Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 115


__ADS_3

Mata Nia membelalak melihat ruangan yang sudah di dekorasi dengan balon yang bertuliskan "Will You Marry Me." Serta taburan bunga yang membentuk sebuah kalimat "I LOVE YOU NIANA" serta ratusan tangkai bunga mawar merah,mawar pink dan mawar kuning yang menghiasi ruangan.


Irlan berlutut di hadapan Nia sambil menggenggam tangan Nia.


"I Love You itu artinya aku akan berjuang untuk kamu, aku akan perjuangkan hubungan aku dengan kamu, aku akan perhatikan kebutuhan kamu baik itu lahir maupun batin, aku akan perhatikan apa yang membuat mu nyaman dan yang membuat mu tidak nyaman, aku akan merendahkan hati untuk mendengarkan segala keluh kesah mu, aku gak akan cuek ketika melihat kamu merasa tidak aman, aku tidak akan memaksa, aku tidak akan menuntut, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mengenal dan mengisi segala kebutuhan kamu, aku tidak akan membiarkan hati ku dingin terhadap kamu. Niana,,mau kah kamu menikah dengan ku???" Tanya Irlan sambil membuka kotak cincin yang baru saja ia keluarkan dari kantongnya.


Nia terkejut karena ternyata Irlan membawanya ketempat ini untuk melamarnya.


"Terima..terima..terima..terima..terima.." Papa Niko,mama Dena,papi Tian,mami Nita,kak Irna beserta suami,serta kedua sahabat Nia dan sahabat Irlan tiba-tiba keluar dari persembunyian mereka dan bersorak meminta Nia menerima lamaran Irlan.


Sontak Nia semakin kaget dengan kehadiran orang-orang terkasihnya. Air mata haru pun meluncur dari bola mata indah Nia.


Dengan anggukan Nia menerima lamaran Irlan.


"Aku mau kak.." dan para tamu pun bersorak sorai ketika Nia menerima lamaran Irlan.


Irlan langsung memeluk tubuh Nia dan mengecup puncak kepala Nia. Seandainya tidak ada orangtua Nia dan orangtua Irlan,sudah pasti Irlan langsung melahap bibir Nia.


"Makasih sayang.."


Mama Dena dan Papa Niko mendekat ke arah pasangan yang sedang di kelilingi lope lope.


"Selamat yah sayang. Jadikan lah masa lalu kalian sebagai pelajaran yang berharga." Ucap mama Dena pada pasangan itu.


"Ingat,pengang janji mu saat kamu meminta saya merestui hubungan kamu dengan Nia.!!! Berani kamu menyakiti hati Nia sekali lagi,tamat riwayat mu di kandang buaya!!" Kini papa Niko yang berbicara pada Irlan.


"Iya om,Irlan akan selalu pegang janji Irlan." Jawab Irlan mantab.


Papi Tian dan mami Nita juga ikut menghampiri Nia dan Irlan.


"Selamat yah sayang. Akhirnya kalian bisa bersatu lagi. Mami harap kejadian yang dulu jangan terulang lagi." Mami Nita memeluk tubuh Nia dan Irlan bersamaan.


"Mami juga harus semangat untuk sembuh yah,biar bisa bermain sama cucu-cucu mami nanti." Irlan sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya melihat tubuh mami nya yang mengurus.


Nia,mami Nita,papa Niko dan mama Dena terkejut dengan kata-kata Irlan.


"Kamu tau mami sakit?!" Tanya Nia yang secara tidak langsung memberitahukan kalau dirinya juga tahu kalau calon mertuannya itu sedang sakit.

__ADS_1


"Kamu juga tahu kalau mami sakit?" Irlan malah balik bertanya.


Kini mata Irlan dan Nia sama-sama melihat mama Nita.


"Jadi kalian berdua sudah tau mami sakit?! Maaf mami gak beritahu kalian,mami cuma gak mau kalian terlalu khawatir dengan keadaan mami. Mami akan berusaha sekuat tenaga untuk sembuh. Melihat kalian yang bersatu kembali dan saling mencintai seperti ini menambah semangat mami untuk sembuh." Ucap mami Nita.


"Jadi kapan kalian menikah?" Tanya mama Dena berusaha mengalihkan pembicaraan tentang penyakit mami Nita.


"Kak Irna..!!" Panggil Irlan sambil memberi kode untuk membawakan sesuatu yang sudah Irlan persiapkan.


Irna pun berjalan mendekati mereka. Dan menyerahkan sesuatu itu kepada Irlan.


"Ini. Disitu ada tanggal pernikahan kami." Irlan menyerahkan undangan pernikahan yang sudah ia persiapkan. Dan undangan sudah siap tercetak hampir seribu undangan.


Papa Niko,mama Dena,papi Tian,mami Nita dan juga Nia terkejut karena ternyata Irlan sudah mempersiapkan hal tersebut dan yang paling parahnya tanggal pernikahan mereka akan di laksanakan sepuluh hari lagi.


