Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 84


__ADS_3

Mau tidak mau,Nia menyanggupi pertemuan itu. Hitung-hitung sekalian menyapa mantan mertuanya itu setelah sekian lama tak bertemu.


Nia tidak tau saja,kalau nanti yang datang ke pertemuan itu adalah Irlan. Laki-laki yang sejak tadi sedang ia hindari.


Karena masih merasa kesal dengan sikap Irlan yang ke kanak-kanakkan kemaren.


Setelah mendengar semua jadwalnya dari Vera,Nia pun masuk ke dalam ruangannya.


Duduk di kursi kebesarannya,dan kembali berkutat pada setumpuk dokumen.


Baru beberapa dokumen yang Nia periksa,Vera mengetuk pintu ruangannya.


"Maaf,bu. Ada kiriman bunga lagi untuk ibu." Vera menyerahkan bunga itu pada Nia.


Nia menerima bunga itu. Nia tidak penasaran lagi dengan si pengirim bunga. Iya sangat yakin kalau itu bunga kiriman Irlan.


Nia mengambil notes yang terselip.


"Jika kamu sibuk dengan kesibukan mu,tak apa. Aku juga akan menyibukkan diri dengan rutinitas ku. Tapi sialnya rutinitas ku adalah menunggu kabar dari mu" ~Irlan~


"Cih.." Mulut Nia berdecih tapi hatinya tersenyum membaca kata-kata yang Irlan tuliskan.


Tak ingin terhanyut terlalu lama dalam angan-angan,Nia kembali menyibukkan dirinya dengan kembali bekerja.


Dikantornya sekretaris Irlan pun sama memberitahu atasannya tentang jadwal pertemuan dengan Presdir Dirgantara Group.


Irlan tersenyum kemenangan.


"Sekeras apa pun kamu hindarin aku,tetap aja kita ditakdirkan untuk bersama melalui ikatan yang sudah kakek Dirga buat untuk kita." Irlan tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya,ia sudah tidak sabar untuk bertemu Nia.


🍀🍀🍀🍀🍀


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Vera mengingatkan atasannya tentang jadwal pertemuannya dengan Presdir Pratama Group.


Nia pun segera bersiap untuk pergi ke restoran xxx tempat pertemuan mereka.


Tak jauh berbeda dengan Irlan,kini ia juga sudah dalam perjalanan. Namun sebelum menuju ke restoran xxx,Irlan mampir di toko boneka.


Irlan membelikan boneka beruang ukuran jumbo untuk Nia.



Setelah membayar,Irlan keluar dari toko itu. Lagi dan lagi ia tersenyum penuh kebahagiaan.


"Berasa lagi kencan..padahal...Akh sudahlah yang penting gue gak akan berhenti berusaha buat dapetin hati Nia lagi." Kata Irlan mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Nia tiba lebih dulu dari Irlan.


Kini Nia sudah berada di privite room yang tersedia di restoran itu.

__ADS_1


Irlan yang baru sampai di parkiran,melihat pak Toto supir keluarga Nia yang sedang menghisap rokok di depan kap mobil.


"Pak Toto.." sapa Irlan sambik mendekati pak Toto.


"Eh pak Irlan. Mau makan di dalem juga pak?"


"Bukan mau makan pak,tapi mau kencan sama Nia."


Pak Toto mengernyitkan keningnya,pasalnya tadi anak majikannya itu mengatakan padanya mau meeting.


"Saya gantiin papi,buat meeting dengan Dirgantara Group pak. Sekalian lah pak,dinner sama Nia..hehehe"


Pak Toto manggut-manggut,sebenarnya ia juga tak mengerti apa yang dibicarakan mantan menantu majikannya itu.


"Oh iya pak,pak Toto pulang aja,biar nanti Nia pulang sama saya."


"Tapi pak..."


Irlan langsung menyela kata-kata pak Toto.


"Udah,nanti saya yang tanggung jawab."


"Baik lah pak. Kalau gitu saya permisi." Pak Toto langsung masuk ke dalam mobil.


Sebenarnya jika itu bukan Irlan,pak Toto tidak akan mau meninggalkan Nia. Tapi karena pak Toto sudah mengenal Irlan dan tau bagaimana perjuangan Irlan saat Nia ke London. Pak Toto yakin kalau Irlan tidak akan mungkin menyakiti atau mencelakakan Nia.


