Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Liburan


__ADS_3

" Pagi sweety ," sapa seorang pemuda pada Gebi yang sedang menyapu .


Pemuda itu menyunggingkan senyum yang menawan . Menambah nilai plus penampilannya. Tapi tak membuat Gebi terpesona.


Suasana cukup sepi dikarenakan hari ini mereka akan liburan bersama .Gebi menyempatkan untuk bersih-bersih terlebih dahulu .


" Pagi juga ... tumben pagi-pagi gini udah nongol ," jawab Gebi tanpa menghentikan pekerjaannya. Nanggung karena tinggal sedikit lagi selesai .


" Mau bagaimana lagi semalam tidak bisa tidur karena merindukan seseorang."


" Merindukan siapa nih ?"


" Ayolah sweety jangan pura-pura tidak tahu perasaan ku ."


Sudah dua tahun ini Brayen menjadi pelanggan tetap toko Gebi. Di juga mempunyai perasaan pada Gebi . Sudah berkali-kali mengungkapkan perasaannya tetapi berkali-kali juga ditolak .


Tetapi meskipun sering kali ditolak , Brayen tidak pernah dendam pada Gebi . Hubungan keduanya juga masih tetap baik .


" Sorry Brayen ."


" Ha .... nasib _ nasib ."


Keduanya lantas tersenyum. Gebi senang mempunyai teman seperti Brayen . Kadang tingkahnya yang lucu membuat Gebi merasa terhibur.


" Aku tinggal dulu ya Bray ... mau siap-siap dulu nih . Kamu duduk aja di dalam ."


" Oke silahkan."


Gebi pun meninggalkan Brayen sendiri di dalam toko . Sedangkan dia berjalan menuju dapur . Dia mempersiapkan bekal yang sudah ia masak kedalam kotak bekal .


" Halo mas Bray ... dah lama belum ? " sapa Arini yang baru keluar dari kamarnya. Penampilannya sudah cantik .


Brayen yang sedang melamun sampai kaget .


" Ngagetin aja !"


" Sorry mas ... makanya jangan suka melamun . Masih pagi loh ini ."


" Siapa juga yang ngelamun."


" Lah tadi itu ngapain ... nyanyi ?"


" Berisik . Tumben toko belum buka ?"


" Libur mas ... hari ini kita mau liburan."


" Wah ... mas boleh ikut kan ?"


" Terserah mbak Gebi . Kan dia bosnya ."


" Boleh ya sweety ?" tanya Brayen begitu melihat Gebi yang hendak ke lantai dua .


" Boleh apa Bray?"


" Ikut kalian lah ... kemana lagi coba ?"


" Memangnya kamu nggak lagi sibuk ?"

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Brayen, Gebi malah menanyakan kesibukan pemuda itu . Maklumlah Brayen bukan pengacara . Dia mempunyai showroom yang letaknya tidak jauh dari toko Gebi .


" Pekerjaan ma gampang . Anak-anak juga masih bisa menghandle kok ."


" Terserah deh ... kalau nggak sibuk ma ayo !"


" Thanks... kalau gitu aku ke showroom dulu mau bilang sama anak-anak. Masih lama tidak sih ?"


" Nunggu anak-anak kumpul dulu ."


" Butuh kendaraan tidak ?"


" Sudah ada kok ."


" Oke deh ... tunggu aku ya . Ingat jangan ditinggal!"


" Iya ...iya buruan pergi !"


Brayen berlari ke arah mobilnya yang terparkir di depan toko . Tak lama kemudian mobilnya meluncur.


" Dasar tuh anak . Mbak siap-siap dulu ya Ar ."


" Siap mbak ... jangan lupa dandan yang cantik biar mas Brayen tambah terpesona," goda Arini .


" Kamu ada-ada saja ."


Gebi pun meninggalkan Arini ke kamar . Meladeninya bisa-bisa tidak jadi berangkat.


Sesampainya dikamar, Gebi segera menyiapkan baju ganti yang akan ia pakai . Setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi .


Dia melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya. Meletakkan pakaian kotornya di keranjang yang ada di pojok kamar mandi . Setelah itu barulah Gebi membersihkan tubuhnya dengan sabun .



Gebi nampak cantik dengan gaun yang ia pakai .


Setelah semuanya selesai Gebi keluar dari kamar dan turun ke lantai satu . Ternyata semua anak buahnya sudah tiba . Begitupun dengan Brayen.


Brayen sungguh terpesona dengan Gebi . Matanya tidak berkedip melihatnya. Hal itu disadari oleh semua karyawan Gebi .


" Kedip men ... si bos nggak akan hilang kok ," sindir Wawan , karyawan Gebi yang bertugas sebagai satpam .


" Kalian bisa lihat kan cantiknya nya sweety."


" Pret !!! "


" Kalian ma sirik doang ."


" Ada apa nih ?" tanya Gebi begitu sampai disamping mereka.


" Biasa lah mbak _"


" Kamu cantik !"


" Huu. ......."


Suasana menjadi riuh . Gebi pun tak bisa menahan senyumnya. Dia sangat beruntung bisa tinggal ditengah-tengah mereka.

__ADS_1


Senyum itu terlihat oleh Brayen . Sontak pemuda itu tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Gebi .


" Sudah siap semua kan ?"


" Siap !"


" Kalau begitu kita berangkat sekarang . Keburu siang ," ucap Gebi .


Mendengar ucapan Gebi semuanya langsung bangun dari posisi duduknya. Mereka langsung membagi dua regu . Karena ada dua mobil yang akan mereka bawa .


Gebi menaiki mobil bututnya. Diikuti oleh Arini dan dua karyawan lainya . satu mobil lagi berisi enam orang .


Brayen mengajak dua orang untuk menaiki mobilnya. Dengan senang hati dua orang ikut dengannya.


Gebi melupakan jika Sandra ingin ikut dengannya. Untung dia datang sebelum mobil mereka berangkat.


" Hei tungguin gua dong ," pekik Sandra begitu turun dari taksi yang ia naiki .


Gebi yang melihat hal itu langsung menepuk keningnya. Dia pun turun dari mobil dan menghampiri Sandra yang tengah cemberut.


" Maaf ... aku kira nggak jadi ikut ," ucap Gebi begitu sampai di samping Sandra .


Sandra tidak marah , karena itu murni kesalahannya. Ini karena ulah Aryan yang sengaja agar dia terlambat.


" Seharusnya aku yang minta maaf . Tadi insiden sebentar sebelum berangkat."


" Nggak masalah kok . Kamu nggak masalah kan naik mobil teman aku ?" tanya Gebi . Karena mobilnya hanya cukup untuk empat orang .


" Nggak masalah kok yang penting ikut ."


" Oke ... yuk kesana ."


Gebi mengajak Sandra ke mobil milik Brayen .


" Ada apa sweety?"


" Ha ?"


Sandra kaget mendengar panggilan Brayen buat Gebi . Tetapi dia hanya diam tanpa menyela .


" Masih ada bangku kosong kan ?"


" Sweety mau ikut dengan ku ?"


" Bukan . Temen aku ."


" Oh ... kirain ."


" Bolehkan?"


" Bolehlah ... masuk aja . Dibelakang masih ada satu bangku kosong ."


" Nggak masalah kan kamu duduk di mobil ini ?"


" Nggak masalah kok ."


" Ya udah aku kembali ke mobil aku . Kita langsung berangkat saja ."

__ADS_1


" Sip !"


__ADS_2