Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 15


__ADS_3

Hari berganti minggu,minggu berganti bulan. Tak terasa sekarang baby Caesar sudah berumur setahun. Tak seperti anak sultan yang lainnya yang merayakan ulangtahun di hotel,kafe atau vila,Nia dan Irlan memilih merayakan ulangtahun anak mereka di rumah dan hanya mengundang anak-anak panti asuhan dan anak jalanan. Tak lupa mereka juga mengundang Ica-Yordan dan anak-anaknya serta Tia-Igo dan anaknya. Dan hari ini adalah rumah mewah Irlan dan Nia pun sudah di sulap dengan dekorasi balon berwarna merah dan biru serta pernak-pernik spiderman.


Lagu selamat ulangtahun pun begitu menggema di dalam rumah,anak-anak panti asuhan dan anak jalanan yang datang nampak sangat senang dan bersemangat. Doa meminta kesehatan dan umur panjang pun di panjatkan untuk baby Caesar. Setelah berdoa,lagu tiup lilin dan potong kue mengiringi baby Caesar yang di bantu Nia dan Irlan meniup lilin kemudian memotong kue nya. Setelah acara tiup lilin dan potong kue,acara berlanjut makan bersama.


Tak terasa,acara yang di mulai pukul tiga siang berakhir di pukul tujuh malam. Anak-anak panti asuhan dan anak jalanan pun pulang,tak lupa Nia dan Irlan memberikan santunan dan bingkisan sebelum mereka pulang. Dua jam setelah anak-anak panti asuhan pulang,oma-oma,opa-opa,aunty-aunty,uncle-uncle beserta anak-anak mereka pun ikut pulang. Kini di rumah mewah itu hanya tinggal Irlan,Nia,baby Caesar,bik Imah dan dua asisten rumah tangga lainnya. Baby Caesar yang sudah lelah dengan kegiatan hari ini,sudah tertidur pulas di kamarnya. Nia sengaja memisahkan kamar baby Caesar dengan kamar Nia dan Irlan. Selain untuk melatih baby Caesar mandiri,alasan yang kedua karena Irlan yang setiap hari tak pernah absen meminta jatah. Nia takut disaat mereka sedang melakukan ritual tiba-tiba baby Caesar terbangun dan melihat mereka sedang bermain jungkat-jungkit,dan itu sangat tidak baik untuk psikologis baby Caesar.


Setelah memastikan baby Caesar tertidur pulas di kamarnya yang di temani bik Imah. Nia kembali kedalam kamarnya,dimana ia melihat sang suami sudah pasang gaya ingin melakukan ritual dengan sang istri.


Seolah tak memperdulikan sang suami yang sedang memberikan kode,Nia tetap berjalan ke arah meja rias untuk memoleskan cream malam ke wajahnya. Melihat istrinya seperti tidak peka,Irlan pun mendekati Nia di meja rias dan memeluk sang istri dari belakang.


"Kakak ikh..jangan ganggu dulu. Aku pake ini dulu." Protes Nia karena tingkah laku sang suami yang tak sabaran.


"Gak usah pake gituan sayang,dimata aku kamu tetap yang tercantik dan terhot." Goda Irlan.


Nia mencebik mendengar kata-kata Irlan.


"Kamu pikir aku pake-pake beginian cuma buat keliatan cantik didepan kamu? Ya gak lah,aku pake beginian karena aku pengen kelihatan cantik untuk diri ku sendiri."


"Ya..ya..ya terserah lah." Kata Irlan yang tidak mau berdebat dengan sang istri. Tangan nakalnya pun sudah menjalar kemana-mana.


"Kak..sabar dong.!" Nia memindahkan tangan Irlan yang sudah memilin puncak bukitnya yang tidak berpenghalang.


"Kalau untuk yang satu ini aku gak sabar sayang. Ayo lah." Jawab Irlan ditelinga Nia dengan suara serak dan berat menahan hasrat yang sudah di ubun-ubun.


Nia menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti dengan tingkat nafsu sang suami yang tak ada bosan-bosannya melakukan ritual. Padahal setiap hari mereka seperti itu dan sehari bisa tiga sampai empat kali. Hanya saat Nia sedang datang bulan saja baru Irlan libur.


"Kakak gak bosen apa begituan terus?"


Irlan menggeleng.


"Masa sama istri sendiri bosen. Kalau aku bosen berarti rasa cinta aku ke kamu udah mulai luntur sayang."


"Iya tapi kan...hemph..." kata-kata Nia terpotong karena Irlan sudah membungkam bibir Nia dengan bibirnya.

__ADS_1


Merasa kekurangan asupan oksigen,Nia mendorong tubuh Irlan.


"Kakak ikh kebiasaan deh nyerang mendadak." Kesal Nia.


"Abisnya kamu bawel,udah tau aku lagi sakau,pake di lama-lamain. Ayo dong sayang,gak tahan nih."


Melihat wajah sang suami yang sudah sangat memelas,Nia jadi tak tega. Nia pun mengangguk mengiyakan ajakan sang suami yang akan membawanya ke syuurga dunia.


Tak ingin menunggu lama,Irlan langsung menggendong tubuh istrinya ketika mendapat anggukan dari sang istri. Irlan merebahkan tubuh sang istri di atas tempat tidur,tangan lincahnya pun membuka semua kain yang menempel ditubuh sang istri. Dan Irlan pun memulai pemanasannya.


