Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 3


__ADS_3

Setelah lima belas menit,Irlan langsung cepat-cepat berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Sedangkan Nia memilih untuk tetap duduk di sofa. Ia tak ingin mengikuti langkah kaki Irlan ke kamar mandi karena takut hasilnya tidak sesuai harapannya dan harapan Irlan. Ia menutup matanya dan menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dan terus memanjatkan doa di dalam hati.


"Niaaaaaaaa...Sayaaaaang.!!" Teriak Irlan dari dalam kamar mandi.


Nia mendengar Irlan berteriak,namun ia masih tidak mau menyusul suaminya ke dalam kamar mandi. Irlan pun keluar dari dalam kamar mandi dengan membawa tiga tespek di tangannya.


"Sayang..." panggil Irlan saat sudah di hadapan Nia.


Nia membuka matanya perlahan dan menatap Irlan yang sedang memperhatikan tiga tespek yang ada ditangannya.


"Kalau garis merahnya ada dua,maksudnya apaan?" Tanya Irlan polos.


Mata Nia membelalak. Dia pun berdiri dari sofa yang ia duduki.


"Sini aku liat." Kini Nia sangat antusias setelah mendengar kata-kata Irlan.


Nia menutup mulutnya tidak percaya,akhirnya ia diberikan kepercayaan lagi untuk memiliki momongan.


"Artinya apa sayang?" Tanya Irlan sekali lagi pada Nia.


Nia memandang wajah Irlan dan langsung memeluk tubuh suaminya.


"Aku hamil kak. Dua garis merah itu tandanya aku positive hamil." Kata Nia menjelaskan sambil memeluk tubuh suaminya sangking bahagianya.


Irlan melepaskan pelukan Nia. Ia menatap wajah istrinya itu lekat-lekat.


"Kamu serius? Jadi beneran ada anak aku di dalam sini?" Tanya Irlan yang shock bahagia.


Nia mengangguk.


"Aaaaaa..." Nia berteriak karena tanpa Nia duga Irlan langsung menggendong tubuh Nia ala bridal style lalu memutar-mutarkannya,Irlan bahagia bukan kepalang.


"Kak..stooop!!! Aku pusing kak.!!!" Nia memukul-mukul lengan Irlan agar Irlan berhenti berputar-putar.


Irlan pun menghentikan aksinya.


Ia membaringkan Nia ke atas tempat tidur.


"Aku seneng banget sayang." Irlan mengecup kening Nia.


"Aku janji,aku akan jaga kalian berdua. Aku gak akan biarkan kamu melewati masa-masa kehamilan ini sendirian." Kata Irlan sambil mengusap perut Nia yang masih rata.


Kemudian Irlan menurunkan wajahnya ke perut Nia dan mencium perut istrinya itu. Setelah itu ia mensejajarkan wajahnya lagi dengan wajah Nia.

__ADS_1


"Sayang..." panggil Irlan.


"Hemh.."


"Aku mau memperkenalkan diri sama anak aku sebentar aja,boleh?!" Modus Irlan.


"Apaan sih.!!" Wajah Nia merona,ia tahu apa maksud dari perkataan suaminya. Walau sudah dua tahun menikah dan setiap malam selalu melakukan ritual,tetap saja Nia malu jika Irlan bertanya seperti itu padanya.


"Boleh yah." Tanya Irlan lagi dengan suara yang serak dan berat.


Nia mengangguk,ia tak pernah sanggup menolak permintaan yang satu itu,apalagi kalau Irlan sudah memasang wajah memelasnya.


Mendapat persetujuan dari Nia,Irlan langsung meraup bibir indah istrinya itu. Dan tangannya membuka tali bathrobe yang masih setia Nia kenakan.


Dan di pagi menjelang siang itu,Irlan mengunjungi anaknya dan memperkenalkan dirinya. Irlan melakukannya dengan sangat lembut,bahkan saat pelepasannya hampir tiba pun,ia menahan dirinya untuk tidak mempercepat laju kecepatannya. Karena takut membahayakan anaknya.


Irlan berbaring di sebelah Nia setelah mengalami pelepasannya. Ia membawa tubuh Nia ke dalam pelukannya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Irlan mengecup kening Nia bertubi-tubi.


"Makasih sayang. Makasih udah mau mengandung anak ku lagi."


Nia tak membalas kata-kata Irlan,dia hanya mengeratkan pelukannya pada Irlan.


"Sekarang kamu istirahat. Nanti sore kita ke tempat kak Irna,untuk ngecek anak aku."


