
Nia mematung ditempatnya berdiri,masih shock dengan pidato papa nya barusan.
"Nia..hei." papa Niko menepuk pundak anaknya.
"Eh..iya pah.."
"Kenalin diri kamu sana sama semua karyawan."
"Hah..oh iya" Nia masih linglung.
Nia pun naik ke podium dan memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi semuanya,perkenalkan nama saya Niana. Seperti yang sudah papa saya katakan,saya akan menggantikan papa saya memimpin perusahaan. Jadi saya mohon kerjasama dari kita semua. Terimakasih." Nia turun dari podium setelah memperkenalkan dirinya.
Semua karyawan pun bertepuk tangan antusias menyambut Presdir baru mereka.
Nia dan papa Niko keluar dari ruang pertemuan.
Sekarang mereka sudah ada di ruang Presdir,ruangan yang akan menjadi tempat Nia bekerja.
"Gimana kamu suka?" Tanya papa Niko setibanya mereka di ruangan itu.
Papa Niko mengganti dekorasi ruangannya dalam waktu semalam. Ruangan yang dulu bernuansa maskulin kini berubah menjadi minimalis.
Nia memperhatikan sekeliling ruangan, mulai dari sofa,meja kerja. Semua banyak diganti papa Niko.
"Suka pah..suka banget malah." Jawab Nia sambil menganggukkan kepala.
"Kok papa gak bilang sih kalau mulai hari ini Nia gantiin papa? Kan papa bilang tadi malem Nia dateng ke sini cuma mau belajar-belajar dulu. Kenapa Nia langsung gantiin papa. Nia masih buta sama dunia kerja pah."
"Jangan pesemis gitu dong,lagian mau sekarang atau nanti kan sama aja,ujung-ujungnya juga kamu bakalan gantiin papa. Papa tetep bantuin kamu kok sampe kamu bener-bener paham sama situasinya."
Nia diam seribu bahasa. Memang benar,mau sekarang atau besok besok dan besoknya lagi,ujung-ujungnya Nia akan tetap menggantikan papa nya.
Papa Niko mulai mengajari Nia tentang hal-hal dasar yang harus ia kerjakan.
Beda dengan Nia yang masih belajar mengenal dunia kerja. Irlan sedang disibukkan dengan berbagai berkas-berkas yang harus ia periksa.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk." Jawab Irlan dari dalam.
Ternyata asisten papi Tian yang datang.
"Maaf pak Irlan,pak Tian menyuruh anda menggantikan beliau besok di pernikahan anak pak Rafly. Ini undangannya,jangan lupa dibawa undangannya."
Irlan mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Tumben papa nyuruh saya gantiin dia. Emang besok dia mau kemana?" Tanya Irlan penasaran.
Pasalnya pak Rafly adalah rekan bisnis yang sudah sangat lama bekerja sama dengan Pratama Group dan Dirgantara Group.
Biasanya kalau keluarga atau perusahaan pak Rafly mengadakan suatu acara,papi Tian pasti menghadiri acara itu langsung sekalipun sedang berada di luar kota papi Tian pasti menyempatkan waktu untuk hadir.
Tapi ini.....??? Kenapa papi Tian minta di wakilkan? Apalagi ini pernikahan anaknya pak Rafly.
"Besok ada beberapa meeting dengan klien yang tidak bisa digantinkan dengan saya. Jadi mau tidak mau,pak Tian menyuruh anda untuk menggantikan beliau besok. Karena akan tidak sopan kalau pak Tian mengutus saya kesana. Saya kan hanya asistennya sedangkan anda kan putranya."
Irlan mengangguk lemah,membenarkan perkataan asisten papinya.
Setelah memberikan undangan itu pada Irlan sang asisten pun keluar dari ruangan Direktur. Dan kembali ke ruangan Presdir.
Tok tok tok
"Masuk" jawab papi Tian dari dalam.
Ia sedang asik menyesap kopi sambil menunggu kedatangan asistennya.
"Gimana?" Tanya papi Tian tanpa basa-basi setelah sang asisten masuk.
"Beres pak. Pak Irlan mau menggantikan anda besok."
Papi Tian tersenyum tipis.