"Kak...stop.!" Nia menghentikan aksi Irlan saat sang suami hendak memasukkan kobranya ke lembah.


"Duuh apalagi sih sayang,aku udah di ujung ini." Protes Irlan frustasi karena tinggal beberapa centi lagi,ia merasakan kenikmatan tiada tara.


Tanpa Irlan sangka-sangka,Nia langsung membalikkan tubuh Irlan. Kini Nia lah yang berada di atas tubuh sang suami.


"Ajarin aku mimpin permainan." Pinta Nia pada sang suami.


Mata Irlan membelalak mendengar kata-kata istrinya. Karena sudah hampir empat tahun mereka menikah,baru kali ini Nia mau memimpin ritual.


Nia mengangguk.


Irlan tersenyum bahagia.


"Untuk hal kayak begini gak usah pake belajar sayang,ikutin aja naluri kamu."


"Tapi mulainya dari mana?"


"Sini,mulai nya dari sini. Setelah itu kamu pasti tau harus lanjut kemana." Kata Irlan sambil menunjuk bibirnya.


Nia pun mulai mencium bibir sang suami,ciuman yang tadi sangat lembut lama kelamaan sangat kasar dan menuntut lebih. Dan ritual panas malam itu pun di mulai dengan Nia yang memimpin. Namun sayang,Nia memimpin hanya sampai pada pelepasan Nia yang pertama. Karena seterusnya Irlan lah yang kembali mendominasi permainan.


Setelah hampir satu jam beritual,Irlan pun mencapai puncaknya. Setelah melepas benihnya di ladang Nia. Irlan mencium kening,pipi dan bibir sang istri,kemudian mengeluarkan sang kobra dari dalam lembah. Berbaring di sebelah Nia dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.

__ADS_1


"Kak..." panggil Nia sambil tangannya membuat pola abstrak di dada sang suami dengan kepala yang bersandar di lengan Irlan.


"Iya sayang."


"Kakak puas gak sama aku?"


Irlan mengernyitkan keningnya. Karena pertanyaan Nia sangat lah ambigu baginya.


"Puas dalam hal apa?"


"Dalam hal semuanya."


"Yah puas lah sayang. Sebagai istri kamu udah ngelayanin aku dengan sangat baik dan sebagai ibu kamu juga udah ngurus anak kita dengan sangat baik. Sebagai anak dan menantu kamu juga udah menyayangi orangtua kita dengan sangat baik tanpa pilih kasih. Kamu juga bisa bagi waktu kamu antara pekerjaan dengan keluarga,antara suami dengan anak,kamu tau mana yang harus menjadi prioritas atau gak. Dan aku sangat puas dan bangga memiliki kamu sebagai istri aku. Kalau kamu sendiri puas gak sama aku?"


Nia mengangguk.


"Aku juga puas sama kakak sebagai seorang suami dan ayah. Sebanyak apapun pekerjaan kakak,sebesar apapun masalah yang kakak hadapin di luar sana,kakak gak pernah bawa masalah itu ke dalam rumah. Makasih udah jadi suami dan ayah yang tangguh untuk aku dan Esar."


"Harusnya aku yang terimakasih sama kamu,karena kamu udah mau melupakan masa-masa kelam rumah tangga kita dulu dan membuka lembaran baru. Dengan dewasanya kamu gak pernah mengungkit masa lalu aku yang hina. Seandainya waktu dapat aku ulang lagi,aku pengen banget kembali ke masa saat kita pertama bertemu saat orangtua kita menjodohkan kita."


"Kalau masa-masa kelam itu gak ada,mungkin hubungan kita gak seindah sekarang kak. Karena pelajaran hidup yang terbaik itu adalah pengalaman terpahit dalam hidup kita. Dari pengalaman yang sudah kita dapatkan,kita jadi bisa lebih menghargai pasangan kita masing-masing. Selama kita hidup di dunia ini,kita akan terus melakukan kesalahan,namun hanya sedikit dari manusia yang hidup di dunia ini yang mau mengakui kesalahannya dan merubah dirinya untuk jadi yang lebih baik. Dan aku bersyukur,kakak termasuk ke dalam yang sedikit itu."


Irlan memeluk erat sang istri dan mengecup kening Nia bertubi-tubi.


"Sekali lagi terimakasih sudah mau memberiku kesempatan untuk menjadi seorang suami dan menjadi seorang ayah untuk anak-anak kita. Aku harap sekarang dan seterusnya sampai kita menua,rumah tangga kita di beri kebahagiaan."


"Amin."


TAMAT


Dan akhirnya Mengejar Cinta Mantan Istri benar-benar tamat.


Terimakasih othor ucapkan untuk semua pembaca,tak terkecuali NIJUPITA,yang udah setia menunggu dan membaca updatenya MCMI. Terimakasih juga untuk kalian yang udah komen,like,vote dan kasih bunga serta kopi untuk membuat othor semangat nulis.

__ADS_1


Othor juga minta maaf kalau karya-karya othor gak bisa memberikan pembelajaran-pembelajaran untuk kalian. Karena memang,othor nulis novel hanya untuk menuangkan kehaluan yang ada di otak othor ke dalam sebuah novel. Kalau kalian mau belajar,silahkan baca buku IPA/IPS atau buku Ensiklopedia.


Bagi yang suka dengan karya othor,jangan sedih,walau MCMI udah tamat,kita masih bisa ketemu lagi di Penantian Sang Casanova dan Akhir Penderitaan Clarisa. Sekali lagi othor ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2