.
"Brengsek!!" Irlan kembali memukul setir mobil. Tiba-tiba ia teringat akan cincin yang ia berikan pada Nia.
"Mudah-mudahan loe selalu pake cincin yang gue kasih.." lalu tangan Irlan melacak keberadaan Nia melalui cincin yang Irlan berikan pada Nia.
Dan didapatlah keberadaan Nia. Sekarang Nia sedang menuju arah puncak.
"Puncak? Ngapain makan siang sampe ke puncak?" Tanya Irlan pada dirinya sendiri.
"Jangan-jangan si Belek mau cari jalan pintas buat dapetin Nia?? Brengsek!!! Gak akan gue biarin loe nyentuh Nia sekalipun itu bayangan Nia!!!"
Irlan langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat,menuju tempat yang ditunjukkan pelacak pada cincin Nia.
🍀🍀🍀🍀🍀
Di mobil Alex.
Saat sudah keluar dari gedung Dirgantara Group,Alex mengemudikan mobilnya ke arah puncak.
Nia mengernyitkan keningnya bingung.
"Loh kita mau kemana ini? Katanya mau makan siang,kok ini malah ke arah puncak?" Tanya Nia.
Alex menoleh ke arah Nia sesaat,lalu kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan.
"Aku udah nyiapin sesuatu yang spesial dan mewah disana. Jadi kamu tinggal duduk dan nikmatin yang aku siapin nanti." Jawab Alex.
__ADS_1
Kemudian senyum menyeringai terbit di pipi Alex.
"Dan siapin diri loe,untuk gue nikmatin di atas ranjang yang udah gue siapin." Kata Alex dalam hati.
Perjalanan yang biasanya memakan waktu sampai tiga jam lebih pada weekend atau hari libur,kini hanya memakan waktu satu setengah jam. Karena ini bukan weekend atau hari libur.
Mobil Alex sudah memasuki area puncak. Selama perjalanan Nia pun tertidur. Saat Nia tertidur,hp Nia yang berbunyi dan Alex langsung mengambil hp itu dari dalam tas Nia. Di lihat lah nama Irlan disana,buru-buru Alex mematikan hp Nia agar Irlan tak menghubunginya lagi dan Irlan tidak bisa melacak keberadaan Nia melalui gps pada hp Nia. Kemudian membuang hp Nia ke jalanan.
Sampai lah mobil Alex didepan vila yang sudah Alex sewa untuk melancarkan aksinya.
Vila yang jaraknya jauh dari pemukiman penduduk. Disekitar vila juga tidak ada bangunan lain selain vila itu,hanya ada perkebunan teh yang mengelilingi vila itu.
"Nia..bangun,udah sampe." Alex mengelus pipi Nia untuk membangunkan Nia dari tidurnya.
"Eunggh..." Nia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.
"Udah sampe?" Tanya Nia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Iya,ayo turun." Alex membuka pintunya,lalu menutupnya. Dengan setengah berlari Alex memutar ke arah pintu penumpang tempat Nia duduk. Lalu membuka pintu untuk Nia.
"Silahkan turun my queen.."
Nia pun turun dari dalam mobil Alex.
Nia memandangi bangunan vila,bangunan yang terbuat dari kayu jati dan terlihat sangat klasik.
"Bangunannya bagus kak,aku suka.." kata Nia dengan mata berbinar sangat menyukai bangunan vila didepannya.
"Ini gak seberapa,kamu akan lebih terkesima dengan sesuatu yang udah aku siapkan di dalam." Lalu Alex menggandeng tangan Nia agar masuk ke dalam vila.
Sebelum Alex membuka pintu,Alex menutup mata Nia dengan penutup mata yang sudah Alex persiapkan sebelumnya.
Setelah mata Nia tertutup,baru lah Alex membuka pintu dan menggiring Nia masuk kedalam vila. Alex menuntun Nia sampai pada halaman belakang vila. Kemudian Alex membuka penutup mata Nia.
Mata Nia membelalak melihat pemandangan yang terpampang dihadapannya saat ini.
Pemandangan kebun teh yang begitu menyejukkan mata ditambah lagi udara yang begitu sejuk dan tempat yang begitu private karena tidak ada bangunan lain selain vila itu disitu. Membuat siapa pun yang mengunjunginya merasakan betul ketenangan,apalagi bagi orang yang ingin menyendiri dari hiruk pikuk kota besar yang begitu bising dan padat.
"Gimana,kamu suka?" Tanya Alex sambil tangannya merangkul pundak Nia.
__ADS_1
Nia merasa risih saat Alex merangkul pundaknya,padahal Alex selalu seperti itu pada Nia. Tapi sejak ia memulai kembali hubungan dengan Irlan dia merasa risih kalau ada laki-laki lain yang menyentuhnya.