Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 11


__ADS_3

"Kakak penasaran gak sama jenis kelamin anak kita?"


Irlan menggeleng.


"Kok gak sih kak?? Emang kakak maunya anak kita cewe atau cowo."


"Terserah sayang,mau cewe atau cowo yang penting sehat dan gak kekurangan satu apapun." Jawab Irlan bijak.


"Kan biasanya kalau laki-laki maunya anak pertamanya laki-laki,biar ada yang nerusin usaha lah,biar ada yang nemenin nonton bola lah,ini lah,itu lah."


Irlan mengalihkan pandangannya dari layar laptop dan menatap Nia.


"Aku gak gitu kok. Mau laki-laki atau perempuan itu sama aja,sama-sama anak aku,hasil dari bibit unggul aku. Kalau anak pertama aku perempuan,aku seneng karena pasti cantiknya kayak kamu dan pastinya aku lah cinta pertama untuk anak perempuan aku. Dan kalau anak aku laki-laki,aku juga seneng,karena ada yang bantu aku jagain kamu dan adik-adiknya nanti."


Nia mengangkat sudut bibirnya mendengar Irlan mengatakan adik-adiknya nanti. Itu sama saja kode kalau Irlan mau mempunyai anak lebih dari satu.


"Kak..makin hari kok aku makin tegang yah? Aku takut kalau kejadian..." Irlan menempelkan jari telunjuknya di bibir Nia untuk menghentikan kata-kata Nia.


"Sstt. Kita jangan bahas itu lagi. Aku yakin kamu dan anak kita selamat sampai melahirkan. Ingat sayang,kamu harus selalu berpikir positif,karena apa yang kita pikirkan biasanya itu yang akan terjadi pada diri kita,oke.?!"


Nia mengangguk menyetujui perkataan Irlan.


"Nanti kamu melahirkannya sesar aja,jangan di paksa untuk melahirkan normal,karena waktu melahirkan Mosha kan kamu di sesar. Mengurangi resiko pendarahan dan rahim robek parah karena sebelumnya rahim mu pernah di jahit." Pinta Irlan,karena sebelumnya kak Irna sudah membicarakan ini dengan Irlan dan kak Irna meminta Irlan untuk membujuk Nia agar mau melahirkan secara sesar di kehamilan keduanya kali ini.

__ADS_1


"Tapi kak,aku kan pengen jadi seorang ibu seutuhny dengan melahirkan normal."


"Sayang.." Irlan mengelus rambut Nia.


"Mau melahirkan normal atau sesar, sama aja,sama-sama jadi seorang ibu. Sekarang gini,kamu maksain diri kamu buat melahirkan normal,padahal dokter udah nganjurin untuk lahiran sesar,terus kalau selama proses melahirkan normal terjadi apa-apa sama kamu yang membuat kamu kehilangan nyawa,atau mungkin cacat seumur hidup atau apalah,apa kamu bisa nikmatin peran kamu sebagai seorang ibu,gak kan?? Menjadi seorang ibu seutuhnya itu bukan di lihat dari bagaimana cara perempuan melahirkan anaknya,melainkan di lihat dari cara bagaimana perempuan menikmati perannya sebagai seorang ibu saat mengasuh anaknya,mendidik anaknya,merawat anaknya. Karena banyak perempuan di luar sana yang bisa melahirkan secara normal tapi mereka gak memainkan peran mereka sebagai ibu dengan baik dan benar. Mereka lebih memilih anak mereka di asuh oleh baby sitter ada juga yang memberikan anak mereka agar di asuh oleh kakek-neneknya. Malah ada seorang ibu yang memberikan hp pada anaknya yang masih balita agar kesenangan si ibu tak di ganggu. Apa menurut kamu ibu-ibu seperti itu bisa di kategorikan seorang ibu yang seutuhnya,gak kan? Jadi gak usah insecure karena gak bisa melahirkan secara normal,gak usah peduliin omongan orang tentang kamu yang gak bisa melahirkan secara normal. Oke..?!!"


Mendengar kata-kata motivasi dari sang suami,kepercayaan diri Nia muncul kembali.


"Jadi nanti lahirannya sesar aja yah. Biar bagian bawah buat keluar masuknya junior aja." Kata Irlan sambil menunjuk juniornya.


"Ish.." Nia memukul pelan lengan Irlan.


"Iya,nanti lahirannya sesar aja. Tapi kak,nanti aku cuma punya kesempatan satu kali hamil lagi,gak pa-pa?" Tanya Nia karena kalau Nia melahirkan sesar lagi kali ini,berarti sudah dua kali Nia melahirkan sesar,sedangkan jatah untuk melahirkan sesar hanya lah tiga kali. Walaupun bisa lebih dari tiga kali,namun resiko semakin tinggi.


