Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Gebi sadar


__ADS_3

Menjelang pagi Gebi sadar . Perlahan dia membuka matanya.


" Dimana ini ?" gumam Gebi bingung .


Gebi menatap sekitarnya yang ternyata berwarna putih .


deg !


Akhirnya ia bisa mengingat kejadian yang sudah ia alami . Jika dia berada dirumah sakit . Bagaimana dengan ketiga temannya?"


Gebi berusaha untuk bangun . Tetapi sulit karena kakinya baru saja dioperasi. Tangannya tak sengaja menyenggol tiang infus.


Brak !


Kelima orang yang sedang asyik dalam mimpi langsung terbangun mendengar suara itu .


" Ada apa ," ucap Sandra dengan mata yang masih sayu .


Kemudian pandangannya beralih pada ranjang Gebi . Dapat ia lihat posisi infus yang miring dan bersandar di meja .


Tanpa ba-bi-bu dia langsung menghampiri Gebi dan meletakkan tiang infus itu kembali ke tempatnya.


" Gebi ," pekik Sandra dengan suara agak tinggi . Membuat keempat orang yang masih linglung segera mendekat kearahnya.


" Alhamdulillah... akhirnya kamu sadar juga .*


Sandra memeluk Gebi dengan lembut . Sandra yang masih shock sungguh tidak menyangka jika mendapatkan perlakuan seperti ini . Meskipun dia tahu Sandra sudah baik padanya .


" Lepasin deh pelukan Lo dari calon bini gua . Bisa engap dia nanti ," ucap Brayen.


" Iri bilang bos," cibir Sandra sambil melepaskan pelukannya.


" Kamu _"


" Kalo masih ingin bertengkar lebih baik keluar ," ancam Aryan yang sudah geram, dengan tingkah dua orang sedari semalam tidak berhenti berdebat .


Sandra dan Brayen langsung diam . Aryan menekan tombol untuk memanggil dokter .


" Bagaimana keadaanmu?" tanya Aryan dengan lembut .


" Ha ?"


Gebi kaget , dia masih belum terbiasa menerima perlakuan lembut dari Aryan .


" Apa ada yang sakit ?"


" Kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?" tanya Gebi kemudian . Pandangannya nampak sendu .


" Tidak perlu khawatir. Sebentar lagi dokter akan datang ."


" Bagaimana dengan ketiga temanku ?"


" Kondisi mereka tidak terlalu parah . Jadi mereka tidak ada dirumah sakit ini . Ada beberapa karyawanmu yang menjaganya."

__ADS_1


" ..."


" Selamat pagi ... ada yang bisa saya bantu ?" tanya dokter yang datang keruangan itu .


" Pasien sudah datang dok ," jawab Aryan sambil memberi ruang agar dokter bisa memeriksa Gebi .


" Alhamdulillah.... saya periksa dulu ya ."


" Silahkan Dok."


" Selamat pagi nona ... apa ada keluhan ?"


" Kaki saya kenapa tidak bisa digerakkan ya Dok?"


" Kita tunggu beberapa hari dulu ya nona . Sebab semalam kakinya baru selesai dioperasi. Kaki anda mengalami keretakan yang parah sehingga kami terpaksa harus mengoperasi."


deg


" Masih bisa disembuhkan kan dok ?"


" Alhamdulillah... operasinya berjalan lancar . Mungkin untuk sementara anda akan menggunakan kursi roda tetapi jangan khawatir anda masih bisa berjalan kembali ."


" Berapa lama saya harus memakai kursi roda dok ?"


" Dia hingga tiga bulan ."


" What !"


" Kenapa ?"


" Anda memilih lama atau tidak sama sekali ?"


" ..."


" Anda harus bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk selamat meskipun _"


Dokter itu tidak melanjutkan ucapannya . Dia tahu pasti pasiennya itu shock.


" Yang semangat ya ... banyak yang menyayangi anda ."


" Terimakasih dok ."


" Apakah ada keluhan di kepala anda ?"


" Hanya sedikit pusing dok ."


" Nanti siang kami akan melakukan CT scan. Jadi persiapkan baik-baik oke ."


" Baik ."


" Kalau begitu saya permisi dahulu ."


Dokter itu keluar bersama perawat . Brayen tadi sempat menyingkir sekarang mendekat lagi . Begitupun dengan yang lain . Sekarang Gebi dikerumuni lima orang .

__ADS_1


Gebi menatap Sandra dan juga Aryan bergantian.


" Kok kalian bisa ada disini ?"


" Dengar apa yang sudah dikatakan oleh calon bini gua . Kalian tidak diharapkan kehadirannya."


" Brayen ..."


" Memangnya kalau kami semalam tidak ada disini mungkinkah kamu akan tahu keadaan Gebi ?" tanya Sandra. Dia sangat ingin menutup mulutnya itu dengan lak ban .


" San ?"


" Semalam kendaraan kami macet . Ternyata ada kecelakaan. Jadi aku dan kak Aryan keluar dari mobil untuk melihatnya. Ternyata yang kecelakaan itu kamu . Karena itulah kami mengikuti polisi sampai kesini ."


" Maaf sudah merepotkan kalian ."


" Tidak masalah... yang penting kamu bisa sembuh. Tapi maaf kami tidak bisa menghubungi kedua orang tua mu ," ujar Aryan dengan raut wajah yang sendu . Baru kali ini aryan menampilkan wajah seperti itu dihadapannya.


" ..."


" Apakah kalian tidak ada yang sholat subuh?"


" Betul juga ... ayo San , keburu waktunya habis," ajak Aryan pada adiknya.


" Yuk Fit !"


" Oke ."


Aryan, Sandra dan Fitri keluar dari ruangan itu . Mereka menuju musholla yang tersedia disana .


Tinggallah Gebi , Brayen dan juga Nanda yang sedang berhalangan.


" Kamu nggak sholat nan ?" tanya Brayen .


" Libur ."


" Memangnya sholat asar liburnya ?" tanya Brayen bingung.


" Memangnya kenapa?"


" Kalau Lo sholat kan gua bisa berduaan sama calon bini ."


" Ya elah Bambang . Ingat kalian itu berbeda jadi lebih baik Lo nyerah deh ."


" Apa yang dikatakan Nanda benar Bray ... Masih banyak loh cewek cantik diluar sana yang baik buat kamu ."


Brayen terdiam mendengar ucapan Gebi. Bukannya dia tidak tau . Bahkan Gebi sering mengingatkan tentang perbedaan itu . Belum lagi dengan mamanya yang menjodohkan dia dengan anak sahabatnya.


" Kalian berisik !"


Brayen berjalan kearah sofa . Dia merebahkan tubuhnya disana . Kemudian menutup kedua matanya dengan lengannya.


Gebi dan Nanda yang melihat kelakuan Brayen saling pandang . Kemudian keduanya terkikik geli .

__ADS_1


" Nggak usah tertawa !"


__ADS_2