"Papi hanya bisa bantu kamu sampai disini. Selebihnya kamu harus benar memperjuangkannya." Lirih papi Tian.
"Jadi Nia sudah pulang ke negara ini?" Tanya papi Tian kepada seseorang diseberang telpon.
"Iya pak."
Papi Tian tahu kalau selama ini Nia berada di London untuk menimba ilmu,tapi papi Tian mengetahui baru dua tahun terakhir. Itupun karena papi Tian secara tak sengaja melihat mama Dena di bandara di Inggris,karena penasaran papi Tian menyuruh seseorang mengikuti mama Dena. Dan didapatlah informasi kalau Nia berada di negara itu. Tapi sayang, papi Tian tidak tahu tentang kehamilan Nia dan anak Nia yang sudah meninggal.
Mulai hari itu papi Tian menyuruh orang untuk terus membuntuti Nia dan melaporkan apapun tentang Nia.
Secara diam-diam juga papi Tian menyuruh informan yang Irlan tugaskan mencari Nia untuk menghentikan pencarian Nia dan membuat laporan palsu kepada Irlan.
Informan papi Niko pun memberi tahu kalau papa Niko mengajak Nia ke undangan pernikahan anak pak Rafly.
Flashback Off
Hari semakin sore,jam kerja pun sudah berakhir. Semua karyawan di Dirgantara Group bersiap untuk pulang. Begitu juga dengan papa Niko dan Nia yang sudah bersiap-siap untuk pulang.
"Pah..Nia pulang sendiri aja yah. Nia mau mampir ke suatu tempat dulu. Boleh?"
"Emangnya kamu mau kemana?"
"Mau ke taman xxx."
__ADS_1
"Ya udah tapi jangan lama-lama yah pulangnya."
"Oke deh papa ganteng" Nia mencium papa Niko sebelum pergi.
Sampai di taman itu,Nia langsung duduk di bangku taman.
Dia menatap langit yang belum mengeluarkan bintang.
Matanya kembali melihat sekitar taman. Ada sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau,ada juga sepasang suami istri yang sedang berjalan bergandengan tangan,ada juga keluarga kecil dimana ibu dan ayah sedang menemani anaknya berjalan-jalan.
Senyum tipis terbit di bibir Nia. Dia memejamkan matanya sesaat,menghirup oksigen banyak-banyak untuk mengisi paru-parunya dan membuangnya perlahan.
"Mosha..." nama anaknya keluar saat Nia kembali membuka matanya.
Walaupun Nia sudah ikhlas dengan semua yang ia alami. Tapi tetap saja,sebagai seorang ibu yang pernah mengandung Mosha selama enam bulan,nama anaknya tetap selalu bertahta di hatinya.
Hari sudah menggelap. Nia sudah berdiri dan ingin beranjak dari tempatnya duduk.
"Nia..." teriak seseorang memanggil nama Nia.
Nia pun menoleh ke sumber suara.
"Kak Alex.." Nia kaget melihat Alex.
Dengan berlari Alex menghampiri Nia.
"Huh..loe tuh yah udah pulang kesini gak bilang-bilang." Dengan nafas yang masih terengah-engah Alex langsung memprotes Nia.
"Masa sih,perasaan aku udah bilang deh.."
Alex mengernyitkan keningnya. Apa iya Nia sudah memberitahunya. Perasaan belum,begitu pikirnya.
"Masa sih,kapan...?"
"Waktu aku nyampe dirumah,aku langsung kabarin ke Ica sama Tia sama kak Alex juga kok."
"Masa sih,kok gak ada pesan masuk ke hp gue." Alex langsung mengeluarkan hp dari kantong celananya.
"Nih cek aja,gak ada" katanya lagi sambil menyodorkan hp nya.
Nia langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Alex yang bingung.
Alex semakin mengernyitkan keningnya.
"Kenapa loe,kesambet?"
"Kak Alex lucu."
"Emang gue Narji apa" jawab Alex malas.
__ADS_1
"Nih periksa kalau gak percaya gue gak nerima pesan apapun dari loe udah empat hari." Alex kembali menyodorkan hp nya ke Nia.