Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 118


__ADS_3

"Waktu kita berpisah,apa kamu pernah mencoba menjalin hubungan yang serius dengan laki-laki lain?!" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Irlan.


Sebenarnya yang membuat Irlan berat menanyakan hal ini bukan karena pertanyaannya melainkan takut pada jawaban yang keluar dari mulut Nia. Kalau sampai Nia mengatakan ia pernah menjalin hubungan serius dengan laki-laki lain,jujur saja hatinya pasti terbakar api cemburu,namun ia tidak boleh egois dengan mencemburui masa lalu Nia,karena masa lalunya yang lebih tak beradab saja Nia masih bisa memaafkan.


Ternyata apa yang Irlan pikirkan tak sama dengan jawaban Nia.


Nia menggeleng.


"Aku gak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Aku disana hanya fokus untuk kuliah."


"Masa sih?? Emangnya gak ada gitu bule atau orang-orang Asia yang kepincut sama kecantikan kamu yang melebihi bidadari ini." Tanya Irlan tak percaya sekaligus menggombal,karena hatinya sekarang berasa sedang naik roller coaster,menegangkan tapi menyenangkan.


"Ada sih,namanya Andrew. Bahkan waktu itu Andrew bersedia bertanggung jawab untuk anak yang aku kandung."


Irlan membelalakkan matanya tak percaya ada laki-laki seperti itu.


"Terus kenapa kamu gak terima dia?"


"Karena hati aku gak bisa bohong kak,walaupun sebenarnya aku merasa bersyukur ada laki-laki sebaik itu yang mau menerima aku apa adanya,tapi hati aku gak bisa untuk mencintai dia seperti aku mencintai kakak. Karena pada saat itu,hati dan pikiran aku belum bisa menghapus nama kakak."


Irlan terharu mendengar penuturan Nia,sebegitu tulus Nia mencintainya dulu tapi dengan tega dan tidak tahu malunya malah mengatakan mencintai wanita lain.


"Jadi itu alasan kamu mau memberi aku kesempatan sekali lagi,karena kamu masih mencintai aku?!"


Nia mengangguk.


"Kenapa kamu masih bisa mencintai laki-laki seperti aku,laki-laki yang sudah dengan sadarnya menghancurkan harga dirimu sebagai seorang istri,laki-laki yang sudah menjadikan mu korban ketidak adilan??!"


"Aku gak ngerasa diri aku jadi korban kok,malah saat itu aku ngerasa kakak lah yang jadi korban. Korban nafsu kakak,korban kebodohan kakak. Sekarang pilihan aku cuma dua,yang pertama tinggalin dan memaafkan,yang kedua memaafkan dan memberi kakak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kakak. Dan aku memilih untuk mengambil pilihan yang kedua."


Tak terasa air mata Irlan menetes mendengar alasan Nia yang begitu menyentuh hatinya. Ia memeluk erat Nia.


"Makasih sayang,aku gak akan buat kamu menyesal sudah mengambil pilihan yang kedua."


Irlan merasa beruntung memiliki Nia,wanita yang bukan hanya cantik di luar melainkan juga cantik hatinya.


Nia melepaskan pelukan Irlan.


"Udah..udah..kita gak usah bahas yang lalu-lalu,mendingan sekarang kita pulang terus istirahat biar besok otak kita lebih fresh untuk menyiapkan pernikahan kita yang tinggal seminggu lagi." Nia pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja kerjanya dan mengambil tasnya.


Irlan pun menurut,ia ikut berdiri dan menghampiri Nia yang sedang berjalan ke arahnya. Mereka pun keluar dari ruangan Nia. Sebelum Irlan mengantar pulang Nia kerumah orangtuanya,mereka menyempatkan untuk mengisi perut mereka di tempat makan yang ada di pinggir jalan. Setelah itu baru Irlan mengantar pulang Nia.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Hari ini hari yang ditunggu-tunggu Irlan pun tiba. Hari dimana dirinya dan Nia kembali lagi di persatukan dalam janji suci pernikahan. Dan kali ini janji yang terucap dari mulut Irlan adalah janji yang keluar dari dalam hatinya.


Ceklek. Irlan membuka kamar hotel yang di jadikan tempat untuk merias dirinya.


Irlan terpana melihat kecantikan Nia.


"udah mulai acaranya?" pertanyaan Nia sukses membuat Irlan tersadar dari kekagumannya pada wanitanya yang sebentar lagi menjadi istrinya.


Irlan mengangguk.


"ayo keluar." Irlan mendekati Nia dan menggenggam tangan Nia dengan erat,mereka pun keluar dari kamar itu menuju tempat pengucapan janji suci Irlan terhadap Nia.




Papa Niko,mama Dena,Papi Tian,mami Nita dan kak Irna serta suami dan anaknya ikut hadir menyaksikan prosesi janji suci berlangsung.


Tak ketinggalan juga pasangan yang sedang viral Ica dan Yordan yang tak kunjung meresmikan hubungannya,serta Igo dan Tia yang diminta untuk othor segera menjodohkannya. Hehehe...


Sama seperti pernikahan Nia dan Irlan yang pertama,acara kali ini juga di adakan di hotel mewah tapi hotel yang dipakai kali ini adalah hotel milik tiga sekawan,namun bedanya acara kali ini lebih tertutup di banding pesta pernikahan Nia dan Irlan yang pertama kali.