"Enak aja anak kamu,kan aku yang hamil. Yah anak aku lah.!" Protes Nia.


"Kan gak mungkin kamu hamil kalau bukan aku yang kerja keras nanam bibit." Irlan tak mau kalah.


"Iya emang kamu yang nanam bibit,tapi kan dia ada di rahim aku,aku yang bawa dia nanti kemana-mana selama sembilan bulan."


Mereka pun mulai berdebat masalah yang unfaedah.


"Tapi kan aku yang setiap malam kerja keras supaya dia bisa ada. Sampe tiga empat ronde tiap malam,kamu kalau aku suruh mimpin gak pernah mau."


Nia mencebik kesal karena Irlan masih tak mau mengalah dengannya.


Nia pun mengeluarkan jurus andalan setiap wanita agar pasangan mereka mau mengalah,yaitu jurus ngambek.


"Terserah lah." Nia menjauhkan tubuhnya dari Irlan dan memunggungi suaminya.


Irlan menghela nafasnya,ia tahu sekarang Nia lagi mode ngambek. Irlan mendekatkan tubuhnya ke Nia dan memeluk istrinya itu dari belakang.


"Iya deh,ini anak kamu dan anak aku. Ini anak kita berdua." Bisik Irlan di telinga Nia sambil mengusap perut Nia.

__ADS_1


"Jangan ngambek lagi yah."


Nia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Irlan. Nia pun mengangguk.


"Sekarang kamu istirahat. Aku mau telpon kak Irna dulu,kasih tau kalau nanti sore kita dateng ketempat praktek nya." Kata Irlan sambil mengecup kening Nia.


"Temenin aku sampe tidur." Pinta Nia dengan manja. Mungkin efek hormon kehamilannya,membuat sifat manja Nia kembali muncul.


Irlan mengangguk. Ia kembali membawa Nia ke dalam pelukannya sambil mengelus punggung polos istrinya.


Irlan senang melihat Nia yang kembali bermanja-manja padanya. Karena selama dua tahun menikah,Nia hampir tidak pernah bermanja-manja padanya. Dan itu membuat Irlan merasa tidak berguna sebagai seorang laki-laki. Harapan Irlan,semoga saja Nia tetap bisa bermanja-manja seperti ini padanya sekalipun Nia sudah melahirkan nanti.


Setelah Nia tertidur,Irlan pelan-pelan menggeser tubuhnya dari dekapan Nia. Ia turun dari tempat tidur dan mengambil hp dari atas nakas dan berjalan ke arah balkon untuk melakukan panggilan pada kakaknya,Irna.


Tuut tuut tuut.


"Halo." Sapa Irna saat menerima panggilan adiknya itu.


"Kak,nanti sore aku sama Nia mau ke tempat praktek kakak."


"Kenapa? Apa Nia sudah ada tanda-tanda?"


"Umm. Tadi periksa pake tiga tespek dan hasilnya positif."


"Wah..kabar bagus ini. Ya udah kalian datang aja sekarang ke tempat praktek kakak. Kebetulan satu jam lagi kakak udah mau pulang."


"Nanti sore aja lah,soalnya Nia lagi tidur siang."


"Oh..ya udah kakak tunggu. Kalian datang jangan lewat jam lima yah."


"Oke boss."


Panggilan pun berakhir.


Irlan kembali melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar.


Ia menaruh kembali hp nya di atas nakas,dan melihat wajah istrinya yang sedang tertidur. Ia naik ke atas tempat tidur dan mengecup kening Nia,lalu bibirnya turun ke perut dan mencium perut Nia yang masih rata itu.


"Sehat-sehat yah,papa janji akan selalu berada di samping mama dan kamu,agar kejadian enam tahun lalu tidak terulang lagi." Lirih Irlan di depan perut Nia dan di akhiri dengan kecupan lama di sana.


Tak ingin mengganggu istrinya yang sedang beristirahat karena kelelahan akibat ulahnya yang ngotot ingin berkenalan dengan calon anak mereka,Irlan pun turun dari atas ranjang. Ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang ia hasilkan di atas ranjang bersama Nia menjelang siang tadi.


Setengah jam Irlan membersihkan tubuhnya,dia pun keluar dari dalam kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju ruang ganti. Setelah ia memakai kaos dan celana pendek,Irlan keluar dari ruang ganti dan mengambil ipad nya,ia mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di dalam kamar itu yang letaknya berhadapan dengan tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2