"Gak pa-pa,nanti kita program bayi kembar,kalau perlu kembar tiga sekalian." Seloroh Irlan.


"Kamu mah enak tinggal bikin doang,lah aku yang bawa kemana-mana setiap hari selama sembilan bulan engap." Protes Nia tak terima.


Mendengar Nia yang protes,Irlan malah terbahak-bahak. Bukan karena protesan dari Nia,namun ia membayangkan jika Nia hamil kembar tiga,entah sebesar apa perutnya. Sedangkan hamilnya sekarang yang di dalamnya hanya satu saja sudah besar,apalagi jika tiga di dalamnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Waktu yang di nantikan pun telah tiba. Siang ini semua keluarga sudah berkumpul di apartemen Nia dan Irlan untuk mengantarkan Nia ke rumah sakit,karena besok adalah jadwal launching anak kedua Nia dan Irlan.

__ADS_1


Papa Niko sibuk menelpon pihak rumah sakit kalau mereka akan berangkat kesana. Sedangkan papi Tian dan Irlan sibuk mengecek barang-barang yang akan di bawa,terutama perlengkapan bayi dan perlengkapan Nia selama di rumah sakit. Mama Dena dan mami Nita menemani Nia yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu. Seandainya Nia melahirkan secara normal,pasti mama Dena dan mami Nita akan mencereweti Nia agar lebih banyak bergerak dan berjalan,agar proses melahirkannya mudah. Namun karena Nia akan menjalani operasi sesar,hal itu jadi tidak berlaku.


"Sudah siap semua?" Tanya papa Niko setelah menelpon pihak rumah sakit pada Irlan yang baru saja mengoper barang-barang yang harus di bawa kerumah sakit ke mobil.


"Sudah pah."


"Ya sudah ayo kita berangkat." Ajak papa Niko.


Mama Dena pun membantu putrinya untuk bangkit dari duduknya,maklum ukuran perutnya sudah sangat besar,sudah sangat sulit berjalan dan mengangkat tubuhnya sendiri.


Irlan pun mengambil alih membopong Nia berjalan keluar dari unit apartemennya menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai bawah.


Kini mereka sudah sampai di kamar VVIP di rumah sakit. Kamar yang mempunyai fasilitas ranjang ukuran king size dan televisi berukuran 55 inch,kulkas,serta kamar mandi yang memiliki bath up. Tersedia juga ruang tamu sebelum masuk ke dalam kamar tidur pasien. Ada juga kamar khusus untuk penjaga pasien. Pihak rumah sakit juga menyiapkan perawat profesional yang berjaga di pos dekat kamar Nia,agar setiap orang yang nanti akan menjenguk Nia dan bayinya harus membuat janji jenguk terlebih dahulu di pos perawat. Semua itu sudah di siapkan pihak rumah sakit untuk kelahiran cucu dari orang yang memiliki saham sebesar tujuh puluh persen di rumah sakit itu.


"Selamat siang bapak dan ibu Dirgantara,serta bapak dan ibu Pratama." Sapa dokter Sakti kepala rumah sakit itu sekaligus orang yang mempunyai saham sebanyak tiga puluh persen di rumah sakit itu.


"Selamat siang juga dokter Sakti." Jawab papa Niko dan papi Tian.


"Ini tim dokter yang akan melakukan prosedur operasi kelahiran cucu pak Niko dan pak Tian." dokter Sakti memperkenalkan tiga dokter kandungan,dua dokter anak,dua dokter ahli anastesi,tiga orang dokter koas yang akan membantu para dokter ahli selama di ruang operasi,empat orang perawat dan empat orang bidan. Semua yang terpilih menjadi tim kelahiran anak Nia adalah dokter,perawat dan bidan terbaik di negara itu,begitupun dengan dokter koas,mereka pun adalah mahasiswa kedokteran terbaik.


Salah satu dokter kandungan itu adalah Irna,kakak Irlan,anak pertama papi Tian. Dan salah satu dokter koas adalah Syntia atau Tia,sahabat Nia yang sedang menjalani masa koas sebelum dirinya di ambil sumpah sebagai seorang dokter.


Setelah memperkenalkan tim medis yang akan mengoperasi Nia, dokter Sakti dan tim medis pun keluar dari kamar Nia.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam,papa Niko,mama Dena,mama Nita dan papa Tian sudah pulang dari jam enam sore tadi. Kini di dalam kamar VVIP yang sangat besar itu,Nia dan Irlan hanya berdua. Sebelumnya kak Irna dan Tia sempat menjenguk Nia yang akan menjalani operasi jam empat sore besok.


Othor mau izin yah hari senin dan hari selasa othor gak update dulu,karena othor ada dinas keluar kota. Kita ketemu lagi di hari rabu.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2