Janji suci pernikahan Irlan dan Nia pun berjalan dengan khidmad,hanya keluarga inti dan beberapa sahabat Irlan dan Nia yang datang karena memang keinginan Nia yang tidak ingin mengundang banyak orang,begitu juga saat resepsi nanti. Nia dan Irlan hanya mengundang keluarga dari kedua belah pihak,dan beberapa rekan bisnis papa Niko dan papi Tian saja.


"Kamu istirahat di kamar itu,biar Nia istirahat di kamar ini." Kata mami Nita sambil menunjuk kamar untuk Irlan beristirahat.


Irlan mengernyitkan keningnya.


"Kok kamarnya dipisah mi?" Tanya Irlan tak senang karena maminya menyuruh ia harus berbeda kamar dengan Nia yang sekarang sudah SAH berstatus istrinya untuk yang kedua kalinya.


"Emangnya mami gak tau isi otak kamu itu sekarang!! Biar Nia istirahat dulu buat acara resepsi nanti malam,kasihan dia kalau mau kamu gempur sekarang. Yang ada nanti pas acara resepsi cuma kamu yang ikut resepsi." Cibir mami Nita.


Irlan mencebikkan bibirnya,ia kesal ternyata rencana yang sudah ia susun sudah tertebak oleh sang mami,dan sekarang Irlan mau tidak mau harus menambah lagi tingkat kesabarannya sampai acara resepsi selesai. Dan semoga saja nanti tenaga Nia masih ada untuk melaksanakan tugas mulia nya.


Melihat Irlan yang mendadak lemas,Nia terkekeh geli dalam hati. Karena ia juga tau apa yang sangat ingin Irlan lakukan padanya sekarang.


Irlan melangkah malas masuk ke dalam kamar nya,sedangkan mami Nita dan mama Dena ikut masuk ke dalam kamar Nia.


"Kamu istirahat aja,nanti jam lima baru kamu dirias lagi." Kata mami Nita pada menantunya itu.


"Den,kamu ikut istirahat aja disini. Nanti si anak keras kepala itu curi-curi kesempatan kalau Nia gak kita jaga ketat." Kini mami Nita berbicara pada mama Dena.


Mama Dena pun mengangguk sambil senyum-senyum,karena ia juga tau apa tujuan besannya itu memisahkan Nia dan Irlan untuk sementara waktu.

__ADS_1


"Ya udah,mami tinggal dulu yah. Kalau ada apa-apa kasih tau mami,mami ada di kamar sebelah kamar Irlan." Kata mami Nita lagi pada Nia sebelum keluar dari kamar Nia.


"Iya mi. Mami juga banyak-banyak istirahat,jangan terlalu capek. Inget kesehatan mami belum sembuh seratus persen." kata Nia juga mengingatkan mertuanya.


Mami Nita pun pamit kepada mama Dena,setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar menuju kamarnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dimana acara resepsi akan segera di mulai. Nia dan Irlan serta iring-iringan keluarga berjalan memasuki tempat resepsi.



Semua mata terpana pada pasangan yang telah rujuk ini. Karena Nia begitu cantik dan anggun menggunakan gaun yang diinginkan Nia.



Irlan juga sangat gagah memakai setelan tuxedo berwarna hitam.


Karena konsep pernikahan Nia dan Irlan adalah intimate,jadi mereka tidak di haruskan untuk duduk di singgasana pengantin. Mereka ikut duduk di table yang sudah disediakan. Bahkan sebelum duduk,mereka berkeliling menyalami tamu-tamu yang datang.


Setelah di rasa lelah berkeliling menyalami tamu,Irlan menuntun Nia untuk duduk di table mereka.


"Selamat bro udah jadi pengantin baru lagi.." Igo menyelamati sahabatnya itu,disusul Yordan dari belakang.


Tak lama Tia dan Ica datang dan memberi ucapan selamat pada Nia. Irlan,Igo dan Yordan pun memilih untuk duduk di table yang ada disamping table Nia dan teman-temannya.


"Senyum-senyum mulu loe..!!" Tanya Igo yang tak henti tersenyum memandang wajah Nia yang sedang asik bercerita dengan kedua sahabatnya.


"Wajar lah Go,udah buka puasa dia. Efek kekenyangan tuh..!" Ejek Yordan.


"Garcep bener loe yah,sempet-sempetin buka puasa dulu sebelum resepsi." Timpal Igo.


Mereka tidak tau saja,setelah janji suci Irlan harus bermain solo dulu karena otak yang sudah treveling duluan. Padahal begitu sampai depan pintu kamar,mereka harus di pisahkan sementara.


"Brisik loe berdua.!! Dari pada loe berdua ngurusin gue,mending loe berdua cepetan nyusul gue biar bukan cuma gue loe berdua jadiin bahan gibah..!!"


Bukannya tersinggung,Igo dan Yordan malah tertawa.


"Udah pinter otak loe sekarang???!! Mentang-mentang udah punya bini,sok ceramahin kita." Jawab Igo.


"Emang gue pinter,kalau gue goblok gak mungkin nih pesta terlaksana hari ini. Bisa-bisa bulan depan atau bisa aja tahun depan gue sama Nia baru nikah." Dengan bangga nya Irlan mengatakan kelicikannya,karena ia sudah lebih dulu mencetak undangan.


Igo dan Yordan manggut-manggut saja. Karena mungkin benar apa yang dikatakan Irlan.

__ADS_1


__ADS_2