Pak Toto pun melajukan mobilnya dari tempat parkir.


Ceklek. Irlan membuka pintu.


Nia yang sudah menunggu kurang lebih lima belas menit,menengok ke arah pintu.


Mata Nia membulat sempurna melihat yang menyembul dari balik pintu. Ada boneka beruang yang ukurannya bahkan lebih besar dari tubuh Nia.


Nia mendekat ke arah pintu.


"Taaaddaaaa" teriak Irlan mengejutkan Nia.


"Astagaa kamu..!!!" Dengan ekspresi terkejutnya.


"Kok kamu yang dateng?" Tanya Nia tak terima dengan kehadiran Irlan.


Nia melihat ke arah belakang Irlan untuk mencari sosok papi Tian,tapi sosok yang dicari memang tidak ada


"Aku disuruh papi buat gantiin dia sementara waktu. Sampe mami sama papi selesai liburan." Kata Irlan yang tahu kalau Nia mencari sosok papi Tian.


"Ayo duduk." Irlan menarik tangan Nia dan membawa Nia duduk di sofa.


"Nih buat kamu." Irlan memberikan boneka beruang itu ke Nia.

__ADS_1


"Sori aku telat,aku singgah beli boneka itu dulu tadi" Irlan menjelaskan alasan telatnya.


Nia menerima boneka yang Irlan berikan masih dengan wajah yang cemberut.


"Kenapa? Kok masih cemberut aja?"


"Aku kira papi Tian yang dateng,eh gak tau nya...."


"Gak tau nya aku gitu? Emangnya kenapa kalau aku yang dateng?"


"Males aja liat muka kamu."


Irlan menghela nafasnya.


"Masih marah gara-gara kemaren? Kan aku udah minta maaf."


Nia tak merespon,dia masih malas berbicara dengan Irlan.


Melihat Nia yang masih bad mood,Irlan memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan. Dia memencet tombol yang tersambung ke tempat waiters.


Tak lama waiters pun datang,membawakan buku menu. Setelah memilih makanan yang akan Irlan dan Nia makan,waiters pun keluar dari ruangan itu.


Keheningan masih terjadi antara Nia dan Irlan. Tak ada yang berinisiatif membuka percakapan.


Sampai waiters datang kembali membawa makanan yang mereka pesan.


Mereka makan dalam diam. Setelah makanan selesai,Irlan kembali memencet tombol itu agar waiters datang membersihkan meja yang akan mereka pakai untuk membicarakan pekerjaan.


Setelah meja bersih dan waiters pun sudah keluar. Nia langsung membuka pembicaraan yang pasti mengenai pekerjaan.


Kini pembicaraan mereka seputar pekerjaan. Satu jam lamanya mereka hanya membahas pekerjaan. Setelah dirasa tidak ada yang perlu di bahas lagi. Nia pun pamit undur diri.


Tapi tangan Irlan dengan cepat mencekal tangan Nia.


"Kita ngobrol-ngobrol dulu Nia. Masa udah mau balik aja." Pinta Irlan.


Nia kembali terduduk saat tangan Irlan memaksanya untuk kembali duduk.


"Iikh lepas akh. Dari tadi kan kita udah ngobrol." Protes Nia.


"Tadi kan ngobrol tentang kerjaan,sekarang kita ngobrolin tentang kita."


"Emang apa yang harus kita omongin tentang kita? Aku rasa gak ada." Jawab Nia jutek.


"Mau sampe kapan sih kamu kayak gini Ni? Apa kamu gak capek jutekin aku terus?"


"Biasa aja kok. Emang dari dulu aku gini."


"Gak. Kamu dulu gak kayak gini. Kamu dulu selalu tersenyum buat aku,bicara kamu juga juga manis banget sama aku. Tapi sekarang,kamu gak pernah kasih senyuman sedikit pun buat aku,bahkan nada bicara kamu juga selalu jutek setiap ngomong sama aku. Aku rindu kamu yang dulu Nia."

__ADS_1


"Kamu juga dulu gak kayak gini,kamu dulu juga selalu bersikap dingin dan gak peduli sama aku. Tapi kenapa sekarang kamu jadi sox manis dan perhatian sama aku. Jadi lebay dan kekanak-kanakan."


__ADS_2