"Kakak..!!!" Teriak Nia setelah melihat tanggal pernikahan.


"Barusan bilangnya gak mau maksa,gak mau menuntut,terus ini apa!!! Masa tanpa dirundingin dulu kakak udah ambil keputusan sendiri sih..!!" Protes Nia.


"Aku udah gak sabar sayang pengen cepet-cepet halalin kamu." Jawab Irlan santai.


"Dasar gak sabaran!!! Kenapa kamu gak rundingin dulu dengan kami??!" Tanya papa Niko yang juga ikut kesal.


"Kan om sama papi yang bilang kalian para orangtua tinggal terima bersih. Bahkan om sendiri yang bilang waktu Irlan tanda tangan surat pengalihan harta,kalau Irlan tanda tangan,besoknya pun om bersedia menikahkan Nia dengan Irlan."


PLETAK.. papi Tian menempeleng kepala Irlan pelan.


"Yah bukan berarti kamu ngambil keputusan sendiri untuk tanggal pernikahannya..!!" Kata papi Tian menggeram.


"Kalau gitu kamu nikah aja sendiri!!" Kata Nia sambil pergi dari tempat itu menuju balkon di lantai atas.


Irlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Irlan akui,dirinya memang sangat tidak sabaran makanya dia ingin memilih sendiri tanggal pernikahannya. Sekarang Irlan harus terima ambekan dari Nia.


"Hemh..baru aja romantis-romantisan,sekarang udah ngambek-ngambek lagi." Celetuk Irna melihat Nia pergi meninggalkan mereka.


"Irlan permisi mau kejar Nia dulu.." Irlan pun mengejar Nia yang naik ke lantai atas.

__ADS_1


Para orangtua tertawa melihat tingkah konyol Irlan. Sebenarnya para orangtua sudah tau dari Irna kalau Irlan sudah menentukan tanggal dan mencetak undangan,bahkan baju pernikahan untuk Nia dan Irlan pun sudah di siapkan. Baju seragam untuk kedua keluarga pun telah siap. Tinggal konsep gedung pernikahan yang ingin Irlan diskusikan berdua dengan Nia. Tapi para orangtua pura-pura tidak tahu dan malah ikut memanas-manasi Nia.


Irlan mendekati Nia yang sedang berdiri di balkon sambil memandang hamparan pohon-pohon yang ada disekeliling vila itu.


Ia memeluk tubuh Nia dari belakang.


"Lepas.!! Aku males ngomong sama kakak!!" Nia menepis tangan Irlan yang melingkar di perutnya.


"Jangan ngambek dong sayang. Ia deh aku akuin aku salah karena gak bicarain ini dulu sama kamu,aku minta maaf."


"Udah tau salah kenapa di lakuin?!" Bentak Nia yang masih kesal.


"Kan aku udah bilang,aku pengen cepet-cepet halalin kamu."


"Tapi bukan berarti kakak ngambil keputusan sendiri. Bayangin aja waktu tinggal sepuluh hari lagi. Banyak yang harus kita persiapin kak. Apalagi kakak bilang para orangtua cuma mau terima beres." Nia membalikkan tubuhnya dan mengungkapkan kegundahan hatinya.


"Kamu tenang aja sayang,semuanya udah aku siap. Tinggal nentuin konsep pernikahan,aku udah nunjuk beberapa konsep tapi aku takut kamu gak suka jadi aku minta sama w.o nya untuk bicarain langsung dengan kamu."


"Jadi gaun pengantin aku juga udah kakak siapin?!"


Irlan mengangguk.


"Kakak gimana sih!!! Aku kan maunya gaun pilihan aku.!!" Kata Nia semakin kesal.


"Tenang aja sayang,aku pastiin kamu suka sama gaunnya." Irlan mengelus rambut Nia.


"Terserah lah!!!!" Nia kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Irlan.


Irlan kembali memeluk tubuh Nia sangking gemasnya. Ia memberikan ciuman dipipi Nia.


Irlan membalikkan tubuh Nia dan mengangkat dagu Nia. Nia mendorong tubuh Irlan karena tau apa yang ingin Irlan lakukan.


"Jangan macem-macem kak!!! Disini banyak orang!!" Nia mencoba mengingatkan Irlan untuk menahan dirinya agar tak mencium Nia.


Irlan pun menghentikan aksinya yang ingin mencium Nia.


"Nyosoooor mulu kerja loe Lan..!!!" Ejek Igo yang melihat Irlan ingin mencium Nia.

__ADS_1


Igo,Yordan,Ica dan Tia mengikuti Nia dan Irlan ke lantai atas untuk memberi selamat untuk pasangan itu,tapi saat sampai di balkon mereka melihat pemandangan yang tidak mengenakkan.


__ADS_2