
Ia menyodorkan satu sendok rujak ke depan mulut Irlan.
"Nih kak,cobain."
Irlan menggeleng. Dari aromanya saja Irlan tidak suka,apalagi harus memakannya.
"Kamu aja. Kalau nanti aku ikut makan,kamu sama anak kita gak puas makannya." Kilah Irlan.
"Ayo dong. Anak kita pengen banget liat kamu makan ini juga." Sepertinya Nia punya jurus baru untuk mengerjai suaminya. Kasihan si dedek yang ada di dalam kandungan,harus menjadi kambing hitam kejahilan mamanya.
Mendengar Nia membawa anaknya,Irlan pun pasrah dan membuka mulutnya. Nia langsung memasukkan satu sendok rujak ke dalam mulut Irlan.
"Uhukkk....uhukkk...uhukk.." Irlan terbatuk karena menahan rasa aneh yang masuk kedalam mulutnya. Ingin sekali ia muntahkan,tapi ia tak kuasa takut Nia akan kecewa padanya,jadi terpaksa ia menelan rujak itu tanpa mengunyahnya dan hasilnya ia tersedak.
Buru-buru Nia mengambilkan segelas air putih miliknya dan menyodorkannya pada Irlan. Dengan cepat tangan Irlan menyambar gelas itu dan menenggak air putih di dalamnya.
Tak ada rasa penyesalan di dalam diri Nia,malahan hatinya sekarang bersorak kegirangan.
"Kak.."
"Hemh..." jawab Irlan setelah menaruh gelas itu di meja.
"Tadi kakak jadi ngevlog nya kan?"
Irlan mengangguk.
"Mana aku mau liat."
Irlan pun mengeluarkan hp dari dalam saku celananya dan membuka video yang ia rekam saat ada di tukang rujak. Nia mengambil hp itu dari tangan Irlan dan menonton video yang direkam suaminya sambil memakan rujak. Nia tak henti-hentinya tersenyum,bukan karena video yang Irlan rekam,tapi ia tersenyum karena sambil membayangkan wajah sang suami pada saat merekam video ini. Apalagi,jika melihat di sekeliling tukang rujak,ada banyak pedagang lain dan orang yang berlalu lalang melihat aksi Irlan. Bisa dipastikan sang suami pasti menahan malu pada saat itu.
Namun arti senyum Nia di salah artikan oleh Irlan. Irlan pikir,Nia tersenyum karena puas dengan hasil rekamannya.
"Gimana,kamu seneng.?" Tanya Irlan dengan versi 'senang' yang sesungguhnya.
Nia mengangguk.
__ADS_1
"Seneng. Seneng banget." Jawab Nia,namun dengan 'senang' versi otak jahilnya.
"Bagus deh.. Oh iya,kapan lagi jadwal kita kontrol sama kak Irna?"
"Bulan depan kak."
"Kok bulan depan,lama banget?"
"Emang periksa kandungan sebulan sekali kak,nanti kalau udah masuk tujuh bulan baru sebulan dua kali,terus kalau udah sembilan bulan seminggu sekali."
"Ooo...tapi kalau jenguk boleh dong sehari tiga kali. Kayak minum obat." Goda Irlan sambil menoel dagu istrinya.
"Cih.." Nia mencebikkan bibirnya mendengar kata-kata Irlan.
"Bisa gak sih bahasnya gak ke arah situ mulu. Malu tau.!"
"Heleeh...bahasnya malu,giliran prakteknya mau,nikmatin malahan." Goda Irlan lagi.
"Iikh kakak.!" Nia memukul pelan lengan sang suami.
Malam harinya,setelah menyelesaikan pekerjaannya, Irlan menyusul Nia yang sedang mengganti pakaian di ruang ganti. Mata Irlan membulat saat melihat Nia hanya memakai segitiga bermuda dan sedang melepaskan penutup bukitnya. Irlan menelan slivanya susah payah melihat kedua bukit yang sedikit membesar,naluri memangsanya langsung berkobar-kobar. Irlan mendekati Nia.
Nia yang baru menyadari kedatangan Irlan langsung menutup kedua bukitnya dengan baju tidur yang hampir di pakainya.
"Kakak ikh ngagetin aja.!!"
