Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 42


__ADS_3

Mereka masih dalam keadaan diam. Hingga sampai di depan rumah mereka yang minimalis,Irlan turun dari mobil membuka pintu gerbang. Dan kembali lagi ke dalam mobil,memasukkan mobilnya ke dalam garasi.


Irlan turun dari dalam mobil setelah memarkirkan mobilnya,dia menutup dan menggembok kembali pagar rumahnya.


Dia kembali menuju ke mobilnya,karena Nia yang tak kunjung turun dalam mobil.


"Turun" perintah Irlan sambil membuka pintu mobilnya.


Nia menggeleng. Dia tetap kekeh tidak mau turun.


Irlan meraup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya. Lalu membuang karbondioksida secara kasar.


"Mau turun sendiri atau gue gendong?"


"Aku mau pulang." Nia menatap sinis ke arah Irlan.


"Ini kan pulang." Jawab Irlan dengan nada bicara seperti meredam emosi.


"Aku mau pulang ke rumah orangtua aku!!!" Nia berteriak tak tahan dengan sikap Irlan.


"Brisik!!!" Tanpa aba-aba Irlan langsung menggendong tubuh Nia dengan menaruhnya di pundaknya.


Nia berteriak meronta-ronta minta diturunkan.


Plaaak..


Irlan menepuk bokong Nia.


"Diem gak,nanti tetangga pada bangun!!!" Pinta Irlan setelah memukul bokong Nia.


Irlan mengeluarkan kunci rumah dari saku celananya.


Bi Imah sudah tidak bekerja lagi di rumah itu, Nia mempekerjakannya di rumah orangtuanya. Namun sebelum Bik Imah bekerja dirumah orangtuanya,Nia menyuruh Bik Imah untuk pulang kampung dulu sampai Nia memanggilnya. Tapi gaji Bi Imah tetap dibayar Nia.


Pintu rumah sudah terbuka, Irlan langsung menghempaskan tubuh Nia di atas sofa.


"Auw.." Nia memekik kesakitan karena Irlan menghempaskan tubuh Nia dengan sangat kasar.


"Apa-apaan sih kamu,,seenaknya banting-banting orang!!" Protes Nia.


"Loe ngapain sama cowok tadi hah?!" Irlan menatap tajam Nia.


"Yang mata kamu liat ngapain?" Nia tak kalah tajam menatap Irlan.


"Loe tuh masih istri gue,berani-beraninya loe senyum-senyum sama cowok lain."

__ADS_1


"Dan ini,apa ini...Loe didepan gue gak pernah pake baju kayak gini,kenapa didepan cowok lain loe malah pakai pakaian begini!!!" Irlan menarik-narik dress yang Nia kenakan.


Nia memukul tangan Irlan agar tidak menarik -narik.dressnya.


"Kamu marah kalau aku senyum sama cowok lain? Kamu marah kalau aku dandan kayak gini didepan cowok lain hah?" Nia bertolak pinggang,matanya melotot.


"Baru begitu aja udah marah,nah kamu sendiri yang udah kumpul kebo sama simpanan kamu aku biasa aja tuh" lanjut Nia lagi.


Bohong besar kalau dirinya biasa saja,hatinya sakit bahkan sangat sakit. Tapi Nia harus terlihat biasa saja agar Irlan tak meremehkannya.


"Lagian kita juga udah mau cerai kan,kamu juga udah urus berkas-berkasnya kan,ya udah ngapain juga kamu urus hidup aku. Sejak kamu bilang kamu cinta sama perempuan lain dan mau menceraikan aku dihadapan orangtua kita,aku udah gak nganggap kamu siapa-siapa aku lagi.!!!"


Ada rasa sakit didada Irlan ketika Nia mengatakan kalau Nia sudah tidak menganggap dirinya lagi.


"Gue bakal batalin perceraian kita. Lagian gue gak mau sampai dicoret sebagai ahli waris sama bokap gue gara-gara cerein loe.!!


Nia membulatkan matanya. Dia tidak menyangka Irlan mau bertahan hanya karena warisan,bukan karena ingin berubah dan me gulang semua dari awal.


Seandainya Irlan mengatakan ingin berubah dan mengulang dari awal,mungkin Nia akan mempertimbangkannya. Tapi ini...


"Gila kamu!!!"