Irlan tak memperdulikan keterkejutan Nia,dia tetap melangkahkan kakinya mendekati Nia. Tangan Irlan menyentak baju yang sedang Nia pegang. Ia mengangkat tubuh Nia dan mendudukkan Nia di atas meja yang ada di ruang ganti. Irlan langsung ******* bibir Nia dengan sangat lembut,tangannya pun tak tinggal diam dan sudah menjalar ke bukit milik Nia. Pergerakan tangan mahir Irlan membuat Nia dengan cepatnya menikmati permainan Irlan. Bagaimana Nia bisa menolak kalau Irlan begitu pintar membuat Nia mabuk kepayang. Namun,otak Nia kembali tersadar untuk kembali mengerjai sang suami. Nia mendorong tubuh Irlan pelan.
"Kak...aku mual banget."
Mendengar sang istri mual,wajah penuh nafsu Irlan berubah menjadi wajah penuh kekhawatiran.
"Kok bisa?? Apa karena rujak bebeg yang kamu makan tadi?" Tanya Irlan khawatir.
Nia menggeleng.
__ADS_1
"Kayaknya anak kita gak mau deh kalau kamu deket-deket dulu sama aku." Jawab Nia. Ia harap Irlan percaya pada kata-katanya,karena sekarang Nia sedang berusaha mengerjai suaminya lagi.
"Gak mungkin,orang anak kita maunya aku jengukin terus."
"Iikh beneran kak.."
Irlan kembali mendekati Nia karena tak percaya dengan kata-kata Nia,dia ingin melanjutkan aksinya untuk menengok anaknya.
Namun baru selangkah,Nia sudah berteriak minta Irlan menghentikan langkahnya.
"Kak...Stooop.!! Jangan mendekat,makin kakak mendekat kepala aku makin pusing dan perut aku mual."
"Beneran kamu,gak becanda kan?"
Nia mengangguk. Nia pun dari atas meja dan memungut pakaian yang sempat Irlan buang ke sembarang arah dan memakainya,setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar dari ruang ganti dan meninggalkan Irlan yang masih ternganga.
Nia senyum-senyum sendiri saat keluar dari ruang ganti,ia langsung naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Hatinya puas sekali mengingat wajah kecewa Irlan yang tidak bisa menengok anaknya. Sedangkan Irlan,dia terpaksa masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.
Nia berakting agar Irlan tak bisa menengok anaknya hanya bertahan selama seminggu karena merasa kasihan dengan sang suami yang harus bolak-balik kamar mandi untuk bermain solo. Dan sepertinya,anak dalam kandungan Nia juga sangat merindukan di jenguk sang papa.
🍀🍀🍀🍀🍀
Tak terasa kandungan Nia sudah memasuki bulan ke tujuh. Dan hari ini adalah hari syukuran tujuh bulanan kehamilan Nia. Acara syukuran tujuh bulan di adakan di salah satu kafe milik Irlan. Berhubung keluarga Nia dan Irlan dari berbagai suku,maka acara tujuh bulanan ini di adakan tanpa menggunakan adat. Hanya mengundang anak panti asuhan,keluarga,dan para sahabat Nia dan Irlan untuk memanjatkan doa agar kehamilan Nia berjalan lancar sampai waktu melahirkan nanti. Setelah acara doa dan makan-makan dengan anak-anak dari panti asuhan dan keluarga,sekarang giliran sahabat Nia yang mengadakan acara baby shower untuk kehamilan Nia. Hanya ada anggota keluarga inti dan para sahabat Nia dan Irlan di acara ini.
Ica dan Tia sudah menyiapkan balon yang berisi jenis kelamin anak Nia dan Irlan. Karena setiap Nia dan Irlan pergi check kandungan,kak Irna tak ingin memberitahu jenis kelamin anak mereka. Karena sebelumnya kak Irna sudah bekerja sama dengan Ica dan Tia untuk menyembunyikan jenis kelamin anak sahabatnya itu yang masih ada dalam kandungan sampai acara baby shower. Itupun,tetap Nia dan Irlan tidak boleh mengetahuinya,karena setelah Nia memecahkan balon itu,kertas yang ada di balon itu langsung di serahkan ke mama Dena,kemudian mama Dena membisikkan ke mami Nita serta ke anggota keluarga yang lainnya.
Jadi sekarang,di tempat ruangan ini hanya Nia dan Irlan yang tak mengetahui jenis kelamin bayi mereka. Setelah acara baby shower selesai,mereka pun pulang kerumah masing-masing. Tak lupa sebelum pulang mereka mengadakan sesi foto-foto terlebih dahulu.
Kini Irlan dan Nia sudah berada dalam kamar di unit apartemen mereka.
"Kak.." panggil Nia pada sang suami yang sedang memeriksa email yang masuk dari tablet nya di atas ranjang mereka.
"Iya sayang.."
"Kakak penasaran gak sama jenis kelamin anak kita?"
__ADS_1
Irlan menggeleng.