"Apa loe bilang,gue gila?" Irlan memajukan tubuhnya mengikis jarak keduanya.


"Gue akan tunjukin sama loe definisi gila yang sesungguhnya..!!!" Irlan kembali menggendong tubuh Nia ke pundaknya,dia tersenyum menyeringai.


Membawa Nia masuk ke dalam kamarnya,menghempaskan tubuh Nia di atas ranjang king size nya.


Irlan membuka pakaiannya satu persatu,hingga hanya menyisakan boxernya berwarna hitam.


Irlan mendekat ke arah Nia di atas ranjang.


Nia membelalakan matanya melihat Irlan mendekat dengan keadaan hanya memakai boxer.


"Kakak mau ngapain? Jangan mendekat!!!" Nia berteriak sejadi-jadinya,tangannya berusaha menarik selimut.


Irlan tak mempedulikan teriakan Nia. Dia terus mendekat.


Irlan menarik tubuh Nia,dia mengunci tubuh Nia dibawah tubuhnya.


Meraup bibir manis Nia yang tidak pernah terjamah dengan sangat kasar. Tak ada respon dari Nia membuat Irlan menggigit kecil bibir itu agar bisa terbuka dan menelusupkan lidahnya ke dalam sana.


Irlan melepaskan ciumannya agar Nia bisa bernafas. Ciuman Irlan turun ke leher,ia memberikan kissmark disana.


Tak tahan lagi. Itulah yang Irlan rasakan.

__ADS_1


"Ah shiit...kenapa jadi begini!!" Irlan mendesah dalam hati.


Awalnya dia hanya ingin mengintimidasi Nia,tapi kenapa sekarang dirinya yang terintimidasi.


Akal sehat Irlan hilang seketika,dia memaksa membuka resleting dress Nia.


Nia menangis,menjerit,meronta-ronta agar Irlan menghentikan aksinya.


Tapi apalah daya tenaga Nia tidak sebanding dengan tenaga Irlan.


Sekarang Nia hanya memakai bra dan ****** ********. Hasratnya semakin meninggi ketika melihat tubuh putih mulus Nia.


Sedangkan Nia,jangan ditanya tubuhnya sudah lemas karena melakukan perlawanan.


Irlan menindih tubuh Nia,dia kembali mencumbu Nia. Mata Nia terbuka lebar saat Irlan merobek bra nya.


"Kak..jangan begini please..." Nia kembali menangis,tapi Irlan tak menghiraukan tangisan Nia.


Dia malah semakin beringas,dia merobek ****** ***** Nia.


Nia kembali meronta-ronta,tangannya berusaha menjauhkan tubuhnya dari tubuh Irlan. Namun tetap saja perlawanan Nia sia-sia.


Kini tubuh Nia sudah dalam keadaan polos,membuat si junior di bawah sana semakin mengeras.


Mulut Irlan kini bermain-main dengan si kembar.


Ada gelenyar aneh yang tidak bisa Nia katakan saat Irlan sedang bermain-main dengan si kembar,karena ini baru pertama kali untuknya.


Nia merapatkan mulutnya agar tidak mengeluarkan desahan,tapi...


"Aaakkkh.." sial desahan itu akhirnya lolos dari bibir mungil Nia.


Mendengar desahan yang keluar dari mulut Nia membuat Irlan semakin menggila.


Irlan menarik tubuhnya dari atas tubuh Nia,bertumpu pada dua lututnya. Membuka boxer.


Dirasa ini adalah kesempatan untuk lari,Nia pun dengan gerak cepat bangkit dari tempat tidur. Namun sayang,belum sampai kakinya menyentuh lantai,Irlan sudah menangkapnya.


Menindihnya dan mencumbunya kembali. Nia merasakan ada sesuatu yang mengeras di bawah sana. Sesuatu yang sangat besar dan panjang.


Tanpa permisi kepada si pemilik goa,si junior langsung menerobos pintu goa yang masih terkunci. Aneh memang kenapa saat bersama Melda,Irlan masih bisa menguasai nafsunya untuk tidak memasukkan junior ke dalam milik Melda,sedangkan dengan Nia ia tidak bisa mengendalikannya.


Dan hasilnya,keluarlah darah suci dari dalam sana ketika junior menerobos semua dinding. Nia menjerit kesakitan.Benar-benar sangat sakit.


Berbeda dengan Irlan,dia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat si junior tercengkram di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2